16 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisatawan Eropa Masih Menjadi Andalan Indonesia

Chusmeru by Chusmeru
June 15, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa betah tinggal di Indonesia, dan karenanya masih menjadi andalan sektor pariwisata Indonesia.

Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 sebagaimana dikutip GoodStats (10/3/2026), Rusia menempati urutan pertama masa tinggal di Indonesia, yaitu 24,39 hari. Berikutnya wisatawan asal Belanda lama tinggalnya 19,81 hari, Jerman 17,45 hari, Swiss 17,32, Denmark 17,21, Norwegia 16,77, Prancis 16,72, Belgia 16,62, dan Swedia 16, 52 hari.

Lama tinggal wisawatan Eropa yang rata-rata di atas 16 hari itu tentunya sangat menguntungkan bagi Indonesia. Semakin lama wisatawan tinggal di Indonesia, semakin banyak destinasi wisata yang akan dikunjungi, dan semakin banyak pengeluaran yang dibelanjakan selama berwisata. Sektor pariwisata bergairah, transportasi dan akomodasi terdampak secara positif.

Banyak faktor yang memberi kemudahan bagi wisatawan sehingga memiliki masa tinggal yang panjang. Aksesibilitas dan konektivitas secara perlahan mengalami perbaikan, terutama jalur udara. Dari total kunjungan pada 2025, mayoritas wisatawan mancanegara  masuk ke Indonesia melalui pintu udara atau dengan moda angkutan udara.

Tercatat, jumlah kunjungan melalui pintu udara mencapai 10,81 juta kunjungan atau berkontribusi sebesar 70,31% dari total kunjungan wisman pada 2025.  Jumlah kunjungan wisman yang masuk melalui pintu udara terus mengalami peningkatan dan masih mendominasi dibandingkan pintu masuk laut maupun darat (Bisnis.com, 9/3/2026).

Keberadaan jaringan rute maskapai asing menjadi faktor strategis dalam meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia lewat udara. Pengaruh jaringan maskapai asing terhadap arus wisatawan asing ke Indonesia sangat signifikan, apalagi dengan adanya penerbangan langsung (direct flight) dari negara-negara Eropa ke Indonesia.

Dominasi kapasitas kursi pada penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai asing dapat mendorong mobilitas wisman menuju berbagai destinasi di Tanah Air. Kehadiran maskapai asing juga  mampu menutup keterbatasan maskapai domestik yang memiliki pangsa pasar dan jangkauan rute internasional yang relatif terbatas, sehingga pasar pariwisata Indonesia menjadi lebih mudah dijangkau wisatawan dari berbagai negara (Chusmeru, 9/3/2026).

Selain itu, jaringan maskapai asing juga menciptakan persaingan yang lebih ketat di industri penerbangan internasional. Kondisi tersebut berpotensi menekan harga tiket penerbangan sehingga meningkatkan daya beli wisatawan Eropa untuk berkunjung ke Indonesia, selama tetap diimbangi dengan standar pelayanan yang optimal.

Di sisi lain, keberadaan maskapai asing turut memperkuat konektivitas pariwisata Indonesia dengan berbagai kota di benua Eropa, sehingga aksesibilitas Indonesia sebagai destinasi wisata global menjadi semakin terbuka. Kehadiran maskapai asing meningkatkan konektivitas pariwisata Indonesia dengan pasar Eropa. Aksesibilitas Indonesia sebagai destinasi wisata dunia semakin mudah dikunjungi wisman Eropa.

Preferensi Wisatawan Eropa

Wisatawan Eropa termasuk wisatawan elite yang memiliki preferensi berwisata berbeda dengan wisatawan dari negara lain. Bukan hanya lama tinggal yang panjang, wisatawan Eropa juga memiliki pengeluaran (spending money) yang tinggi. Maka layak bila wisatawan Eropa menjadi andalan bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Faktor yang paling menjadi pertimbangan wisatawan Eropa berkunjung adalah ikim tropis Indonesia yang dianggap eksotis. Iklim semacam ini didukung oleh pantai, pegunungan, dan air terjun yang menawan, yang sangat relate dengan motivasi kunjungan wisata, yaitu escape dari rutinitas kerja.

Setelah iklim dan alam, wisatawan Eropa juga sangat tertarik budaya, tradisi, dan objek wisata sejarah yang ada di Indonesia.  Bali, Lombok, Toraja, Yogya, menjadi destinasi wisata yang diminati wisatawan Eropa karena budaya dan tradisinya. Situs sejarah Borobudur dan Prambanan juga banyak dikunjungi.

Faktor keramahtamahan penduduk Indonesia dan keamanan menjadi pertimbangan bagi wisatawan Eropa berkunjung ke Indonesia. Sikap ramah tamah dan kondisi negara yang aman membuat wisatawan merasa nyaman dan betah tinggal lama di Indonesia. Konflik politik yang terjadi di Indonesia tidak sampai menimbulkan gangguan keamanan bagi wisatawan.

Kuliner yang khas Indonesia juga menjadi daya tarik wisatawan Eropa, terutama yang berbahan rempah khas Indonesia, seperti nasi Padang, Gudeg Yogya, dan ayam Betutu Bali. Selain kuliner, Indonesia menjadi destinasi yang ramah keluarga bagi wisatawan Eropa. Destinasi wisata seperti Bali dan Yogya sangat ramah keluarga bagi wisatawan Eropa.

Faktor yang cukup menentukan juga adalah masalah harga produk wisata Indonesia yang tergolong murah bagi wisatawan Eropa. Biaya hotel, restoran, dan transportasi di Indonesia masih sangat ramah di kantong wisatawan Eropa. Nilai mata uang Eropa lebih kuat dibanding nilai tukar rupiah, sehingga produk wisata Indonesia dinilai masih murah bagi mereka.

