20 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
in Esai
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

Seminar “Sastra Terjemahan, Diplomasi Budaya: A Tribute to the Translator Vern Cork” | Foto: Istimewa

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang lebih terorganisasi mulai tampak dalam penyelenggaraan KIAS (Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat) pada 1990–1991.

Dalam ajang kebudayaan berskala besar yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia tersebut, karya yang diperkenalkan kepada publik Amerika tidak hanya berupa seni pertunjukan, lukisan, dan wayang, tetapi juga karya sastra.

Dari sekian banyak karya sastra terjemahan yang diterbitkan untuk KIAS, salah satunya adalah antologi New York After Midnight: 11 Indonesian Short Stories suntingan sastrawan Satygraha Hoerip dalam bahasa Inggris. Antologi ini memperkenalkan keragaman sastra dan budaya Indonesia kepada publik Amerika. Dengan demikian, sastra menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia melalui karya budaya secara halus dan nonformal.

Hal itu saya sampaikan dalam seminar “Sastra Terjemahan, Diplomasi Budaya: A Tribute to the Translator Vern Cork”, yang digelar Program Studi Doktor (S3) Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, di Museum Bali, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-25 Prodi Kajian Budaya Universitas Udayana.

Menurut saya, popularitas Bali sebagai daerah tujuan wisata juga tidak dapat dilepaskan dari beredarnya buku-buku yang memperkenalkan seni, budaya, dan kehidupan Bali kepada pembaca internasional. Ia menyebut antara lain The Island of Bali (1937) karya Miguel Covarrubias, Dance and Drama in Bali (1938) karya Walter Spies dan Beryl de Zoete, serta Bali: A Paradise Created (1989) karya Adrian Vickers. Karya sastra seperti Eat, Pray, Love (2006) karya Elizabeth Gilbert juga turut memperkuat citra Bali di tingkat internasional.

Dalam konteks sastra terjemahan, saya mengungkapkan peran Yayasan Lontar di Jakarta yang sejak berdiri 1987 memiliki perhatian pada penerjemahan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris dan memperkenalkannya kepada pembaca internasional. Karya-karya yang diterjemahkan kemudian menjadi bagian dari promosi dan diplomasi budaya karena dapat beredar, dibaca, dan dikoleksi oleh masyarakat internasional.

Diplomasi lewat buku sastra memang bersifat diplomasi diam-diam. Dampaknya pelan dan panjang. Bisa jadi Bali Behind the Seen yang terbit 1996 dibaca dan dikoleksi sampai sekian tahun ke depan sebagai medium untuk memperkenalkan Bali dengan segala aspek alam dan seni budayanya.

Dalam konteks ini, karya-karya terjemahan Vern Cork atas cerpen dan puisi sastrawan (dari) Bali ikut melaksanakan tugas sebagai diplomasi budaya.

Sehari sebelum acara, Wamen Kebudayaan Giring Ganesha sempat melakukan kunjungan kerja ke Museum Bali. Beliau sempat menghampiri ruang seminar dan bercakap dengan panitia, mengapresiasi kegiatan budaya yang digelar.

Mengenang Vern Cork

Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengenang Vern Cork, penerjemah yang mendedikasikan sebagian hidupnya untuk sastra dan kebudayaan Bali. Lahir di Sydney pada 11 Januari 1946 dan meninggal di Bali pada 1 Agustus 2024, Vern tinggal di Bali secara on-off sejak 1970-an hingga 2020-an.

Selama tinggal di Bali, Vern antara lain menjadi tenaga sukarelawan di perpustakaan, menerjemahkan dan menerbitkan karya sastra para pengarang yang tinggal di Bali, serta membantu Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, organisasi yang beranggotakan warga penyandang disabilitas. Pada masa-masa akhir hidupnya, Vern sendiri mengalami kelumpuhan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berkarya dan berkontribusi.

Empat buku terjemahan yang dihasilkannya antara lain Bali Behind the Seen: Recent Fiction from Bali (1996), Bali the Morning After: Poems about Bali by Bali’s Major Poets (2000), Ordeal by Fire (Mandi Api) karya Gde Aryantha Soethama, dan The Sweat of Pearls (Keringat Mutiara) karya Putu Oka Sukanta. Bali Behind the Seen sendiri memuat karya-karya fiksi penulis Bali yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk pertama kalinya.

Vern juga menerbitkan Bali So Many Faces (1996), kumpulan cerpen berbahasa Indonesia yang dilengkapi catatan mengenai diksi dan kosakata budaya. Buku tersebut diterbitkan dalam konteks proyek Language Acquisition Research Centre (LARC), University of Western Sydney, antara lain sebagai bahan ajar.

Sastrawan Abu Bakar dan Ketut Yulirsa.

