25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Duta SMA ke Duta Besar

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 15, 2026
in Esai
Dari Duta SMA ke Duta Besar

Pemilihan Duta SMA Tahun 2026 berlangsung selama 5 hari di Kota Yogyakarta

SEJAK Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristekdikti, Program Duta SMA sudah diluncurkan tepatnya pada 2022 melalui  Direktorat SMA dan terus dilanjutkan oleh Abdul Mu’ti yang memimpin Kemendikdasmen. Walaupun Nomenklatur Kementerian berubah, Program Duta SMA masih menjadi program primadona pelajar SMA seluruh Indonesia. Buktinya pelajar SMA yang berpartisipasi dalam kegiatan ini pada 2026 sebanyak 2241 orang, padahal yang dicari hanya 76 orang dengan dua orang perwakilan masing-masing provinsi (laki-laki dan perempuan). Pada 2026, Program Duta SMA sudah memasuki Tahun V. Tema yang diusung untuk Pemilihan Duta SMA Angkatan V adalah “Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa”

Sebagai Kepala Sekolah, saya berharap program ini menjadi agenda tahunan berkelanjutan (walaupun rezim berganti) untuk menyiapkan generasi emas 2045. Bukan karena sekolah yang saya pimpin berhasil lolos, saya menyaksikan betapa serunya mereka belajar sebelum acara formal dimulai di bawah bimbingan seniornya yang mantan Duta SMA tahun sebelumnya dan kini sudah menjadi mahasiswa. Begitu mereka bergabung, walaupun ada yang terlambat datang karena kondisi dan penerbangan yang tidak tepat waktu, diskusi langsung hangat. Hal itu misalnya, saya amati Duta SMA  dari Provinsi Bali,  I Komang Agus Wahyu Suliandika (SMA Negeri 2 Kuta Selatan) dan  Desak Ketut Ari Septiana  (SMA Negeri 1 Singaraja) tidak perlu waktu lama mereka cepat beradaptasi dan langsung ngegas dengan ide-ide briliannya. Salut buat Duta Bali, tidak hanya di dalam sesi Kelas di Indoluxe Hotel Yogyakarta mereka jago. Terpantau juga di Kraton Yogyakarta, mereka menjadi pusat kendali dengan argumentasi cerdas, bernas, bermakna, bermartabat tentu saja berkarakter. Walaupun Wakil Bali tidak menjadi Juara dalam Pemilihan Duta SMA 2026, dari disiplin, wawasan, keaktifan, komunikasi, kepemimpinan, integritas tampaknya mereka bersinar. Hal ini dapat menjadi harapan masa depan Manusia Bali Unggul untuk menulis Indonesia kian mendunia.

Pemilihan Duta SMA Tahun 2026 berlangsung selama 5 hari di Kota Yogyakarta menjadi menarik dikulik. Pertama, Yogyakarta mewakili keseluruhan tema, “Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa”. Kedua, Status Yogyakarta sebagai Kota Pelajar sekaligus Kota Perjuangan dan Daerah Istimewa menjadi atmosfir penguatan karakter. Ketiga, dibandingkan dengan Jakarta, aura Yogyakarta lebih adem dan inspiratif. Ini tampaknya tidak terlepas dari berkah Dalem Keraton Yogyakarta yang tidak mengenal Pemilihan Langsung Gubernur seperti daerah lain, termasuk DKI Jakarta.

Direktur SMA Kemendikdasmen  Yuli Haryanto, S.E., M.Si. yang menyambut kedatangan peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia  menekankan, “Pemilihan Duta SMA Tingkat Nasional bukan semata-mata menjadi juara, walaupun juara harus dihasilkan sebagai konsekuensi dari sebuah seleksi.  Yang lebih penting, setelah Pengukuhan dan Penguatan, Duta SMA masing-masing Provinsi harus terus bergerak menjadi agen perubahan bergandengan tangan dengan pemangku kepentingan di daerah untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Pada bagian lain, Direktur SMA juga menyampaikan tujuan Pemilihan Duta SMA Tahun 2026. Pertama, mempersiapkan Duta SMA sebagai pemimpin muda yang berkarakter, adaptif, dan mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya; Kedua, mendorong implementasi program prioritas Kemendikdasmen melalui aksi nyata yang dilakukan Duta SMA di sekolah dan masyarakat; Ketiga, membangun kolaborasi antar Duta SMA untuk menciptakan inovasi dan dampak positif demi kemajuan Pendidikan Indonesia.

Selanjutnya Dirjen PAUD Dikdas dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas PNFI  ) Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D menggarisbawahi pentingnya mental baja melawan kemalasan dan kebodohan. Lantas, ia berkisah tentang perjalanan hidupnya yang bermula dari guru SMA dengan dukungan beasiswa mampu menaklukkan dunia akademik di Amerika Serikat (Oregon State University) hingga S-3 padahal saat menjadi guru hanya bermodal ijazah D-3 Pendidikan Matematika Universitas Airlangga. Kisahnya sebagai manusia pembelajar menginspirasi munculnya berbagai tanggapan dari para Duta SMA.  Desak Ketut Ari Septiana misalnya, merespon pertanyaan,  “Mengapa menjadi Duta SMA ? “Berbagai ekstrakurikuler pernah saya coba, Berbagai lomba debat juga pernah saya ikuti. Saya berdialog dengan Tuhan, mengapa tidak mengizinkan saya menang lomba baca puisi, misalnya. Ternyata  Tuhan memilihkan saya menjadi Duta SMA”, kata Septi panggilan siswa SMA Negeri 1 Singaraja seraya mengungkapkan cita-citanya berkuliah di Fakultas Hukum UGM.

