5 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
in Panggung
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang yang biasanya menjadi tempat aktivitas para tamu hotel itu seolah berubah menjadi taman bermain sekaligus ruang belajar bagi anak-anak usia 3–6 tahun.

Wajah anak-anak itu betul-betul lepas. Jika sebelumnya mereka berekspresi di atas panggung, selanjutnya mereka berkreativitas bersama di halaman hijau. Suasananya akrab, penuh kebersamaan, dan terasa seperti berada di tengah keluarga besar yang damai.

Gambaran itulah yang terasa dalam kegiatan Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-3 Bimba Rainbow Taman Giri yang berlokasi di Kelurahan Benoa itu.

Pengelola Bimba Rainbow Taman Giri, Michelle Natasha Lois | Foto: tatkala.co/Budarsana

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, acara yang mengusung tema “Lihat Kebunku” itu memperlihatkan bagaimana seni dapat menjadi bagian dari proses pendidikan anak usia dini. Di balik setiap penampilan terdapat proses pembelajaran yang menempatkan seni sebagai sarana untuk membangun keberanian, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, sekaligus mengenalkan nilai keberagaman sejak usia dini.

“Kami sengaja memilih tema “Lihat Kebunku” karena filosofi, bahwa setiap anak memiliki karakter dan potensi masing-masing untuk tumbuh dan berkembang. Kami menganggap anak-anak semua sebagai bunga. Mereka berbunga dan berbuah, sehingga nantinya bisa membanggakan orang tua dan negara,” ujar Pengelola Bimba Rainbow Taman Giri, Michelle Natasha Lois, di sela-sela acara.

Seni sebagai Ruang Tumbuh

Gagasan tentang setiap anak yang memiliki karakter dan potensi berbeda itu kemudian terlihat dalam berbagai penampilan yang disuguhkan. Sebanyak 105 dari 157 siswa ambil bagian dalam gelar karya tersebut. Mereka menampilkan berbagai karya seni yang diciptakan dan dipersiapkan bersama para tutor. Pertunjukan diawali dengan gerak dan lagu, kemudian dilanjutkan drama mini musikal bertema “Maukah Kamu Berteman Denganku”. Pertunjukan tersebut mengangkat pesan sederhana, namun penting bagi anak-anak, yakni belajar menerima perbedaan dan membuka diri untuk berteman dengan siapa saja.

Pesan tentang keberagaman juga hadir melalui penampilan berikutnya. Ada pula penampilan menyanyi dengan tema “Lihat Kebunku”. Anak-anak tampil sebagai bunga matahari, bunga lili, lebah, dan berbagai karakter lainnya. Keberagaman peran dan kostum tersebut bukan sekadar unsur visual pertunjukan, melainkan menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan bahwa setiap anak memiliki karakter dan keunikan masing-masing.

Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menariknya, dalam proses tersebut, anak-anak tidak dibebani tuntutan untuk tampil sempurna. Yang lebih penting adalah keberanian mereka untuk mencoba. “Dalam penyajian anak-anak itu, bukan dituntut masalah benar dan salah, sempurna atau tidak sempurna, tetapi lebih kepada menuntut rasa berani,” sebut Michelle.

Keberanian itu kemudian terlihat dalam penampilan sejumlah anak yang tampil secara mandiri di hadapan penonton. Ada yang menyanyikan lagu dengan iringan gitar hingga membacakan teks Pancasila. Bagi orang dewasa, penampilan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi anak usia dini, berdiri di atas panggung, berbicara di depan banyak orang, dan menyelesaikan penampilan merupakan proses penting dalam membangun kepercayaan diri. “Ada juga yang berani tampil sendiri membawakan sebuah lagu dengan diiringi sebuah gitar, sampai membacakan teks Pancasila,” ujarnya.

Keberanian yang tumbuh melalui pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau calistung. Di Bimba Rainbow Taman Giri, proses belajar menggunakan pendekatan Play-Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis bermain.

Melalui permainan dan aktivitas kreatif, anak mendapatkan stimulasi terhadap berbagai aspek perkembangan, mulai dari sosial, emosional, kognitif, bahasa, hingga kemampuan motorik kasar dan halus. “Anak-anak di sini tidak hanya sekadar datang, kemudian mengerjakan lembar soal lalu pulang. Kami mengajak mereka belajar sambil bermain dan bermakna. Makanya tagar kami adalah belajar, bermain, dan bermakna,” jelas Michelle.

Pendekatan tersebut juga mempertimbangkan bahwa setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, proses pendidikan tidak dapat diseragamkan begitu saja. Pendekatan personal menjadi bagian penting agar setiap anak memperoleh ruang untuk berkembang sesuai potensinya.

Suasana Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Konsep pendidikan holistik tersebut menempatkan perkembangan anak secara lebih utuh. Anak tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademis, tetapi juga belajar bersosialisasi, mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, bekerja sama, serta memahami lingkungan di sekitarnya.

