16 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
in Khas
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

Pembekalan pengembangan karier bagi calon wisudawan UPMI Bali 2026, (14/8)│Foto: Dok. UPMI Bali

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan. Hayo, siapa yang mau?”

Tantangan itu meluncur begitu saja dari Ida Bagus Agung Brahmadiguna, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Tolet, di hadapan ratusan calon wisudawan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Tentu tawaran semacam itu tidak biasa muncul dalam sebuah kegiatan pembekalan karier. Namun, bukan Gus Tolet namanya kalau tidak membawa ide spontan dan kreatif.

Jumat, 14 Agustus 2026, di Auditorium Redha Gunawan, UPMI Bali, suasana pembekalan pengembangan karier calon wisudawan UPMI Bali 2026 itu pun menjadi lebih cair. Di tengah pembicaraan tentang masa depan, pekerjaan, dan dunia pendidikan, Gus Tolet justru membuka kemungkinan-kemungkinan lain. Bagaimana kreativitas, pendidikan, media sosial, dan industri kreatif dapat berjalan beriringan.

Tidak ada peserta yang langsung menyambut tantangan tersebut. Entah karena belum yakin dengan tawaran itu atau masih ragu apakah Gus Tolet benar-benar serius. Ia kemudian kembali membuka kesempatan.

“Begini saja. Saya tunggu, kalau ada yang berminat, silakan DM saya.”

Dari kiri ke kanan, I Made Adnyana, Gung Trisna, Gus Tolet│Foto: Dok. UPMI Bali

Tawaran itu bukan sekadar gimmick. Di baliknya ada pengalaman panjang seorang Gus Tolet dalam membangun ruang kreatif. Ia merupakan founder Handmad Campah (clothing) sekaligus penggagas PICA Fest. Ia juga terlibat dalam berbagai gerakan dan komunitas, antara lain 2Tak Menolak Punah, Pop Plant Market, Good Karma Land, Good Vespa, Komunitas Reptile Bali, serta Agata (Anak Gaul Tabanan).

Perjalanan itulah yang kemudian menjadi bagian penting dari cerita yang ia bagikan kepada calon wisudawan.

Gus Tolet mengisahkan masa lalunya yang tidak langsung berjalan mulus. Ia sempat mencoba beberapa pekerjaan sebelum akhirnya menemukan passion di dunia desain. Dari sana, ia mulai membangun brand sendiri dan membuka toko pakaian. Namun, kreativitasnya tidak berhenti pada urusan bisnis. Ia kemudian membentuk komunitas, menggagas berbagai acara, dan terlibat dalam kegiatan sosial.

Pengalaman tersebut menjadi pijakan ketika ia berbicara tentang pilihan karier kepada calon wisudawan UPMI Bali. Menurutnya, persoalan terpenting setelah lulus bukan semata-mata memilih satu profesi dan meninggalkan kemungkinan lainnya. Yang lebih penting adalah berani memulai sesuatu dari hal yang disukai, kemudian membiarkannya berkembang ke berbagai kemungkinan. Termasuk bagi mereka yang memilih jalan sebagai guru.

Lima penanya beruntung mendapatkan hadiah dari Gus Tolet sebagai tanda apresiasi│Foto: Dok. UPMI Bali

Sebagian besar calon wisudawan UPMI Bali memang diproyeksikan melanjutkan karier di dunia pendidikan. Bagi Gus Tolet, hal itu justru menarik. Ia mengaku kagum melihat masih banyak anak muda yang memiliki minat dan semangat menjadi guru.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Kalian akan melakukan hal yang penting, mendidik generasi berikutnya. Bagi saya, ini keren,” kata Gus Tolet.

Menjadi guru, dalam pandangannya, tidak berarti seseorang harus menutup pintu terhadap bidang lain. Ia melihat peluang berkembang justru terbuka ketika seseorang berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Media sosial, misalnya, telah membuat banyak guru memiliki ruang baru untuk berkarya. Tidak sedikit guru yang membuat konten dan membangun audiens dengan tetap membawa tema pendidikan.

Karena itu, Gus Tolet mendorong calon wisudawan agar tidak terlalu lama berhenti pada keraguan.

Rektor UPMI Bali (kiri) memberikan sertifikat kepada dua narasumber│Foto: Dok. UPMI Bali

“Kalau kalian punya ide dan mau mencoba, jangan terlalu banyak bertimbang. Ujung-ujungnya, nggak jadi melangkah. Jeg gas saja dulu, curhatnya belakangan. Bisa atau tidak bisa itu tentang kemampuan, kuat atau tidak kuat itu tentang mental,” tegasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat pembekalan yang memang dirancang untuk membuka pandangan calon wisudawan terhadap dunia setelah kampus. Ketua panitia kegiatan yang juga Kepala Pusat Pengembangan Karier (PPK) dan Tracer Study UPMI Bali, Luh Putu Swandewi Antari, S.H., M.H., mengatakan kegiatan sengaja menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi.

