25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
in Panggung
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

Nenden Shintawati tampil bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026, (7/8)│Foto: tatkala.co/Dede

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7 Agustus 2026, adalah kemunculan Nenden Shintawati di panggung. Di antara denting piano, tiupan brass, dan permainan ritmis puluhan musisi, suara Nenden terdengar lantang dan merdu. Ia menyanyikan bagiannya dengan tenang, seolah panggung sebesar itu bukan sesuatu yang asing baginya.

Penampilannya malam itu sebenarnya hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang Nenden Shintawati di industri musik. Jauh sebelum berdiri di panggung festival jazz di Ubud itu, ia telah mengenal dunia tarik suara sejak masih kecil. Ia tumbuh sebagai penyanyi cilik pada era 1980-an, ketika musik anak-anak masih memiliki ruang yang cukup besar dalam industri rekaman Indonesia. Dua karya yang pernah dibawakannya antara lain album ‘Kasih Mama’ (1985) dan ‘Matahatiku’ (1986).

Dari sana, perjalanan Nenden tidak berhenti sebagai penyanyi cilik. Ia terus tumbuh bersama musik, melewati perubahan zaman, genre, dan panggung yang berbeda. Lebih dari tiga dekade kemudian, ia masih berdiri di hadapan penonton dan bernyanyi dengan energi yang sama.

Kaset pita album ‘Kasih Mama’ oleh Nenden Shintawati

 

Kini Nenden dikenal sebagai penyanyi, pelatih vokal, sekaligus pencipta lagu. Jazz menjadi salah satu wilayah yang paling dekat dengannya, meski kemampuan vokalnya tidak berhenti pada satu genre. Ia dapat membawakan musik pop, melayu, hingga dangdut. Kemampuan berpindah karakter inilah yang membuat pengalaman panjangnya sebagai penyanyi terasa penting. Ia tidak sekadar memiliki suara, tetapi juga memahami bagaimana suara bekerja di dalam beragam bentuk musik.

Di panggung SUVJF 2026, kemampuan itu menemukan ruang yang berbeda. Bersama Salamander Big Band, Nenden menjadi bagian dari pertunjukan pembuka festival yang sejak 2013 mempertahankan jazz sebagai identitas utamanya. Pada penyelenggaraan ke-13 ini, SUVJF kembali mempertemukan musisi dari berbagai latar dengan penonton di kawasan Sthala, Mawang, Lodtunduh, Ubud. Festival tersebut tidak sekadar menyusun pertunjukan, tetapi juga menyediakan ruang untuk komunitas, edukasi, kolaborasi, dan pertemuan antarmusisi.

Di tengah lingkungan seperti itulah Nenden tampil. Tidak ada kebutuhan untuk menjelaskan siapa dirinya melalui kisah yang mengundang iba. Justru sebaliknya, kekuatan Nenden terletak pada bagaimana ia menempatkan musik sebagai pusat dari dirinya.

Ia tidak ingin dikenal terutama karena keterbatasan penglihatannya. Dalam perjalanan karier yang telah berlangsung lebih dari 30 tahun, Nenden memilih untuk berbicara melalui kemampuan bernyanyi dan bermusik. Baginya, keterbatasan bukan sesuatu yang perlu dijadikan komoditas untuk mendapatkan perhatian. Ia ingin penonton mengenalnya karena kualitas vokalnya.

Nenden Shintawati tampil bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026, (7/8)│Foto: tatkala.co/Dede

Pilihan itu terasa semakin kuat ketika melihat cara Nenden bernyanyi. Nada rendah maupun tinggi dapat ia olah dengan leluasa. Suaranya tidak hanya terdengar lantang, tetapi juga mampu mengikuti kebutuhan aransemen. Dalam format big band, ketika banyak instrumen bekerja dalam satu komposisi, seorang vokalis harus mampu menemukan ruangnya sendiri tanpa kehilangan hubungan dengan keseluruhan musik. Dan Nenden, memiliki pengalaman untuk itu.

Perjalanan Panjang itu juga membawanya ke berbagai bentuk karya dan profesi. Ia pernah terlibat sebagai pencipta lagu, termasuk ikut menciptakan dan menyanyikan “Cuma Rindu” atau “Dan Kau Hadir” bersama Atalia Praratya sebagai persembahan untuk mendiang Emmeril Kahn Mumtadz. Ia juga pernah membuat karya untuk penyanyi lain. Semua itu menunjukkan bahwa perjalanan Nenden tidak hanya berlangsung di depan mikrofon, tetapi juga di balik proses penciptaan musik.

Sebelumnya, Nenden juga telah melewati berbagai panggung kompetisi. Ia merupakan jebolan Cipta Pesona Bintang 1995 dan dikenal kerap meraih prestasi dalam sejumlah ajang bernyanyi.

Karena itu, penampilannya bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026 tidak tepat jika hanya dilihat sebagai penampilan seorang penyanyi yang datang mengisi festival. Ada perjalanan panjang yang ikut naik ke atas panggung malam itu. Perjalanan seorang anak yang mulai bernyanyi pada dekade 1980-an, melewati industri musik yang terus berubah, mencoba berbagai genre, menciptakan lagu, melatih vokal, hingga akhirnya berdiri sebagai penyanyi jazz yang matang.

Nenden Shintawati tampil bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026, (7/8)│Foto: tatkala.co/Dede

Di Sthala, perjalanan itu bertemu dengan sebuah festival yang juga memiliki perjalanan panjangnya sendiri. SUVJF telah berlangsung selama tiga belas tahun penyelenggaraan dan tetap memilih jazz sebagai identitas, meski pilihan tersebut tidak selalu menjadi jalan yang paling mudah di tengah tuntutan pasar musik. Festival ini bahkan menempatkan musisi muda dan senior dalam ruang yang sama, membuka kemungkinan regenerasi sekaligus menjaga hubungan antargenerasi dalam komunitas jazz.

Di titik itulah penampilan Nenden terasa memiliki makna lebih. Ia bukan hanya bagian dari sebuah pertunjukan, tetapi juga representasi dari bagaimana seorang musisi dapat bertahan melewati perubahan zaman tanpa kehilangan hubungan dengan musik.

Dari penyanyi cilik yang pernah direkam dalam bentuk kaset hingga vokalis yang berdiri di tengah panggung jazz dengan aransemen big band, Nenden Shintawati telah melewati perjalanan yang panjang. Empat dekade mungkin mengubah banyak hal di sekelilingnya, tetapi satu hal tetap sama, ia masih bernyanyi.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzmusik jazzSthala UbudSthala Ubud Village Jazz FestivalSthala Ubud Village Jazz Festival 2026UbudUbud Village Jazz FestivalUVJFUVJF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

Next Post

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails
Next Post
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co