26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

Andi Wirambara by Andi Wirambara
June 27, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

Andi Wirambara

KUCING

aku seekor kucing yang memanjat jendelamu
kau penghuni yang selalu menutupnya,
bersantai menenteng cangkir teh yang pekat.

aku mengeong dan mengamuk, mendesis,
mencakar-cakar jendela, memperingatkan
hal yang bisa saja kulakukan pada halus pipimu
yang ditumbuhi mungil jerawat biji wijen.

kau masih santai, membukakan pintu
dengan gerutu kukatakan aku membencimu
sembari melompat ke tempatmu duduk
melingkar, menanti telapakmu mengelus
memperdengarkan dengus napasku
yang mendengkur sepanjang mencintai pangkuanmu.

(2026)
 
MUNGIL SENYUMMU

kutemui mungil senyummu
di deretan pohon itu

sempat kutanyakan apakah lambaian daun
mampu menangkap senyuman itu. yang
berlompatan dari satu ranting, ke denting
lain. dari satu kata, ke mata lain. lalu
membiarkannya menggelinding, terselip
ke dalam permukaan serabut.

kutemui mungil senyummu
di geletar senandung suara-suara

kukira suara itu memanggil namaku, yang
terjebak di dalam botol minuman yang berisi
berliter-liter kehangatan. saat kau rentangkan
suara-suara itu lalu mendawainya bagai harpa
dalam diafragma yang sunyi, menjadikannya
syal dari rajutan bulumata yang empuk

kutemui mungil senyummu
di antara catatan harianmu yang berserakan

mengeja senyum-senyum lain
mengalimatkan senyumku tanpa sengaja

 
SEBUAH SENYUM DI LANTAI 5

Memasuki lantai ini, begitu
pintu lift terbuka
di luar telah mengantre
debar-debar yang begitu panjang

Senyummu duduk di bawah
jam dinding, dan menyambutmu
dengan serumpun bayang yang
membuatku merangkak melupakan luka
bertahun-tahun ke belakang

Senyummu barangkali sehelai
dari bulumata pelangi
yang tanggal dan meninggalkan
rindu merah jambu di dadaku

Dan aku memungutinya
sebagai pelengkap rindu yang bisa
menemanimu duduk di balik meja
sejak embun menyapa napasmu

hingga senja datang mengetuk jendela. 

DI LUAR GEDUNG INI

di luar gedung ini
pohon-pohon membiarkan
dedaunannya ranggas
seperti senyum yang ikhlas
melepas, dan merayakan kepergian

di luar gedung ini
angin telah menggembala
awan-awan untuk datang
ke atas kepalamu
lalu mengembuskan lagu-lagu
dengan ketukan santai
tanpa hujan, tanpa gerimis
hanya guyuran reminisensi
penuh ritmis

di luar gedung ini
terik mengintip ke dalam
melihat aku
melihat kau
menggaung-gaungkan rindu
yang panjang

di gedung ini
di relung ini.

 
KAU HENDAK MENANAM POHON CINTA NAMUN AKU HANYA SEBUAH SENDOK

hai,
bolehkah aku sedikit berguna bagimu?

(2026)
 
MEMANDANGI HANNI : TERSAKITI

dengan sepasang kuncir
di kanan dan kiri rambutmu
kau tempatkan wajahmu di depan kamera
dekat sekali, terlalu dekat
lensanya sedikit retak, teramat halus
seperti gurat selaput sayap capung
yang terbang gelisah,
mencari kolam demi menceburkan
debar yang tak siap
dan menyembunyikan segala sipu
yang lemahkan penerbangannya
hingga jatuh menukik ke permukaan
mimpi-mimpi indah

sementara kau hanya ingin bicara
melontarkan monolog yang kelu
“aku tak ingin menjadi yang tersakiti,”
namun kamera itu tak juga menyala
tombolnya terlalu gugup
menghadapi kantung matamu
kaupun sendu, merasa kamera
menyakitimu

.

Penulis: Andi Wirambara
Editor: Adnyana Ole

tak jauh dari tempatmu, aku permukaan kolam
tempat capung-capung jatuh memakamkan diri
sejak tadi menunggumu datang
mungkin saja kau berpikir untuk
mendekatkan wajahmu di sana

lalu aku mempersiapkan isyarat
tentang bagaimana mungkin
kau akan disakiti, bahkan aku
tak berani menjumpai tatapan kuyu itu
memilih menghitung berapa banyak karet
yang dibutuhkan untuk melilit kunciranmu
hanya aku tak pernah berhasil mendapatkan jumlah

dengan segala waswas dan gamang
aku hanya mampu membuat riak mungil
yang tak akan pernah cukup
untuk menyakiti
apapun yang kaucemaskan.

(2026)

 
HANNI DAN MIE INSTAN

hanni jadi model iklan produk mie instan
di sesi pemotretan, hanni tersenyum sungkan

sepiring mie di tangannya telah didekorasi
lebih cantik dari kamar apartemennya
aromanya tanpa permisi masuk dan mencari
bunyi-bunyian di belantara lambungnya

hanni semakin gelisah
lidah dan salivanya juga gelisah
aku juga gelisah
sebagai tukang rebus di balik dapur
yang tak pernah ia tahu letaknya.

nanti, jika hanni akhirnya memakan mie instan itu
dan mengeluhkan rasa manis yang berlebih
percayalah, aku sudah memberi asin yang cukup
lebih kecut dari segala air mata yang mendidih.

jadi jangan menyalahkanku,
itu pasti dari senyumnya
pasti senyumnya!

(2026)
 
BANDANA SUPERNATURAL

kau sering menyembunyikan keningmu
—setidak-tidaknya saat aku ingin mencatatnya
berkali-kali kau menutupi dengan bermacam bandana
yang putih menempel lekat, pas di kening
yang biru pun sama, bedanya hanya
lebih lebar hingga menutup tempurung rambutmu
pernah sekali bandanamu tertinggal, keningmu
kaututupi dengan kacamata hitam
sebelum aku menyadari apapun.

mungkinkah hal magis bersemayam di sana
yang menampakkan rindu-rindu malang
dan hanya terpanggil dengan ritual-ritual
di sudut paling lembab lorong perkotaan?
atau bandanamu ialah perisai paling jitu
mementalkan segala yang asing mendaratkan
segala bentuk sapaan di keningmu?

kau tahu, bandara memang tempat untuk
lepas landas dan mendarat, bukan?
meski kau di sana, aku tetap menahan diri
sebagai baling-baling pesawat
yang mungkin menerbangkan bandanamu

namun aku masihlah segala asing
yang terus tertolak oleh keningmu
barangkali sebaiknya aku menanti tidurmu saja
yang membuka keningmu mempersilakan rindu
turun bertabur seperti semburat lampu-lampu kota

hingga kau mengerti bahwa aku tidak seasing
piring terbang yang kukendarai mengitarimu
di langit, berputar-putar berhari-hari cahaya
menanti kening terbaik untuk menjatuhkan diri
tanpa perlu membangunkan kenyataan apapun.

(2026)

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?

Next Post

Takut Galungan

Andi Wirambara

Andi Wirambara

Lahir tanggal 24 September di Ambon. Berdomisili di Malang. Berkecimpung pada dunia praktisi hukum. Aktif menulis puisi, cerpen, dan tulisan-tulisan lainnya. Karya-karyanya telah termuat dalam sejumlah media dan antologi bersama serta telah mengeluarkan 2 buku kumpulan puisi tunggal.

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Takut Galungan

Takut Galungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co