5 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
in Khas
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

Tut Karben memaparkan visi, misi, dan gagasannya di hadapan warga│Foto: tatkala.co/Dede

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru beroperasi hampir sebulan, Warung Babi Guling Dek Prama, ratusan warga duduk berhadap-hadapan. Perhatian warga tertuju pada seorang lelaki yang berbicara dari tengah-tengah mereka.

I Ketut Karben Wardana, atau akrab disapa Tut Karben, malam itu datang bersama timnya untuk memperkenalkan diri sebagai bakal calon Perbekel Guwang. Ia memaparkan visi dan misi sekaligus menyampaikan sejumlah gagasan yang ingin dibawa jika kelak mendapat kepercayaan memimpin Desa Guwang. Warga dari Banjar Danginjalan dan sejumlah banjar di sekitarnya hadir menyimak.

Suasananya bukan sekadar pertemuan untuk mendengar paparan. Warga dari berbagai usia, mulai remaja hingga lansia, turut hadir. Mereka menyimak, memberikan masukan, dan menyampaikan usul kepada Tut Karben. Ada harapan agar siapa pun yang terpilih nanti mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi desa.

Para warga menyimak pemaparan Tut Karben│Foto: tatkala.co/Dede

Guwang sendiri tengah memasuki masa transisi kepemimpinan. Pada 20 September 2026, warga akan memilih Perbekel baru. Dalam sistem pemerintahan desa, perbekel memiliki kedudukan, tugas, dan wewenang seperti kepala desa di daerah lain, termasuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Seperti lazimnya menjelang pemilihan, para calon mulai menemui masyarakat dan memperkenalkan gagasan masing-masing. Pada akhirnya, warga akan menilai calon pemimpin dari berbagai hal, termasuk sepak terjang, empati, integritas, serta kemampuan menjadi pengayom masyarakat.

Bagi Tut Karben, perjumpaan dengan warga bukan hal baru. Sebelum maju sebagai bakal calon perbekel, ia merupakan mantan Bendesa Adat Guwang. Dalam posisi tersebut, ia telah terlibat dalam sejumlah persoalan dan pengembangan potensi desa.

 

Tut Karben bersama masyarakat Guwang memperjuangkan tanah desa di Pengadilan Negeri Gianyar, (2021)│Foto: ist

Pada 2021, misalnya, ia turut memperjuangkan aset dan lahan fasilitas umum milik Desa Adat Guwang, seperti area sekolah, pasar, dan kantor desa, dalam sengketa hukum di Pengadilan Negeri Gianyar. Ia juga terlibat dalam pengembangan potensi lokal, termasuk objek wisata geologi dan petualangan Hidden Canyon Beji Guwang serta pementasan seni Barong and Keris Dance.

Sejak 2017, Tut Karben juga memprakarsai pengelolaan sumber mata air suci atau beji di desa adat. Pengelolaan itu dilakukan bersama pemerintah agar sumber air tersebut dapat dikelola secara higienis dan memberi manfaat bagi kesejahteraan krama desa melalui produk Toya Beji. Di bidang ekonomi, ia turut mendukung pendirian unit usaha ekonomi desa adat, seperti Tenten Mart yang kini menjadi Guwang Mart, melalui konsep Baga Usaha Padruenan Desa Adat (BUPDA).

Namun, pengalaman tersebut tidak membuat Tut Karben menganggap kemenangan sebagai sesuatu yang pasti. Ia menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan dan pilihan masyarakat.

“Semua bisa saja terjadi. Semua tergantung restu dari Tuhan. Kalau memang saya diberikan kepercayaan sepenuhnya oleh Tuhan dan masyarakat, saya akan siap melakoninya dengan tulus,” katanya.

Ketika warga memberikan masukan│Foto: tatkala.co/Dede

Di hadapan warga, ia menegaskan alasan utama dirinya maju. Bukan sekadar mengejar jabatan, melainkan keinginan untuk mengabdi kepada desa dan masyarakat.

“Tujuan saya mencalonkan diri memang atas dasar ingin mengabdi untuk desa dan masyarakat. Selagi saya diberikan kesehatan, saya akan melayani desa semaksimal saya,” ujar Tut Karben.

Salah satu program kerja yang ia tawarkan adalah LaporKel/HaloKel. Melalui program tersebut, warga dapat menghubunginya selama 24 jam untuk menyampaikan persoalan atau urusan yang membutuhkan perhatian.

“Warga boleh menghubungi saya selama 24 jam. Akan saya layani. Bila perlu, saya langsung yang menindaklanjuti urusan apa pun itu,” katanya lantang, disambut sorakan warga.

Paparan Tut Karben kemudian bergerak dari satu bidang ke bidang lain. Ia menyampaikan gagasan mengenai kesehatan, pendidikan, pertanian, pariwisata, dan berbagai bidang lainnya. Warga menyimak dengan saksama, sembari memberikan masukan dan usul.

Tut Karben memaparkan visi, misi, dan gagasannya di hadapan warga│Foto: tatkala.co/Dede

 

Di tengah pertemuan itu, Tut Karben juga menempatkan perjuangannya bukan sebagai perjuangan seorang diri. Ia mengajak warga untuk bergerak bersama. “Yang jelas, saya siap berjuang demi Desa Guwang. Tetapi, dengan bantuan dari seluruh warga, bersama-sama kita capai tujuan menjadikan Guwang desa yang unggul.”

“Dulu, ketika awal-awal saya memprakarsai berbagai program dan gerakan, masih banyak isu simpang siur yang beredar. Tapi saya jadikan itu sebagai vitamin. Sekarang terbukti, apa yang kita konsistenkan, niscaya akan ada masanya berjaya,” pungkasnya.

Meski membawa rekam jejak dan gagasannya sendiri, Tut Karben tidak merasa berada di atas calon lain. Menurutnya, setiap calon memiliki pemikiran yang sama, yakni keinginan untuk memajukan Desa Guwang. Siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat, ia meyakini tujuan akhirnya tetap sama: membangun desa.

Karena itu, ia menyatakan siap mendukung langkah tersebut sepenuhnya.

Bagi Tut Karben, Guwang telah menjadi desa yang maju, visioner, dan terbuka. Nilai itulah yang ingin ia jaga sekaligus tingkatkan. Kini, tinggal waktu yang akan menentukan ke mana arah pilihan warga. Pada 20 September 2026 mendatang, masyarakat Guwang akan menentukan siapa pemimpin mereka. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa GuwangGianyarperbekel
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

Next Post

Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails
Next Post
Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar

Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ------Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’
Opini

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
Topi Para Penyintas Kanker
Esai

Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

by Angga Wijaya
September 5, 2026
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri
Cerpen

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery
Puisi

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan
Esai

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co