15 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Laurensia Junita Della by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
in Tualang
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Area tepi tebing batu di air terjun Parang Ijo.

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada habisnya, alam selalu menawarkan ruang untuk menghela napas dan memulihkan energi. Meski banyak orang memiliki keinginan yang sama untuk mencari ketenangan, masih ada beberapa sudut alam yang mampu menghadirkan suasana nyaman tanpa kehilangan pesonanya. 

Air terjun Parang Ijo menjadi salah satu tempat yang sesuai bagi siapa saja yang ingin menikmati wisata alam dengan suasana yang relatif tenang. Gemuruh air yang berpadu dengan rimbunnya pepohonan, udara pegunungan yang sejuk, serta panorama hijau di sekelilingnya menciptakan pengalaman yang mampu menjadi penawar bagi pikiran yang penat. 

Tampak depan air terjun Parang Ijo

Di tempat ini, kamu tidak hanya datang untuk berwisata. Air terjun Parang Ijo seolah mengajak setiap pengunjungnya untuk sejenak memperlambat langkah dan memulihkan diri sebelum kembali bertarung dengan kehidupan.

Langkah Sebelum Keindahan

Air terjun ini terletak di lereng barat Gunung Lawu dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lebih tepatnya, di Jalan Munggur Raya, Mlinggur, Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. 

Jika kamu berangkat dari kota Solo, kamu perlu menempuh jarak kurang lebih 36 km untuk menikmati keindahan air terjun ini. Jika kamu berangkat dari Karanganyar, kamu perlu menempuh jarak sekitar 21,5 km.

Kamu tidak perlu khawatir mengenai lokasi air terjun yang terletak di daerah pegunungan. Karena meskipun menanjak, jalurnya sudah beraspal dan cukup lebar untuk dilewati dua buah mobil berukuran sedang. 

Akses tangga menuju air terjun.

Jarak antara area parkir dan air terjun Parang Ijo yang kurang dari 100 meter membuat perjalanan menuju lokasi terasa ringan. Kita tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak tenaga sebelum menikmati keindahan air terjun. Tak lupa langkah-langkah singkat ini ditemani oleh hamparan perkebunan warga yang menghadirkan nuansa tenang sebelum gemuruh air terjun menyambut di kejauhan.  

Mengingat Air Terjun Parang Ijo Pada Beberapa Waktu Lalu

Beberapa tahun lalu, air terjun ini mulai dikenal secara luas karena keindahannya yang alami dan unik. Air terjun ini menyuguhkan pemandangan tebing tinggi, dipenuhi warna hijau yang subur dari lumut dan tanaman paku. Bahkan, di beberapa kesempatan, kamu juga dapat melihat warna air yang berubah menjadi hijau tosca hingga biru kehijauan. Keindahan ini masih dapat tetap kamu temukan bahkan hingga sekarang. Tiket masuk ke area air terjun pun tergolong murah. Bisa dijangkau  hanya dengan biaya Rp 10.000 saja.

Fasilitasnya terbilang lengkap, mulai dari warung yang menjual berbagai macam makanan, kolam renang ramah anak, area untuk duduk, dan kamar mandi. Di warung, kamu dapat menemukan jajanan-jajanan lokal seperti pentol, sate, jagung bakar, gorengan, mie instan, dan beberapa makanan kemasan. 

Kolam renang terletak di bagian paling bawah, lebih tepatnya di dekat pintu masuk, dengan kedalamannya 60 cm saja. Di sekitar kolam, terdapat beberapa spot permainan air seperti seluncuran dan air mancur. Area tunggu di tepi kolam juga tampak nyaman dan luas. 

Area duduk di sekitar air terjun

Jika kamu ingin menuju air terjun, kamu perlu melewati beberapa anak tangga lagi menuju atas. Di sana, kamu dapat menemukan area duduk yang cukup luas dengan tempat duduk terbuat dari beton dan batu besar alami. Tak perlu khawatir akan kehabisan tempat duduk, karena medan yang datar dan cukup luas di sekitarnya tetap akan memberikan kamu kesan yang nyaman jika kamu ingin menggelar tikar. 

Air Terjun Parang Ijo Saat Ini

Hari ini, di tahun 2026, saya kembali mengunjungi air terjun Parang Ijo. Saya berkesempatan mengunjunginya saat weekdays, bertepatan dengan hari libur saya. 

Saya bermaksud untuk menikmati waktu dengan memakan jajanan lokal sambil mengamati keindahan alam air terjun. Tetapi, pemandangan yang saya dapatkan cukup jauh berbeda dengan ingatan saya dari beberapa tahun lalu. Keindahan alam air terjunnya memang tidak dapat diganggu gugat. Perbedaan yang saya maksudkan adalah fasilitas penunjang pariwisatanya. 

