12 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
in Esai
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

Sosialisasi beasiswa Nak Badung dengan orangtua siswa di SMAN 2 Kuta Selatan

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa dengan persyaratan tertentu. Peryaratan tertentu itu antara lain ber-Kartu Keluarga Badung minimal 5 tahun, tidak sedang menerima beasiswa lain, orang tua berpenghasilan tidak lebih daripada Rp 5.000.000,00/bulan, dan tidak berlaku bagi anak ASN.

Dalam konteks Indonesia memasuki 81 Tahun Kemerdekaan, Program Beasiswa Motivasi Nak Badung adalah salah satu cara melunasi janji kemerdekaan, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Program ini koheren dengan Program Pemerintah Provinsi Bali : satu keluarga satu sarjana. Lebih-lebih, Gubernur Koster punya program khusus berkearifan Bali dengan beasiswa bagi anak bergelar Nyoman dan Ketut. Program ini selain berbasis budaya Bali dengan KB 4 anak, juga  menyiratkan keberlanjutan program pembangunan Sumber Daya Manusia Bali Unggul yang utuh dari Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut. Manusia Bali Unggul bercirikan teliti/detail, lemuh tusing elung (lemah lembut), dabdab (tenang), ipil-ipil (mengumpulkan secara bertahap), tragia (siap siaga), lascarya (tulus ikhlas), dan someh (ramah, sopan).

Menariknya Program Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menggunakan diksi “Beasiswa Motivasi Nak Badung” yang merujuk pada makna anak-anak Badung dari Muncuk Keris (Petang) sampai Bongkol Keris (Kuta Selatan). Secara leksikal, badung artinya nakal. Nak Badung berarti anak nakal. Dalam konteks ini, nakal pun bisa bermakna positif. Cetetukan-celetukan nakal dapat dijumpai dalam pentas seni.

Sosialisasi beasiswa Nak Badung dengan orangtua siswa di SMAN 2 Kuta Selatan

Ketika Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII yang digelar di Taman Budaya Denpasar Juli 2026, celetukan-celetukan nakal misalnya muncul sebagai ruang kritik sosial terkait persoalan bangsa yang sedang berlangsung seperti janji-janji pemimpin yang belum dilaksanakan. Inilah  disebut pemikiran transitif kritis oleh Paulo Freira, paedog Brasil yang gagasannya dijumpai pula di  Perguruan Taman Siswa dengan  Ki Hadjar Dewantara sebagai arsiteknya. Para aktor dalam pentas FSBJ VIII 2026 hadir mengisi ruang kosong yang seharusnya disuarakan para legislator dan disajikan dengan cerdas dan penuh tawa. Mereka menerima pemimpin sekaligus mengkritisi sebagai pertanda memiliki, mencintai, sekaligus memperbaiki ke arah tujuan bersama ; mencerdaskan. Bukan menjajah, menindas dan membodohi, melainkan memerdekakan secara lahir batin.

Bila Nak Badung merujuk pada warga Badung dari Petang sampai Kuta Selatan yang pastinya mereka adalah anak-anak desa. Nak Desa dalam kearifan lokal Delod Ceking mengacu pada mereka yang tinggal di lingkungan pemukiman Tanah Ayahan Desa tempat Pura Paibon, Merajan, Dadia berdiri. Di tempat itu, umumnya sikut karang satakan diimani dan diajegkan. Di sana, mandala dibagi tiga : Utama Mandala, Madya Mandala, Nista Mandala.

Di Utama Mandala berdiri jejer kemiri Pura yang relatif lengkap termasuk ada Penyawangan ke berbagai Pura yang berbeda antar Paibon, Merajan, atau Dadia. Uniknya, banyak di antaranya tanpa catatan mengapa dan bagaimana penyawangan itu didirikan. Generasi pewarisnya meyakini secara gugon towon. Tidak berani mengubah apalagi meniadakan. Janji leluhur tidak terlacak dalam tulisan. Tanda rendahnya literasi. Pun tidak terdengar cerita lisan yang mengiringi sebagai bentuk transfer dari generasi terdahulu ke pewarisnya.

