26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
in Khas
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

Pembekalan pengembangan karier bagi calon wisudawan UPMI Bali 2026, (14/8)│Foto: Dok. UPMI Bali

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan. Hayo, siapa yang mau?”

Tantangan itu meluncur begitu saja dari Ida Bagus Agung Brahmadiguna, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Tolet, di hadapan ratusan calon wisudawan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Tentu tawaran semacam itu tidak biasa muncul dalam sebuah kegiatan pembekalan karier. Namun, bukan Gus Tolet namanya kalau tidak membawa ide spontan dan kreatif.

Jumat, 14 Agustus 2026, di Auditorium Redha Gunawan, UPMI Bali, suasana pembekalan pengembangan karier calon wisudawan UPMI Bali 2026 itu pun menjadi lebih cair. Di tengah pembicaraan tentang masa depan, pekerjaan, dan dunia pendidikan, Gus Tolet justru membuka kemungkinan-kemungkinan lain. Bagaimana kreativitas, pendidikan, media sosial, dan industri kreatif dapat berjalan beriringan.

Tidak ada peserta yang langsung menyambut tantangan tersebut. Entah karena belum yakin dengan tawaran itu atau masih ragu apakah Gus Tolet benar-benar serius. Ia kemudian kembali membuka kesempatan.

“Begini saja. Saya tunggu, kalau ada yang berminat, silakan DM saya.”

Dari kiri ke kanan, I Made Adnyana, Gung Trisna, Gus Tolet│Foto: Dok. UPMI Bali

Tawaran itu bukan sekadar gimmick. Di baliknya ada pengalaman panjang seorang Gus Tolet dalam membangun ruang kreatif. Ia merupakan founder Handmad Campah (clothing) sekaligus penggagas PICA Fest. Ia juga terlibat dalam berbagai gerakan dan komunitas, antara lain 2Tak Menolak Punah, Pop Plant Market, Good Karma Land, Good Vespa, Komunitas Reptile Bali, serta Agata (Anak Gaul Tabanan).

Perjalanan itulah yang kemudian menjadi bagian penting dari cerita yang ia bagikan kepada calon wisudawan.

Gus Tolet mengisahkan masa lalunya yang tidak langsung berjalan mulus. Ia sempat mencoba beberapa pekerjaan sebelum akhirnya menemukan passion di dunia desain. Dari sana, ia mulai membangun brand sendiri dan membuka toko pakaian. Namun, kreativitasnya tidak berhenti pada urusan bisnis. Ia kemudian membentuk komunitas, menggagas berbagai acara, dan terlibat dalam kegiatan sosial.

Pengalaman tersebut menjadi pijakan ketika ia berbicara tentang pilihan karier kepada calon wisudawan UPMI Bali. Menurutnya, persoalan terpenting setelah lulus bukan semata-mata memilih satu profesi dan meninggalkan kemungkinan lainnya. Yang lebih penting adalah berani memulai sesuatu dari hal yang disukai, kemudian membiarkannya berkembang ke berbagai kemungkinan. Termasuk bagi mereka yang memilih jalan sebagai guru.

Lima penanya beruntung mendapatkan hadiah dari Gus Tolet sebagai tanda apresiasi│Foto: Dok. UPMI Bali

Sebagian besar calon wisudawan UPMI Bali memang diproyeksikan melanjutkan karier di dunia pendidikan. Bagi Gus Tolet, hal itu justru menarik. Ia mengaku kagum melihat masih banyak anak muda yang memiliki minat dan semangat menjadi guru.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Kalian akan melakukan hal yang penting, mendidik generasi berikutnya. Bagi saya, ini keren,” kata Gus Tolet.

Menjadi guru, dalam pandangannya, tidak berarti seseorang harus menutup pintu terhadap bidang lain. Ia melihat peluang berkembang justru terbuka ketika seseorang berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Media sosial, misalnya, telah membuat banyak guru memiliki ruang baru untuk berkarya. Tidak sedikit guru yang membuat konten dan membangun audiens dengan tetap membawa tema pendidikan.

