30 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
in Esai
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

Seminar “Sastra Terjemahan, Diplomasi Budaya: A Tribute to the Translator Vern Cork” | Foto: Istimewa

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang lebih terorganisasi mulai tampak dalam penyelenggaraan KIAS (Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat) pada 1990–1991.

Dalam ajang kebudayaan berskala besar yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia tersebut, karya yang diperkenalkan kepada publik Amerika tidak hanya berupa seni pertunjukan, lukisan, dan wayang, tetapi juga karya sastra.

Dari sekian banyak karya sastra terjemahan yang diterbitkan untuk KIAS, salah satunya adalah antologi New York After Midnight: 11 Indonesian Short Stories suntingan sastrawan Satygraha Hoerip dalam bahasa Inggris. Antologi ini memperkenalkan keragaman sastra dan budaya Indonesia kepada publik Amerika. Dengan demikian, sastra menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia melalui karya budaya secara halus dan nonformal.

Hal itu saya sampaikan dalam seminar “Sastra Terjemahan, Diplomasi Budaya: A Tribute to the Translator Vern Cork”, yang digelar Program Studi Doktor (S3) Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, di Museum Bali, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-25 Prodi Kajian Budaya Universitas Udayana.

Menurut saya, popularitas Bali sebagai daerah tujuan wisata juga tidak dapat dilepaskan dari beredarnya buku-buku yang memperkenalkan seni, budaya, dan kehidupan Bali kepada pembaca internasional. Ia menyebut antara lain The Island of Bali (1937) karya Miguel Covarrubias, Dance and Drama in Bali (1938) karya Walter Spies dan Beryl de Zoete, serta Bali: A Paradise Created (1989) karya Adrian Vickers. Karya sastra seperti Eat, Pray, Love (2006) karya Elizabeth Gilbert juga turut memperkuat citra Bali di tingkat internasional.

Dalam konteks sastra terjemahan, saya mengungkapkan peran Yayasan Lontar di Jakarta yang sejak berdiri 1987 memiliki perhatian pada penerjemahan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris dan memperkenalkannya kepada pembaca internasional. Karya-karya yang diterjemahkan kemudian menjadi bagian dari promosi dan diplomasi budaya karena dapat beredar, dibaca, dan dikoleksi oleh masyarakat internasional.

Diplomasi lewat buku sastra memang bersifat diplomasi diam-diam. Dampaknya pelan dan panjang. Bisa jadi Bali Behind the Seen yang terbit 1996 dibaca dan dikoleksi sampai sekian tahun ke depan sebagai medium untuk memperkenalkan Bali dengan segala aspek alam dan seni budayanya.

Dalam konteks ini, karya-karya terjemahan Vern Cork atas cerpen dan puisi sastrawan (dari) Bali ikut melaksanakan tugas sebagai diplomasi budaya.

Sehari sebelum acara, Wamen Kebudayaan Giring Ganesha sempat melakukan kunjungan kerja ke Museum Bali. Beliau sempat menghampiri ruang seminar dan bercakap dengan panitia, mengapresiasi kegiatan budaya yang digelar.

Mengenang Vern Cork

Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengenang Vern Cork, penerjemah yang mendedikasikan sebagian hidupnya untuk sastra dan kebudayaan Bali. Lahir di Sydney pada 11 Januari 1946 dan meninggal di Bali pada 1 Agustus 2024, Vern tinggal di Bali secara on-off sejak 1970-an hingga 2020-an.

Selama tinggal di Bali, Vern antara lain menjadi tenaga sukarelawan di perpustakaan, menerjemahkan dan menerbitkan karya sastra para pengarang yang tinggal di Bali, serta membantu Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, organisasi yang beranggotakan warga penyandang disabilitas. Pada masa-masa akhir hidupnya, Vern sendiri mengalami kelumpuhan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berkarya dan berkontribusi.

Empat buku terjemahan yang dihasilkannya antara lain Bali Behind the Seen: Recent Fiction from Bali (1996), Bali the Morning After: Poems about Bali by Bali’s Major Poets (2000), Ordeal by Fire (Mandi Api) karya Gde Aryantha Soethama, dan The Sweat of Pearls (Keringat Mutiara) karya Putu Oka Sukanta. Bali Behind the Seen sendiri memuat karya-karya fiksi penulis Bali yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk pertama kalinya.

Vern juga menerbitkan Bali So Many Faces (1996), kumpulan cerpen berbahasa Indonesia yang dilengkapi catatan mengenai diksi dan kosakata budaya. Buku tersebut diterbitkan dalam konteks proyek Language Acquisition Research Centre (LARC), University of Western Sydney, antara lain sebagai bahan ajar.

Sastrawan Abu Bakar dan Ketut Yulirsa.

Dalam sesi tribute, sastrawan Gde Aryantha Soethama menyampaikan terima kasih kepada Vern Cork karena telah menerjemahkan karya sastra Bali dan membawanya kepada pembaca yang lebih luas. Bagi para pengarang yang karyanya diterjemahkan, kehadiran Vern bukan sekadar sebagai penerjemah, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan sastra Bali dengan pembaca di luar Indonesia.

Sementara itu, Jilli Streit, sahabat Vern dari Sydney yang hadir di Bali, mengenang Vern sebagai sosok yang baik dan tulus serta selalu dikelilingi orang-orang baik. Menurut Jilli, kecintaan Vern terhadap seni dan sastra juga tidak terlepas dari lingkungan keluarganya. Ayahnya adalah seorang pelukis, sedangkan ibunya merupakan pengarang yang produktif.

