26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisatawan Eropa Masih Menjadi Andalan Indonesia

Chusmeru by Chusmeru
June 15, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa betah tinggal di Indonesia, dan karenanya masih menjadi andalan sektor pariwisata Indonesia.

Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 sebagaimana dikutip GoodStats (10/3/2026), Rusia menempati urutan pertama masa tinggal di Indonesia, yaitu 24,39 hari. Berikutnya wisatawan asal Belanda lama tinggalnya 19,81 hari, Jerman 17,45 hari, Swiss 17,32, Denmark 17,21, Norwegia 16,77, Prancis 16,72, Belgia 16,62, dan Swedia 16, 52 hari.

Lama tinggal wisawatan Eropa yang rata-rata di atas 16 hari itu tentunya sangat menguntungkan bagi Indonesia. Semakin lama wisatawan tinggal di Indonesia, semakin banyak destinasi wisata yang akan dikunjungi, dan semakin banyak pengeluaran yang dibelanjakan selama berwisata. Sektor pariwisata bergairah, transportasi dan akomodasi terdampak secara positif.

Banyak faktor yang memberi kemudahan bagi wisatawan sehingga memiliki masa tinggal yang panjang. Aksesibilitas dan konektivitas secara perlahan mengalami perbaikan, terutama jalur udara. Dari total kunjungan pada 2025, mayoritas wisatawan mancanegara  masuk ke Indonesia melalui pintu udara atau dengan moda angkutan udara.

Tercatat, jumlah kunjungan melalui pintu udara mencapai 10,81 juta kunjungan atau berkontribusi sebesar 70,31% dari total kunjungan wisman pada 2025.  Jumlah kunjungan wisman yang masuk melalui pintu udara terus mengalami peningkatan dan masih mendominasi dibandingkan pintu masuk laut maupun darat (Bisnis.com, 9/3/2026).

Keberadaan jaringan rute maskapai asing menjadi faktor strategis dalam meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia lewat udara. Pengaruh jaringan maskapai asing terhadap arus wisatawan asing ke Indonesia sangat signifikan, apalagi dengan adanya penerbangan langsung (direct flight) dari negara-negara Eropa ke Indonesia.

Dominasi kapasitas kursi pada penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai asing dapat mendorong mobilitas wisman menuju berbagai destinasi di Tanah Air. Kehadiran maskapai asing juga  mampu menutup keterbatasan maskapai domestik yang memiliki pangsa pasar dan jangkauan rute internasional yang relatif terbatas, sehingga pasar pariwisata Indonesia menjadi lebih mudah dijangkau wisatawan dari berbagai negara (Chusmeru, 9/3/2026).

Selain itu, jaringan maskapai asing juga menciptakan persaingan yang lebih ketat di industri penerbangan internasional. Kondisi tersebut berpotensi menekan harga tiket penerbangan sehingga meningkatkan daya beli wisatawan Eropa untuk berkunjung ke Indonesia, selama tetap diimbangi dengan standar pelayanan yang optimal.

Di sisi lain, keberadaan maskapai asing turut memperkuat konektivitas pariwisata Indonesia dengan berbagai kota di benua Eropa, sehingga aksesibilitas Indonesia sebagai destinasi wisata global menjadi semakin terbuka. Kehadiran maskapai asing meningkatkan konektivitas pariwisata Indonesia dengan pasar Eropa. Aksesibilitas Indonesia sebagai destinasi wisata dunia semakin mudah dikunjungi wisman Eropa.

Preferensi Wisatawan Eropa

Wisatawan Eropa termasuk wisatawan elite yang memiliki preferensi berwisata berbeda dengan wisatawan dari negara lain. Bukan hanya lama tinggal yang panjang, wisatawan Eropa juga memiliki pengeluaran (spending money) yang tinggi. Maka layak bila wisatawan Eropa menjadi andalan bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Faktor yang paling menjadi pertimbangan wisatawan Eropa berkunjung adalah ikim tropis Indonesia yang dianggap eksotis. Iklim semacam ini didukung oleh pantai, pegunungan, dan air terjun yang menawan, yang sangat relate dengan motivasi kunjungan wisata, yaitu escape dari rutinitas kerja.

