18 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisatawan Eropa Masih Menjadi Andalan Indonesia

Chusmeru by Chusmeru
June 15, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa betah tinggal di Indonesia, dan karenanya masih menjadi andalan sektor pariwisata Indonesia.

Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 sebagaimana dikutip GoodStats (10/3/2026), Rusia menempati urutan pertama masa tinggal di Indonesia, yaitu 24,39 hari. Berikutnya wisatawan asal Belanda lama tinggalnya 19,81 hari, Jerman 17,45 hari, Swiss 17,32, Denmark 17,21, Norwegia 16,77, Prancis 16,72, Belgia 16,62, dan Swedia 16, 52 hari.

Lama tinggal wisawatan Eropa yang rata-rata di atas 16 hari itu tentunya sangat menguntungkan bagi Indonesia. Semakin lama wisatawan tinggal di Indonesia, semakin banyak destinasi wisata yang akan dikunjungi, dan semakin banyak pengeluaran yang dibelanjakan selama berwisata. Sektor pariwisata bergairah, transportasi dan akomodasi terdampak secara positif.

Banyak faktor yang memberi kemudahan bagi wisatawan sehingga memiliki masa tinggal yang panjang. Aksesibilitas dan konektivitas secara perlahan mengalami perbaikan, terutama jalur udara. Dari total kunjungan pada 2025, mayoritas wisatawan mancanegara  masuk ke Indonesia melalui pintu udara atau dengan moda angkutan udara.

Tercatat, jumlah kunjungan melalui pintu udara mencapai 10,81 juta kunjungan atau berkontribusi sebesar 70,31% dari total kunjungan wisman pada 2025.  Jumlah kunjungan wisman yang masuk melalui pintu udara terus mengalami peningkatan dan masih mendominasi dibandingkan pintu masuk laut maupun darat (Bisnis.com, 9/3/2026).

Keberadaan jaringan rute maskapai asing menjadi faktor strategis dalam meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia lewat udara. Pengaruh jaringan maskapai asing terhadap arus wisatawan asing ke Indonesia sangat signifikan, apalagi dengan adanya penerbangan langsung (direct flight) dari negara-negara Eropa ke Indonesia.

Dominasi kapasitas kursi pada penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai asing dapat mendorong mobilitas wisman menuju berbagai destinasi di Tanah Air. Kehadiran maskapai asing juga  mampu menutup keterbatasan maskapai domestik yang memiliki pangsa pasar dan jangkauan rute internasional yang relatif terbatas, sehingga pasar pariwisata Indonesia menjadi lebih mudah dijangkau wisatawan dari berbagai negara (Chusmeru, 9/3/2026).

Selain itu, jaringan maskapai asing juga menciptakan persaingan yang lebih ketat di industri penerbangan internasional. Kondisi tersebut berpotensi menekan harga tiket penerbangan sehingga meningkatkan daya beli wisatawan Eropa untuk berkunjung ke Indonesia, selama tetap diimbangi dengan standar pelayanan yang optimal.

Di sisi lain, keberadaan maskapai asing turut memperkuat konektivitas pariwisata Indonesia dengan berbagai kota di benua Eropa, sehingga aksesibilitas Indonesia sebagai destinasi wisata global menjadi semakin terbuka. Kehadiran maskapai asing meningkatkan konektivitas pariwisata Indonesia dengan pasar Eropa. Aksesibilitas Indonesia sebagai destinasi wisata dunia semakin mudah dikunjungi wisman Eropa.

Preferensi Wisatawan Eropa

Wisatawan Eropa termasuk wisatawan elite yang memiliki preferensi berwisata berbeda dengan wisatawan dari negara lain. Bukan hanya lama tinggal yang panjang, wisatawan Eropa juga memiliki pengeluaran (spending money) yang tinggi. Maka layak bila wisatawan Eropa menjadi andalan bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Faktor yang paling menjadi pertimbangan wisatawan Eropa berkunjung adalah ikim tropis Indonesia yang dianggap eksotis. Iklim semacam ini didukung oleh pantai, pegunungan, dan air terjun yang menawan, yang sangat relate dengan motivasi kunjungan wisata, yaitu escape dari rutinitas kerja.

