12 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 12, 2026
in Esai
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day

Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti perayaan sederhana tentang anak muda, tetapi sejarahnya menunjukkan sesuatu yang jauh lebih penting: masyarakat internasional perlahan menyadari bahwa masa depan dunia tidak dapat dibangun tanpa melibatkan kaum muda. Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1965 telah menaruh perhatian pada peran pemuda dalam perdamaian, saling menghormati, pembangunan, dan kehidupan masyarakat.

Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1985, ketika PBB menetapkan International Youth Year dengan tema “Participation, Development and Peace”—partisipasi, pembangunan, dan perdamaian. Pesannya jelas: pemuda bukan sekadar generasi yang sedang menunggu giliran memimpin. Mereka sudah memiliki peran dalam kehidupan masyarakat hari ini. Bahkan PBB kemudian mengembangkan World Programme of Action for Youth untuk memberi kerangka yang lebih luas terhadap persoalan dan potensi generasi muda.

Yang menarik, gagasan mengenai International Youth Day sendiri tidak semata-mata lahir dari birokrasi internasional. Pada 1991, anak-anak muda yang berkumpul dalam World Youth Forum di Wina, Austria, mengusulkan adanya hari internasional untuk meningkatkan perhatian terhadap persoalan dan potensi kaum muda. Enam tahun kemudian, gagasan tersebut bergerak menuju keputusan internasional yang lebih konkret.

Pada 8–12 Agustus 1998, World Conference of Ministers Responsible for Youth berlangsung di Lisbon, Portugal. Konferensi tersebut mengusulkan tanggal 12 Agustus sebagai International Youth Day. Bahkan pemilihan tanggal itu menarik: semula ada usulan tanggal lain, tetapi 12 Agustus diterima karena merupakan hari penutupan konferensi.

Kemudian pada 17 Desember 1999, Majelis Umum PBB melalui Resolusi 54/120 secara resmi mengesahkan 12 Agustus sebagai International Youth Day. Peringatan pertamanya berlangsung pada 12 Agustus 2000. Dengan demikian, hari ini, 12 Agustus 2026, merupakan peringatan ke-27 sejak peringatan internasional pertamanya.

Ada sesuatu yang patut direnungkan dari sejarah tersebut. Dunia tidak sekadar membutuhkan pemuda yang pintar, tetapi pemuda yang berpartisipasi, kreatif, mampu menghadapi tantangan, dan memiliki keberanian untuk mengambil tanggung jawab. Karena itu, Hari Pemuda seharusnya bukan sekadar seremoni. Ia adalah undangan untuk bertanya: pemuda seperti apa yang sedang kita bentuk?

“Taklukkan Tantangan, Berdayakan Dirimu”

Pertanyaan tersebut mengingatkan saya pada buku Guruji Anand Krishna, Youth Challenges and Empowerment, Taklukkan Tantangan & Berdayakan Dirimu. Ada relevansi yang sangat kuat antara semangat buku tersebut dengan makna International Youth Day. Jika PBB berbicara tentang pemuda sebagai partner bagi masyarakat dunia, Guruji mengajak pemuda memulai perjalanan itu dari dalam dirinya sendiri.

Pesan Guruji yang teringat kembali adalah: “Pintar-pintarlah menentukan potensi diri.” Kalimat ini sederhana, tetapi sebenarnya sangat dalam. Tantangan pertama seorang anak muda bukan selalu dunia di luar dirinya. Tantangan pertama justru adalah menemukan siapa dirinya, apa kekuatannya, apa bakatnya, dan untuk apa potensi itu hendak digunakan.

Kita sering melakukan kesalahan ketika mengukur keberhasilan anak muda hanya dengan standar yang seragam. Semua diarahkan untuk mengejar profesi tertentu, gelar tertentu, pendapatan tertentu, atau status sosial tertentu. Padahal manusia tidak dilahirkan sebagai produk massal. Setiap orang membawa kemungkinan yang berbeda. Pendidikan semestinya membantu manusia menemukan potensinya, bukan sekadar mencetak manusia yang pandai mengikuti pola.

Karena itu pesan berikutnya menjadi sangat penting: “Jadilah orisinal karena orisinal adalah kreativitas.” Menjadi orisinal bukan berarti sengaja tampil berbeda demi mendapatkan perhatian. Orisinalitas berarti berani menemukan suara sendiri, cara berpikir sendiri, kekuatan sendiri, dan jalan pengembangan diri sendiri.

Di tengah dunia yang penuh imitasi, pesan ini semakin relevan. Media sosial membuat anak muda mudah membandingkan dirinya dengan orang lain. Mereka melihat keberhasilan orang lain, kemudian merasa dirinya tertinggal. Mereka melihat gaya hidup orang lain, lalu ingin menirunya. Padahal mungkin justru di dalam dirinya terdapat sesuatu yang tidak dimiliki orang lain.

Pemberdayaan diri, dengan demikian, bukan sekadar membuat seseorang menjadi kuat. Ia adalah proses menemukan potensi, mengembangkan kreativitas, membangun keberanian, dan akhirnya mengubah kemampuan pribadi menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pemuda yang berdaya bukan pemuda yang merasa paling hebat, melainkan pemuda yang tahu siapa dirinya dan tahu untuk apa kekuatannya digunakan.