Di Madya Mandala, berdiri bale dangin (tempat tidur), bale daja, bale delod, bale gede, Sanggah Surya di tengah halaman, Tugu Karang di bucu Kaja Kauh,  dapur, kamar kecil. Selanjutnya, di Nista Mandala berdiri pintu gerbang dan telajakan. Madya mandala menjadi pusat aktivitas kemanusiaan dalam konteks Manusa Yadnya.

Dengan demikian, Nak Desa dalam konsep pemukiman Delod Ceking mengacu pada anak-anak dari orang tua yang menempati karang ayahan yang berada di pusat desa. Karang ayahan ini dapat dikatakan sebagai karang suci karena ditempat inilah berbagai upacara besar tingkat keluarga dimulai dan berakhir. Status mereka yang menempati karang ayahan desa  sebagai pangijeng bertugas sekala niskala. Ini mengingatkan kita pada lagu “Putri Cening Ayu” yang anonim pengarangnya. “Putri cening ayu, ngijeng cening jumah, meme luas malu, ka peken mablanja, apang ada daarang nasi”. Syair yang mendunia dengan diksi sederhana tetapi kaya makna. Lebih-lebih terus-menerus dinyanyikan. Dalam rangka mewujudkan SDM Bali Unggul, syair ini dapat menjadi lagu wajib dalam mendidik anak selain lagu “Bibi Anu”, misalnya.

Sosialisasi beasiswa Nak Badung dengan orangtua siswa di SMAN 2 Kuta Selatan

Penyebutan rumah di karang ayahan desa disebut Umah jumah, sesederhana apa pun bentuknya. Barangkali di sinilah makna mendalam dari frase,  “ngijeng cening jumah”, dalam syair lagu Putri Cening Ayu.  Mengapa ? Umah Jumah dengan sikut karang satakan, ada pura keluarga (paibon, dadia, merajan) yang harus dirawat dan dijaga. Merawat dengan mabanten saiban setiap hari, menjaga kebersihannya dengan menyapu setiap hari. “Geginane buka nyampat, ilang luu, buuke katah”, sebagaimana diingatkan dalam Pupuh Ginada. Itu menjadi tugas berat Nak Desa sebagai pangijeng.

Berbeda dengan rumah di luar karang ayahan di pusat desa, seelit apa pun bentuknya, tetap disebut sebagai kubu dimel. Di Delod Ceking, jika ada orang bertanya, “Kal kija?”  lalu dijawab

‘mulih’ dapat dipastikan ia tinggal di karang ayahan desa, sering pula disebut umah tua. Namun, jika dijawab “ke kubu” dapat dipastikan yang bersangkutan tinggal dimel. Dimel artinya di alas atau di teba, atau di abian.

Ketika zaman listrik belum merata sebelum 1990-an, ada perbedaan kontras antara Nak Dimel dan Nak Desa. Nak Dimel belajar pakai lampu sentir/sembe/lancir, Nak Desa belajar berdamar lampu listrik. Nak Dimel bila belajar malam hari lubang hidungnya penuh mangsi, Nak Desa bersih dari mangsi.

Ada pula yang menarik saat Desa Kutuh  masih satu wilayah perbekelan dengan Desa Ungasan.  Saat Lomba Desa pada 1980-an, wilayah desa pun disebut wilayah Perkotaan Desa Ungasan. Idiom yang sesungguhnya mengacu pada pusat desa yang berbeda dengan dimel yang relatif komel. Seolah belum terjamah kemajuan. Jalan berdebu kala panas, becek kala hujan dan harus dilalui dengan telanjang kaki. Maka, Nak Desa mengesankan priyayi, sedangkan Nak Dimel bisa di-cai. Umumnya Nak Dimel, matilesang raga. Tahu diri. Nyaris minder tanpa harga yang disebut inferiority complex dalam psikologi.

