6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

tatkala by tatkala
July 25, 2026
in Budaya
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

Konferensi pers Peringatan 100 Tahun Rarud Batur | Foto: Istimewa

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah dilalui pengungsi, di pura-pura yang kembali dibangun, di tradisi yang tetap dijaga, dan di ingatan kolektif masyarakat yang berhasil bangkit setelah salah satu bencana terbesar dalam sejarah Bali.

Tahun ini, tepat seabad setelah letusan dahsyat Gunung Batur pada 1926 yang memaksa masyarakat meninggalkan kampung halamannya, Desa Adat Batur memperingati 100 Tahun Rarud Batur melalui rangkaian Batur Village Festival yang berlangsung pada 2–8 Agustus 2026.

Selama tujuh hari, masyarakat tidak hanya diajak merayakan sebuah peringatan, tetapi juga menapaki kembali perjalanan sejarah yang membentuk identitas Batur. Napak tilas menuju Batur Let, seminar nasional, pawai budaya, pementasan teatrikal, lokakarya, hingga berbagai kegiatan seni dan edukasi disusun sebagai cara untuk menghidupkan kembali memori kolektif tentang perjuangan para leluhur.

Bagi masyarakat Batur, Rarud Batur bukan sekadar kisah perpindahan akibat letusan gunung. Peristiwa itu menjadi titik balik kehidupan sebuah komunitas yang harus membangun kembali rumah, tempat ibadah, serta tatanan sosial di tengah keterbatasan. Meski kehilangan ruang hidup, mereka tetap mempertahankan adat, budaya, tradisi, dan nilai spiritual yang diwariskan turun-temurun.

Ketua Panitia, I Made Santika, S.E., mengatakan persiapan kegiatan tersebut sebenarnya telah dimulai sejak Juli 2025 melalui berbagai aktivitas di kawasan Pura Jati Batur. Sejak awal, panitia ingin peringatan seratus tahun ini menjadi lebih dari sekadar seremoni.

“Persiapan kegiatan ini sebenarnya sudah kami mulai sejak Juli 2025 melalui aktivasi kegiatan yang bertempat di Pura Jati Batur. Dari awal kami ingin peringatan 100 Tahun Rarud Batur tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan kembali sejarah, budaya, dan semangat para leluhur,” ujarnya.

Semangat itu tercermin dalam seluruh rangkaian festival. Kegiatan diawali dengan Batur Caldera Run yang memadukan olahraga dengan lanskap kaldera Batur, dilanjutkan Seminar Nasional 100 Tahun Rarud Batur, pembukaan Batur Village Festival, serta pementasan Teatrikal Rarud Batur yang mengisahkan perpindahan masyarakat setelah erupsi Gunung Batur pada 1926.

Konferensi pers Peringatan 100 Tahun Rarud Batur | Foto: Istimewa

Salah satu agenda yang paling sarat makna adalah Napak Tilas Rarud Batur. Para peserta akan menelusuri jalur perpindahan masyarakat dari Batur Let menuju Desa Bayung Gede hingga Desa Adat Batur. Perjalanan itu bukan sekadar menyusuri jejak geografis, tetapi juga menjadi penghormatan terhadap ketangguhan para leluhur sekaligus media pembelajaran sejarah bagi generasi muda.

Selain napak tilas, festival menghadirkan beragam aktivitas yang mempertemukan tradisi dengan kreativitas. Masyarakat dapat mengikuti kegiatan melukis on the spot, ramah tamah pemuka adat, hingga menikmati pertunjukan seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi perhatian utama. Anak-anak, pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas, hingga pelaku pariwisata dilibatkan melalui lomba mewarnai, workshop pelestarian bambu, pelatihan peningkatan kapasitas pemandu wisata, peluncuran dan bedah buku, talk show kepemudaan, serta pemutaran film budaya Batur.

Festival perdana ini juga akan diramaikan dengan lomba cerdas cermat dan literasi budaya, peragaan busana adat Mapragat Bebaturan, seminar kopi Kintamani, lomba baleganjur, permainan tradisional, malam resepsi, parade budaya, hingga penampilan musisi lokal dan nasional sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Bagi Dewan Pengarah 100 Tahun Rarud Batur, Dane Jero Penyarikan Duuran Batur yang mewakili Palinggih Dane Jero Gede Batur, peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menghargai jasa para leluhur yang berhasil membangun kembali kehidupan masyarakat setelah bencana besar.

Menurutnya, peringatan ini bukan hanya ruang refleksi sejarah, tetapi juga ajakan untuk selalu eling terhadap akar sejarah sebagai pijakan menghadapi perubahan zaman. Di tengah berkembangnya sektor pariwisata dan berbagai kebijakan baru, masyarakat Batur dihadapkan pada tantangan untuk tidak sekadar mengembangkan potensi wisata, tetapi juga mempertahankan ruang hidup dan identitas budayanya.

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan Batur Village Festival merupakan hasil kolaborasi desa adat, pemerintah desa, pemerintah daerah, institusi pendidikan, akademisi, komunitas budaya, pelaku pariwisata, hingga masyarakat. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian sejarah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.

Konferensi pers Peringatan 100 Tahun Rarud Batur | Foto: Istimewa

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam melanjutkan perjuangan para leluhur. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi diharapkan menjadi pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan budaya Batur.

Kolaborasi juga datang dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. Koordinator Bali Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Mochammad Nicko Agung Pangestu, mengatakan pihaknya akan berpartisipasi melalui sosialisasi konservasi bambu dan workshop pemanfaatannya bagi masyarakat.

Menurutnya, bambu memiliki peran penting dalam keberlangsungan budaya Bali sekaligus memberikan manfaat ekologis.

“Nanti kami akan berkolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat dalam konservasi dan pemanfaatan produk bambu. Ke depan kerja samanya diharap bisa berkelanjutan, di mana kami juga punya program untuk memfasilitasi penanaman bambu di laba-laba desa di Bali, khususnya di laba milik pura besar seperti Batur, Besakih, dan Lempuyang,” katanya.

Lebih dari sekadar festival, peringatan 100 Tahun Rarud Batur adalah perjalanan menengok kembali jejak sebuah masyarakat yang pernah kehilangan kampung halamannya, tetapi tidak kehilangan jati dirinya. Seratus tahun setelah letusan Gunung Batur mengubah bentang alam dan kehidupan warganya, semangat gotong royong, ketangguhan, serta kecintaan terhadap budaya tetap hidup, diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya sebagai fondasi untuk menatap masa depan.[T]

Sumber: Rilis
Editor: Jaswanto

Tags: Batur Village FestivalGunung BaturRarud Batur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Orkestra Warna Kun Adnyana

Next Post

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

by tatkala
October 30, 2026
0
Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

Read moreDetails

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails
Next Post
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co