Pengakuan Septi mirip dengan I Komang Agus Wahyu Suliandika (SMA Negeri 2 Kuta Selatan) yang gagal ke Jakarta saat SMP karena hanya bercokol di Juara II dalam ajang Festival Bahasa Ibu saat SMP 2024. “Tuhan ternyata menyediakan karpet merah buat saya menjadi Duta SMA 2026”, kata Wahyu reflektif mengenang kegagalannya.

Begitulah Dirjen PAUD Dikdas PNFI memberikan arahan sekaligus berdialog  dengan peserta tanpa kesan menggurui, tetapi menggali kegundahan peserta dari berbagai Provinsi seluruh Indonesia. Dirjen Gogot Suharwoto juga mempunyai cara khas dalam Membuka Acara dengan Pemukulan Gong secara bergantian mulai dari Pejabat tertinggi hingga perwakilan Duta SMA (laki-laki dan perempuan) sehingga suara gongnya pun tidak beraturan dan jumlah pukulan gong sesuai dengan jumah orang yang berada diatas panggung. Tampaknya kepemimpinan Pak Dirjen terinspirasi dari penabuh gamelan. Gayanya sangat cocok dengan tema memperkuat budaya bangsa yang  disambut  hadirin  dengan  gemuruh tepuk tangan memberikan aplaus.

“Dengan pemukulan gong secara bergantian, maka Pembukaan Acara Pengukuhan dan Penguatan Duta SMA 2026, resmi dimulai. Seluruh peserta, mohon menggunakan selempangnya masing-masing”, demikian pewara memberikan arahan dari sudut ruangan Indoluxe Hotel Yogyakarta.

Acara Pengukuhan dan Penguatan Duta SMA 2026 berlangsung spektakuler diawali dengan persembahan Tari Golek Ayun-Ayun dari SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Yogyakarta. Tari Golek Ayun-Ayun merupakan tari klasik gaya Yogyakarta berkisah tentang  seorang perempuan muda dalam menemukan jati diri, keanggunan, dan kedewasaan melalui gerak yang lemah lembut penuh makna. Kata golek berarti mencari sedangkan ayun-ayun bermakna gerakan berayun. Secara keseluruhan Tari Golek Ayun-Ayun bermakna perjalanan remaja mencari dan menata diri menuju kematangan melalui gerakan yang lembut, teratur, dan penuh pengendalian diri. Gerakan tari mencerminkan  nilai karakter, ketelitian, kesopanan, serta keseimbangan lahir dan batin. Tarian ini dibawakan tiga perempuan dan satu laki-laki sebagai pemberi komando, Kevin namanya. Ketiga penari yang cantik itu adalah Putri, Anggun, dan Aesia. Lenggak-lenggoknya mencerminkan keseluruhan perjuangan peserta hingga sampai di Yogyakarta. Tarian ini diiringi gamelan Jawa dan mampu menyedot perhatian selurah Duta SMA dan para undangan yang hadir. Terasa tepat mewakili tema yang diusung dalam memperkuat budaya bangsa.

Acara Pengukuhan dan Penguatan Duta SMA 2026 berlangsung selama 5 hari di Yogyakarta diisi dengan sesi materi: Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Gerakan 7 KAIH, Serimoni Pembukaan, Perjalanan Budaya ke Keraton, Kunjungan ke SMA Negeri 2 Ngaglik, Materi Kesehatan Mental, Materi Talenta, Penampilan dan Pengenalan Duta SMA Provinsi, Penganugrahan Juara Duta SMA dengan berbagai katagori, Materi BKKBN, Materi Publikasi dan Komunikasi, Penyusunan Rencana Tindak Lanjut, dan Malam Keakraban.  Dua materi tergolong baru yang tidak diperoleh Duta SMA tahun-tahun sebelumnya, yaitu Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dari Bank Indonesia dan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi dari KPK RI. Semua sesi Materi dan diskusi berlangsung di Indoluxe Hotel Yogyakarta,sedangkan Malam Penganugrahan Duta SMA 2026 berlangsung di Pelataran Candi Prambanan.

Dalam kunjungan lapangan ke SMA Negeri 2 Ngaglik, Duta SMA disambut para siswa dengan lagu “Rukun Sama Teman” yang secara spontanitas para Duta SMA berbaur menyanyi  bersama. Asyiknya mereka bernyanyi, sampai lupa lapar. Setelah rehat makan siang, dilanjutkan acara simulasi Budaya dan Demo Ekstrakurikuler yang beragam termasuk Demo Memasak. Menariknya acara di SMA ini juga dihadiri para mahasiswa asing yang berkuliah di UGM.  Sebagaimana namanya Duta SMA  bertugas menjadi pelantang sebaya untuk memperkuat budaya bangsa. “Dari Duta SMA, kelak  bisa menjadi Duta Besar”, seloroh Dirjen PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto.[T]

Tags: PendidikansekolahYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Next Post

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails
Next Post
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co