PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen yang diinsiasi oleh Direktorat SMA. Tema yang diusung untuk Pemilhan Duta SMA Angkatan V adalah “Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa”. Tema ini sangat tepat dikaitkan dengan kondisi bangsa kita hari-hari ini menjelang 81 Tahun Kemerdekaannya. Mengapa?
Pertama, di tengah semarak Merah Putih menyambut 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kita dihadapkan dengan banjirnya informasi nyaris tanpa filter sehingga potensial mengganggu soliditas sosial. Padahal, Kemerdekaan yang diartikan kebebasan selalu ada batas dan tanggung jawab yang menyertai. Di sinilah peran Duta SMA nantinya berkontribusi untuk bangsa menyebarteruskan informasi yang terfilter dengan dukungan data dan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kedua, terpilihnya Yogyakarta sebagai kota tempat penyelengaaraan Pemilihan Duta SMA Tahun 2026 menjadi pelajaran penting bagi Duta SMA bagaimana budaya diberdayakan untuk selalu diimani, dibatinkan, lalu diaktualisasikan dalam keseharian. Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan, selain karena berstatus sebagai kota pelajar, Daerah Istimewa, juga menghidupkan budaya secara santun bin humanis yang berporos pada pusat peradaban di Kraton dengan daya dukung kampus mendidik manusia pembelajar menjadi terpelajar. Istimewanya Yogyakarta menjadi tempat penyelenggaraan Pemilihan Duta SMA pertama di luar Jakarta. Sebelumnya Pemilhaan Duta SMA, selalu di Jakarta berturut-turut 4 kali.
Ketiga, kesempatan bagi pelajar SMA terbaik se-Indonesia mendalami Yogyakarta dengan tradisinya, keterpelajarannya, Kraton dan Candi Prambanan. Ibarat buku, semua itu menyiapkan teks yang patut dibuka, dibaca, dicermati, dan diambil saripatinya untuk menginspirasi daerah masing-masing. Lebih-lebih, Anda diajak mengeksplorasi tradisi Kraton dan napak tilas ke Candi Prambanan sebagai peninggalan mahakarya budaya. Bukankah tugas Anda sebagai Duta SMA menjadi pelantang suara yang diberikan karpet merah untuk membangun komunitas yang siap berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, dan Jaringan Komunikasi SMA di masing-masing Provinsi?


Keempat, pendalaman materi tentang wawasan ke-Yogya-an sebagai bagian inti dari literasi budaya paling tidak dapat menepis verbalisme yang Anda baca di buku-buku Sejarah dengan langsung mengunjungi Kota Gudeg, Kraton, dan Prambanan. Ketika gelar Duta SMA sudah diselempangkan, bukan hanya wawasan kebudayaan Anda yang bertambah, bertumbuh, berkembang, dan bermakna, melainkan juga wawasan kebangsaan dan ke-Indonesia-an makin subur dengan bibit unggul daerah yang diharapkan mampu menjadi bintang penuntun yang humanis dengan menjadikan perbedaan sebagai sumber kekuatan dan kemajuan. Itulah buah ranum bagi Indonesia Raya menyambut Indonesia Emas dengan penuh optimis.
Sebagai Program yang relatif baru, Duta SMA seyogyanya menjadikan semangat Sumpah Pemuda 1928 sebagai sumber inspirasi. Sumpah Pemuda adalah hasil dari Konggres Pemuda II sebagai kelanjutan dari Konggres Pemuda I pada 1926, dan kini sudah seabad berlalu. Kala itu, perkumpulan pemuda dari berbagai daerah dengan kesadaran diri tanpa biaya negara datang ke Jakarta berbekal semangat pantang menyerah. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Kedatangan mereka ke Jakarta kala itu, entah bagaimana caranya, entah di mana mereka menginap. Entah apa yang mereka makan. Namun, mereka datang ke Jakarta dengan satu frekuensi : Indonesia Merdeka. Begitulah pemuda tempo doeloe berjuang demi Indonesia Merdeka, Bendera Pusaka berkibar, dan Indonesia Raya berkumandang. Mohammad Hatta menyebut, “berasa satu sebagai anak dari Ibu yang satu, Ibu Indonesia”.

