15 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisatawan Eropa Masih Menjadi Andalan Indonesia

Chusmeru by Chusmeru
June 15, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa betah tinggal di Indonesia, dan karenanya masih menjadi andalan sektor pariwisata Indonesia.

Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 sebagaimana dikutip GoodStats (10/3/2026), Rusia menempati urutan pertama masa tinggal di Indonesia, yaitu 24,39 hari. Berikutnya wisatawan asal Belanda lama tinggalnya 19,81 hari, Jerman 17,45 hari, Swiss 17,32, Denmark 17,21, Norwegia 16,77, Prancis 16,72, Belgia 16,62, dan Swedia 16, 52 hari.

Lama tinggal wisawatan Eropa yang rata-rata di atas 16 hari itu tentunya sangat menguntungkan bagi Indonesia. Semakin lama wisatawan tinggal di Indonesia, semakin banyak destinasi wisata yang akan dikunjungi, dan semakin banyak pengeluaran yang dibelanjakan selama berwisata. Sektor pariwisata bergairah, transportasi dan akomodasi terdampak secara positif.

Banyak faktor yang memberi kemudahan bagi wisatawan sehingga memiliki masa tinggal yang panjang. Aksesibilitas dan konektivitas secara perlahan mengalami perbaikan, terutama jalur udara. Dari total kunjungan pada 2025, mayoritas wisatawan mancanegara  masuk ke Indonesia melalui pintu udara atau dengan moda angkutan udara.

Tercatat, jumlah kunjungan melalui pintu udara mencapai 10,81 juta kunjungan atau berkontribusi sebesar 70,31% dari total kunjungan wisman pada 2025.  Jumlah kunjungan wisman yang masuk melalui pintu udara terus mengalami peningkatan dan masih mendominasi dibandingkan pintu masuk laut maupun darat (Bisnis.com, 9/3/2026).

Keberadaan jaringan rute maskapai asing menjadi faktor strategis dalam meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia lewat udara. Pengaruh jaringan maskapai asing terhadap arus wisatawan asing ke Indonesia sangat signifikan, apalagi dengan adanya penerbangan langsung (direct flight) dari negara-negara Eropa ke Indonesia.

Dominasi kapasitas kursi pada penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai asing dapat mendorong mobilitas wisman menuju berbagai destinasi di Tanah Air. Kehadiran maskapai asing juga  mampu menutup keterbatasan maskapai domestik yang memiliki pangsa pasar dan jangkauan rute internasional yang relatif terbatas, sehingga pasar pariwisata Indonesia menjadi lebih mudah dijangkau wisatawan dari berbagai negara (Chusmeru, 9/3/2026).

Selain itu, jaringan maskapai asing juga menciptakan persaingan yang lebih ketat di industri penerbangan internasional. Kondisi tersebut berpotensi menekan harga tiket penerbangan sehingga meningkatkan daya beli wisatawan Eropa untuk berkunjung ke Indonesia, selama tetap diimbangi dengan standar pelayanan yang optimal.

Di sisi lain, keberadaan maskapai asing turut memperkuat konektivitas pariwisata Indonesia dengan berbagai kota di benua Eropa, sehingga aksesibilitas Indonesia sebagai destinasi wisata global menjadi semakin terbuka. Kehadiran maskapai asing meningkatkan konektivitas pariwisata Indonesia dengan pasar Eropa. Aksesibilitas Indonesia sebagai destinasi wisata dunia semakin mudah dikunjungi wisman Eropa.

Preferensi Wisatawan Eropa

Wisatawan Eropa termasuk wisatawan elite yang memiliki preferensi berwisata berbeda dengan wisatawan dari negara lain. Bukan hanya lama tinggal yang panjang, wisatawan Eropa juga memiliki pengeluaran (spending money) yang tinggi. Maka layak bila wisatawan Eropa menjadi andalan bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Faktor yang paling menjadi pertimbangan wisatawan Eropa berkunjung adalah ikim tropis Indonesia yang dianggap eksotis. Iklim semacam ini didukung oleh pantai, pegunungan, dan air terjun yang menawan, yang sangat relate dengan motivasi kunjungan wisata, yaitu escape dari rutinitas kerja.

Setelah iklim dan alam, wisatawan Eropa juga sangat tertarik budaya, tradisi, dan objek wisata sejarah yang ada di Indonesia.  Bali, Lombok, Toraja, Yogya, menjadi destinasi wisata yang diminati wisatawan Eropa karena budaya dan tradisinya. Situs sejarah Borobudur dan Prambanan juga banyak dikunjungi.

