5 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Duta SMA ke Duta Besar

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 15, 2026
in Esai
Dari Duta SMA ke Duta Besar

Pemilihan Duta SMA Tahun 2026 berlangsung selama 5 hari di Kota Yogyakarta

SEJAK Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristekdikti, Program Duta SMA sudah diluncurkan tepatnya pada 2022 melalui  Direktorat SMA dan terus dilanjutkan oleh Abdul Mu’ti yang memimpin Kemendikdasmen. Walaupun Nomenklatur Kementerian berubah, Program Duta SMA masih menjadi program primadona pelajar SMA seluruh Indonesia. Buktinya pelajar SMA yang berpartisipasi dalam kegiatan ini pada 2026 sebanyak 2241 orang, padahal yang dicari hanya 76 orang dengan dua orang perwakilan masing-masing provinsi (laki-laki dan perempuan). Pada 2026, Program Duta SMA sudah memasuki Tahun V. Tema yang diusung untuk Pemilihan Duta SMA Angkatan V adalah “Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa”

Sebagai Kepala Sekolah, saya berharap program ini menjadi agenda tahunan berkelanjutan (walaupun rezim berganti) untuk menyiapkan generasi emas 2045. Bukan karena sekolah yang saya pimpin berhasil lolos, saya menyaksikan betapa serunya mereka belajar sebelum acara formal dimulai di bawah bimbingan seniornya yang mantan Duta SMA tahun sebelumnya dan kini sudah menjadi mahasiswa. Begitu mereka bergabung, walaupun ada yang terlambat datang karena kondisi dan penerbangan yang tidak tepat waktu, diskusi langsung hangat. Hal itu misalnya, saya amati Duta SMA  dari Provinsi Bali,  I Komang Agus Wahyu Suliandika (SMA Negeri 2 Kuta Selatan) dan  Desak Ketut Ari Septiana  (SMA Negeri 1 Singaraja) tidak perlu waktu lama mereka cepat beradaptasi dan langsung ngegas dengan ide-ide briliannya. Salut buat Duta Bali, tidak hanya di dalam sesi Kelas di Indoluxe Hotel Yogyakarta mereka jago. Terpantau juga di Kraton Yogyakarta, mereka menjadi pusat kendali dengan argumentasi cerdas, bernas, bermakna, bermartabat tentu saja berkarakter. Walaupun Wakil Bali tidak menjadi Juara dalam Pemilihan Duta SMA 2026, dari disiplin, wawasan, keaktifan, komunikasi, kepemimpinan, integritas tampaknya mereka bersinar. Hal ini dapat menjadi harapan masa depan Manusia Bali Unggul untuk menulis Indonesia kian mendunia.

Pemilihan Duta SMA Tahun 2026 berlangsung selama 5 hari di Kota Yogyakarta menjadi menarik dikulik. Pertama, Yogyakarta mewakili keseluruhan tema, “Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa”. Kedua, Status Yogyakarta sebagai Kota Pelajar sekaligus Kota Perjuangan dan Daerah Istimewa menjadi atmosfir penguatan karakter. Ketiga, dibandingkan dengan Jakarta, aura Yogyakarta lebih adem dan inspiratif. Ini tampaknya tidak terlepas dari berkah Dalem Keraton Yogyakarta yang tidak mengenal Pemilihan Langsung Gubernur seperti daerah lain, termasuk DKI Jakarta.

Direktur SMA Kemendikdasmen  Yuli Haryanto, S.E., M.Si. yang menyambut kedatangan peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia  menekankan, “Pemilihan Duta SMA Tingkat Nasional bukan semata-mata menjadi juara, walaupun juara harus dihasilkan sebagai konsekuensi dari sebuah seleksi.  Yang lebih penting, setelah Pengukuhan dan Penguatan, Duta SMA masing-masing Provinsi harus terus bergerak menjadi agen perubahan bergandengan tangan dengan pemangku kepentingan di daerah untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Pada bagian lain, Direktur SMA juga menyampaikan tujuan Pemilihan Duta SMA Tahun 2026. Pertama, mempersiapkan Duta SMA sebagai pemimpin muda yang berkarakter, adaptif, dan mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya; Kedua, mendorong implementasi program prioritas Kemendikdasmen melalui aksi nyata yang dilakukan Duta SMA di sekolah dan masyarakat; Ketiga, membangun kolaborasi antar Duta SMA untuk menciptakan inovasi dan dampak positif demi kemajuan Pendidikan Indonesia.

