26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
in Khas
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

pembicara dalam acara peluncuran dan bedah buku serangkaian Batur Village Festival 2026 | Foto: Istimewa

TAK bisa dipungkiri, “Under the Spell of the Batur Volcano” adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur dicatat dengan cermat sehingga bisa dijadikan pijakan untuk merawat dan mrefleksikan nilai budaya Batur dalam kehidupan masa kini dan masa depan.

Buku itu adalah karya terakhir Prof. Brigitta Hauser-Schäublin sebelum meninggal dunia pada pertengahan  2025. Adapun pada kisaran 2023 ia datang ke Batur untuk terakhir kalinya, setelah melakukan riset mendalam selama puluhan tahun.

Pada acara Batur Village Festival 2026, yang merupakan rangkaian 100 Tahun Rarud Batur, buku karya Prof. Brigitta itu dibedah sekaligus untuk mengenang guru besar itu atas jasa-jasanya mencatat Batur dengan baik. Acara peluncuran dan bedah buku itu diadakan dlam suasa sejuk  di Madya Mandala Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Selasa, 4 Agustus 2026.

“Buku ini juga menjadi salah satu pustaka yang wajib dibaca di kemudian hari,” kata Jero Penyarikan Duuran Batur, mewakili Palinggih Dane Jero Gede Batur, selaku salah satu penggagas Batur Village Festival 2026.

Pada kesempatan itu, Jero Penyarikan juga menyatakan bahwa diskusi buku tersebut juga merupakan momentum pihaknya memberi penghormatan pada mendiang Prof. Brigitta Hauser-Schäublin, seorang antropolog asal Swiss yang telah banyak melakukan kerja akademis di Batur dan desa-desa pegunungan di Bali.

Dr. W.A. Sindhu Gitananda (akademisi UNHI Denpasar) sebagai pembedah buku “Under the Spell of the Batur Volcano” mengatakan buku tersebut memberi gambadan tentang Batur sebagai komunitas yang telah melalui berbagai dinamika zaman. Batur menjadi wilayah terbuka dalam kebudayaan, tetapi pada sisi yang sama juga mempertahankan resistensinya pada kebudayaan luar.

“Dari buku ini kita tahu bahwa Batur adalah wilayah terbuka, tetapi ada resistensinya. Ada negosiasi dalam menerima pengaruh luar, misalnya melalui kehadiran konsep Dane Sareng Nem yang merupakan produk negosiasi atas pengaruh politik Majapahit di kisaran abad ke-14,” kata Sindhu sembari menambahkan, buku tersebut turut merekam bagaimana ideologi masyarakat Batur, misalnya tentang narasi Pura Cempaga.

“Menurut Brigitta, Desa Cempaga yang awalnya terletak di Batur pernah melakukan pemberontakan ketika penguasa daerah tidak sesuai dengan apa yang dipahami masyatakat dan bagaimana mekanisme ritual dijalankan. Ini adalah salah satu karakter yang penting untuk disorot dalam memahami karakter orang Batur saat ini dalam merawat budaya dan kawasannya,” kata Sindhu.

Selain “Under the Spell of the Batur Volcano” karya Brigitta Hauser-Schäublin (2025), ada dua buku lagi yang diluncurkan dalam acara itu, yakni buku berjudul “Sandyakala Huluning Toya” karya akademisi Universitas Hindu Indonesia (UNHI), dan “Seabad Relokasi Batur” karya 32 penulis yang diinisiasi Lingkar Studi Batur (2025).

Pembedah buku “Sandyakala Huluning Toya” adalah  Dr. I Ngurah Suryawan (akademisi Universitas Papua), dan Ni Kadek Desi Nurani (Mulawali Institute) sebagai pembedah buku “Seabad Relokasi Batur”. Acara dimoderatori oleh I Gede Diyana Putra (akademisi Institut Hindu Negeri Mpu Kuturan, Singaraja).