Faktor keramahtamahan penduduk Indonesia dan keamanan menjadi pertimbangan bagi wisatawan Eropa berkunjung ke Indonesia. Sikap ramah tamah dan kondisi negara yang aman membuat wisatawan merasa nyaman dan betah tinggal lama di Indonesia. Konflik politik yang terjadi di Indonesia tidak sampai menimbulkan gangguan keamanan bagi wisatawan.

Kuliner yang khas Indonesia juga menjadi daya tarik wisatawan Eropa, terutama yang berbahan rempah khas Indonesia, seperti nasi Padang, Gudeg Yogya, dan ayam Betutu Bali. Selain kuliner, Indonesia menjadi destinasi yang ramah keluarga bagi wisatawan Eropa. Destinasi wisata seperti Bali dan Yogya sangat ramah keluarga bagi wisatawan Eropa.

Faktor yang cukup menentukan juga adalah masalah harga produk wisata Indonesia yang tergolong murah bagi wisatawan Eropa. Biaya hotel, restoran, dan transportasi di Indonesia masih sangat ramah di kantong wisatawan Eropa. Nilai mata uang Eropa lebih kuat dibanding nilai tukar rupiah, sehingga produk wisata Indonesia dinilai masih murah bagi mereka.

Langkah Strategis

Bukan hanya lama tinggal, strategi pengembangan pariwisata Indonesia juga perlu menyasar pengeluaran wisatawan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah strategis.  Promosi yang masif di berbagai media tentang potensi pariwisata Indonesia penting dilakukan dengan melibatkan para influencer yang mempunyai jumlah pengikut hingga jutaan orang.

Diplomasi kebudayaan dan ekonomi perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di berbagai negara Eropa dengan upaya peningkatan kunjungan wisata ke Indonesia. Selain itu dapat pula melibatkan para diaspora yang tinggal di negara-negara Eropa.

Untuk meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan, diperlukan diversifikasi objek dan daya tarik wisata di beberapa destinasi wisata favorit agar tidak menimbulkan kejenuhan. Perlu juga dirancang agenda event sosial, budaya, dan olah raga yang berskala internasional yang sesuai dengan karakteristik wisatawan Eropa.

Wisatawan Eropa  sangat sensitif terhadap kemacetan lalu lintas dan persoalan sampah. Pemerintah perlu membuat kebijakan yang dapat mengurai kemacetan lalu lintas dan mengatasi polusi sampah di beberapa destinasi. Kemacetan lalu lintas dan sampah membuat wisatawan tidak nyaman dan berpengaruh terhadap masa tinggal.

Kebijakan Bebas Visa Kunjungan bagi wisatawan negara-negara Eropa perlu diperluas dan bila memungkinan diperpanjang durasi masa berlakunya.  Sehingga wisatawan Eropa bisa lebih lama tinggal di Indonesia dengan berkunjung ke beberapa destinasi wisata.

Kebijakan di sektor pariwisata yang berkaitan dengan quality tourism dan sustainable tourism harus konsisten diterapkan, karena wisatawan Eropa sangat concern terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Semua langkah strategis tersebut bukan semata untuk meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan Eropa, tetapi juga upaya mempertahankan citra positif pariwisata Indonesia. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: eropaPariwisatapariwisata eropawisatawan mancanegara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

Next Post

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

by Agung Sudarsa
June 14, 2026
0
Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu...

Read moreDetails

Bung Karno dalam Puisi   

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
0
Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

Read moreDetails

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

Read moreDetails

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

by Angga Wijaya
June 11, 2026
0
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

Read moreDetails

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
0
Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

Read moreDetails

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

by Chandra Manikan
June 10, 2026
0
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

Read moreDetails

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
0
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

Read moreDetails

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
0
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails
Next Post
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  ---Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026
Ulas Pentas

Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

MENERJEMAHKAN tema Pesta Kesenian Bali (PKB) ke dalam seni pertunjukan kerap menjadi tantangan bagi para seniman. Pertama, tema-tema PKB dirumuskan...

by I Nyoman Darma Putra
June 15, 2026
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali
Ulas Rupa

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

by Oka Rusmini
June 15, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Wisatawan Eropa Masih Menjadi Andalan Indonesia

MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa...

by Chusmeru
June 15, 2026
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
Puisi

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB
Panggung

Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB

ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas...

by Jaswanto
June 14, 2026
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara
Budaya

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins
Esai

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu...

by Agung Sudarsa
June 14, 2026
Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali
Panggung

Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali

Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang...

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti
Cerpen

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan
Puisi

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

by IRZI
June 13, 2026
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Budaya

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

by tatkala
June 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co