24 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
in Esai
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

Sosialisasi beasiswa Nak Badung dengan orangtua siswa di SMAN 2 Kuta Selatan

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa dengan persyaratan tertentu. Peryaratan tertentu itu antara lain ber-Kartu Keluarga Badung minimal 5 tahun, tidak sedang menerima beasiswa lain, orang tua berpenghasilan tidak lebih daripada Rp 5.000.000,00/bulan, dan tidak berlaku bagi anak ASN.

Dalam konteks Indonesia memasuki 81 Tahun Kemerdekaan, Program Beasiswa Motivasi Nak Badung adalah salah satu cara melunasi janji kemerdekaan, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Program ini koheren dengan Program Pemerintah Provinsi Bali : satu keluarga satu sarjana. Lebih-lebih, Gubernur Koster punya program khusus berkearifan Bali dengan beasiswa bagi anak bergelar Nyoman dan Ketut. Program ini selain berbasis budaya Bali dengan KB 4 anak, juga  menyiratkan keberlanjutan program pembangunan Sumber Daya Manusia Bali Unggul yang utuh dari Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut. Manusia Bali Unggul bercirikan teliti/detail, lemuh tusing elung (lemah lembut), dabdab (tenang), ipil-ipil (mengumpulkan secara bertahap), tragia (siap siaga), lascarya (tulus ikhlas), dan someh (ramah, sopan).

Menariknya Program Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menggunakan diksi “Beasiswa Motivasi Nak Badung” yang merujuk pada makna anak-anak Badung dari Muncuk Keris (Petang) sampai Bongkol Keris (Kuta Selatan). Secara leksikal, badung artinya nakal. Nak Badung berarti anak nakal. Dalam konteks ini, nakal pun bisa bermakna positif. Cetetukan-celetukan nakal dapat dijumpai dalam pentas seni.

Sosialisasi beasiswa Nak Badung dengan orangtua siswa di SMAN 2 Kuta Selatan

Ketika Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII yang digelar di Taman Budaya Denpasar Juli 2026, celetukan-celetukan nakal misalnya muncul sebagai ruang kritik sosial terkait persoalan bangsa yang sedang berlangsung seperti janji-janji pemimpin yang belum dilaksanakan. Inilah  disebut pemikiran transitif kritis oleh Paulo Freira, paedog Brasil yang gagasannya dijumpai pula di  Perguruan Taman Siswa dengan  Ki Hadjar Dewantara sebagai arsiteknya. Para aktor dalam pentas FSBJ VIII 2026 hadir mengisi ruang kosong yang seharusnya disuarakan para legislator dan disajikan dengan cerdas dan penuh tawa. Mereka menerima pemimpin sekaligus mengkritisi sebagai pertanda memiliki, mencintai, sekaligus memperbaiki ke arah tujuan bersama ; mencerdaskan. Bukan menjajah, menindas dan membodohi, melainkan memerdekakan secara lahir batin.

Bila Nak Badung merujuk pada warga Badung dari Petang sampai Kuta Selatan yang pastinya mereka adalah anak-anak desa. Nak Desa dalam kearifan lokal Delod Ceking mengacu pada mereka yang tinggal di lingkungan pemukiman Tanah Ayahan Desa tempat Pura Paibon, Merajan, Dadia berdiri. Di tempat itu, umumnya sikut karang satakan diimani dan diajegkan. Di sana, mandala dibagi tiga : Utama Mandala, Madya Mandala, Nista Mandala.

Di Utama Mandala berdiri jejer kemiri Pura yang relatif lengkap termasuk ada Penyawangan ke berbagai Pura yang berbeda antar Paibon, Merajan, atau Dadia. Uniknya, banyak di antaranya tanpa catatan mengapa dan bagaimana penyawangan itu didirikan. Generasi pewarisnya meyakini secara gugon towon. Tidak berani mengubah apalagi meniadakan. Janji leluhur tidak terlacak dalam tulisan. Tanda rendahnya literasi. Pun tidak terdengar cerita lisan yang mengiringi sebagai bentuk transfer dari generasi terdahulu ke pewarisnya.

Di Madya Mandala, berdiri bale dangin (tempat tidur), bale daja, bale delod, bale gede, Sanggah Surya di tengah halaman, Tugu Karang di bucu Kaja Kauh,  dapur, kamar kecil. Selanjutnya, di Nista Mandala berdiri pintu gerbang dan telajakan. Madya mandala menjadi pusat aktivitas kemanusiaan dalam konteks Manusa Yadnya.

Dengan demikian, Nak Desa dalam konsep pemukiman Delod Ceking mengacu pada anak-anak dari orang tua yang menempati karang ayahan yang berada di pusat desa. Karang ayahan ini dapat dikatakan sebagai karang suci karena ditempat inilah berbagai upacara besar tingkat keluarga dimulai dan berakhir. Status mereka yang menempati karang ayahan desa  sebagai pangijeng bertugas sekala niskala. Ini mengingatkan kita pada lagu “Putri Cening Ayu” yang anonim pengarangnya. “Putri cening ayu, ngijeng cening jumah, meme luas malu, ka peken mablanja, apang ada daarang nasi”. Syair yang mendunia dengan diksi sederhana tetapi kaya makna. Lebih-lebih terus-menerus dinyanyikan. Dalam rangka mewujudkan SDM Bali Unggul, syair ini dapat menjadi lagu wajib dalam mendidik anak selain lagu “Bibi Anu”, misalnya.