Berbeda dengan Pemilihan Duta SMA kini, pada zaman serba digital seratus tahun setelah Konggres Pemuda I. Duta SMA masing-masing Provinsi dua orang (laki-laki dan perempuan) sebanyak 76 orang mewakili 38 Provinsi seluruh Indonesia. Semangat yang dibawa pun sama : Semangat Pemuda dengan kesetaraan gender sebagai isu seksi sampai kini. Mereka terseleksi dari 2241 peserta seluruh Indonesia melalui tahap administrasi, wawancara, unjuk kebolehan, program inovasi yang ditawarkan, termasuk mengikuti psikotes. Ke-76 finalis Duta SMA Provinsi itu diundang oleh Direktorat SMA ke Yogyakarta dan dibiayai serta diinapkan di Indoluxe Hotel Yogyakarta. Mereka juga mendapatkan makanan bergizi gratis selama kegiatan berlangsung 5 hari (10 — 14 Agustus 2026). Selain mendapat sesi materi penguatan di Hotel, mereka juga melaksanakan study lapangan ke Kraton Yogyakarta dan mengikuti acara Malam Penganugrahan Duta SMA oleh Wamendikdasmen di Pelataran Candi Prambanan.
Catatan penting dari pelaksanaan Duta SMA sampai Angkatan V adalah adanya ikatan alumni Duta SMA perangkatan dan lounching Lagu Mars Duta SMA. Jumlah alumni sampai Angkatan 1V sebanyak 304 orang jika ditambah Angkatan V lagi 76 orang akan menjadi 380 orang. Jika diberikan kepercayaan untuk bertumbuh dan berkembang, niscaya mereka dapat meraih bintang. Embrio Indonesia Emas bisa lahir dari Duta SMA. “Sorot mata berbeda para Duta SMA adalah cermin modal sosial dengan aneka kecerdasan. Mereka adalah horizon harapan sebagai agen penggerak perubahan di seluruh Provinsi di Indonesia”, kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Atif Latifulayat saat malam penganugrahan gelar Duta SMA 2026 di Pelataran Candi Prambanan Yogyakarta (Rabu, 12/8/2026) bertepatan dengan Tilem Sasih Katiga.
Penganugrahan Gelar Duta SMA 2026 Tingkat Nasional diberikan kepada Juara terbaik putra dan putri. Juara terbaik putra jatuh di SMA Negeri 1 Bojonegoro Jawa Timur atas nama Fachri Akbar Triyanto. Juara terbaik putri jatuh di SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta atas nama Fidela Shahia Myiesha Susilo. Keduanya ditetapkan sebagai Duta SMA 2026 Terbaik melalui proses penilaian yang komprehensif meliputi kedisiplinan, keaktifan dan kontribusi dalam sesi kelas, kepemimpinan, kepribadian, komunikasi, wawasan, dan penampilan.
Selain itu, juga ditetapkan juara Duta Inspiratif, Duta Informatif, dan Duta Advokatif. Terpilih sebagai Duta Inspiratif dari Provinsi Maluku atas nama Lovenal Jesicha Sandra Leasa (SMAS Kristen Rehoboth), Duta Informatif diraih Landy Sativa dari SMA Negeri 1 Sumatera Selatan, dan Duta Advokatif dari Jawa Tengah atas nama Caleb Tito Amael (SM Negeri 1 Salatiga).


Duta Inspiratif dinilai dari nilai tertinggi integritas kepribadian dan kepemimpinan. Duta Informatif dinilai dari nilai tertinggi integritas komunikasi dan konsistensi dalam menyampaikan pesan. Duta Advokatif dinilai dari nilai tertinggi integritas wawasan dan penampilan. Semua Duta SMA 2026 akan bertugas setahun sejak dikukuhkan dan diharapkan mampu menjadi agen penggerak perubahan terkait isu yang berkembang baik di pusat maupun di daerah melalui informasi terfilter, terverifikasi, tervalidasi. Memastikan informasi tersampaikan dengan baik dan benar sehingga masyarakat tercerahkan terhindar dari informasi hoaks. Itu artinya, semua Duta SMA adalah orang-orang cerdas dengan aneka talenta. Itu pula sebabnya mereka dituntut selalu berkolaborasi dengan para pihak terkait untuk mewujudkan Pendidikan bermutu untuk semua.
Selamat buat para Duta SMA 2026. Mahkota telah Anda raih. Tugas berat ke depan menanti Anda di Provinsi masing-masing. Perjuangan Anda tidak selesai sampai di sini. Mahkota Anda adalah awal perjalanan menuju Indonesia Emas. Selalulah rendah hati. Hati Anda dinanti anak negeri. Salam SMA : Maju bersama hebat semua! Teruslah Menyala. Nyalakan Api Sumpah Pemuda. Jadilah Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa. Merdeka!!! [T]































