12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
in Esai
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

Ilustrasi tatkala.co | Canva

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung Karno semua orang berpendidikan mesti tahu. Juni adalah bulan lahirnya istilah Pancasila semua orang berpendidikan seyogyanya juga tahu. Juni adalah bulan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB), masyarakat Bali seyogya juga tahu dan pernah mabalih. Juni adalah bulan lingkungan hidup semua orang berpendidikan seyogyanya juga tahu. Juni adalah bulan liburan kenaikan kelas, semua siswa pasti tahu. Simpulannya, Juni adalah bulan penting sehingga banyak orang disibukkan.

Pada 1 Juni 2026 kita kembali merayakan Hari Lahir Pancasila. Dalam sambutannya, Kepala BPIP menegaskan tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Sebuah tema protektif, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga berkontribusi bagi dunia Internasional sebagaimana diterakan dalam tujuan bernegara pada Pembukaaan UUD 1945. Artinya, sebagai ideologi negara, Pancasila sangat visioner melampaui segala zaman dengan cobaan berulang. Namun tetap sakti, setelah lahir 1 Juni 1945.  Pancasila dinyatakan sakti 1 Oktober 1965, setelah melewati ujian berulang-ulang. Tidak pernah ada Kesaktian tanpa Kelahiran.

Hal ini perlu dicatat karena masa Orde Baru, Hari Lahir Pancasila dilesapkan. Hari Kesaktian Pancasila dirayakan. Walaupun rumusan Pancasila 1 Juni 1945 berbeda dengan yang tertera di Mukadimah UUD’45, tonggak lahirnya istilah Pancasila pertama kali dicetuskan oleh Soekarno, ketika membacakan pidato Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945.

Dalam sambutan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, ada dua frase diberikan tanda petik, yang menurut saya sangat aktual di tengah kondisi global yang tidak menentu. Kedua frase  itu adalah “bintang penuntun” dan ‘jangkar moral” yang disematkan untuk Pancasila. Bintang penuntun bisa dimaknai sebagai kompas berbangsa dan bernegara dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Kata Bung Karno, “Negara Republik Indonesia  bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang Sampai Merauke”.

Selanjutnya, jangkar moral dapat dimaknai sebagai berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana digagas Bung Karno. Bung Karno mengakui bahwa Pancasila adalah kekayaan milik persada Nusantara. Ia hanya menggali yang sudah ada. Dalam lambang negara, burung garuda yang mencengkram “Bhineka Tunggal Ika” jelas menujukkan Bung Karno mengakui adanya perbedaan yang tidak perlu dipertentangkan. Karena untuk meraih bintang (sila I : Ketuhanan Yang Maha Esa), syaratnya harus bersatu dalam perbedaan. Toleransi beragama landasannya. Tindakan nyata adalah bentuk aplikasinya. Toleransi bukan omon-omon. Toleransi hidup-menghidupi. Urip manguripi sejak zaman Majapahit.

Dalam konteks berkesenian, lebih-lebih dalam kelompok besar sekaa, perbedaan adalah keniscayaan. Namun, kebersamaan adalah kemutlakan dengan peran masing-masing. Harmoni dalam perbedaan itulah seni. Pancasila memberikan ruang untuk itu. Dalam konteks Bali yang menggelar PKB ke-48 mulai 13 Juni – 11 Juli  2026, formula yang ditawarkan selaras dengan gagasan Bung Karno. Jika tema Bulan Bung Karno 2026, “Kawya Atma Kerthi”, Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator, tema PKB ke-48 adalah “Atma Kerthi : Jiwa Sidha Paripurna” yang berarti penyucian jiwa menuju paripurna. Bertemunya nilai-nilai patriotik dari Bung Karno dengan nilai-nilai berkesenian untuk mendapatkan anugrah taksu dari semesta adalah upaya menuju kontemplasi : memurnikan jiwa paripurna. Dalam perspektif Gubernur Wayan Koster inilah yang dituju :  SDM Bali Unggul bercirikan teliti (cermat dengan detail), lentur (lemuh, sing lung), dabdab/matakeh (bertindak dengan perhitungan dan  berintegritas), ipil-ipil (mengumpulkan hasil kerja dengan benar), tragia (siaga dalam berbagai kondisi), lascarya (tulus ikhlas dalam melaksanakan swadarma), someh (ramah kepada sesama).

