5 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
in Panggung
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

Nenden Shintawati tampil bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026, (7/8)│Foto: tatkala.co/Dede

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7 Agustus 2026, adalah kemunculan Nenden Shintawati di panggung. Di antara denting piano, tiupan brass, dan permainan ritmis puluhan musisi, suara Nenden terdengar lantang dan merdu. Ia menyanyikan bagiannya dengan tenang, seolah panggung sebesar itu bukan sesuatu yang asing baginya.

Penampilannya malam itu sebenarnya hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang Nenden Shintawati di industri musik. Jauh sebelum berdiri di panggung festival jazz di Ubud itu, ia telah mengenal dunia tarik suara sejak masih kecil. Ia tumbuh sebagai penyanyi cilik pada era 1980-an, ketika musik anak-anak masih memiliki ruang yang cukup besar dalam industri rekaman Indonesia. Dua karya yang pernah dibawakannya antara lain album ‘Kasih Mama’ (1985) dan ‘Matahatiku’ (1986).

Dari sana, perjalanan Nenden tidak berhenti sebagai penyanyi cilik. Ia terus tumbuh bersama musik, melewati perubahan zaman, genre, dan panggung yang berbeda. Lebih dari tiga dekade kemudian, ia masih berdiri di hadapan penonton dan bernyanyi dengan energi yang sama.

Kaset pita album ‘Kasih Mama’ oleh Nenden Shintawati

 

Kini Nenden dikenal sebagai penyanyi, pelatih vokal, sekaligus pencipta lagu. Jazz menjadi salah satu wilayah yang paling dekat dengannya, meski kemampuan vokalnya tidak berhenti pada satu genre. Ia dapat membawakan musik pop, melayu, hingga dangdut. Kemampuan berpindah karakter inilah yang membuat pengalaman panjangnya sebagai penyanyi terasa penting. Ia tidak sekadar memiliki suara, tetapi juga memahami bagaimana suara bekerja di dalam beragam bentuk musik.

Di panggung SUVJF 2026, kemampuan itu menemukan ruang yang berbeda. Bersama Salamander Big Band, Nenden menjadi bagian dari pertunjukan pembuka festival yang sejak 2013 mempertahankan jazz sebagai identitas utamanya. Pada penyelenggaraan ke-13 ini, SUVJF kembali mempertemukan musisi dari berbagai latar dengan penonton di kawasan Sthala, Mawang, Lodtunduh, Ubud. Festival tersebut tidak sekadar menyusun pertunjukan, tetapi juga menyediakan ruang untuk komunitas, edukasi, kolaborasi, dan pertemuan antarmusisi.

Di tengah lingkungan seperti itulah Nenden tampil. Tidak ada kebutuhan untuk menjelaskan siapa dirinya melalui kisah yang mengundang iba. Justru sebaliknya, kekuatan Nenden terletak pada bagaimana ia menempatkan musik sebagai pusat dari dirinya.

Ia tidak ingin dikenal terutama karena keterbatasan penglihatannya. Dalam perjalanan karier yang telah berlangsung lebih dari 30 tahun, Nenden memilih untuk berbicara melalui kemampuan bernyanyi dan bermusik. Baginya, keterbatasan bukan sesuatu yang perlu dijadikan komoditas untuk mendapatkan perhatian. Ia ingin penonton mengenalnya karena kualitas vokalnya.

Nenden Shintawati tampil bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026, (7/8)│Foto: tatkala.co/Dede

Pilihan itu terasa semakin kuat ketika melihat cara Nenden bernyanyi. Nada rendah maupun tinggi dapat ia olah dengan leluasa. Suaranya tidak hanya terdengar lantang, tetapi juga mampu mengikuti kebutuhan aransemen. Dalam format big band, ketika banyak instrumen bekerja dalam satu komposisi, seorang vokalis harus mampu menemukan ruangnya sendiri tanpa kehilangan hubungan dengan keseluruhan musik. Dan Nenden, memiliki pengalaman untuk itu.

Perjalanan Panjang itu juga membawanya ke berbagai bentuk karya dan profesi. Ia pernah terlibat sebagai pencipta lagu, termasuk ikut menciptakan dan menyanyikan “Cuma Rindu” atau “Dan Kau Hadir” bersama Atalia Praratya sebagai persembahan untuk mendiang Emmeril Kahn Mumtadz. Ia juga pernah membuat karya untuk penyanyi lain. Semua itu menunjukkan bahwa perjalanan Nenden tidak hanya berlangsung di depan mikrofon, tetapi juga di balik proses penciptaan musik.

Sebelumnya, Nenden juga telah melewati berbagai panggung kompetisi. Ia merupakan jebolan Cipta Pesona Bintang 1995 dan dikenal kerap meraih prestasi dalam sejumlah ajang bernyanyi.

Karena itu, penampilannya bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026 tidak tepat jika hanya dilihat sebagai penampilan seorang penyanyi yang datang mengisi festival. Ada perjalanan panjang yang ikut naik ke atas panggung malam itu. Perjalanan seorang anak yang mulai bernyanyi pada dekade 1980-an, melewati industri musik yang terus berubah, mencoba berbagai genre, menciptakan lagu, melatih vokal, hingga akhirnya berdiri sebagai penyanyi jazz yang matang.

Nenden Shintawati tampil bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026, (7/8)│Foto: tatkala.co/Dede

Di Sthala, perjalanan itu bertemu dengan sebuah festival yang juga memiliki perjalanan panjangnya sendiri. SUVJF telah berlangsung selama tiga belas tahun penyelenggaraan dan tetap memilih jazz sebagai identitas, meski pilihan tersebut tidak selalu menjadi jalan yang paling mudah di tengah tuntutan pasar musik. Festival ini bahkan menempatkan musisi muda dan senior dalam ruang yang sama, membuka kemungkinan regenerasi sekaligus menjaga hubungan antargenerasi dalam komunitas jazz.

Di titik itulah penampilan Nenden terasa memiliki makna lebih. Ia bukan hanya bagian dari sebuah pertunjukan, tetapi juga representasi dari bagaimana seorang musisi dapat bertahan melewati perubahan zaman tanpa kehilangan hubungan dengan musik.

Dari penyanyi cilik yang pernah direkam dalam bentuk kaset hingga vokalis yang berdiri di tengah panggung jazz dengan aransemen big band, Nenden Shintawati telah melewati perjalanan yang panjang. Empat dekade mungkin mengubah banyak hal di sekelilingnya, tetapi satu hal tetap sama, ia masih bernyanyi.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzmusik jazzSthala UbudSthala Ubud Village Jazz FestivalSthala Ubud Village Jazz Festival 2026UbudUbud Village Jazz FestivalUVJFUVJF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

Next Post

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 28, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails
Next Post
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot
Ulas Pentas

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

by Asmaran Dani
September 4, 2026
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja
Kuliner

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membaca Trilogi Kejujuran Wong Banyumas dari Dapur, Panggung, dan Mulut

Tubuh yang Bicara Sore di Banyumas tidak dimulai dengan jam. Ia dimulai dengan suara wajan. "Sesss" minyak panas ketemu adonan...

by Tri Nugroho Adi
September 4, 2026
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif
Ulas Rupa

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

by Hartanto
September 3, 2026
Gol versus Gul
Bahasa

Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

by I Made Sudiana
September 3, 2026
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana
Ulas Rupa

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

by I Wayan Westa
September 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co