30 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
in Esai
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

Ilustrasi tatkala.co | Canva

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung Karno semua orang berpendidikan mesti tahu. Juni adalah bulan lahirnya istilah Pancasila semua orang berpendidikan seyogyanya juga tahu. Juni adalah bulan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB), masyarakat Bali seyogya juga tahu dan pernah mabalih. Juni adalah bulan lingkungan hidup semua orang berpendidikan seyogyanya juga tahu. Juni adalah bulan liburan kenaikan kelas, semua siswa pasti tahu. Simpulannya, Juni adalah bulan penting sehingga banyak orang disibukkan.

Pada 1 Juni 2026 kita kembali merayakan Hari Lahir Pancasila. Dalam sambutannya, Kepala BPIP menegaskan tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Sebuah tema protektif, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga berkontribusi bagi dunia Internasional sebagaimana diterakan dalam tujuan bernegara pada Pembukaaan UUD 1945. Artinya, sebagai ideologi negara, Pancasila sangat visioner melampaui segala zaman dengan cobaan berulang. Namun tetap sakti, setelah lahir 1 Juni 1945.  Pancasila dinyatakan sakti 1 Oktober 1965, setelah melewati ujian berulang-ulang. Tidak pernah ada Kesaktian tanpa Kelahiran.

Hal ini perlu dicatat karena masa Orde Baru, Hari Lahir Pancasila dilesapkan. Hari Kesaktian Pancasila dirayakan. Walaupun rumusan Pancasila 1 Juni 1945 berbeda dengan yang tertera di Mukadimah UUD’45, tonggak lahirnya istilah Pancasila pertama kali dicetuskan oleh Soekarno, ketika membacakan pidato Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945.

Dalam sambutan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, ada dua frase diberikan tanda petik, yang menurut saya sangat aktual di tengah kondisi global yang tidak menentu. Kedua frase  itu adalah “bintang penuntun” dan ‘jangkar moral” yang disematkan untuk Pancasila. Bintang penuntun bisa dimaknai sebagai kompas berbangsa dan bernegara dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Kata Bung Karno, “Negara Republik Indonesia  bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang Sampai Merauke”.

Selanjutnya, jangkar moral dapat dimaknai sebagai berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana digagas Bung Karno. Bung Karno mengakui bahwa Pancasila adalah kekayaan milik persada Nusantara. Ia hanya menggali yang sudah ada. Dalam lambang negara, burung garuda yang mencengkram “Bhineka Tunggal Ika” jelas menujukkan Bung Karno mengakui adanya perbedaan yang tidak perlu dipertentangkan. Karena untuk meraih bintang (sila I : Ketuhanan Yang Maha Esa), syaratnya harus bersatu dalam perbedaan. Toleransi beragama landasannya. Tindakan nyata adalah bentuk aplikasinya. Toleransi bukan omon-omon. Toleransi hidup-menghidupi. Urip manguripi sejak zaman Majapahit.

Dalam konteks berkesenian, lebih-lebih dalam kelompok besar sekaa, perbedaan adalah keniscayaan. Namun, kebersamaan adalah kemutlakan dengan peran masing-masing. Harmoni dalam perbedaan itulah seni. Pancasila memberikan ruang untuk itu. Dalam konteks Bali yang menggelar PKB ke-48 mulai 13 Juni – 11 Juli  2026, formula yang ditawarkan selaras dengan gagasan Bung Karno. Jika tema Bulan Bung Karno 2026, “Kawya Atma Kerthi”, Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator, tema PKB ke-48 adalah “Atma Kerthi : Jiwa Sidha Paripurna” yang berarti penyucian jiwa menuju paripurna. Bertemunya nilai-nilai patriotik dari Bung Karno dengan nilai-nilai berkesenian untuk mendapatkan anugrah taksu dari semesta adalah upaya menuju kontemplasi : memurnikan jiwa paripurna. Dalam perspektif Gubernur Wayan Koster inilah yang dituju :  SDM Bali Unggul bercirikan teliti (cermat dengan detail), lentur (lemuh, sing lung), dabdab/matakeh (bertindak dengan perhitungan dan  berintegritas), ipil-ipil (mengumpulkan hasil kerja dengan benar), tragia (siaga dalam berbagai kondisi), lascarya (tulus ikhlas dalam melaksanakan swadarma), someh (ramah kepada sesama).

Bukan hanya di Bali peringatan Bulan Bung Karno nemu gelang dengan PKB, melainkankan juga di Yogyakarta  ada Kirab Budaya Tresna Pancasila bertepatan dengan HUT Bung Karno ke-125, pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Jalan Malioboro. Di samping itu, Pameran Lukisan selama sebulan bertajuk “Mata Hati Bung Karno” juga digelar  di Le Garace Space, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran dimeriahkan oleh 47 pelukis lintas generasi untuk menafsir Bung Karno  dari berbagai perspektif.