Setelah iklim dan alam, wisatawan Eropa juga sangat tertarik budaya, tradisi, dan objek wisata sejarah yang ada di Indonesia.  Bali, Lombok, Toraja, Yogya, menjadi destinasi wisata yang diminati wisatawan Eropa karena budaya dan tradisinya. Situs sejarah Borobudur dan Prambanan juga banyak dikunjungi.

Faktor keramahtamahan penduduk Indonesia dan keamanan menjadi pertimbangan bagi wisatawan Eropa berkunjung ke Indonesia. Sikap ramah tamah dan kondisi negara yang aman membuat wisatawan merasa nyaman dan betah tinggal lama di Indonesia. Konflik politik yang terjadi di Indonesia tidak sampai menimbulkan gangguan keamanan bagi wisatawan.

Kuliner yang khas Indonesia juga menjadi daya tarik wisatawan Eropa, terutama yang berbahan rempah khas Indonesia, seperti nasi Padang, Gudeg Yogya, dan ayam Betutu Bali. Selain kuliner, Indonesia menjadi destinasi yang ramah keluarga bagi wisatawan Eropa. Destinasi wisata seperti Bali dan Yogya sangat ramah keluarga bagi wisatawan Eropa.

Faktor yang cukup menentukan juga adalah masalah harga produk wisata Indonesia yang tergolong murah bagi wisatawan Eropa. Biaya hotel, restoran, dan transportasi di Indonesia masih sangat ramah di kantong wisatawan Eropa. Nilai mata uang Eropa lebih kuat dibanding nilai tukar rupiah, sehingga produk wisata Indonesia dinilai masih murah bagi mereka.

Langkah Strategis

Bukan hanya lama tinggal, strategi pengembangan pariwisata Indonesia juga perlu menyasar pengeluaran wisatawan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah strategis.  Promosi yang masif di berbagai media tentang potensi pariwisata Indonesia penting dilakukan dengan melibatkan para influencer yang mempunyai jumlah pengikut hingga jutaan orang.

Diplomasi kebudayaan dan ekonomi perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di berbagai negara Eropa dengan upaya peningkatan kunjungan wisata ke Indonesia. Selain itu dapat pula melibatkan para diaspora yang tinggal di negara-negara Eropa.

Untuk meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan, diperlukan diversifikasi objek dan daya tarik wisata di beberapa destinasi wisata favorit agar tidak menimbulkan kejenuhan. Perlu juga dirancang agenda event sosial, budaya, dan olah raga yang berskala internasional yang sesuai dengan karakteristik wisatawan Eropa.

Wisatawan Eropa  sangat sensitif terhadap kemacetan lalu lintas dan persoalan sampah. Pemerintah perlu membuat kebijakan yang dapat mengurai kemacetan lalu lintas dan mengatasi polusi sampah di beberapa destinasi. Kemacetan lalu lintas dan sampah membuat wisatawan tidak nyaman dan berpengaruh terhadap masa tinggal.

Kebijakan Bebas Visa Kunjungan bagi wisatawan negara-negara Eropa perlu diperluas dan bila memungkinan diperpanjang durasi masa berlakunya.  Sehingga wisatawan Eropa bisa lebih lama tinggal di Indonesia dengan berkunjung ke beberapa destinasi wisata.

Kebijakan di sektor pariwisata yang berkaitan dengan quality tourism dan sustainable tourism harus konsisten diterapkan, karena wisatawan Eropa sangat concern terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Semua langkah strategis tersebut bukan semata untuk meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan Eropa, tetapi juga upaya mempertahankan citra positif pariwisata Indonesia. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: eropaPariwisatapariwisata eropawisatawan mancanegara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Next Post

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails
Next Post
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  ---Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co