Selanjutnya Dirjen PAUD Dikdas dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas PNFI  ) Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D menggarisbawahi pentingnya mental baja melawan kemalasan dan kebodohan. Lantas, ia berkisah tentang perjalanan hidupnya yang bermula dari guru SMA dengan dukungan beasiswa mampu menaklukkan dunia akademik di Amerika Serikat (Oregon State University) hingga S-3 padahal saat menjadi guru hanya bermodal ijazah D-3 Pendidikan Matematika Universitas Airlangga. Kisahnya sebagai manusia pembelajar menginspirasi munculnya berbagai tanggapan dari para Duta SMA.  Desak Ketut Ari Septiana misalnya, merespon pertanyaan,  “Mengapa menjadi Duta SMA ? “Berbagai ekstrakurikuler pernah saya coba, Berbagai lomba debat juga pernah saya ikuti. Saya berdialog dengan Tuhan, mengapa tidak mengizinkan saya menang lomba baca puisi, misalnya. Ternyata  Tuhan memilihkan saya menjadi Duta SMA”, kata Septi panggilan siswa SMA Negeri 1 Singaraja seraya mengungkapkan cita-citanya berkuliah di Fakultas Hukum UGM.

Pengakuan Septi mirip dengan I Komang Agus Wahyu Suliandika (SMA Negeri 2 Kuta Selatan) yang gagal ke Jakarta saat SMP karena hanya bercokol di Juara II dalam ajang Festival Bahasa Ibu saat SMP 2024. “Tuhan ternyata menyediakan karpet merah buat saya menjadi Duta SMA 2026”, kata Wahyu reflektif mengenang kegagalannya.

Begitulah Dirjen PAUD Dikdas PNFI memberikan arahan sekaligus berdialog  dengan peserta tanpa kesan menggurui, tetapi menggali kegundahan peserta dari berbagai Provinsi seluruh Indonesia. Dirjen Gogot Suharwoto juga mempunyai cara khas dalam Membuka Acara dengan Pemukulan Gong secara bergantian mulai dari Pejabat tertinggi hingga perwakilan Duta SMA (laki-laki dan perempuan) sehingga suara gongnya pun tidak beraturan dan jumlah pukulan gong sesuai dengan jumah orang yang berada diatas panggung. Tampaknya kepemimpinan Pak Dirjen terinspirasi dari penabuh gamelan. Gayanya sangat cocok dengan tema memperkuat budaya bangsa yang  disambut  hadirin  dengan  gemuruh tepuk tangan memberikan aplaus.

“Dengan pemukulan gong secara bergantian, maka Pembukaan Acara Pengukuhan dan Penguatan Duta SMA 2026, resmi dimulai. Seluruh peserta, mohon menggunakan selempangnya masing-masing”, demikian pewara memberikan arahan dari sudut ruangan Indoluxe Hotel Yogyakarta.

Acara Pengukuhan dan Penguatan Duta SMA 2026 berlangsung spektakuler diawali dengan persembahan Tari Golek Ayun-Ayun dari SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Yogyakarta. Tari Golek Ayun-Ayun merupakan tari klasik gaya Yogyakarta berkisah tentang  seorang perempuan muda dalam menemukan jati diri, keanggunan, dan kedewasaan melalui gerak yang lemah lembut penuh makna. Kata golek berarti mencari sedangkan ayun-ayun bermakna gerakan berayun. Secara keseluruhan Tari Golek Ayun-Ayun bermakna perjalanan remaja mencari dan menata diri menuju kematangan melalui gerakan yang lembut, teratur, dan penuh pengendalian diri. Gerakan tari mencerminkan  nilai karakter, ketelitian, kesopanan, serta keseimbangan lahir dan batin. Tarian ini dibawakan tiga perempuan dan satu laki-laki sebagai pemberi komando, Kevin namanya. Ketiga penari yang cantik itu adalah Putri, Anggun, dan Aesia. Lenggak-lenggoknya mencerminkan keseluruhan perjuangan peserta hingga sampai di Yogyakarta. Tarian ini diiringi gamelan Jawa dan mampu menyedot perhatian selurah Duta SMA dan para undangan yang hadir. Terasa tepat mewakili tema yang diusung dalam memperkuat budaya bangsa.

