22 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 12, 2026
in Esai
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day

Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti perayaan sederhana tentang anak muda, tetapi sejarahnya menunjukkan sesuatu yang jauh lebih penting: masyarakat internasional perlahan menyadari bahwa masa depan dunia tidak dapat dibangun tanpa melibatkan kaum muda. Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1965 telah menaruh perhatian pada peran pemuda dalam perdamaian, saling menghormati, pembangunan, dan kehidupan masyarakat.

Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1985, ketika PBB menetapkan International Youth Year dengan tema “Participation, Development and Peace”—partisipasi, pembangunan, dan perdamaian. Pesannya jelas: pemuda bukan sekadar generasi yang sedang menunggu giliran memimpin. Mereka sudah memiliki peran dalam kehidupan masyarakat hari ini. Bahkan PBB kemudian mengembangkan World Programme of Action for Youth untuk memberi kerangka yang lebih luas terhadap persoalan dan potensi generasi muda.

Yang menarik, gagasan mengenai International Youth Day sendiri tidak semata-mata lahir dari birokrasi internasional. Pada 1991, anak-anak muda yang berkumpul dalam World Youth Forum di Wina, Austria, mengusulkan adanya hari internasional untuk meningkatkan perhatian terhadap persoalan dan potensi kaum muda. Enam tahun kemudian, gagasan tersebut bergerak menuju keputusan internasional yang lebih konkret.

Pada 8–12 Agustus 1998, World Conference of Ministers Responsible for Youth berlangsung di Lisbon, Portugal. Konferensi tersebut mengusulkan tanggal 12 Agustus sebagai International Youth Day. Bahkan pemilihan tanggal itu menarik: semula ada usulan tanggal lain, tetapi 12 Agustus diterima karena merupakan hari penutupan konferensi.

Kemudian pada 17 Desember 1999, Majelis Umum PBB melalui Resolusi 54/120 secara resmi mengesahkan 12 Agustus sebagai International Youth Day. Peringatan pertamanya berlangsung pada 12 Agustus 2000. Dengan demikian, hari ini, 12 Agustus 2026, merupakan peringatan ke-27 sejak peringatan internasional pertamanya.

Ada sesuatu yang patut direnungkan dari sejarah tersebut. Dunia tidak sekadar membutuhkan pemuda yang pintar, tetapi pemuda yang berpartisipasi, kreatif, mampu menghadapi tantangan, dan memiliki keberanian untuk mengambil tanggung jawab. Karena itu, Hari Pemuda seharusnya bukan sekadar seremoni. Ia adalah undangan untuk bertanya: pemuda seperti apa yang sedang kita bentuk?

“Taklukkan Tantangan, Berdayakan Dirimu”

Pertanyaan tersebut mengingatkan saya pada buku Guruji Anand Krishna, Youth Challenges and Empowerment, Taklukkan Tantangan & Berdayakan Dirimu. Ada relevansi yang sangat kuat antara semangat buku tersebut dengan makna International Youth Day. Jika PBB berbicara tentang pemuda sebagai partner bagi masyarakat dunia, Guruji mengajak pemuda memulai perjalanan itu dari dalam dirinya sendiri.

Pesan Guruji yang teringat kembali adalah: “Pintar-pintarlah menentukan potensi diri.” Kalimat ini sederhana, tetapi sebenarnya sangat dalam. Tantangan pertama seorang anak muda bukan selalu dunia di luar dirinya. Tantangan pertama justru adalah menemukan siapa dirinya, apa kekuatannya, apa bakatnya, dan untuk apa potensi itu hendak digunakan.

Kita sering melakukan kesalahan ketika mengukur keberhasilan anak muda hanya dengan standar yang seragam. Semua diarahkan untuk mengejar profesi tertentu, gelar tertentu, pendapatan tertentu, atau status sosial tertentu. Padahal manusia tidak dilahirkan sebagai produk massal. Setiap orang membawa kemungkinan yang berbeda. Pendidikan semestinya membantu manusia menemukan potensinya, bukan sekadar mencetak manusia yang pandai mengikuti pola.

Karena itu pesan berikutnya menjadi sangat penting: “Jadilah orisinal karena orisinal adalah kreativitas.” Menjadi orisinal bukan berarti sengaja tampil berbeda demi mendapatkan perhatian. Orisinalitas berarti berani menemukan suara sendiri, cara berpikir sendiri, kekuatan sendiri, dan jalan pengembangan diri sendiri.

