21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
in Esai
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

Ilustrasi tatkala.co | Canva

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung Karno semua orang berpendidikan mesti tahu. Juni adalah bulan lahirnya istilah Pancasila semua orang berpendidikan seyogyanya juga tahu. Juni adalah bulan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB), masyarakat Bali seyogya juga tahu dan pernah mabalih. Juni adalah bulan lingkungan hidup semua orang berpendidikan seyogyanya juga tahu. Juni adalah bulan liburan kenaikan kelas, semua siswa pasti tahu. Simpulannya, Juni adalah bulan penting sehingga banyak orang disibukkan.

Pada 1 Juni 2026 kita kembali merayakan Hari Lahir Pancasila. Dalam sambutannya, Kepala BPIP menegaskan tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Sebuah tema protektif, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga berkontribusi bagi dunia Internasional sebagaimana diterakan dalam tujuan bernegara pada Pembukaaan UUD 1945. Artinya, sebagai ideologi negara, Pancasila sangat visioner melampaui segala zaman dengan cobaan berulang. Namun tetap sakti, setelah lahir 1 Juni 1945.  Pancasila dinyatakan sakti 1 Oktober 1965, setelah melewati ujian berulang-ulang. Tidak pernah ada Kesaktian tanpa Kelahiran.

Hal ini perlu dicatat karena masa Orde Baru, Hari Lahir Pancasila dilesapkan. Hari Kesaktian Pancasila dirayakan. Walaupun rumusan Pancasila 1 Juni 1945 berbeda dengan yang tertera di Mukadimah UUD’45, tonggak lahirnya istilah Pancasila pertama kali dicetuskan oleh Soekarno, ketika membacakan pidato Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945.

Dalam sambutan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, ada dua frase diberikan tanda petik, yang menurut saya sangat aktual di tengah kondisi global yang tidak menentu. Kedua frase  itu adalah “bintang penuntun” dan ‘jangkar moral” yang disematkan untuk Pancasila. Bintang penuntun bisa dimaknai sebagai kompas berbangsa dan bernegara dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Kata Bung Karno, “Negara Republik Indonesia  bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang Sampai Merauke”.

Selanjutnya, jangkar moral dapat dimaknai sebagai berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana digagas Bung Karno. Bung Karno mengakui bahwa Pancasila adalah kekayaan milik persada Nusantara. Ia hanya menggali yang sudah ada. Dalam lambang negara, burung garuda yang mencengkram “Bhineka Tunggal Ika” jelas menujukkan Bung Karno mengakui adanya perbedaan yang tidak perlu dipertentangkan. Karena untuk meraih bintang (sila I : Ketuhanan Yang Maha Esa), syaratnya harus bersatu dalam perbedaan. Toleransi beragama landasannya. Tindakan nyata adalah bentuk aplikasinya. Toleransi bukan omon-omon. Toleransi hidup-menghidupi. Urip manguripi sejak zaman Majapahit.

Dalam konteks berkesenian, lebih-lebih dalam kelompok besar sekaa, perbedaan adalah keniscayaan. Namun, kebersamaan adalah kemutlakan dengan peran masing-masing. Harmoni dalam perbedaan itulah seni. Pancasila memberikan ruang untuk itu. Dalam konteks Bali yang menggelar PKB ke-48 mulai 13 Juni – 11 Juli  2026, formula yang ditawarkan selaras dengan gagasan Bung Karno. Jika tema Bulan Bung Karno 2026, “Kawya Atma Kerthi”, Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator, tema PKB ke-48 adalah “Atma Kerthi : Jiwa Sidha Paripurna” yang berarti penyucian jiwa menuju paripurna. Bertemunya nilai-nilai patriotik dari Bung Karno dengan nilai-nilai berkesenian untuk mendapatkan anugrah taksu dari semesta adalah upaya menuju kontemplasi : memurnikan jiwa paripurna. Dalam perspektif Gubernur Wayan Koster inilah yang dituju :  SDM Bali Unggul bercirikan teliti (cermat dengan detail), lentur (lemuh, sing lung), dabdab/matakeh (bertindak dengan perhitungan dan  berintegritas), ipil-ipil (mengumpulkan hasil kerja dengan benar), tragia (siaga dalam berbagai kondisi), lascarya (tulus ikhlas dalam melaksanakan swadarma), someh (ramah kepada sesama).