Acara Pengukuhan dan Penguatan Duta SMA 2026 berlangsung selama 5 hari di Yogyakarta diisi dengan sesi materi: Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Gerakan 7 KAIH, Serimoni Pembukaan, Perjalanan Budaya ke Keraton, Kunjungan ke SMA Negeri 2 Ngaglik, Materi Kesehatan Mental, Materi Talenta, Penampilan dan Pengenalan Duta SMA Provinsi, Penganugrahan Juara Duta SMA dengan berbagai katagori, Materi BKKBN, Materi Publikasi dan Komunikasi, Penyusunan Rencana Tindak Lanjut, dan Malam Keakraban.  Dua materi tergolong baru yang tidak diperoleh Duta SMA tahun-tahun sebelumnya, yaitu Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dari Bank Indonesia dan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi dari KPK RI. Semua sesi Materi dan diskusi berlangsung di Indoluxe Hotel Yogyakarta,sedangkan Malam Penganugrahan Duta SMA 2026 berlangsung di Pelataran Candi Prambanan.

Dalam kunjungan lapangan ke SMA Negeri 2 Ngaglik, Duta SMA disambut para siswa dengan lagu “Rukun Sama Teman” yang secara spontanitas para Duta SMA berbaur menyanyi  bersama. Asyiknya mereka bernyanyi, sampai lupa lapar. Setelah rehat makan siang, dilanjutkan acara simulasi Budaya dan Demo Ekstrakurikuler yang beragam termasuk Demo Memasak. Menariknya acara di SMA ini juga dihadiri para mahasiswa asing yang berkuliah di UGM.  Sebagaimana namanya Duta SMA  bertugas menjadi pelantang sebaya untuk memperkuat budaya bangsa. “Dari Duta SMA, kelak  bisa menjadi Duta Besar”, seloroh Dirjen PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto.[T]

Tags: PendidikansekolahYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Next Post

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
0
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

Read moreDetails

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
0
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

Read moreDetails

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026
0
Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

Read moreDetails

Membaca Trilogi Kejujuran Wong Banyumas dari Dapur, Panggung, dan Mulut

by Tri Nugroho Adi
September 4, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tubuh yang Bicara Sore di Banyumas tidak dimulai dengan jam. Ia dimulai dengan suara wajan. "Sesss" minyak panas ketemu adonan...

Read moreDetails

BALI DALAM “FENOMENA KUTUKAN ORANG BAIK”

by Sugi Lanus
September 2, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus “Hukuman bagi orang-orang baik yang menolak untuk terlibat dalam politik adalah mereka akan diperintah oleh orang-orang yang...

Read moreDetails

Sepi Tak Berarti Tiada

by Angga Wijaya
September 2, 2026
0
Sepi Tak Berarti Tiada

DIBANDINGKAN poliklinik lain, Poliklinik Psikiatri memang lebih sepi pasien, apalagi di rumah sakit kecil. Namun, bagi saya, mereka yang memiliki...

Read moreDetails

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
0
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki...

Read moreDetails

Ketika Api Menjadi Cermin

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

Read moreDetails

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

by Made Chandra
August 31, 2026
0
Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

Read moreDetails

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026
0
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

Read moreDetails
Next Post
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot
Ulas Pentas

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

by Asmaran Dani
September 4, 2026
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja
Kuliner

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membaca Trilogi Kejujuran Wong Banyumas dari Dapur, Panggung, dan Mulut

Tubuh yang Bicara Sore di Banyumas tidak dimulai dengan jam. Ia dimulai dengan suara wajan. "Sesss" minyak panas ketemu adonan...

by Tri Nugroho Adi
September 4, 2026
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif
Ulas Rupa

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

by Hartanto
September 3, 2026
Gol versus Gul
Bahasa

Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

by I Made Sudiana
September 3, 2026
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana
Ulas Rupa

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

by I Wayan Westa
September 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co