7 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

Andi Wirambara by Andi Wirambara
June 27, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

Andi Wirambara

KUCING

aku seekor kucing yang memanjat jendelamu
kau penghuni yang selalu menutupnya,
bersantai menenteng cangkir teh yang pekat.

aku mengeong dan mengamuk, mendesis,
mencakar-cakar jendela, memperingatkan
hal yang bisa saja kulakukan pada halus pipimu
yang ditumbuhi mungil jerawat biji wijen.

kau masih santai, membukakan pintu
dengan gerutu kukatakan aku membencimu
sembari melompat ke tempatmu duduk
melingkar, menanti telapakmu mengelus
memperdengarkan dengus napasku
yang mendengkur sepanjang mencintai pangkuanmu.

(2026)
 
MUNGIL SENYUMMU

kutemui mungil senyummu
di deretan pohon itu

sempat kutanyakan apakah lambaian daun
mampu menangkap senyuman itu. yang
berlompatan dari satu ranting, ke denting
lain. dari satu kata, ke mata lain. lalu
membiarkannya menggelinding, terselip
ke dalam permukaan serabut.

kutemui mungil senyummu
di geletar senandung suara-suara

kukira suara itu memanggil namaku, yang
terjebak di dalam botol minuman yang berisi
berliter-liter kehangatan. saat kau rentangkan
suara-suara itu lalu mendawainya bagai harpa
dalam diafragma yang sunyi, menjadikannya
syal dari rajutan bulumata yang empuk

kutemui mungil senyummu
di antara catatan harianmu yang berserakan

mengeja senyum-senyum lain
mengalimatkan senyumku tanpa sengaja

 
SEBUAH SENYUM DI LANTAI 5

Memasuki lantai ini, begitu
pintu lift terbuka
di luar telah mengantre
debar-debar yang begitu panjang

Senyummu duduk di bawah
jam dinding, dan menyambutmu
dengan serumpun bayang yang
membuatku merangkak melupakan luka
bertahun-tahun ke belakang

Senyummu barangkali sehelai
dari bulumata pelangi
yang tanggal dan meninggalkan
rindu merah jambu di dadaku

Dan aku memungutinya
sebagai pelengkap rindu yang bisa
menemanimu duduk di balik meja
sejak embun menyapa napasmu

hingga senja datang mengetuk jendela. 

DI LUAR GEDUNG INI

di luar gedung ini
pohon-pohon membiarkan
dedaunannya ranggas
seperti senyum yang ikhlas
melepas, dan merayakan kepergian

di luar gedung ini
angin telah menggembala
awan-awan untuk datang
ke atas kepalamu
lalu mengembuskan lagu-lagu
dengan ketukan santai
tanpa hujan, tanpa gerimis
hanya guyuran reminisensi
penuh ritmis

di luar gedung ini
terik mengintip ke dalam
melihat aku
melihat kau
menggaung-gaungkan rindu
yang panjang

di gedung ini
di relung ini.

 
KAU HENDAK MENANAM POHON CINTA NAMUN AKU HANYA SEBUAH SENDOK

hai,
bolehkah aku sedikit berguna bagimu?

(2026)
 
MEMANDANGI HANNI : TERSAKITI

dengan sepasang kuncir
di kanan dan kiri rambutmu
kau tempatkan wajahmu di depan kamera
dekat sekali, terlalu dekat
lensanya sedikit retak, teramat halus
seperti gurat selaput sayap capung
yang terbang gelisah,
mencari kolam demi menceburkan
debar yang tak siap
dan menyembunyikan segala sipu
yang lemahkan penerbangannya
hingga jatuh menukik ke permukaan
mimpi-mimpi indah

sementara kau hanya ingin bicara
melontarkan monolog yang kelu
“aku tak ingin menjadi yang tersakiti,”
namun kamera itu tak juga menyala
tombolnya terlalu gugup
menghadapi kantung matamu
kaupun sendu, merasa kamera
menyakitimu

.

