2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
in Esai
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

Ilustrasi tatkala.co | Canva

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung Karno semua orang berpendidikan mesti tahu. Juni adalah bulan lahirnya istilah Pancasila semua orang berpendidikan seyogyanya juga tahu. Juni adalah bulan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB), masyarakat Bali seyogya juga tahu dan pernah mabalih. Juni adalah bulan lingkungan hidup semua orang berpendidikan seyogyanya juga tahu. Juni adalah bulan liburan kenaikan kelas, semua siswa pasti tahu. Simpulannya, Juni adalah bulan penting sehingga banyak orang disibukkan.

Pada 1 Juni 2026 kita kembali merayakan Hari Lahir Pancasila. Dalam sambutannya, Kepala BPIP menegaskan tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Sebuah tema protektif, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga berkontribusi bagi dunia Internasional sebagaimana diterakan dalam tujuan bernegara pada Pembukaaan UUD 1945. Artinya, sebagai ideologi negara, Pancasila sangat visioner melampaui segala zaman dengan cobaan berulang. Namun tetap sakti, setelah lahir 1 Juni 1945.  Pancasila dinyatakan sakti 1 Oktober 1965, setelah melewati ujian berulang-ulang. Tidak pernah ada Kesaktian tanpa Kelahiran.

Hal ini perlu dicatat karena masa Orde Baru, Hari Lahir Pancasila dilesapkan. Hari Kesaktian Pancasila dirayakan. Walaupun rumusan Pancasila 1 Juni 1945 berbeda dengan yang tertera di Mukadimah UUD’45, tonggak lahirnya istilah Pancasila pertama kali dicetuskan oleh Soekarno, ketika membacakan pidato Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945.

Dalam sambutan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, ada dua frase diberikan tanda petik, yang menurut saya sangat aktual di tengah kondisi global yang tidak menentu. Kedua frase  itu adalah “bintang penuntun” dan ‘jangkar moral” yang disematkan untuk Pancasila. Bintang penuntun bisa dimaknai sebagai kompas berbangsa dan bernegara dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Kata Bung Karno, “Negara Republik Indonesia  bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang Sampai Merauke”.

Selanjutnya, jangkar moral dapat dimaknai sebagai berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana digagas Bung Karno. Bung Karno mengakui bahwa Pancasila adalah kekayaan milik persada Nusantara. Ia hanya menggali yang sudah ada. Dalam lambang negara, burung garuda yang mencengkram “Bhineka Tunggal Ika” jelas menujukkan Bung Karno mengakui adanya perbedaan yang tidak perlu dipertentangkan. Karena untuk meraih bintang (sila I : Ketuhanan Yang Maha Esa), syaratnya harus bersatu dalam perbedaan. Toleransi beragama landasannya. Tindakan nyata adalah bentuk aplikasinya. Toleransi bukan omon-omon. Toleransi hidup-menghidupi. Urip manguripi sejak zaman Majapahit.

Dalam konteks berkesenian, lebih-lebih dalam kelompok besar sekaa, perbedaan adalah keniscayaan. Namun, kebersamaan adalah kemutlakan dengan peran masing-masing. Harmoni dalam perbedaan itulah seni. Pancasila memberikan ruang untuk itu. Dalam konteks Bali yang menggelar PKB ke-48 mulai 13 Juni – 11 Juli  2026, formula yang ditawarkan selaras dengan gagasan Bung Karno. Jika tema Bulan Bung Karno 2026, “Kawya Atma Kerthi”, Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator, tema PKB ke-48 adalah “Atma Kerthi : Jiwa Sidha Paripurna” yang berarti penyucian jiwa menuju paripurna. Bertemunya nilai-nilai patriotik dari Bung Karno dengan nilai-nilai berkesenian untuk mendapatkan anugrah taksu dari semesta adalah upaya menuju kontemplasi : memurnikan jiwa paripurna. Dalam perspektif Gubernur Wayan Koster inilah yang dituju :  SDM Bali Unggul bercirikan teliti (cermat dengan detail), lentur (lemuh, sing lung), dabdab/matakeh (bertindak dengan perhitungan dan  berintegritas), ipil-ipil (mengumpulkan hasil kerja dengan benar), tragia (siaga dalam berbagai kondisi), lascarya (tulus ikhlas dalam melaksanakan swadarma), someh (ramah kepada sesama).