Jika menengok sejarah, Bung Karno selain Pahlawan Besar, ia juga Seniman Besar dengan pidatonya yang menggelegar membelah dunia. Kemampuan retorika yang penuh taksu adalah semangat berkesenian yang diselaraskan dengan semangat perjuangan. Semasa pengasingan, Bung Karno juga mendirikan Kelompok Tonil (teater) Kelimoetoe Toneel Club di Ende dan Kelompok Monte Carlo di Bengkulu. Selain mendirikan Kelompok Toneel, Bung Karno juga menulis naskah, menyutradarai pementasan, sekaligus manager plus produser.

Dari penelusuran berita on line, kita tahu semangat berkeseniaan Bung Karno melalui Toneel, memanfaatkan  cerita rakyat untuk memompa semangat perjuangan. Sisipan kata-kata yang membakar semangat perjuangan menuju kemerdekaan dengan babon cerita rakyat adalah strategi memberikan amunisi bagi kearifan lokal Nusantara yang kaya cerita. Artinyaa, negeri ini begitu kaya tidak saja sumber daya alamnya yang melimpah, melainkan juga cerita rakyatnya yang menyediakan gizi batin bagi warganya. Tinggal kepiawaian warganya mendayagunakan untuk membangun jiwa bangsanya. Bung Karno sudah berhasil menggali dan mencontohkan untuk membangun jiwa bangsa sesuai dengan semangat Indonesia Raya : “…bangunlah jiwanya, bangunlah badannya…”

Bung Karno juga membuktikan dengan pola hidup sederhana tetapi semangat literasi menyala di bawah bimbingan gurunya yang spiritualis, HOS Cokroaminoto, ia tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang tangguh. Tidak gentar keluar masuk penjara. Penjara baginya adalah ruang dialog (kontemplasi) untuk membangun dan mengembangkan kreativitas sekaligus melakukan perlawanan terhadap penjajah. Bahkan renungan akan lahirnya Pancasila terbersit saat beliau dibuang ke Ende, NTT (1934-1938). Di bawah pohon sukun dekat pantai, Bung Karno merenung lalu terinspirasi dari akar pohon sukun yang cabang  lima dan kini menjadi situs sejarah.  Bahkan Ende disebut Kota Kelahiran Pancasila.

Anungrah yang diperoleh Bung Karno di bawah Pohon Sukun adalah berkah dari pembuangan. Tak ubahnya seniman yang mendapatkan fulung taksu. Seni adalah medan diplomasi yang halus nanindah. Bung Karno menjadikan Toneel sebagai cikal bakal seni teater.  Tidak berlebihan bila Chairil Anwar merapat dengan Bung Karno, sebagaimana diterakan dalam puisi berjudul, “Persetujuan dengan Bung Karno”.

            Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat

            Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar

            Di uratmu di uratku kapal kita berlayar

           Di uratmu di uratku kapal kita bertolak dan berlabuh  [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bulan Bung KarnoBung Karnokesenian baliSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

Next Post

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

by Iko Amadeus
June 30, 2026
0
Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat,...

Read moreDetails

Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

by Wayan Gde Yudane
June 30, 2026
0
Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah...

Read moreDetails

Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
June 29, 2026
0
Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang...

Read moreDetails

Teringat Mendiang Bang DS. Putra

by Angga Wijaya
June 29, 2026
0
Teringat Mendiang Bang DS. Putra

PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya...

Read moreDetails

KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?

by I Gede Joni Suhartawan
June 29, 2026
0
KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?

KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi...

Read moreDetails

KEHANCURAN HINDU NUSANTARA & DUNNING-KRUGER EFFECT

by Sugi Lanus
June 29, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan...

Read moreDetails

Bulan Juni Milik Empat Presiden

by I Nyoman Tingkat
June 28, 2026
0
Bulan Juni Milik Empat Presiden

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak...

Read moreDetails

Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi

by Agung Sudarsa
June 28, 2026
0
Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi

īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa...

Read moreDetails

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

by T.H. Hari Sucahyo
June 28, 2026
0
Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin...

Read moreDetails

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

by Doni Sugiarto Wijaya
June 28, 2026
0
Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua...

Read moreDetails
Next Post
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi
Ulas Rupa

Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi

PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana,...

by Mahesa Putra
June 30, 2026
Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise
Esai

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat,...

by Iko Amadeus
June 30, 2026
Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan
Khas

Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi...

by Wahyu Mahaputra
June 30, 2026
Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja
Ulas Pentas

Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses...

by IM Gede Nesa Saputra
June 30, 2026
Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan
Esai

Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah...

by Wayan Gde Yudane
June 30, 2026
‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya
Ulas Rupa

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

by Hartanto
June 29, 2026
Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?
Esai

Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
June 29, 2026
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival
Bahasa

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

by I Made Sudiana
June 29, 2026
Teringat Mendiang Bang DS. Putra
Esai

Teringat Mendiang Bang DS. Putra

PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya...

by Angga Wijaya
June 29, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Liputan Khusus

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

by Jaswanto
June 29, 2026
KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?
Esai

KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?

KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi...

by I Gede Joni Suhartawan
June 29, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KEHANCURAN HINDU NUSANTARA & DUNNING-KRUGER EFFECT

JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan...

by Sugi Lanus
June 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co