Tribute Penuh Persahabatan

Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara, yaitu saya, Gde Aryantha Soethama, dan Jilli Streit, dengan I Made Sujaya sebagai moderator. Suasana semakin istimewa dengan pembacaan puisi oleh AAS Mas Ruscitadewi, Oka Rusmini, dan Tan Lioe Ie.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh kenangan. Sejumlah peserta turut aktif berbagi cerita dan pandangan, antara lain Abu Bakar, Tan Lioe Ie, Arif Bagus Prasetyo, Made Kaek, Prof. Sri Jayanti, Wayan Juniartha, Gde Hariwangsa, Sri Lestari Riri, Ketut Yuliarsa, Dr. I Wayan Artika, dan Wayan Damai dari Yayasan Cahaya Mutiara Ubud.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum untuk membicarakan sastra terjemahan dan diplomasi budaya, tetapi juga menjadi ajang reuni para sahabat, sastrawan, seniman, dan orang-orang yang pernah bersentuhan dengan kehidupan Vern Cork.

Suasana suka cita sangat terasa sepanjang acara. Ketut Yuliarsa, penyair asal Ubud yang kini tinggal di Sydney dan baru saja menerima Anugerah Seni Bali Jani, mengungkapkan kesannya dengan sederhana: “Acaranya bagus, gembira ketemu teman-teman penulis dan seniman.”

Semangat itulah yang tampaknya paling tepat untuk menggambarkan tribute bagi Vern Cork: sebuah perjumpaan untuk mengenang seorang penerjemah, sekaligus merayakan persahabatan, sastra, dan hubungan budaya yang melampaui batas bahasa dan negara.

Jilli Streit juga menyampaikan kesannya yang menyenangkan: “Thank you Darma Putra for your wonderful organisation of the program. I enjoyed the morning very much and really hope some broader inspiration might come from it. The venue was really delightful and the food was so well prepared and managed Thank you for all of that. Thank you Diah!

Most of all I loved the professional attitude of the speakers including the contribution from the audience. I feel humbled by your knowledge of language literature and most of all your appreciation of the value of cross cultural diplomacy. Thank you so much. Well done to everyone concerned”. (*)

Tags: Kebudayaan Indonesia di Amerika SerikatKIASVern Cork
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

Next Post

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

by Muhammad Farras Hanif
August 29, 2026
0
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

MAKANAN sehari-hari yang kita konsumsi tentu tidak hadir begitu saja di atas meja makan kita. Sepiring nasi tidak lahir begitu...

Read moreDetails

Sebelum Bali Dituduh Rasis, Ada Seorang Ibu yang Sedang Makan

by Angga Wijaya
August 29, 2026
0
Telenovela

SEBELUM Bali dituduh rasis, ada seorang ibu yang sedang makan. Kalimat itu mungkin terdengar terlalu sederhana untuk sebuah perkara yang...

Read moreDetails

LEVEL PERDEBATAN DALAM HINDU

by Sugi Lanus
August 29, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 29 Agustus 2026 Hindu mengenal struktur epistemologi yang berjenjang. Artinya apa? Hindu tidak memaksakan satu...

Read moreDetails

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

by Tri Nugroho Adi
August 28, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Segelas kopi tidak pernah hanya berisi kopi. Di dalamnya terseduh sejarah, identitas, percakapan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri." MENJELANG...

Read moreDetails

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
0
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

Read moreDetails

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

by Chusmeru
August 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

Read moreDetails

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

by Dharma Yuda
August 26, 2026
0
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

Read moreDetails

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

Read moreDetails

Ibu Memasak di Kota

by Angga Wijaya
August 25, 2026
0
Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

Read moreDetails

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

by Sugi Lanus
August 25, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

Read moreDetails
Next Post
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

MAKANAN sehari-hari yang kita konsumsi tentu tidak hadir begitu saja di atas meja makan kita. Sepiring nasi tidak lahir begitu...

by Muhammad Farras Hanif
August 29, 2026
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana
Ulas Rupa

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

by Hartanto
August 29, 2026
Telenovela
Esai

Sebelum Bali Dituduh Rasis, Ada Seorang Ibu yang Sedang Makan

SEBELUM Bali dituduh rasis, ada seorang ibu yang sedang makan. Kalimat itu mungkin terdengar terlalu sederhana untuk sebuah perkara yang...

by Angga Wijaya
August 29, 2026
Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar
Pendidikan

Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

DENPASAR | TATKALA.CO -- Duta Bahasa Provinsi Bali menyerahkan Model Pembelajaran Serasi (Strategi Berbasis Multimodal bagi Disabilitas Rungu untuk Menyusun...

by Rusdy Ulu
August 29, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

LEVEL PERDEBATAN DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 29 Agustus 2026 Hindu mengenal struktur epistemologi yang berjenjang. Artinya apa? Hindu tidak memaksakan satu...

by Sugi Lanus
August 29, 2026
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka
Khas

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

"Segelas kopi tidak pernah hanya berisi kopi. Di dalamnya terseduh sejarah, identitas, percakapan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri." MENJELANG...

by Tri Nugroho Adi
August 28, 2026
Kemarau di Kalianget
Buku Tatkala

Kemarau di Kalianget

Judul: Kemarau di Kalianget Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Luh Arik Sariadi ISBN: Masih dalam proses Tebal: 145 halaman...

by Buku Tatkala
August 28, 2026
Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co