Ngurah Suryawan yang bertugas membedah buku “Sandyaka Huluning Toya” menilai buku terbebut menyajikan terobosan metodologis, dengan melihat lebih dalam, tanpa menjangkau semua. “Sayang buku ini tidak ada narasi perempuan,” kata dia.

Desi Nurani yang membedah buku “Seabad Relokasi Batur” mengatakan tulisan-tulisan dalam buku yang ditulis oleh perempuan pada buku itu mengingatkannya pada mitos-mitos masa kanak-kanaknya. “Buku ini memberi ruang pada perempuan sekaligus turut menyuarakan keresahan perempuan saat ini sebagai pelaku kebudayaan, yang juga menjadi refleksi penting bagi saya,” ucap dia.

Peserta dan pembicara dalam acara peluncuran dan bedah buku serangkaian Batur Village Festival 2026 | Foto: Istimewa

Rektor UNHI, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., dalam peluncuran buku “Sandyakala Huluning Toya” mengatakan bahwa  Batur bukan sekadar ruang fisik yang di dalamnya terdapat gunung dan danau. Menurutnya, Batur adalah laboratorium peradaban hulu Bali dan ruang studi yang tiada habisnya untuk dipelajari. “Di dalamnya terdapat pelajaran berharga tentang resiliensi sosio-kultural-religius. Kemampuan adaptasi di tempat yang baru (Kalanganyar) membuktikan bahwa identitas kultural, spiritualitas dan keguyuban adalah fondasi kuat dalam menghadapi krisis.

Kami juga memandang penulisan buku ini sebagai wujud tanggung jawab moral dan intelektual,” katanya.

Secara kesejarahan, katanya, UNHI lahir melalui inspirasi di titik pertemuan air (Campuhan Ubud), ketika para maha kulina Bali, narawidya, para cendekiawan mecampuh dalam satu agenda penting: dharma asrama. Di titik pertemuan air yang bersumber dari Batur inilah inspirasi itu lahir, sehingga melahirkan kesepakatan mendirikan asrama pengadyayan dengan nama Maha Widya Bawana sebagai cikap bakal dari UNHI.

“Bisa dikatakan, UNHI adalah pasihan lain dari Batur. Jika dalam sistem pasihan subak-subak yang menerima aliran kasih dari Dewi Danu menghaturkan sarin tahun berupa pangan dan hasil sawah, sebagai lembaga yang juga lahir dari inspirasi di titik pertemuan air, UNHI berupaya menghaturkan candi pustaka sebagai wujud jnana yadnya pada Dewi Danu. Warisan sastra kita menyatakan adhyapanam brahmā yajnyaḥ. Jika bisa diibaratkan, UNHI adalah ineng sastra, atau tempat menyimpan sari-sari pengetahuan yang bisa dipanen oleh orang yang senantiasa suntuk bertani di ladang sastra. Oleh sebab itulah yang UNHI bisa haturkan bukanlah berbagai bentuk pala bungkah, pala gantung, atau pala wija, tetapi berupa bija-bija aksara yang dimanifestasikan dalam buku ini,” jelasnya.

Jero Penyarikan Duuran Batur, mewakili Palinggih Dane Jero Gede Batur, mengucapkan terima kasih atas kehadiran buku tersebut. Ia merasa terharu karena kehadiran buku itu, turut mendorong kebertahanan Batur menghadapi dinamika zaman.

“Lewat buku yang merupakan muara dari kerja-kerja akademik ini, Batur sesungguhnya telah didorong maju dan bertahan dari dinamika kehidupan. Kini Ida Bhatari Batur bukan saja sebagai entitas yang memegang sumber air, tetapi sebagai poros memutar jantra sastra, yakni pengetahuan. Saya jadi ingat ungkapan Ida Pedanda Made Sidemen, ‘tong sing ngelah karang sawah, karang awake tandurin’. Ini kini telah menubuh di Batur, yang membuat saya optimis Batur bisa bertahan dari potensi rarud kedua,” jelasnya. [T]

Reporter/Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole

Tags: BaturBatur Village FestivalBuku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Next Post

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ------Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co