Sosialisasi beasiswa Nak Badung dengan orangtua siswa di SMAN 2 Kuta Selatan

Penyebutan rumah di karang ayahan desa disebut Umah jumah, sesederhana apa pun bentuknya. Barangkali di sinilah makna mendalam dari frase,  “ngijeng cening jumah”, dalam syair lagu Putri Cening Ayu.  Mengapa ? Umah Jumah dengan sikut karang satakan, ada pura keluarga (paibon, dadia, merajan) yang harus dirawat dan dijaga. Merawat dengan mabanten saiban setiap hari, menjaga kebersihannya dengan menyapu setiap hari. “Geginane buka nyampat, ilang luu, buuke katah”, sebagaimana diingatkan dalam Pupuh Ginada. Itu menjadi tugas berat Nak Desa sebagai pangijeng.

Berbeda dengan rumah di luar karang ayahan di pusat desa, seelit apa pun bentuknya, tetap disebut sebagai kubu dimel. Di Delod Ceking, jika ada orang bertanya, “Kal kija?”  lalu dijawab

‘mulih’ dapat dipastikan ia tinggal di karang ayahan desa, sering pula disebut umah tua. Namun, jika dijawab “ke kubu” dapat dipastikan yang bersangkutan tinggal dimel. Dimel artinya di alas atau di teba, atau di abian.

Ketika zaman listrik belum merata sebelum 1990-an, ada perbedaan kontras antara Nak Dimel dan Nak Desa. Nak Dimel belajar pakai lampu sentir/sembe/lancir, Nak Desa belajar berdamar lampu listrik. Nak Dimel bila belajar malam hari lubang hidungnya penuh mangsi, Nak Desa bersih dari mangsi.

Ada pula yang menarik saat Desa Kutuh  masih satu wilayah perbekelan dengan Desa Ungasan.  Saat Lomba Desa pada 1980-an, wilayah desa pun disebut wilayah Perkotaan Desa Ungasan. Idiom yang sesungguhnya mengacu pada pusat desa yang berbeda dengan dimel yang relatif komel. Seolah belum terjamah kemajuan. Jalan berdebu kala panas, becek kala hujan dan harus dilalui dengan telanjang kaki. Maka, Nak Desa mengesankan priyayi, sedangkan Nak Dimel bisa di-cai. Umumnya Nak Dimel, matilesang raga. Tahu diri. Nyaris minder tanpa harga yang disebut inferiority complex dalam psikologi.

Penyebutan umah jumah dan kubu dimel merata berlaku sampai kini bagi desa-desa di Delod Ceking, seperti Jimbaran, Pecatu, Ungasan, Kutuh, Kampial, Bualu, Peminge, Tanjung, Tengkulung. Seiring dengan itu, sapaan untuk ayah pun, sama : Nanang setidaknya hingga menjelang1990-an. Namun kini, sapaan Nanang ditelan zaman  dimakan gengsi. Bahkan ada bapak-bapak yang merasa tidak nyaman dipanggil Nanang. Padahal, bagi orang Delod Ceking, Nanang sering diberikan tambahan makna positip dengan penekanan intonasi penegas Naaenang ‘kuat bertahan’. Kini dan nanti Nanang bertahan di dunia pewayangan, sedangkan generasinya makin tidak suka wayang. Dikalahkan drakor Korea atau Doraemon Jepang atau Upin-Ipin Malaysia. Mabalih wayang, mamangsi cunguhe. Mungkin.

Sosialisasi beasiswa Nak Badung dengan orangtua siswa di SMAN 2 Kuta Selatan

Begitulah beasiswa motivasi Nak Badung mesti dimaknai. Selain mencakup warga wilayah dari gunung di Petang, juga mencakup warga wilayah laut di Kuta Selatan. Maka dalam konteks Bebadungan, beasiswa ini mencerminkan keseimbangan wilayah segara-giri. Oleh karena ada di antara mereka yang tinggal di pusat desa menempati karang ayahan desa dengan status Nak Desa maka mereka pun harus terjangkau. Begitu pun mereka yang tinggal di luar karang ayahan desa, yang disebut dimel dengan status Nak Dimel juga harus dilayani. Demokratisasi Pendidikan berkearifan Bali menjadi inklusif dari Badung untuk Indonesia cerdas mendunia. Nak Badung, Nak Desa, dan Nak Dimel berdaya, berbudaya, dan bercahaya. Salam Cura Dharma Raksaka dari Nak Badung yang pernah nongos di kubu dimel, sekarang ngijeng jumah.[T]

Tags: BadungSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Next Post

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails
Next Post
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co