Karena itu, Gus Tolet mendorong calon wisudawan agar tidak terlalu lama berhenti pada keraguan.

Rektor UPMI Bali (kiri) memberikan sertifikat kepada dua narasumber│Foto: Dok. UPMI Bali

“Kalau kalian punya ide dan mau mencoba, jangan terlalu banyak bertimbang. Ujung-ujungnya, nggak jadi melangkah. Jeg gas saja dulu, curhatnya belakangan. Bisa atau tidak bisa itu tentang kemampuan, kuat atau tidak kuat itu tentang mental,” tegasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat pembekalan yang memang dirancang untuk membuka pandangan calon wisudawan terhadap dunia setelah kampus. Ketua panitia kegiatan yang juga Kepala Pusat Pengembangan Karier (PPK) dan Tracer Study UPMI Bali, Luh Putu Swandewi Antari, S.H., M.H., mengatakan kegiatan sengaja menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi.

Harapannya, calon wisudawan tidak hanya mengetahui peluang karier yang tersedia, tetapi juga semakin mantap melangkah meniti masa depan. Pengalaman praktisi seperti Gus Tolet dapat memberi gambaran bahwa perjalanan karier tidak selalu berlangsung lurus. Sementara perspektif akademisi memberikan bekal yang lebih dekat dengan bidang pendidikan yang akan mereka lakoni.

Pembekalan pengembangan karier bagi calon wisudawan UPMI Bali 2026, (14/8)│Foto: Dok. UPMI Bali

Perspektif itu salah satunya datang dari Dr. I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika, S.Pd., M.Pd., dosen UPMI Bali sekaligus Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UPMI Bali. Gung Trisna memaparkan peluang pengembangan karier bagi calon wisudawan, khususnya mereka yang ingin menekuni profesi sebagai tenaga pendidik.

Salah satu jalannya adalah mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka kesempatan kerja sebagai guru profesional.

“Kalau ada yang bertanya setelah wisuda nanti mau jadi apa? Kalian bisa memilih menjadi guru atau memilih berkarier di bidang lain. Tapi kalau bisa dipilih dan dijalankan keduanya, kenapa tidak?” ujar Gung Trisna.

Dua perspektif itu bertemu pada satu gagasan─kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk menentukan arah. Gelar sarjana memang membuka pintu, tetapi langkah berikutnya tetap ditentukan oleh keberanian untuk mencoba, kemampuan untuk berkembang, dan kesiapan menghadapi perubahan.

Pembekalan pengembangan karier bagi calon wisudawan UPMI Bali 2026, (14/8)│Foto: Dok. UPMI Bali

Pembekalan yang dimoderatori I Made Adnyana, dosen UPMI Bali sekaligus podcaster di kanal YouTube Oke Made, berlangsung dalam suasana yang cair dan hangat. Kehadiran Gus Tolet membuat pembicaraan karier terasa dekat dengan pengalaman sehari-hari anak muda, sementara pemaparan Gung Trisna menguatkan pilihan mereka yang hendak melanjutkan jalan di dunia pendidikan.

Pada akhirnya, tantangan Rp1,5 juta per bulan dari Gus Tolet mungkin saja hanya akan berhenti sebagai sebuah kesempatan yang ditawarkan dari atas panggung. Namun, bagi calon wisudawan yang hadir, pesan yang dibawanya jauh lebih besar daripada tawaran membuat konten.

Ada keberanian untuk mencoba. Ada kemungkinan untuk menggabungkan profesi dengan kreativitas. Dan, ada satu pengingat sederhana bahwa masa depan tidak selalu harus dipilih dari dua jalan yang saling berlawanan. Terkadang, seperti kata Gung Trisna, keduanya justru bisa dijalankan beriringan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: PendidikanUniversitas PGRI Mahadewa IndonesiaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

Next Post

Mengejar Embun Upas ——Saat Manusia Memburu Keajaiban yang Hanya Bertahan Sebentar di Dieng

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails
Next Post
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Mengejar Embun Upas ------Saat Manusia Memburu Keajaiban yang Hanya Bertahan Sebentar di Dieng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co