Dalam proses seperti itu, seni memiliki ruang yang cukup penting. Bernyanyi, menari, bermain drama, atau sekadar tampil di depan orang lain dapat menjadi media belajar yang menyenangkan. Anak belajar berkomunikasi, mendengarkan, mengikuti aturan, mengingat peran, menunggu giliran, dan menghargai teman.

Keberanian yang Tumbuh dari Bermain

Semua proses tersebut tentu membutuhkan pendampingan yang tidak sedikit. Mendampingi anak usia 3–6 tahun bukan pekerjaan sederhana. Pada usia tersebut, anak sedang berada dalam fase penting pembentukan karakter dan perkembangan berbagai kemampuan dasar.

Michelle mengakui terdapat suka dan duka dalam mendampingi mereka. Salah satu momen yang terasa berat adalah ketika harus berpisah dengan anak-anak yang telah mendapatkan bimbingan di Bimba Rainbow Taman Giri karena mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Suasana Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Dukanya mungkin saat ditinggal mereka. Kami akui, untuk meng-handle anak-anak usia 3–6 tahun itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah,” ungkapnya.

Karena itu, peran tutor tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan materi. Tutor juga dituntut memiliki kesabaran, kepedulian, dan kecintaan terhadap dunia anak. “Acara sukses hari ini juga berkat miss-miss-nya atau tutor, selain kerja sama dengan anak-anak dan orang tuanya,” jelas Michelle.

Selain tutor, orang tua memiliki peran yang tidak kalah penting. Kolaborasi antara tutor dan orang tua menjadi bagian dari proses tersebut. Pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di ruang belajar, tetapi juga berlanjut di rumah dan lingkungan sosial anak.

Apa yang dilakukan para tutor kemudian dapat dilihat dari pengalaman orang tua yang mengikuti perkembangan anak-anak mereka. Pengalaman tersebut dirasakan pula oleh orang tua peserta. Mama Greta dan Greya mengaku melihat perubahan pada keberanian dan kemampuan sosial anak setelah mengikuti proses pembelajaran di Bimba Rainbow Taman Giri.

Menurutnya, anak-anak kini lebih menikmati kegiatan bersama dan tidak lagi mudah merasa malu ketika harus tampil di hadapan banyak orang. “Kegiatan gelar karya membuat si anak sangat berani. Mereka tidak ada lagi rasa enggan atau malu saat tampil. Tidak ada wajah sedih, mereka bermain-main saja dan sangat enjoy dalam kegiatan ini,” akunya polos.

Ia juga melihat, pembelajaran yang diberikan tidak berhenti pada kemampuan akademis. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar berinteraksi, mengenal karakter orang lain, dan membangun hubungan sosial. “Mereka tidak belajar menulis dan membaca saja, tetapi juga belajar karakter. Mereka di sini semuanya mau bergaul dengan siapa saja, tidak memilih-milih teman dan mereka aktif,” akunya.

Suasana Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Lihat Kebunku” pun tidak berhenti sebagai pertunjukan anak-anak di atas panggung. Setelah penampilan selesai, halaman hijau itu kembali menjadi tempat mereka bermain dan berinteraksi. Namun, pengalaman yang mereka jalani selama proses latihan dan pertunjukan telah memberi ruang untuk mencoba, tampil, bekerja sama, dan mengenal teman-temannya.

Setiap anak seperti bunga di dalam sebuah kebun. Ada yang tumbuh cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada yang berani tampil di depan, ada pula yang masih membutuhkan pendampingan. Namun semuanya memiliki kesempatan untuk tumbuh.

Melalui seni, bermain, dan interaksi sosial, anak-anak belajar mengenal dirinya sekaligus belajar memahami orang lain.

Pagi itu, halaman hijau Alindra Villas & Spa menjadi ruang bagi mereka untuk mencoba. Ada yang bernyanyi, bermain peran, membacakan Pancasila, dan tampil dengan gitar. Ada pula yang mungkin masih malu-malu. Semua mendapat kesempatan untuk berada di tengah teman-temannya dan menikmati prosesnya.

Seperti kebun yang dirawat dengan cara berbeda untuk setiap tanamannya, anak-anak pun membutuhkan ruang tumbuh yang sesuai dengan karakter dan potensinya. Tugas orang dewasa adalah menemani proses itu, memberi kesempatan, dan membiarkan mereka berkembang tanpa harus menjadi sama.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bimba Rainbow Taman GiriLihat Kebunku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

Next Post

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 28, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails
Next Post
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

Pameran "Impulse", Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’
Opini

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
Topi Para Penyintas Kanker
Esai

Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

by Angga Wijaya
September 5, 2026
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri
Cerpen

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery
Puisi

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan
Esai

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co