25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Laurensia Junita Della by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
in Tualang
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Area tepi tebing batu di air terjun Parang Ijo.

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada habisnya, alam selalu menawarkan ruang untuk menghela napas dan memulihkan energi. Meski banyak orang memiliki keinginan yang sama untuk mencari ketenangan, masih ada beberapa sudut alam yang mampu menghadirkan suasana nyaman tanpa kehilangan pesonanya. 

Air terjun Parang Ijo menjadi salah satu tempat yang sesuai bagi siapa saja yang ingin menikmati wisata alam dengan suasana yang relatif tenang. Gemuruh air yang berpadu dengan rimbunnya pepohonan, udara pegunungan yang sejuk, serta panorama hijau di sekelilingnya menciptakan pengalaman yang mampu menjadi penawar bagi pikiran yang penat. 

Tampak depan air terjun Parang Ijo

Di tempat ini, kamu tidak hanya datang untuk berwisata. Air terjun Parang Ijo seolah mengajak setiap pengunjungnya untuk sejenak memperlambat langkah dan memulihkan diri sebelum kembali bertarung dengan kehidupan.

Langkah Sebelum Keindahan

Air terjun ini terletak di lereng barat Gunung Lawu dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lebih tepatnya, di Jalan Munggur Raya, Mlinggur, Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. 

Jika kamu berangkat dari kota Solo, kamu perlu menempuh jarak kurang lebih 36 km untuk menikmati keindahan air terjun ini. Jika kamu berangkat dari Karanganyar, kamu perlu menempuh jarak sekitar 21,5 km.

Kamu tidak perlu khawatir mengenai lokasi air terjun yang terletak di daerah pegunungan. Karena meskipun menanjak, jalurnya sudah beraspal dan cukup lebar untuk dilewati dua buah mobil berukuran sedang. 

Akses tangga menuju air terjun.

Jarak antara area parkir dan air terjun Parang Ijo yang kurang dari 100 meter membuat perjalanan menuju lokasi terasa ringan. Kita tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak tenaga sebelum menikmati keindahan air terjun. Tak lupa langkah-langkah singkat ini ditemani oleh hamparan perkebunan warga yang menghadirkan nuansa tenang sebelum gemuruh air terjun menyambut di kejauhan.  

Mengingat Air Terjun Parang Ijo Pada Beberapa Waktu Lalu

Beberapa tahun lalu, air terjun ini mulai dikenal secara luas karena keindahannya yang alami dan unik. Air terjun ini menyuguhkan pemandangan tebing tinggi, dipenuhi warna hijau yang subur dari lumut dan tanaman paku. Bahkan, di beberapa kesempatan, kamu juga dapat melihat warna air yang berubah menjadi hijau tosca hingga biru kehijauan. Keindahan ini masih dapat tetap kamu temukan bahkan hingga sekarang. Tiket masuk ke area air terjun pun tergolong murah. Bisa dijangkau  hanya dengan biaya Rp 10.000 saja.

Fasilitasnya terbilang lengkap, mulai dari warung yang menjual berbagai macam makanan, kolam renang ramah anak, area untuk duduk, dan kamar mandi. Di warung, kamu dapat menemukan jajanan-jajanan lokal seperti pentol, sate, jagung bakar, gorengan, mie instan, dan beberapa makanan kemasan. 

Kolam renang terletak di bagian paling bawah, lebih tepatnya di dekat pintu masuk, dengan kedalamannya 60 cm saja. Di sekitar kolam, terdapat beberapa spot permainan air seperti seluncuran dan air mancur. Area tunggu di tepi kolam juga tampak nyaman dan luas. 

Area duduk di sekitar air terjun

Jika kamu ingin menuju air terjun, kamu perlu melewati beberapa anak tangga lagi menuju atas. Di sana, kamu dapat menemukan area duduk yang cukup luas dengan tempat duduk terbuat dari beton dan batu besar alami. Tak perlu khawatir akan kehabisan tempat duduk, karena medan yang datar dan cukup luas di sekitarnya tetap akan memberikan kamu kesan yang nyaman jika kamu ingin menggelar tikar. 