Harapannya, calon wisudawan tidak hanya mengetahui peluang karier yang tersedia, tetapi juga semakin mantap melangkah meniti masa depan. Pengalaman praktisi seperti Gus Tolet dapat memberi gambaran bahwa perjalanan karier tidak selalu berlangsung lurus. Sementara perspektif akademisi memberikan bekal yang lebih dekat dengan bidang pendidikan yang akan mereka lakoni.

Pembekalan pengembangan karier bagi calon wisudawan UPMI Bali 2026, (14/8)│Foto: Dok. UPMI Bali

Perspektif itu salah satunya datang dari Dr. I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika, S.Pd., M.Pd., dosen UPMI Bali sekaligus Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UPMI Bali. Gung Trisna memaparkan peluang pengembangan karier bagi calon wisudawan, khususnya mereka yang ingin menekuni profesi sebagai tenaga pendidik.

Salah satu jalannya adalah mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka kesempatan kerja sebagai guru profesional.

“Kalau ada yang bertanya setelah wisuda nanti mau jadi apa? Kalian bisa memilih menjadi guru atau memilih berkarier di bidang lain. Tapi kalau bisa dipilih dan dijalankan keduanya, kenapa tidak?” ujar Gung Trisna.

Dua perspektif itu bertemu pada satu gagasan─kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk menentukan arah. Gelar sarjana memang membuka pintu, tetapi langkah berikutnya tetap ditentukan oleh keberanian untuk mencoba, kemampuan untuk berkembang, dan kesiapan menghadapi perubahan.

Pembekalan pengembangan karier bagi calon wisudawan UPMI Bali 2026, (14/8)│Foto: Dok. UPMI Bali

Pembekalan yang dimoderatori I Made Adnyana, dosen UPMI Bali sekaligus podcaster di kanal YouTube Oke Made, berlangsung dalam suasana yang cair dan hangat. Kehadiran Gus Tolet membuat pembicaraan karier terasa dekat dengan pengalaman sehari-hari anak muda, sementara pemaparan Gung Trisna menguatkan pilihan mereka yang hendak melanjutkan jalan di dunia pendidikan.

Pada akhirnya, tantangan Rp1,5 juta per bulan dari Gus Tolet mungkin saja hanya akan berhenti sebagai sebuah kesempatan yang ditawarkan dari atas panggung. Namun, bagi calon wisudawan yang hadir, pesan yang dibawanya jauh lebih besar daripada tawaran membuat konten.

Ada keberanian untuk mencoba. Ada kemungkinan untuk menggabungkan profesi dengan kreativitas. Dan, ada satu pengingat sederhana bahwa masa depan tidak selalu harus dipilih dari dua jalan yang saling berlawanan. Terkadang, seperti kata Gung Trisna, keduanya justru bisa dijalankan beriringan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: PendidikanUniversitas PGRI Mahadewa IndonesiaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

Next Post

Mengejar Embun Upas ——Saat Manusia Memburu Keajaiban yang Hanya Bertahan Sebentar di Dieng

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails
Next Post
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Mengejar Embun Upas ------Saat Manusia Memburu Keajaiban yang Hanya Bertahan Sebentar di Dieng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital
Pendidikan

Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

KESEHATAN mental remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau sekolah. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali perubahan yang...

by tatkala
August 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Mengejar Embun Upas ——Saat Manusia Memburu Keajaiban yang Hanya Bertahan Sebentar di Dieng

Bagaimana mungkin satu fenomena alam yang sama dapat menjadi keajaiban bagi seseorang dan penderitaan bagi orang lain? Kita menunggu embun...

by Tri Nugroho Adi
August 16, 2026
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah
Khas

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan
Bahasa

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

by I Made Sudiana
August 15, 2026
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz
Esai

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

SAYA kembali membuka buku The Interpretation of Cultures karya Clifford Geertz setelah membaca sebuah berita tentang seorang lelaki yang tewas...

by Angga Wijaya
August 15, 2026
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia
Panggung

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi
Panggung

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Dari Duta SMA ke Duta Besar
Esai

Dari Duta SMA ke Duta Besar

SEJAK Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristekdikti, Program Duta SMA sudah diluncurkan tepatnya pada 2022 melalui  Direktorat SMA dan terus dilanjutkan...

by I Nyoman Tingkat
August 15, 2026
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026
Tualang

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan
Panggung

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali
Esai

Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali

MASYARAKAT Bali sejak lama dikenal memiliki fondasi sosial yang sangat kuat, yang hidup dan bernapas melalui nilai-nilai gotong royong tradisional....

by Nur Kamilia
August 14, 2026
AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan
Pendidikan

AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan

Asosiasi Wirausaha Inklusif Indonesia (AWINDO) memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM disabilitas melalui training legalitas usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari...

by Angga Wijaya
August 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co