Jika tahun lalu kamu masih bisa menemukan warung dan kolam renang di area air terjun, kamu tak lagi bisa menikmatinya di tahun 2026 ini. Ketika saya ke sana, tak ada satupun warung yang aktif berjualan. Pupus harapan saya yang ingin menikmati pentol kuah sambil duduk bersandar di batu besar. Selain itu, kolam renang anak dan beberapa spot permainan air tampak telah ditinggalkan. 

Keadaan warung di air terjun Parang Ijo tahun 2026

Saat itu, saya dan keluarga saya menjadi pengunjung satu-satunya. Itu memberikan pengalaman privat menikmati keindahan alam yang menyenangkan.

Sedikit Kiat

Menikmati air terjun Parang Ijo rasanya belum lengkap jika hanya memandangnya dari kejauhan atau mengabadikannya lewat kamera. Cobalah sesekali merasakan langsung aliran airnya yang jernih. Dingin dan segar menjadi dua kata yang paling tepat untuk menggambarkan sensasi tersebut. Percikan air yang segar dan udara pegunungan yang sejuk seolah mampu mengembalikan energi tubuh yang terkuras. 

Namun, tetaplah berhati-hati jika memasuki area air. Pastikan kamu memakai alas kaki yang memang aman digunakan di tempat yang basah. Beberapa area dan anak tangga juga telah ditumbuhi lumut, sehingga kamu perlu berhati-hati dalam melangkah. 

Sebaiknya, kamu juga tidak berdiri tepat di bawah aliran air terjun yang deras, atau kamu akan terkena tekanan besar yang dihasilkannya. Selain itu, kamu akan sulit menemukan pijakan yang nyaman apabila berdiri tepat di bawah air terjun, karena bebatuan di bawahnya telah terkikis oleh derasnya aliran air. 

Air terjun kecil di Parang Ijo

Bermain air di Parang Ijo tidak harus dilakukan tepat di bawah aliran utamanya. Untuk pengalaman yang lebih aman, kamu dapat menikmati kesegaran air di tingkatan kedua atau ketiga yang masih memiliki arus cukup deras. Sementara itu, bagi kamu yang ingin merasakan sensasi mandi langsung di bawah guyuran air terjun, area di dekat tebing batu dapat menjadi pilihan. 

Terakhir, kita tak boleh melupakan bahwa keindahan alam tidak didapatkan dalam waktu singkat, sehingga menjaga kebersihannya merupakan bentuk tanggung jawab bersama.  Sebelum meninggalkan area air terjun pastikan kamu membawa pulang kembali sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitarmu. Dengan begitu, pesona air terjun Parang Ijo akan tetap lestari dan dapat dinikmati oleh siapa pun yang datang setelah kita. [T]

Tags: air terjunalamPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

Next Post

Dari Duta SMA ke Duta Besar

Laurensia Junita Della

Laurensia Junita Della

Tinggal di Kedawung, Karanganyar, Jawa Tengah. Instagram @laurensia0222 @junii.gadogado

Related Posts

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails
Next Post
Dari Duta SMA ke Duta Besar

Dari Duta SMA ke Duta Besar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan
Bahasa

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

by I Made Sudiana
August 15, 2026
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz
Esai

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

SAYA kembali membuka buku The Interpretation of Cultures karya Clifford Geertz setelah membaca sebuah berita tentang seorang lelaki yang tewas...

by Angga Wijaya
August 15, 2026
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia
Panggung

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi
Panggung

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Dari Duta SMA ke Duta Besar
Esai

Dari Duta SMA ke Duta Besar

SEJAK Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristekdikti, Program Duta SMA sudah diluncurkan tepatnya pada 2022 melalui  Direktorat SMA dan terus dilanjutkan...

by I Nyoman Tingkat
August 15, 2026
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026
Tualang

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan
Panggung

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali
Esai

Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali

MASYARAKAT Bali sejak lama dikenal memiliki fondasi sosial yang sangat kuat, yang hidup dan bernapas melalui nilai-nilai gotong royong tradisional....

by Nur Kamilia
August 14, 2026
AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan
Pendidikan

AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan

Asosiasi Wirausaha Inklusif Indonesia (AWINDO) memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM disabilitas melalui training legalitas usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari...

by Angga Wijaya
August 14, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Kecerdasan Bukan dari Sekolah, Buat Apa Bangun Sekolah?

ADA kalimat Presiden Prabowo Subianto yang menarik perhatian saya. Bukan karena saya hendak meributkan atau memperdebatkan benar-salahnya. Jauh dari soal...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 14, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Merdeka: Dari Pekik ke Pengabdian

TUJUH Belas Agustus selalu datang dengan warna merah putih, upacara, lomba, pidato, lagu-lagu perjuangan, dan pekik Merdeka! Tahun ini kita...

by Ahmad Sihabudin
August 14, 2026
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana
Ulas Rupa

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

by Hartanto
August 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co