Air Terjun Parang Ijo Saat Ini

Hari ini, di tahun 2026, saya kembali mengunjungi air terjun Parang Ijo. Saya berkesempatan mengunjunginya saat weekdays, bertepatan dengan hari libur saya. 

Saya bermaksud untuk menikmati waktu dengan memakan jajanan lokal sambil mengamati keindahan alam air terjun. Tetapi, pemandangan yang saya dapatkan cukup jauh berbeda dengan ingatan saya dari beberapa tahun lalu. Keindahan alam air terjunnya memang tidak dapat diganggu gugat. Perbedaan yang saya maksudkan adalah fasilitas penunjang pariwisatanya. 

Jika tahun lalu kamu masih bisa menemukan warung dan kolam renang di area air terjun, kamu tak lagi bisa menikmatinya di tahun 2026 ini. Ketika saya ke sana, tak ada satupun warung yang aktif berjualan. Pupus harapan saya yang ingin menikmati pentol kuah sambil duduk bersandar di batu besar. Selain itu, kolam renang anak dan beberapa spot permainan air tampak telah ditinggalkan. 

Keadaan warung di air terjun Parang Ijo tahun 2026

Saat itu, saya dan keluarga saya menjadi pengunjung satu-satunya. Itu memberikan pengalaman privat menikmati keindahan alam yang menyenangkan.

Sedikit Kiat

Menikmati air terjun Parang Ijo rasanya belum lengkap jika hanya memandangnya dari kejauhan atau mengabadikannya lewat kamera. Cobalah sesekali merasakan langsung aliran airnya yang jernih. Dingin dan segar menjadi dua kata yang paling tepat untuk menggambarkan sensasi tersebut. Percikan air yang segar dan udara pegunungan yang sejuk seolah mampu mengembalikan energi tubuh yang terkuras. 

Namun, tetaplah berhati-hati jika memasuki area air. Pastikan kamu memakai alas kaki yang memang aman digunakan di tempat yang basah. Beberapa area dan anak tangga juga telah ditumbuhi lumut, sehingga kamu perlu berhati-hati dalam melangkah. 

Sebaiknya, kamu juga tidak berdiri tepat di bawah aliran air terjun yang deras, atau kamu akan terkena tekanan besar yang dihasilkannya. Selain itu, kamu akan sulit menemukan pijakan yang nyaman apabila berdiri tepat di bawah air terjun, karena bebatuan di bawahnya telah terkikis oleh derasnya aliran air. 

Air terjun kecil di Parang Ijo

Bermain air di Parang Ijo tidak harus dilakukan tepat di bawah aliran utamanya. Untuk pengalaman yang lebih aman, kamu dapat menikmati kesegaran air di tingkatan kedua atau ketiga yang masih memiliki arus cukup deras. Sementara itu, bagi kamu yang ingin merasakan sensasi mandi langsung di bawah guyuran air terjun, area di dekat tebing batu dapat menjadi pilihan. 

Terakhir, kita tak boleh melupakan bahwa keindahan alam tidak didapatkan dalam waktu singkat, sehingga menjaga kebersihannya merupakan bentuk tanggung jawab bersama.  Sebelum meninggalkan area air terjun pastikan kamu membawa pulang kembali sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitarmu. Dengan begitu, pesona air terjun Parang Ijo akan tetap lestari dan dapat dinikmati oleh siapa pun yang datang setelah kita. [T]

Tags: air terjunalamPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

Next Post

Dari Duta SMA ke Duta Besar

Laurensia Junita Della

Laurensia Junita Della

Tinggal di Kedawung, Karanganyar, Jawa Tengah. Instagram @laurensia0222 @junii.gadogado

Related Posts

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails
Next Post
Dari Duta SMA ke Duta Besar

Dari Duta SMA ke Duta Besar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co