Langkah Strategis

Bukan hanya lama tinggal, strategi pengembangan pariwisata Indonesia juga perlu menyasar pengeluaran wisatawan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah strategis.  Promosi yang masif di berbagai media tentang potensi pariwisata Indonesia penting dilakukan dengan melibatkan para influencer yang mempunyai jumlah pengikut hingga jutaan orang.

Diplomasi kebudayaan dan ekonomi perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di berbagai negara Eropa dengan upaya peningkatan kunjungan wisata ke Indonesia. Selain itu dapat pula melibatkan para diaspora yang tinggal di negara-negara Eropa.

Untuk meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan, diperlukan diversifikasi objek dan daya tarik wisata di beberapa destinasi wisata favorit agar tidak menimbulkan kejenuhan. Perlu juga dirancang agenda event sosial, budaya, dan olah raga yang berskala internasional yang sesuai dengan karakteristik wisatawan Eropa.

Wisatawan Eropa  sangat sensitif terhadap kemacetan lalu lintas dan persoalan sampah. Pemerintah perlu membuat kebijakan yang dapat mengurai kemacetan lalu lintas dan mengatasi polusi sampah di beberapa destinasi. Kemacetan lalu lintas dan sampah membuat wisatawan tidak nyaman dan berpengaruh terhadap masa tinggal.

Kebijakan Bebas Visa Kunjungan bagi wisatawan negara-negara Eropa perlu diperluas dan bila memungkinan diperpanjang durasi masa berlakunya.  Sehingga wisatawan Eropa bisa lebih lama tinggal di Indonesia dengan berkunjung ke beberapa destinasi wisata.

Kebijakan di sektor pariwisata yang berkaitan dengan quality tourism dan sustainable tourism harus konsisten diterapkan, karena wisatawan Eropa sangat concern terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Semua langkah strategis tersebut bukan semata untuk meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan Eropa, tetapi juga upaya mempertahankan citra positif pariwisata Indonesia. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: eropaPariwisatapariwisata eropawisatawan mancanegara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Next Post

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

by Angga Wijaya
August 15, 2026
0
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

SAYA kembali membuka buku The Interpretation of Cultures karya Clifford Geertz setelah membaca sebuah berita tentang seorang lelaki yang tewas...

Read moreDetails

Dari Duta SMA ke Duta Besar

by I Nyoman Tingkat
August 15, 2026
0
Dari Duta SMA ke Duta Besar

SEJAK Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristekdikti, Program Duta SMA sudah diluncurkan tepatnya pada 2022 melalui  Direktorat SMA dan terus dilanjutkan...

Read moreDetails

Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali

by Nur Kamilia
August 14, 2026
0
Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali

MASYARAKAT Bali sejak lama dikenal memiliki fondasi sosial yang sangat kuat, yang hidup dan bernapas melalui nilai-nilai gotong royong tradisional....

Read moreDetails

Kalau Kecerdasan Bukan dari Sekolah, Buat Apa Bangun Sekolah?

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 14, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA kalimat Presiden Prabowo Subianto yang menarik perhatian saya. Bukan karena saya hendak meributkan atau memperdebatkan benar-salahnya. Jauh dari soal...

Read moreDetails

Merdeka: Dari Pekik ke Pengabdian

by Ahmad Sihabudin
August 14, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

TUJUH Belas Agustus selalu datang dengan warna merah putih, upacara, lomba, pidato, lagu-lagu perjuangan, dan pekik Merdeka! Tahun ini kita...

Read moreDetails

Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

by I Nyoman Tingkat
August 13, 2026
0
Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen  yang...

Read moreDetails

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
0
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

Read moreDetails

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
0
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

Read moreDetails

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
0
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

Read moreDetails

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

by Chusmeru
August 12, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

Read moreDetails
Next Post
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  ---Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah
Khas

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan
Bahasa

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

by I Made Sudiana
August 15, 2026
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz
Esai

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

SAYA kembali membuka buku The Interpretation of Cultures karya Clifford Geertz setelah membaca sebuah berita tentang seorang lelaki yang tewas...

by Angga Wijaya
August 15, 2026
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia
Panggung

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi
Panggung

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Dari Duta SMA ke Duta Besar
Esai

Dari Duta SMA ke Duta Besar

SEJAK Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristekdikti, Program Duta SMA sudah diluncurkan tepatnya pada 2022 melalui  Direktorat SMA dan terus dilanjutkan...

by I Nyoman Tingkat
August 15, 2026
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026
Tualang

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan
Panggung

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali
Esai

Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali

MASYARAKAT Bali sejak lama dikenal memiliki fondasi sosial yang sangat kuat, yang hidup dan bernapas melalui nilai-nilai gotong royong tradisional....

by Nur Kamilia
August 14, 2026
AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan
Pendidikan

AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan

Asosiasi Wirausaha Inklusif Indonesia (AWINDO) memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM disabilitas melalui training legalitas usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari...

by Angga Wijaya
August 14, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Kecerdasan Bukan dari Sekolah, Buat Apa Bangun Sekolah?

ADA kalimat Presiden Prabowo Subianto yang menarik perhatian saya. Bukan karena saya hendak meributkan atau memperdebatkan benar-salahnya. Jauh dari soal...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 14, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Merdeka: Dari Pekik ke Pengabdian

TUJUH Belas Agustus selalu datang dengan warna merah putih, upacara, lomba, pidato, lagu-lagu perjuangan, dan pekik Merdeka! Tahun ini kita...

by Ahmad Sihabudin
August 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co