Setelah iklim dan alam, wisatawan Eropa juga sangat tertarik budaya, tradisi, dan objek wisata sejarah yang ada di Indonesia.  Bali, Lombok, Toraja, Yogya, menjadi destinasi wisata yang diminati wisatawan Eropa karena budaya dan tradisinya. Situs sejarah Borobudur dan Prambanan juga banyak dikunjungi.

Faktor keramahtamahan penduduk Indonesia dan keamanan menjadi pertimbangan bagi wisatawan Eropa berkunjung ke Indonesia. Sikap ramah tamah dan kondisi negara yang aman membuat wisatawan merasa nyaman dan betah tinggal lama di Indonesia. Konflik politik yang terjadi di Indonesia tidak sampai menimbulkan gangguan keamanan bagi wisatawan.

Kuliner yang khas Indonesia juga menjadi daya tarik wisatawan Eropa, terutama yang berbahan rempah khas Indonesia, seperti nasi Padang, Gudeg Yogya, dan ayam Betutu Bali. Selain kuliner, Indonesia menjadi destinasi yang ramah keluarga bagi wisatawan Eropa. Destinasi wisata seperti Bali dan Yogya sangat ramah keluarga bagi wisatawan Eropa.

Faktor yang cukup menentukan juga adalah masalah harga produk wisata Indonesia yang tergolong murah bagi wisatawan Eropa. Biaya hotel, restoran, dan transportasi di Indonesia masih sangat ramah di kantong wisatawan Eropa. Nilai mata uang Eropa lebih kuat dibanding nilai tukar rupiah, sehingga produk wisata Indonesia dinilai masih murah bagi mereka.

Langkah Strategis

Bukan hanya lama tinggal, strategi pengembangan pariwisata Indonesia juga perlu menyasar pengeluaran wisatawan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah strategis.  Promosi yang masif di berbagai media tentang potensi pariwisata Indonesia penting dilakukan dengan melibatkan para influencer yang mempunyai jumlah pengikut hingga jutaan orang.

Diplomasi kebudayaan dan ekonomi perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di berbagai negara Eropa dengan upaya peningkatan kunjungan wisata ke Indonesia. Selain itu dapat pula melibatkan para diaspora yang tinggal di negara-negara Eropa.

Untuk meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan, diperlukan diversifikasi objek dan daya tarik wisata di beberapa destinasi wisata favorit agar tidak menimbulkan kejenuhan. Perlu juga dirancang agenda event sosial, budaya, dan olah raga yang berskala internasional yang sesuai dengan karakteristik wisatawan Eropa.

Wisatawan Eropa  sangat sensitif terhadap kemacetan lalu lintas dan persoalan sampah. Pemerintah perlu membuat kebijakan yang dapat mengurai kemacetan lalu lintas dan mengatasi polusi sampah di beberapa destinasi. Kemacetan lalu lintas dan sampah membuat wisatawan tidak nyaman dan berpengaruh terhadap masa tinggal.

Kebijakan Bebas Visa Kunjungan bagi wisatawan negara-negara Eropa perlu diperluas dan bila memungkinan diperpanjang durasi masa berlakunya.  Sehingga wisatawan Eropa bisa lebih lama tinggal di Indonesia dengan berkunjung ke beberapa destinasi wisata.

Kebijakan di sektor pariwisata yang berkaitan dengan quality tourism dan sustainable tourism harus konsisten diterapkan, karena wisatawan Eropa sangat concern terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Semua langkah strategis tersebut bukan semata untuk meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan Eropa, tetapi juga upaya mempertahankan citra positif pariwisata Indonesia. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: eropaPariwisatapariwisata eropawisatawan mancanegara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Next Post

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

by Pande Susan
October 17, 2026
0
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

Read moreDetails

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

by Angga Wijaya
October 17, 2026
0
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

Read moreDetails

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

by I Wayan Artika
October 16, 2026
0
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

Read moreDetails

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
0
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

Read moreDetails

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
0
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

Read moreDetails

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

Read moreDetails

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

by Angga Wijaya
October 13, 2026
0
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

Read moreDetails

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

Read moreDetails

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
0
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

Read moreDetails

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

Read moreDetails
Next Post
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  ---Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara
Persona

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co