Bukan hanya di Bali peringatan Bulan Bung Karno nemu gelang dengan PKB, melainkankan juga di Yogyakarta  ada Kirab Budaya Tresna Pancasila bertepatan dengan HUT Bung Karno ke-125, pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Jalan Malioboro. Di samping itu, Pameran Lukisan selama sebulan bertajuk “Mata Hati Bung Karno” juga digelar  di Le Garace Space, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran dimeriahkan oleh 47 pelukis lintas generasi untuk menafsir Bung Karno  dari berbagai perspektif.

Jika menengok sejarah, Bung Karno selain Pahlawan Besar, ia juga Seniman Besar dengan pidatonya yang menggelegar membelah dunia. Kemampuan retorika yang penuh taksu adalah semangat berkesenian yang diselaraskan dengan semangat perjuangan. Semasa pengasingan, Bung Karno juga mendirikan Kelompok Tonil (teater) Kelimoetoe Toneel Club di Ende dan Kelompok Monte Carlo di Bengkulu. Selain mendirikan Kelompok Toneel, Bung Karno juga menulis naskah, menyutradarai pementasan, sekaligus manager plus produser.

Dari penelusuran berita on line, kita tahu semangat berkeseniaan Bung Karno melalui Toneel, memanfaatkan  cerita rakyat untuk memompa semangat perjuangan. Sisipan kata-kata yang membakar semangat perjuangan menuju kemerdekaan dengan babon cerita rakyat adalah strategi memberikan amunisi bagi kearifan lokal Nusantara yang kaya cerita. Artinyaa, negeri ini begitu kaya tidak saja sumber daya alamnya yang melimpah, melainkan juga cerita rakyatnya yang menyediakan gizi batin bagi warganya. Tinggal kepiawaian warganya mendayagunakan untuk membangun jiwa bangsanya. Bung Karno sudah berhasil menggali dan mencontohkan untuk membangun jiwa bangsa sesuai dengan semangat Indonesia Raya : “…bangunlah jiwanya, bangunlah badannya…”

Bung Karno juga membuktikan dengan pola hidup sederhana tetapi semangat literasi menyala di bawah bimbingan gurunya yang spiritualis, HOS Cokroaminoto, ia tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang tangguh. Tidak gentar keluar masuk penjara. Penjara baginya adalah ruang dialog (kontemplasi) untuk membangun dan mengembangkan kreativitas sekaligus melakukan perlawanan terhadap penjajah. Bahkan renungan akan lahirnya Pancasila terbersit saat beliau dibuang ke Ende, NTT (1934-1938). Di bawah pohon sukun dekat pantai, Bung Karno merenung lalu terinspirasi dari akar pohon sukun yang cabang  lima dan kini menjadi situs sejarah.  Bahkan Ende disebut Kota Kelahiran Pancasila.

Anungrah yang diperoleh Bung Karno di bawah Pohon Sukun adalah berkah dari pembuangan. Tak ubahnya seniman yang mendapatkan fulung taksu. Seni adalah medan diplomasi yang halus nanindah. Bung Karno menjadikan Toneel sebagai cikal bakal seni teater.  Tidak berlebihan bila Chairil Anwar merapat dengan Bung Karno, sebagaimana diterakan dalam puisi berjudul, “Persetujuan dengan Bung Karno”.

            Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat

            Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar

            Di uratmu di uratku kapal kita berlayar

           Di uratmu di uratku kapal kita bertolak dan berlabuh  [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bulan Bung KarnoBung Karnokesenian baliSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

Next Post

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails
Next Post
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co