Bukan hanya di Bali peringatan Bulan Bung Karno nemu gelang dengan PKB, melainkankan juga di Yogyakarta  ada Kirab Budaya Tresna Pancasila bertepatan dengan HUT Bung Karno ke-125, pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Jalan Malioboro. Di samping itu, Pameran Lukisan selama sebulan bertajuk “Mata Hati Bung Karno” juga digelar  di Le Garace Space, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran dimeriahkan oleh 47 pelukis lintas generasi untuk menafsir Bung Karno  dari berbagai perspektif.

Jika menengok sejarah, Bung Karno selain Pahlawan Besar, ia juga Seniman Besar dengan pidatonya yang menggelegar membelah dunia. Kemampuan retorika yang penuh taksu adalah semangat berkesenian yang diselaraskan dengan semangat perjuangan. Semasa pengasingan, Bung Karno juga mendirikan Kelompok Tonil (teater) Kelimoetoe Toneel Club di Ende dan Kelompok Monte Carlo di Bengkulu. Selain mendirikan Kelompok Toneel, Bung Karno juga menulis naskah, menyutradarai pementasan, sekaligus manager plus produser.

Dari penelusuran berita on line, kita tahu semangat berkeseniaan Bung Karno melalui Toneel, memanfaatkan  cerita rakyat untuk memompa semangat perjuangan. Sisipan kata-kata yang membakar semangat perjuangan menuju kemerdekaan dengan babon cerita rakyat adalah strategi memberikan amunisi bagi kearifan lokal Nusantara yang kaya cerita. Artinyaa, negeri ini begitu kaya tidak saja sumber daya alamnya yang melimpah, melainkan juga cerita rakyatnya yang menyediakan gizi batin bagi warganya. Tinggal kepiawaian warganya mendayagunakan untuk membangun jiwa bangsanya. Bung Karno sudah berhasil menggali dan mencontohkan untuk membangun jiwa bangsa sesuai dengan semangat Indonesia Raya : “…bangunlah jiwanya, bangunlah badannya…”

Bung Karno juga membuktikan dengan pola hidup sederhana tetapi semangat literasi menyala di bawah bimbingan gurunya yang spiritualis, HOS Cokroaminoto, ia tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang tangguh. Tidak gentar keluar masuk penjara. Penjara baginya adalah ruang dialog (kontemplasi) untuk membangun dan mengembangkan kreativitas sekaligus melakukan perlawanan terhadap penjajah. Bahkan renungan akan lahirnya Pancasila terbersit saat beliau dibuang ke Ende, NTT (1934-1938). Di bawah pohon sukun dekat pantai, Bung Karno merenung lalu terinspirasi dari akar pohon sukun yang cabang  lima dan kini menjadi situs sejarah.  Bahkan Ende disebut Kota Kelahiran Pancasila.

Anungrah yang diperoleh Bung Karno di bawah Pohon Sukun adalah berkah dari pembuangan. Tak ubahnya seniman yang mendapatkan fulung taksu. Seni adalah medan diplomasi yang halus nanindah. Bung Karno menjadikan Toneel sebagai cikal bakal seni teater.  Tidak berlebihan bila Chairil Anwar merapat dengan Bung Karno, sebagaimana diterakan dalam puisi berjudul, “Persetujuan dengan Bung Karno”.

            Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat

            Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar

            Di uratmu di uratku kapal kita berlayar

           Di uratmu di uratku kapal kita bertolak dan berlabuh  [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bulan Bung KarnoBung Karnokesenian baliSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

Next Post

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co