Di tengah dunia yang penuh imitasi, pesan ini semakin relevan. Media sosial membuat anak muda mudah membandingkan dirinya dengan orang lain. Mereka melihat keberhasilan orang lain, kemudian merasa dirinya tertinggal. Mereka melihat gaya hidup orang lain, lalu ingin menirunya. Padahal mungkin justru di dalam dirinya terdapat sesuatu yang tidak dimiliki orang lain.

Pemberdayaan diri, dengan demikian, bukan sekadar membuat seseorang menjadi kuat. Ia adalah proses menemukan potensi, mengembangkan kreativitas, membangun keberanian, dan akhirnya mengubah kemampuan pribadi menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pemuda yang berdaya bukan pemuda yang merasa paling hebat, melainkan pemuda yang tahu siapa dirinya dan tahu untuk apa kekuatannya digunakan.

Dari Pemuda yang Orisinal Menuju Manusia yang Memberi

Kalau kita tarik lebih jauh, pesan tersebut sejalan dengan perjalanan manusia dalam kerangka Pancamaya Kosha. Pengembangan diri tidak berhenti pada tubuh dan keterampilan fisik. Manusia bergerak dari Annamaya Kosha, mengelola energi melalui Pranamaya, mengolah pikiran melalui Manomaya, menemukan kejernihan dan kebijaksanaan melalui Vijnanamaya, hingga menyentuh kedalaman keberadaan melalui Anandamaya.

Dengan perspektif ini, youth empowerment menjadi jauh lebih luas daripada sekadar pelatihan kepemimpinan atau kesiapan memasuki dunia kerja. Pemberdayaan adalah pendidikan manusia seutuhnya. Anak muda perlu kuat secara fisik, sehat dalam mengelola energi, jernih dalam berpikir, matang dalam mengambil keputusan, dan memiliki kesadaran bahwa hidupnya memiliki hubungan dengan kehidupan yang lebih luas.

Di sinilah slogan “Youth—The Dreamers of Today; Leaders of Tomorrow” memperoleh makna yang lebih dalam. Menjadi dreamer bukan sekadar memiliki mimpi. Mimpi perlu menemukan bentuknya melalui kreativitas, disiplin, keberanian, dan tindakan. Sedangkan menjadi pemimpin bukan sekadar memiliki jabatan. Kepemimpinan pertama-tama adalah kemampuan memimpin diri sendiri.

India bahkan memiliki tradisi kepemudaan yang sangat kuat melalui National Youth Day pada 12 Januari, yang memperingati kelahiran Swami Vivekananda. Pemerintah India mengaitkannya dengan National Youth Week dan berbagai kegiatan kepemudaan. Jadi, India memiliki dua momentum yang berbeda: 12 Januari sebagai National Youth Day, dan 12 Agustus sebagai International Youth Day.

Dalam konteks itu, buku Guruji terasa semakin aktual. Dunia boleh berbicara tentang youth participation, youth leadership, youth empowerment, dan youth creativity. Tetapi semuanya kembali kepada pertanyaan paling mendasar: sudahkah seorang anak muda mengenali potensinya sendiri?

Sebab manusia yang belum mengenal potensinya mudah menjadi pengikut. Ia mudah meniru, mudah terbawa arus, dan mudah kehilangan arah. Sebaliknya, manusia yang menemukan potensinya memiliki peluang menjadi orisinal. Dan ketika orisinalitas berkembang menjadi kreativitas, lahirlah kemungkinan untuk menciptakan sesuatu yang sebelumnya belum ada.

Maka 12 Agustus bukan hanya Hari Pemuda. Ia dapat menjadi hari untuk bercermin, termasuk bagi mereka yang secara biologis sudah tidak muda lagi. Sebab semangat muda sesungguhnya bukan hanya soal usia. Ia adalah kemampuan untuk tetap belajar, bertumbuh, bertanya, mencipta, dan memberi.

Pesan Guruji akhirnya menemukan relevansinya: kenali potensimu, taklukkan tantanganmu, berdayakan dirimu, jadilah orisinal. Karena dunia tidak membutuhkan jutaan manusia yang menjadi salinan satu sama lain. Dunia membutuhkan manusia yang menemukan keunikannya, mengolahnya menjadi kreativitas, lalu mempersembahkannya bagi kehidupan.

Pemuda hari ini adalah pemimpi. Tetapi pemimpi yang menemukan potensi dirinya, berani menjadi orisinal, dan mau mengabdikan kreativitasnya bagi sesama—dialah yang berpeluang menjadi pemimpin masa depan. [T]

Tags: Hari Pemuda InternasionalInternational Youth Daypemuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

Next Post

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails
Next Post
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co