Penulis: Andi Wirambara
Editor: Adnyana Ole

tak jauh dari tempatmu, aku permukaan kolam
tempat capung-capung jatuh memakamkan diri
sejak tadi menunggumu datang
mungkin saja kau berpikir untuk
mendekatkan wajahmu di sana

lalu aku mempersiapkan isyarat
tentang bagaimana mungkin
kau akan disakiti, bahkan aku
tak berani menjumpai tatapan kuyu itu
memilih menghitung berapa banyak karet
yang dibutuhkan untuk melilit kunciranmu
hanya aku tak pernah berhasil mendapatkan jumlah

dengan segala waswas dan gamang
aku hanya mampu membuat riak mungil
yang tak akan pernah cukup
untuk menyakiti
apapun yang kaucemaskan.

(2026)

 
HANNI DAN MIE INSTAN

hanni jadi model iklan produk mie instan
di sesi pemotretan, hanni tersenyum sungkan

sepiring mie di tangannya telah didekorasi
lebih cantik dari kamar apartemennya
aromanya tanpa permisi masuk dan mencari
bunyi-bunyian di belantara lambungnya

hanni semakin gelisah
lidah dan salivanya juga gelisah
aku juga gelisah
sebagai tukang rebus di balik dapur
yang tak pernah ia tahu letaknya.

nanti, jika hanni akhirnya memakan mie instan itu
dan mengeluhkan rasa manis yang berlebih
percayalah, aku sudah memberi asin yang cukup
lebih kecut dari segala air mata yang mendidih.

jadi jangan menyalahkanku,
itu pasti dari senyumnya
pasti senyumnya!

(2026)
 
BANDANA SUPERNATURAL

kau sering menyembunyikan keningmu
—setidak-tidaknya saat aku ingin mencatatnya
berkali-kali kau menutupi dengan bermacam bandana
yang putih menempel lekat, pas di kening
yang biru pun sama, bedanya hanya
lebih lebar hingga menutup tempurung rambutmu
pernah sekali bandanamu tertinggal, keningmu
kaututupi dengan kacamata hitam
sebelum aku menyadari apapun.

mungkinkah hal magis bersemayam di sana
yang menampakkan rindu-rindu malang
dan hanya terpanggil dengan ritual-ritual
di sudut paling lembab lorong perkotaan?
atau bandanamu ialah perisai paling jitu
mementalkan segala yang asing mendaratkan
segala bentuk sapaan di keningmu?

kau tahu, bandara memang tempat untuk
lepas landas dan mendarat, bukan?
meski kau di sana, aku tetap menahan diri
sebagai baling-baling pesawat
yang mungkin menerbangkan bandanamu

namun aku masihlah segala asing
yang terus tertolak oleh keningmu
barangkali sebaiknya aku menanti tidurmu saja
yang membuka keningmu mempersilakan rindu
turun bertabur seperti semburat lampu-lampu kota

hingga kau mengerti bahwa aku tidak seasing
piring terbang yang kukendarai mengitarimu
di langit, berputar-putar berhari-hari cahaya
menanti kening terbaik untuk menjatuhkan diri
tanpa perlu membangunkan kenyataan apapun.

(2026)

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?

Next Post

Takut Galungan

Andi Wirambara

Andi Wirambara

Lahir tanggal 24 September di Ambon. Berdomisili di Malang. Berkecimpung pada dunia praktisi hukum. Aktif menulis puisi, cerpen, dan tulisan-tulisan lainnya. Karya-karyanya telah termuat dalam sejumlah media dan antologi bersama serta telah mengeluarkan 2 buku kumpulan puisi tunggal.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails
Next Post
Takut Galungan

Takut Galungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan
Khas

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

by tatkala
August 6, 2026
Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis
Esai

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi
Esai

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

by Arief Rahzen
August 6, 2026
Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana
Esai

Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

KALIMAT itu masih saya ingat dengan jelas. Mendiang Bang D.S. Putra mengucapkannya suatu sore, ketika kami berbincang santai bersama beberapa...

by Angga Wijaya
August 6, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

by Chusmeru
August 6, 2026
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co