16 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

Andi Wirambara by Andi Wirambara
June 27, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

Andi Wirambara

KUCING

aku seekor kucing yang memanjat jendelamu
kau penghuni yang selalu menutupnya,
bersantai menenteng cangkir teh yang pekat.

aku mengeong dan mengamuk, mendesis,
mencakar-cakar jendela, memperingatkan
hal yang bisa saja kulakukan pada halus pipimu
yang ditumbuhi mungil jerawat biji wijen.

kau masih santai, membukakan pintu
dengan gerutu kukatakan aku membencimu
sembari melompat ke tempatmu duduk
melingkar, menanti telapakmu mengelus
memperdengarkan dengus napasku
yang mendengkur sepanjang mencintai pangkuanmu.

(2026)
 
MUNGIL SENYUMMU

kutemui mungil senyummu
di deretan pohon itu

sempat kutanyakan apakah lambaian daun
mampu menangkap senyuman itu. yang
berlompatan dari satu ranting, ke denting
lain. dari satu kata, ke mata lain. lalu
membiarkannya menggelinding, terselip
ke dalam permukaan serabut.

kutemui mungil senyummu
di geletar senandung suara-suara

kukira suara itu memanggil namaku, yang
terjebak di dalam botol minuman yang berisi
berliter-liter kehangatan. saat kau rentangkan
suara-suara itu lalu mendawainya bagai harpa
dalam diafragma yang sunyi, menjadikannya
syal dari rajutan bulumata yang empuk

kutemui mungil senyummu
di antara catatan harianmu yang berserakan

mengeja senyum-senyum lain
mengalimatkan senyumku tanpa sengaja

 
SEBUAH SENYUM DI LANTAI 5

Memasuki lantai ini, begitu
pintu lift terbuka
di luar telah mengantre
debar-debar yang begitu panjang

Senyummu duduk di bawah
jam dinding, dan menyambutmu
dengan serumpun bayang yang
membuatku merangkak melupakan luka
bertahun-tahun ke belakang

Senyummu barangkali sehelai
dari bulumata pelangi
yang tanggal dan meninggalkan
rindu merah jambu di dadaku

Dan aku memungutinya
sebagai pelengkap rindu yang bisa
menemanimu duduk di balik meja
sejak embun menyapa napasmu

hingga senja datang mengetuk jendela. 

DI LUAR GEDUNG INI

di luar gedung ini
pohon-pohon membiarkan
dedaunannya ranggas
seperti senyum yang ikhlas
melepas, dan merayakan kepergian

di luar gedung ini
angin telah menggembala
awan-awan untuk datang
ke atas kepalamu
lalu mengembuskan lagu-lagu
dengan ketukan santai
tanpa hujan, tanpa gerimis
hanya guyuran reminisensi
penuh ritmis

di luar gedung ini
terik mengintip ke dalam
melihat aku
melihat kau
menggaung-gaungkan rindu
yang panjang

di gedung ini
di relung ini.

 
KAU HENDAK MENANAM POHON CINTA NAMUN AKU HANYA SEBUAH SENDOK

hai,
bolehkah aku sedikit berguna bagimu?

(2026)
 
MEMANDANGI HANNI : TERSAKITI

dengan sepasang kuncir
di kanan dan kiri rambutmu
kau tempatkan wajahmu di depan kamera
dekat sekali, terlalu dekat
lensanya sedikit retak, teramat halus
seperti gurat selaput sayap capung
yang terbang gelisah,
mencari kolam demi menceburkan
debar yang tak siap
dan menyembunyikan segala sipu
yang lemahkan penerbangannya
hingga jatuh menukik ke permukaan
mimpi-mimpi indah

sementara kau hanya ingin bicara
melontarkan monolog yang kelu
“aku tak ingin menjadi yang tersakiti,”
namun kamera itu tak juga menyala
tombolnya terlalu gugup
menghadapi kantung matamu
kaupun sendu, merasa kamera
menyakitimu

.

Penulis: Andi Wirambara
Editor: Adnyana Ole

tak jauh dari tempatmu, aku permukaan kolam
tempat capung-capung jatuh memakamkan diri
sejak tadi menunggumu datang
mungkin saja kau berpikir untuk
mendekatkan wajahmu di sana

lalu aku mempersiapkan isyarat
tentang bagaimana mungkin
kau akan disakiti, bahkan aku
tak berani menjumpai tatapan kuyu itu
memilih menghitung berapa banyak karet
yang dibutuhkan untuk melilit kunciranmu
hanya aku tak pernah berhasil mendapatkan jumlah

dengan segala waswas dan gamang
aku hanya mampu membuat riak mungil
yang tak akan pernah cukup
untuk menyakiti
apapun yang kaucemaskan.

(2026)

 
HANNI DAN MIE INSTAN

hanni jadi model iklan produk mie instan
di sesi pemotretan, hanni tersenyum sungkan

sepiring mie di tangannya telah didekorasi
lebih cantik dari kamar apartemennya
aromanya tanpa permisi masuk dan mencari
bunyi-bunyian di belantara lambungnya

hanni semakin gelisah
lidah dan salivanya juga gelisah
aku juga gelisah
sebagai tukang rebus di balik dapur
yang tak pernah ia tahu letaknya.

nanti, jika hanni akhirnya memakan mie instan itu
dan mengeluhkan rasa manis yang berlebih
percayalah, aku sudah memberi asin yang cukup
lebih kecut dari segala air mata yang mendidih.

jadi jangan menyalahkanku,
itu pasti dari senyumnya
pasti senyumnya!

(2026)
 
BANDANA SUPERNATURAL

kau sering menyembunyikan keningmu
—setidak-tidaknya saat aku ingin mencatatnya
berkali-kali kau menutupi dengan bermacam bandana
yang putih menempel lekat, pas di kening
yang biru pun sama, bedanya hanya
lebih lebar hingga menutup tempurung rambutmu
pernah sekali bandanamu tertinggal, keningmu
kaututupi dengan kacamata hitam
sebelum aku menyadari apapun.

mungkinkah hal magis bersemayam di sana
yang menampakkan rindu-rindu malang
dan hanya terpanggil dengan ritual-ritual
di sudut paling lembab lorong perkotaan?
atau bandanamu ialah perisai paling jitu
mementalkan segala yang asing mendaratkan
segala bentuk sapaan di keningmu?

kau tahu, bandara memang tempat untuk
lepas landas dan mendarat, bukan?
meski kau di sana, aku tetap menahan diri
sebagai baling-baling pesawat
yang mungkin menerbangkan bandanamu

namun aku masihlah segala asing
yang terus tertolak oleh keningmu
barangkali sebaiknya aku menanti tidurmu saja
yang membuka keningmu mempersilakan rindu
turun bertabur seperti semburat lampu-lampu kota

hingga kau mengerti bahwa aku tidak seasing
piring terbang yang kukendarai mengitarimu
di langit, berputar-putar berhari-hari cahaya
menanti kening terbaik untuk menjatuhkan diri
tanpa perlu membangunkan kenyataan apapun.

(2026)

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?

Next Post

Takut Galungan

Andi Wirambara

Andi Wirambara

Lahir tanggal 24 September di Ambon. Berdomisili di Malang. Berkecimpung pada dunia praktisi hukum. Aktif menulis puisi, cerpen, dan tulisan-tulisan lainnya. Karya-karyanya telah termuat dalam sejumlah media dan antologi bersama serta telah mengeluarkan 2 buku kumpulan puisi tunggal.

Related Posts

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails
Next Post
Takut Galungan

Takut Galungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co