14 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
in Panggung
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

Drama Musikal Kontemporer “Katarsis Jiwa Kelam” oleh SMAN 2 Kuta Selatan di FSBJ 2026│Foto: Dok. FSBJ

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah Sang Suratma, pencatat amal perbuatan manusia di akhirat. Dengan gaya yang jenaka, ia mengajak Bagus Diarsa menyusuri perjalanan yang kelak membawanya melihat sisi paling kelam dari kehidupan setelah kematian.

Itulah salah satu potongan adegan dalam “Katarsis Jiwa Kelam”, persembahan SMAN 2 Kuta Selatan pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Madya Mandala, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar, Senin, 20 Juli 2026. Pertunjukan ini tidak sekadar menghidupkan kembali kisah klasik Bali, tetapi juga membawanya masuk ke dunia generasi masa kini melalui drama, tari, musik, humor, hingga simbol-simbol kehidupan di era digital. 

Karya ini berangkat dari Geguritan ‘Bagus Diarsa’, salah satu karya sastra klasik Bali yang telah lama dikenal sebagai media pendidikan moral. Namun, alih-alih mempertahankan latar tradisional sepenuhnya, penggarap memilih pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masa kini. Telepon pintar, media sosial, hingga gaya hidup modern menjadi bagian dari cerita tanpa menghilangkan ruh utama kisah tersebut.

Drama Musikal Kontemporer “Katarsis Jiwa Kelam” oleh SMAN 2 Kuta Selatan di FSBJ 2026│Foto: Dok. FSBJ

Pilihan itu membuat pertunjukan terasa hidup. Penonton tidak hanya menyaksikan cerita rakyat, melainkan juga melihat refleksi kehidupan sehari-hari. Tradisi tidak diposisikan sebagai sesuatu yang jauh dan kuno, melainkan sebagai sumber nilai yang tetap relevan untuk menjawab persoalan zaman.

Secara garis besar, kisah ini mengikuti perjalanan hidup Bagus Diarsa, seorang pria yang semula hidup berkecukupan, tetapi jatuh miskin akibat kegemarannya berjudi sabung ayam. Kejatuhan ekonomi itu tidak hanya menghancurkan kehidupannya, tetapi juga membawa penderitaan bagi keluarganya. Dalam kondisi tersebut, Dewa Siwa turun ke dunia dengan menyamar untuk menguji sekaligus menyelamatkan hidupnya. 

Perjalanan itu kemudian berubah menjadi sebuah pengembaraan spiritual. Dalam adaptasi ini, Bagus Diarsa ditemani Sang Suratma, sosok pencatat seluruh amalan manusia di akhirat. Sang Suratma mengajaknya menyusuri berbagai lapisan neraka, memperlihatkan bagaimana setiap roh menerima hukuman yang setimpal atas perbuatannya selama hidup.


Drama Musikal Kontemporer “Katarsis Jiwa Kelam” oleh SMAN 2 Kuta Selatan di FSBJ 2026│Foto: Dok. FSBJ

Dari perjalanan itulah Bagus Diarsa menyaksikan berbagai bentuk penyiksaan terhadap roh-roh yang semasa hidupnya dipenuhi dosa. Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang membersihkan batinnya. Ia menyadari kesalahan, memperbaiki diri, hingga akhirnya memperoleh anugerah berupa seekor ayam sakti dari Dewa Siwa untuk mengalahkan Anak Agung, penguasa tamak yang selama ini menindasnya. Setelah berhasil menegakkan keadilan, Bagus Diarsa memimpin wilayahnya menuju kehidupan yang damai dan sejahtera sebelum akhirnya mencapai kemuliaan (moksa). 

Alur klasik itu diterjemahkan di atas panggung dengan pendekatan yang segar. Dialog-dialog ringan disisipkan di antara adegan serius sehingga membuat cerita terasa akrab. Kehadiran unsur komedi berhasil mencairkan suasana tanpa mengurangi bobot pesan moral yang hendak disampaikan.

Kekuatan pertunjukan justru tampak pada keberanian memadukan berbagai disiplin seni. Drama menjadi tulang punggung cerita, sementara tari kontemporer hadir sebagai bahasa visual yang menggambarkan konflik batin tokoh. Ketika kata-kata berhenti, gerak tubuh para penari mengambil alih, menghadirkan gambaran tentang rasa bersalah, penyesalan, harapan, hingga proses penyucian jiwa.


Drama Musikal Kontemporer “Katarsis Jiwa Kelam” oleh SMAN 2 Kuta Selatan di FSBJ 2026│Foto: Dok. FSBJ

Pada bagian klimaks, tata cahaya memainkan peran penting. Sorot merah, putih, dan kuning berpadu dengan kepulan asap panggung, membangun atmosfer yang dramatis. Formasi para penari yang membentuk komposisi-komposisi simbolik memperkuat kesan bahwa perjalanan manusia menuju kebajikan bukanlah sesuatu yang mudah, melainkan melalui pergulatan panjang dengan dirinya sendiri.

Iringan musik pun menjadi pengikat seluruh pertunjukan. Nuansa tradisional tetap hadir, tetapi dipadukan dengan pendekatan musikal yang lebih modern sehingga mampu mengikuti dinamika setiap adegan. Perpaduan itu membuat transisi antarbabak terasa mengalir tanpa kehilangan ritme.