Penyebutan umah jumah dan kubu dimel merata berlaku sampai kini bagi desa-desa di Delod Ceking, seperti Jimbaran, Pecatu, Ungasan, Kutuh, Kampial, Bualu, Peminge, Tanjung, Tengkulung. Seiring dengan itu, sapaan untuk ayah pun, sama : Nanang setidaknya hingga menjelang1990-an. Namun kini, sapaan Nanang ditelan zaman  dimakan gengsi. Bahkan ada bapak-bapak yang merasa tidak nyaman dipanggil Nanang. Padahal, bagi orang Delod Ceking, Nanang sering diberikan tambahan makna positip dengan penekanan intonasi penegas Naaenang ‘kuat bertahan’. Kini dan nanti Nanang bertahan di dunia pewayangan, sedangkan generasinya makin tidak suka wayang. Dikalahkan drakor Korea atau Doraemon Jepang atau Upin-Ipin Malaysia. Mabalih wayang, mamangsi cunguhe. Mungkin.

Sosialisasi beasiswa Nak Badung dengan orangtua siswa di SMAN 2 Kuta Selatan

Begitulah beasiswa motivasi Nak Badung mesti dimaknai. Selain mencakup warga wilayah dari gunung di Petang, juga mencakup warga wilayah laut di Kuta Selatan. Maka dalam konteks Bebadungan, beasiswa ini mencerminkan keseimbangan wilayah segara-giri. Oleh karena ada di antara mereka yang tinggal di pusat desa menempati karang ayahan desa dengan status Nak Desa maka mereka pun harus terjangkau. Begitu pun mereka yang tinggal di luar karang ayahan desa, yang disebut dimel dengan status Nak Dimel juga harus dilayani. Demokratisasi Pendidikan berkearifan Bali menjadi inklusif dari Badung untuk Indonesia cerdas mendunia. Nak Badung, Nak Desa, dan Nak Dimel berdaya, berbudaya, dan bercahaya. Salam Cura Dharma Raksaka dari Nak Badung yang pernah nongos di kubu dimel, sekarang ngijeng jumah.[T]

Tags: BadungSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
0
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

Read moreDetails

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
0
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

Read moreDetails

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

by Chusmeru
August 12, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

Read moreDetails

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
0
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

Read moreDetails

Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

by Agung Sudarsa
August 11, 2026
0
Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

"Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai...

Read moreDetails

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

by Angga Wijaya
August 11, 2026
0
Telenovela

SETIAP kali saya mengunggah tulisan yang agak muram di media sosial, ada saja saudara atau kerabat yang kemudian mengirim pesan...

Read moreDetails

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

Read moreDetails

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
0
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

Read moreDetails

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
0
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang...

Read moreDetails

Indonesia dalam Secangkir Kopi

by Ahmad Fatoni
August 7, 2026
0
Indonesia dalam Secangkir Kopi

PAGI itu saya duduk di sebuah cafe kecil di pinggiran kota. Tidak ada yang istimewa. Meja kayu yang mulai kusam,...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   
Esai

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal
Esai

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”
Opini

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar
Kesehatan

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar

Saat Pendukung Sebaya Juga Butuh Didukung DI sebuah ruangan sederhana di Kota Denpasar, lima belas orang duduk melingkar. Mereka bukan...

by tatkala
August 12, 2026
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan
Panggung

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital
Esai

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

by Chusmeru
August 12, 2026
Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali
Pariwisata

Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali

EMBUSAN angin menggoyangkan dedaunan. Dari balik pepohonan besar, embun pagi masih menyisakan kesejukan. Suara gemericik sungai terdengar di antara hijaunya...

by Nyoman Budarsana
August 12, 2026
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali
Bahasa

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

by I Made Sudiana
August 11, 2026
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas
Esai

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co