Dari Pemuda yang Orisinal Menuju Manusia yang Memberi

Kalau kita tarik lebih jauh, pesan tersebut sejalan dengan perjalanan manusia dalam kerangka Pancamaya Kosha. Pengembangan diri tidak berhenti pada tubuh dan keterampilan fisik. Manusia bergerak dari Annamaya Kosha, mengelola energi melalui Pranamaya, mengolah pikiran melalui Manomaya, menemukan kejernihan dan kebijaksanaan melalui Vijnanamaya, hingga menyentuh kedalaman keberadaan melalui Anandamaya.

Dengan perspektif ini, youth empowerment menjadi jauh lebih luas daripada sekadar pelatihan kepemimpinan atau kesiapan memasuki dunia kerja. Pemberdayaan adalah pendidikan manusia seutuhnya. Anak muda perlu kuat secara fisik, sehat dalam mengelola energi, jernih dalam berpikir, matang dalam mengambil keputusan, dan memiliki kesadaran bahwa hidupnya memiliki hubungan dengan kehidupan yang lebih luas.

Di sinilah slogan “Youth—The Dreamers of Today; Leaders of Tomorrow” memperoleh makna yang lebih dalam. Menjadi dreamer bukan sekadar memiliki mimpi. Mimpi perlu menemukan bentuknya melalui kreativitas, disiplin, keberanian, dan tindakan. Sedangkan menjadi pemimpin bukan sekadar memiliki jabatan. Kepemimpinan pertama-tama adalah kemampuan memimpin diri sendiri.

India bahkan memiliki tradisi kepemudaan yang sangat kuat melalui National Youth Day pada 12 Januari, yang memperingati kelahiran Swami Vivekananda. Pemerintah India mengaitkannya dengan National Youth Week dan berbagai kegiatan kepemudaan. Jadi, India memiliki dua momentum yang berbeda: 12 Januari sebagai National Youth Day, dan 12 Agustus sebagai International Youth Day.

Dalam konteks itu, buku Guruji terasa semakin aktual. Dunia boleh berbicara tentang youth participation, youth leadership, youth empowerment, dan youth creativity. Tetapi semuanya kembali kepada pertanyaan paling mendasar: sudahkah seorang anak muda mengenali potensinya sendiri?

Sebab manusia yang belum mengenal potensinya mudah menjadi pengikut. Ia mudah meniru, mudah terbawa arus, dan mudah kehilangan arah. Sebaliknya, manusia yang menemukan potensinya memiliki peluang menjadi orisinal. Dan ketika orisinalitas berkembang menjadi kreativitas, lahirlah kemungkinan untuk menciptakan sesuatu yang sebelumnya belum ada.

Maka 12 Agustus bukan hanya Hari Pemuda. Ia dapat menjadi hari untuk bercermin, termasuk bagi mereka yang secara biologis sudah tidak muda lagi. Sebab semangat muda sesungguhnya bukan hanya soal usia. Ia adalah kemampuan untuk tetap belajar, bertumbuh, bertanya, mencipta, dan memberi.

Pesan Guruji akhirnya menemukan relevansinya: kenali potensimu, taklukkan tantanganmu, berdayakan dirimu, jadilah orisinal. Karena dunia tidak membutuhkan jutaan manusia yang menjadi salinan satu sama lain. Dunia membutuhkan manusia yang menemukan keunikannya, mengolahnya menjadi kreativitas, lalu mempersembahkannya bagi kehidupan.

Pemuda hari ini adalah pemimpi. Tetapi pemimpi yang menemukan potensi dirinya, berani menjadi orisinal, dan mau mengabdikan kreativitasnya bagi sesama—dialah yang berpeluang menjadi pemimpin masa depan. [T]

Tags: Hari Pemuda InternasionalInternational Youth Daypemuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
0
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

Read moreDetails

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

by Chusmeru
August 12, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

Read moreDetails

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
0
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

Read moreDetails

Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

by Agung Sudarsa
August 11, 2026
0
Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

"Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai...

Read moreDetails

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

by Angga Wijaya
August 11, 2026
0
Telenovela

SETIAP kali saya mengunggah tulisan yang agak muram di media sosial, ada saja saudara atau kerabat yang kemudian mengirim pesan...

Read moreDetails

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

Read moreDetails

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
0
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

Read moreDetails

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
0
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang...

Read moreDetails

Indonesia dalam Secangkir Kopi

by Ahmad Fatoni
August 7, 2026
0
Indonesia dalam Secangkir Kopi

PAGI itu saya duduk di sebuah cafe kecil di pinggiran kota. Tidak ada yang istimewa. Meja kayu yang mulai kusam,...

Read moreDetails

“Gigolo Pendidikan”, Oemar Bakrie, dan Saat Kasih Sayang Guru Menjadi Barang Premium

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 7, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BEBERAPA hari lalu saya iseng melontarkan istilah yang terdengar keterlaluan.  Gigodik, “Gigolo Pendidikan”. Bayangan saya sederhana. Jangan-jangan sekarang ada "profesi"...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal
Esai

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”
Opini

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar
Kesehatan

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar

Saat Pendukung Sebaya Juga Butuh Didukung DI sebuah ruangan sederhana di Kota Denpasar, lima belas orang duduk melingkar. Mereka bukan...

by tatkala
August 12, 2026
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan
Panggung

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital
Esai

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

by Chusmeru
August 12, 2026
Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali
Pariwisata

Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali

EMBUSAN angin menggoyangkan dedaunan. Dari balik pepohonan besar, embun pagi masih menyisakan kesejukan. Suara gemericik sungai terdengar di antara hijaunya...

by Nyoman Budarsana
August 12, 2026
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali
Bahasa

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

by I Made Sudiana
August 11, 2026
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas
Esai

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta
Ulas Rupa

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

by Hartanto
August 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co