6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
in Panggung
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang yang biasanya menjadi tempat aktivitas para tamu hotel itu seolah berubah menjadi taman bermain sekaligus ruang belajar bagi anak-anak usia 3–6 tahun.

Wajah anak-anak itu betul-betul lepas. Jika sebelumnya mereka berekspresi di atas panggung, selanjutnya mereka berkreativitas bersama di halaman hijau. Suasananya akrab, penuh kebersamaan, dan terasa seperti berada di tengah keluarga besar yang damai.

Gambaran itulah yang terasa dalam kegiatan Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-3 Bimba Rainbow Taman Giri yang berlokasi di Kelurahan Benoa itu.

Pengelola Bimba Rainbow Taman Giri, Michelle Natasha Lois | Foto: tatkala.co/Budarsana

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, acara yang mengusung tema “Lihat Kebunku” itu memperlihatkan bagaimana seni dapat menjadi bagian dari proses pendidikan anak usia dini. Di balik setiap penampilan terdapat proses pembelajaran yang menempatkan seni sebagai sarana untuk membangun keberanian, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, sekaligus mengenalkan nilai keberagaman sejak usia dini.

“Kami sengaja memilih tema “Lihat Kebunku” karena filosofi, bahwa setiap anak memiliki karakter dan potensi masing-masing untuk tumbuh dan berkembang. Kami menganggap anak-anak semua sebagai bunga. Mereka berbunga dan berbuah, sehingga nantinya bisa membanggakan orang tua dan negara,” ujar Pengelola Bimba Rainbow Taman Giri, Michelle Natasha Lois, di sela-sela acara.

Seni sebagai Ruang Tumbuh

Gagasan tentang setiap anak yang memiliki karakter dan potensi berbeda itu kemudian terlihat dalam berbagai penampilan yang disuguhkan. Sebanyak 105 dari 157 siswa ambil bagian dalam gelar karya tersebut. Mereka menampilkan berbagai karya seni yang diciptakan dan dipersiapkan bersama para tutor. Pertunjukan diawali dengan gerak dan lagu, kemudian dilanjutkan drama mini musikal bertema “Maukah Kamu Berteman Denganku”. Pertunjukan tersebut mengangkat pesan sederhana, namun penting bagi anak-anak, yakni belajar menerima perbedaan dan membuka diri untuk berteman dengan siapa saja.

Pesan tentang keberagaman juga hadir melalui penampilan berikutnya. Ada pula penampilan menyanyi dengan tema “Lihat Kebunku”. Anak-anak tampil sebagai bunga matahari, bunga lili, lebah, dan berbagai karakter lainnya. Keberagaman peran dan kostum tersebut bukan sekadar unsur visual pertunjukan, melainkan menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan bahwa setiap anak memiliki karakter dan keunikan masing-masing.

Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menariknya, dalam proses tersebut, anak-anak tidak dibebani tuntutan untuk tampil sempurna. Yang lebih penting adalah keberanian mereka untuk mencoba. “Dalam penyajian anak-anak itu, bukan dituntut masalah benar dan salah, sempurna atau tidak sempurna, tetapi lebih kepada menuntut rasa berani,” sebut Michelle.

Keberanian itu kemudian terlihat dalam penampilan sejumlah anak yang tampil secara mandiri di hadapan penonton. Ada yang menyanyikan lagu dengan iringan gitar hingga membacakan teks Pancasila. Bagi orang dewasa, penampilan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi anak usia dini, berdiri di atas panggung, berbicara di depan banyak orang, dan menyelesaikan penampilan merupakan proses penting dalam membangun kepercayaan diri. “Ada juga yang berani tampil sendiri membawakan sebuah lagu dengan diiringi sebuah gitar, sampai membacakan teks Pancasila,” ujarnya.

Keberanian yang tumbuh melalui pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau calistung. Di Bimba Rainbow Taman Giri, proses belajar menggunakan pendekatan Play-Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis bermain.

Melalui permainan dan aktivitas kreatif, anak mendapatkan stimulasi terhadap berbagai aspek perkembangan, mulai dari sosial, emosional, kognitif, bahasa, hingga kemampuan motorik kasar dan halus. “Anak-anak di sini tidak hanya sekadar datang, kemudian mengerjakan lembar soal lalu pulang. Kami mengajak mereka belajar sambil bermain dan bermakna. Makanya tagar kami adalah belajar, bermain, dan bermakna,” jelas Michelle.

Pendekatan tersebut juga mempertimbangkan bahwa setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, proses pendidikan tidak dapat diseragamkan begitu saja. Pendekatan personal menjadi bagian penting agar setiap anak memperoleh ruang untuk berkembang sesuai potensinya.