Di balik seluruh kemasan modern tersebut, nilai utama yang diangkat tetap bersumber dari geguritan aslinya. Kisah Bagus Diarsa mengingatkan bahwa keserakahan, perjudian, dan penyalahgunaan kekuasaan hanya akan membawa penderitaan. Sebaliknya, ketulusan, penghormatan kepada sesama, serta kesediaan memperbaiki diri menjadi jalan menuju kemuliaan. Nilai-nilai inilah yang sejak lama diwariskan melalui karya sastra klasik Bali. 


Drama Musikal Kontemporer “Katarsis Jiwa Kelam” oleh SMAN 2 Kuta Selatan di FSBJ 2026│Foto: Dok. FSBJ

Pilihan mengadaptasi karya sastra klasik ke dalam bahasa pertunjukan modern juga memperlihatkan cara generasi muda menjaga tradisi. Mereka tidak sekadar menghafalkan cerita lama, tetapi berusaha berdialog dengannya. Tradisi diperlakukan sebagai sesuatu yang hidup, yang dapat terus ditafsirkan sesuai tantangan zaman tanpa kehilangan esensi.

Hal itu terlihat dari keberanian memasukkan berbagai simbol kehidupan generasi digital ke dalam cerita. Kehadiran telepon genggam, kendaraan listrik, hingga gaya komunikasi anak muda bukan sekadar gimmick panggung. Semua itu menjadi metafora bahwa godaan, keserakahan, maupun pencarian jati diri manusia tetap sama, hanya medium dan konteksnya yang berubah.

Pergelaran ini juga menunjukkan kemampuan para siswa mengelola produksi yang cukup kompleks. Perpindahan adegan berlangsung rapi, para pemain mampu menjaga intensitas permainan, sementara koreografi dan tata artistik saling mendukung untuk membangun suasana. Seluruh elemen pertunjukan berpadu menjadi pengalaman menonton yang utuh.

Drama Musikal Kontemporer “Katarsis Jiwa Kelam” oleh SMAN 2 Kuta Selatan di FSBJ 2026│Foto: Dok. FSBJ

Di balik pertunjukan tersebut, terdapat kolaborasi berbagai pihak yang mewujudkan gagasan menjadi sebuah karya utuh. Naskah ditulis oleh I Putu Nanda Yoga Mayura, penyutradaraan dipercayakan kepada Dewa Ayu Candra Kirana, sementara iringan musik ditata oleh Made Santiasa, busana oleh Manubada Art, serta I Nyoman Tingkat selaku Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab produksi. 

Pada akhirnya, “Katarsis Jiwa Kelam” memperlihatkan bahwa sastra klasik Bali masih memiliki daya hidup yang kuat ketika dibaca dengan cara kreatif. Kisah tentang perjalanan menuju neraka, pertobatan, hingga kemenangan atas keserakahan tidak terasa sebagai dongeng masa lampau. Di tangan generasi muda, cerita itu berubah menjadi refleksi tentang kehidupan hari ini—tentang pilihan-pilihan moral yang setiap hari dihadapi manusia, di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan zaman.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Katarsis Jiwa KelamSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

Next Post

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
0
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

Read moreDetails

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
0
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

Read moreDetails

LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
0
LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ALIRAN Sungai Wos turut mengiringi LaDju ketika memainkan musiknya di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF), Jumat, 7...

Read moreDetails

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

by Nyoman Budarsana
August 11, 2026
0
Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

GERAKANNYA ritmis dan begitu indah. Ekspresinya hidup karena setiap gerakan ditarikan dengan penuh penjiwaan. Musik seolah menyatu dalam gerak, menghadirkan...

Read moreDetails

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
0
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

Read moreDetails

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails
Next Post
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali
Esai

Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali

MASYARAKAT Bali sejak lama dikenal memiliki fondasi sosial yang sangat kuat, yang hidup dan bernapas melalui nilai-nilai gotong royong tradisional....

by Nur Kamilia
August 14, 2026
AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan
Pendidikan

AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan

Asosiasi Wirausaha Inklusif Indonesia (AWINDO) memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM disabilitas melalui training legalitas usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari...

by Angga Wijaya
August 14, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Kecerdasan Bukan dari Sekolah, Buat Apa Bangun Sekolah?

ADA kalimat Presiden Prabowo Subianto yang menarik perhatian saya. Bukan karena saya hendak meributkan atau memperdebatkan benar-salahnya. Jauh dari soal...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 14, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Merdeka: Dari Pekik ke Pengabdian

TUJUH Belas Agustus selalu datang dengan warna merah putih, upacara, lomba, pidato, lagu-lagu perjuangan, dan pekik Merdeka! Tahun ini kita...

by Ahmad Sihabudin
August 14, 2026
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana
Ulas Rupa

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

by Hartanto
August 13, 2026
Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   
Esai

Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen  yang...

by I Nyoman Tingkat
August 13, 2026
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih
Ulas Musik

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

by Mahesa Putra
August 13, 2026
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’
Panggung

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
Sekali Lagi tentang Dirgahayu
Bahasa

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

by I Made Sudiana
August 13, 2026
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   
Esai

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal
Esai

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”
Opini

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co