Dalam sesi tribute, sastrawan Gde Aryantha Soethama menyampaikan terima kasih kepada Vern Cork karena telah menerjemahkan karya sastra Bali dan membawanya kepada pembaca yang lebih luas. Bagi para pengarang yang karyanya diterjemahkan, kehadiran Vern bukan sekadar sebagai penerjemah, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan sastra Bali dengan pembaca di luar Indonesia.

Sementara itu, Jilli Streit, sahabat Vern dari Sydney yang hadir di Bali, mengenang Vern sebagai sosok yang baik dan tulus serta selalu dikelilingi orang-orang baik. Menurut Jilli, kecintaan Vern terhadap seni dan sastra juga tidak terlepas dari lingkungan keluarganya. Ayahnya adalah seorang pelukis, sedangkan ibunya merupakan pengarang yang produktif.

Tribute Penuh Persahabatan

Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara, yaitu saya, Gde Aryantha Soethama, dan Jilli Streit, dengan I Made Sujaya sebagai moderator. Suasana semakin istimewa dengan pembacaan puisi oleh AAS Mas Ruscitadewi, Oka Rusmini, dan Tan Lioe Ie.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh kenangan. Sejumlah peserta turut aktif berbagi cerita dan pandangan, antara lain Abu Bakar, Tan Lioe Ie, Arif Bagus Prasetyo, Made Kaek, Prof. Sri Jayanti, Wayan Juniartha, Gde Hariwangsa, Sri Lestari Riri, Ketut Yuliarsa, Dr. I Wayan Artika, dan Wayan Damai dari Yayasan Cahaya Mutiara Ubud.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum untuk membicarakan sastra terjemahan dan diplomasi budaya, tetapi juga menjadi ajang reuni para sahabat, sastrawan, seniman, dan orang-orang yang pernah bersentuhan dengan kehidupan Vern Cork.

Suasana suka cita sangat terasa sepanjang acara. Ketut Yuliarsa, penyair asal Ubud yang kini tinggal di Sydney dan baru saja menerima Anugerah Seni Bali Jani, mengungkapkan kesannya dengan sederhana: “Acaranya bagus, gembira ketemu teman-teman penulis dan seniman.”

Semangat itulah yang tampaknya paling tepat untuk menggambarkan tribute bagi Vern Cork: sebuah perjumpaan untuk mengenang seorang penerjemah, sekaligus merayakan persahabatan, sastra, dan hubungan budaya yang melampaui batas bahasa dan negara.

Jilli Streit juga menyampaikan kesannya yang menyenangkan: “Thank you Darma Putra for your wonderful organisation of the program. I enjoyed the morning very much and really hope some broader inspiration might come from it. The venue was really delightful and the food was so well prepared and managed Thank you for all of that. Thank you Diah!

Most of all I loved the professional attitude of the speakers including the contribution from the audience. I feel humbled by your knowledge of language literature and most of all your appreciation of the value of cross cultural diplomacy. Thank you so much. Well done to everyone concerned”. (*)

Tags: Kebudayaan Indonesia di Amerika SerikatKIASVern Cork
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

Next Post

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

Read moreDetails

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

by Isran Kamal
September 18, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

Read moreDetails

Menulis Kok Seperti Muntah?

by Angga Wijaya
September 18, 2026
0
Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

Read moreDetails

Lalat Pengganggu Kebijakan MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 18, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, pernahkah singgah ke kedai makanan sederhana di pinggir jalan atau pojok pasar? Kadang banyak lalat ya?...

Read moreDetails

Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

by Nanoq da Kansas
September 18, 2026
0
Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

TEATER Bali adalah pertunjukan kesenian-kesenian, tempat para penjual es ganefo, kacang rebus, rokok eceran, serta permen pedas cap Semar tetap...

Read moreDetails

DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

by Sugi Lanus
September 17, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Oleh Sugi Lanus BUKTI perkawinan pengelana India kuno dan perempuan-perempuan Bali tidak hanya tertulis dalam prasasti Bali kuno, tetapi juga...

Read moreDetails

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
0
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

Read moreDetails

Suka-Duka di Rumah Sakit

by Angga Wijaya
September 15, 2026
0
Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

Read moreDetails
Next Post
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses Tebal: vii + 138...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026
Khas

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]
Ulas Musik

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur
Pameran

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026
Panggung

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak
Budaya

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño
Esai

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae
Pop

Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

SEBULAN setelah pulang dari Prancis, Morbid Monke belum berniat mengendurkan langkah. Unit art punk asal Denpasar, Bali, itu kembali membawa...

by Dede Putra Wiguna
September 19, 2026
Ramai Penulis Menjadi Pelukis
Esai

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

by Angga Wijaya
September 19, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co