Bukan hanya di Bali peringatan Bulan Bung Karno nemu gelang dengan PKB, melainkankan juga di Yogyakarta  ada Kirab Budaya Tresna Pancasila bertepatan dengan HUT Bung Karno ke-125, pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Jalan Malioboro. Di samping itu, Pameran Lukisan selama sebulan bertajuk “Mata Hati Bung Karno” juga digelar  di Le Garace Space, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran dimeriahkan oleh 47 pelukis lintas generasi untuk menafsir Bung Karno  dari berbagai perspektif.

Jika menengok sejarah, Bung Karno selain Pahlawan Besar, ia juga Seniman Besar dengan pidatonya yang menggelegar membelah dunia. Kemampuan retorika yang penuh taksu adalah semangat berkesenian yang diselaraskan dengan semangat perjuangan. Semasa pengasingan, Bung Karno juga mendirikan Kelompok Tonil (teater) Kelimoetoe Toneel Club di Ende dan Kelompok Monte Carlo di Bengkulu. Selain mendirikan Kelompok Toneel, Bung Karno juga menulis naskah, menyutradarai pementasan, sekaligus manager plus produser.

Dari penelusuran berita on line, kita tahu semangat berkeseniaan Bung Karno melalui Toneel, memanfaatkan  cerita rakyat untuk memompa semangat perjuangan. Sisipan kata-kata yang membakar semangat perjuangan menuju kemerdekaan dengan babon cerita rakyat adalah strategi memberikan amunisi bagi kearifan lokal Nusantara yang kaya cerita. Artinyaa, negeri ini begitu kaya tidak saja sumber daya alamnya yang melimpah, melainkan juga cerita rakyatnya yang menyediakan gizi batin bagi warganya. Tinggal kepiawaian warganya mendayagunakan untuk membangun jiwa bangsanya. Bung Karno sudah berhasil menggali dan mencontohkan untuk membangun jiwa bangsa sesuai dengan semangat Indonesia Raya : “…bangunlah jiwanya, bangunlah badannya…”

Bung Karno juga membuktikan dengan pola hidup sederhana tetapi semangat literasi menyala di bawah bimbingan gurunya yang spiritualis, HOS Cokroaminoto, ia tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang tangguh. Tidak gentar keluar masuk penjara. Penjara baginya adalah ruang dialog (kontemplasi) untuk membangun dan mengembangkan kreativitas sekaligus melakukan perlawanan terhadap penjajah. Bahkan renungan akan lahirnya Pancasila terbersit saat beliau dibuang ke Ende, NTT (1934-1938). Di bawah pohon sukun dekat pantai, Bung Karno merenung lalu terinspirasi dari akar pohon sukun yang cabang  lima dan kini menjadi situs sejarah.  Bahkan Ende disebut Kota Kelahiran Pancasila.

Anungrah yang diperoleh Bung Karno di bawah Pohon Sukun adalah berkah dari pembuangan. Tak ubahnya seniman yang mendapatkan fulung taksu. Seni adalah medan diplomasi yang halus nanindah. Bung Karno menjadikan Toneel sebagai cikal bakal seni teater.  Tidak berlebihan bila Chairil Anwar merapat dengan Bung Karno, sebagaimana diterakan dalam puisi berjudul, “Persetujuan dengan Bung Karno”.

            Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat

            Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar

            Di uratmu di uratku kapal kita berlayar

           Di uratmu di uratku kapal kita bertolak dan berlabuh  [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bulan Bung KarnoBung Karnokesenian baliSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

Next Post

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

Read moreDetails

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

by Isran Kamal
September 18, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

Read moreDetails

Menulis Kok Seperti Muntah?

by Angga Wijaya
September 18, 2026
0
Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

Read moreDetails
Next Post
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co