5 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
in Panggung
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

Kegiatan Hari Ekspresi di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (10/8)│Foto: OSIS Kesbam

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang dimainkan para siswa. Panggung aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin, 10 Agustus 2026, berubah menjadi ruang ekspresi yang jauh dari suasana belajar di dalam kelas.

Hari itu, semangat kemerdekaan datang lebih awal di Kesbam. Meski Hari Kemerdekaan Republik Indonesia baru diperingati pada 17 Agustus, para siswa sudah lebih dahulu merayakannya melalui Hari Ekspresi dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menjadi panggung bagi siswa kelas X dan XI untuk menunjukkan keberanian tampil, kreativitas, sekaligus kekompakan kelas. Sementara itu, kelas XII memang tidak diikutsertakan karena sedang menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Sejak awal acara, panggung tidak hanya diisi satu jenis pertunjukan. Panitia menyediakan empat kategori yang dilombakan, yakni seni pertunjukan, musik, tari, dan kreativitas. Pada kategori seni pertunjukan, siswa dapat memilih drama perjuangan, teater kesehatan, puisi kemerdekaan, monolog pahlawan, hingga storytelling. Sementara kategori musik membuka ruang bagi solo vokal lagu nasional, vocal group, band akustik, maupun paduan suara.

Kegiatan Hari Ekspresi di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (10/8)│Foto: OSIS Kesbam

Keragaman itu tampak di atas panggung. Ada siswa yang tampil membawa suasana tradisional melalui busana dan gerak tari. Ada pula yang memainkan drama dengan adegan yang membuat penonton ikut menahan perhatian. Di sela-sela pertunjukan, musik dan suara vokal siswa mengisi aula. Panggung yang semula hanya menjadi tempat kegiatan sekolah berubah menjadi ruang tempat siswa berani menunjukkan kemampuan mereka di hadapan teman-temannya.

Bagi sebagian siswa, kesempatan tampil seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, berdiri di depan banyak orang, menghafalkan dialog, mengatur gerakan, bernyanyi, atau memainkan sebuah karakter membutuhkan keberanian. Terlebih, setiap kelas datang membawa semangat untuk memberikan penampilan terbaiknya. Suporter dari masing-masing kelas pun ikut memainkan peran. Mereka tidak sekadar menonton, tetapi terus memberikan dukungan melalui sorakan dan tepuk tangan.

Kegiatan Hari Ekspresi di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (10/8)│Foto: OSIS Kesbam

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika panggung berubah menjadi arena drama. Para pemain bergerak mengikuti alur cerita, sementara beberapa siswa lain terbaring di lantai sebagai bagian dari adegan. Di sisi lain, penampilan musik juga menghadirkan suasana yang lebih santai. Seorang siswa tampil bernyanyi dengan iringan gitar, disusul penampilan vokal siswa lain yang mendapat sambutan penonton.

Ada pula penampilan yang memperlihatkan bagaimana kegiatan ini memberi ruang bagi siswa untuk menggabungkan unsur budaya dan kreativitas. Busana tradisional Bali, hingga pakaian bernuansa perjuangan hadir silih berganti. Di panggung yang sama, siswa tidak hanya dituntut tampil, tetapi juga belajar menerjemahkan gagasan menjadi sebuah pertunjukan.

Kegiatan Hari Ekspresi di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (10/8)│Foto: OSIS Kesbam

Hanin Azzahra Alwiyah Al-Kaff selaku Ketua Panitia OSIS, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut cukup melelahkan karena menjadi pengalaman pertamanya sebagai ketua panitia. Meski skalanya tidak besar, menurut Hanin, kegiatan itu menguras energi sekaligus memberinya banyak pengalaman baru.

“Menjadi ketua panitia untuk pertama kalinya cukup melelahkan. Walaupun acaranya bukan acara yang besar, kegiatan ini sangat menguras energi. Tetapi dari sini saya banyak belajar dan mendapatkan banyak hal baru,” ujar Hanin.

Ia menilai pelaksanaan kegiatan secara umum berjalan lancar, meski sempat muncul sejumlah kendala pada hari pelaksanaan. Salah satunya berkaitan dengan durasi penampilan. Beberapa peserta tidak sepenuhnya mengikuti ketentuan waktu yang telah ditetapkan panitia. Pada kategori tari, misalnya, durasi penampilan telah diatur selama lima hingga tujuh menit, tetapi ada peserta yang tampil hingga sekitar 15 menit. Kondisi tersebut sempat membuat susunan acara sedikit bergeser. Meski demikian, panitia akhirnya dapat mengatasinya dan melanjutkan kegiatan hingga selesai.

Kegiatan Hari Ekspresi di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (10/8)│Foto: OSIS Kesbam

Bagi I Wayan Agus Suardiana Putra, guru sekaligus salah satu dewan juri, kegiatan semacam ini memiliki manfaat bagi siswa. “Kegiatan ini bermanfaat karena memberi ruang bagi siswa untuk berani tampil, mengembangkan kreativitas, dan belajar bekerja sama dalam sebuah kegiatan,” ujarnya.

Apa yang berlangsung di aula hari itu pada akhirnya bukan semata-mata persoalan siapa yang tampil paling baik. Ada proses yang lebih panjang di balik setiap penampilan. Ada siswa yang berlatih, kelas yang menyusun konsep, panitia yang mengatur jalannya acara, serta suporter yang menjaga semangat teman-temannya.

Hari Ekspresi di Kesbam menjadi semacam pemanasan sebelum perayaan 17 Agustus. Kemerdekaan tidak hanya hadir dalam upacara dan pengibaran bendera. Di lingkungan sekolah, ia juga dapat dirayakan melalui keberanian untuk tampil, kesempatan untuk berkarya, dan kemauan untuk bekerja bersama.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: HUT Kemerdekaan RISMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Duta SMA ke Duta Besar

Next Post

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 28, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails
Next Post
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot
Ulas Pentas

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

by Asmaran Dani
September 4, 2026
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja
Kuliner

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membaca Trilogi Kejujuran Wong Banyumas dari Dapur, Panggung, dan Mulut

Tubuh yang Bicara Sore di Banyumas tidak dimulai dengan jam. Ia dimulai dengan suara wajan. "Sesss" minyak panas ketemu adonan...

by Tri Nugroho Adi
September 4, 2026
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif
Ulas Rupa

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

by Hartanto
September 3, 2026
Gol versus Gul
Bahasa

Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

by I Made Sudiana
September 3, 2026
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana
Ulas Rupa

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

by I Wayan Westa
September 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co