Suasana Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Konsep pendidikan holistik tersebut menempatkan perkembangan anak secara lebih utuh. Anak tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademis, tetapi juga belajar bersosialisasi, mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, bekerja sama, serta memahami lingkungan di sekitarnya.

Dalam proses seperti itu, seni memiliki ruang yang cukup penting. Bernyanyi, menari, bermain drama, atau sekadar tampil di depan orang lain dapat menjadi media belajar yang menyenangkan. Anak belajar berkomunikasi, mendengarkan, mengikuti aturan, mengingat peran, menunggu giliran, dan menghargai teman.

Keberanian yang Tumbuh dari Bermain

Semua proses tersebut tentu membutuhkan pendampingan yang tidak sedikit. Mendampingi anak usia 3–6 tahun bukan pekerjaan sederhana. Pada usia tersebut, anak sedang berada dalam fase penting pembentukan karakter dan perkembangan berbagai kemampuan dasar.

Michelle mengakui terdapat suka dan duka dalam mendampingi mereka. Salah satu momen yang terasa berat adalah ketika harus berpisah dengan anak-anak yang telah mendapatkan bimbingan di Bimba Rainbow Taman Giri karena mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Suasana Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Dukanya mungkin saat ditinggal mereka. Kami akui, untuk meng-handle anak-anak usia 3–6 tahun itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah,” ungkapnya.

Karena itu, peran tutor tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan materi. Tutor juga dituntut memiliki kesabaran, kepedulian, dan kecintaan terhadap dunia anak. “Acara sukses hari ini juga berkat miss-miss-nya atau tutor, selain kerja sama dengan anak-anak dan orang tuanya,” jelas Michelle.

Selain tutor, orang tua memiliki peran yang tidak kalah penting. Kolaborasi antara tutor dan orang tua menjadi bagian dari proses tersebut. Pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di ruang belajar, tetapi juga berlanjut di rumah dan lingkungan sosial anak.

Apa yang dilakukan para tutor kemudian dapat dilihat dari pengalaman orang tua yang mengikuti perkembangan anak-anak mereka. Pengalaman tersebut dirasakan pula oleh orang tua peserta. Mama Greta dan Greya mengaku melihat perubahan pada keberanian dan kemampuan sosial anak setelah mengikuti proses pembelajaran di Bimba Rainbow Taman Giri.

Menurutnya, anak-anak kini lebih menikmati kegiatan bersama dan tidak lagi mudah merasa malu ketika harus tampil di hadapan banyak orang. “Kegiatan gelar karya membuat si anak sangat berani. Mereka tidak ada lagi rasa enggan atau malu saat tampil. Tidak ada wajah sedih, mereka bermain-main saja dan sangat enjoy dalam kegiatan ini,” akunya polos.

Ia juga melihat, pembelajaran yang diberikan tidak berhenti pada kemampuan akademis. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar berinteraksi, mengenal karakter orang lain, dan membangun hubungan sosial. “Mereka tidak belajar menulis dan membaca saja, tetapi juga belajar karakter. Mereka di sini semuanya mau bergaul dengan siapa saja, tidak memilih-milih teman dan mereka aktif,” akunya.

Suasana Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Lihat Kebunku” pun tidak berhenti sebagai pertunjukan anak-anak di atas panggung. Setelah penampilan selesai, halaman hijau itu kembali menjadi tempat mereka bermain dan berinteraksi. Namun, pengalaman yang mereka jalani selama proses latihan dan pertunjukan telah memberi ruang untuk mencoba, tampil, bekerja sama, dan mengenal teman-temannya.

Setiap anak seperti bunga di dalam sebuah kebun. Ada yang tumbuh cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada yang berani tampil di depan, ada pula yang masih membutuhkan pendampingan. Namun semuanya memiliki kesempatan untuk tumbuh.

Melalui seni, bermain, dan interaksi sosial, anak-anak belajar mengenal dirinya sekaligus belajar memahami orang lain.

Pagi itu, halaman hijau Alindra Villas & Spa menjadi ruang bagi mereka untuk mencoba. Ada yang bernyanyi, bermain peran, membacakan Pancasila, dan tampil dengan gitar. Ada pula yang mungkin masih malu-malu. Semua mendapat kesempatan untuk berada di tengah teman-temannya dan menikmati prosesnya.

Seperti kebun yang dirawat dengan cara berbeda untuk setiap tanamannya, anak-anak pun membutuhkan ruang tumbuh yang sesuai dengan karakter dan potensinya. Tugas orang dewasa adalah menemani proses itu, memberi kesempatan, dan membiarkan mereka berkembang tanpa harus menjadi sama.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bimba Rainbow Taman GiriLihat Kebunku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

Next Post

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

by tatkala
November 6, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

Read moreDetails

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
0
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

Read moreDetails

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails
Next Post
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

Pameran "Impulse", Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co