1 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
in Esai
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

Seminar “Sastra Terjemahan, Diplomasi Budaya: A Tribute to the Translator Vern Cork” | Foto: Istimewa

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang lebih terorganisasi mulai tampak dalam penyelenggaraan KIAS (Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat) pada 1990–1991.

Dalam ajang kebudayaan berskala besar yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia tersebut, karya yang diperkenalkan kepada publik Amerika tidak hanya berupa seni pertunjukan, lukisan, dan wayang, tetapi juga karya sastra.

Dari sekian banyak karya sastra terjemahan yang diterbitkan untuk KIAS, salah satunya adalah antologi New York After Midnight: 11 Indonesian Short Stories suntingan sastrawan Satygraha Hoerip dalam bahasa Inggris. Antologi ini memperkenalkan keragaman sastra dan budaya Indonesia kepada publik Amerika. Dengan demikian, sastra menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia melalui karya budaya secara halus dan nonformal.

Hal itu saya sampaikan dalam seminar “Sastra Terjemahan, Diplomasi Budaya: A Tribute to the Translator Vern Cork”, yang digelar Program Studi Doktor (S3) Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, di Museum Bali, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-25 Prodi Kajian Budaya Universitas Udayana.

Menurut saya, popularitas Bali sebagai daerah tujuan wisata juga tidak dapat dilepaskan dari beredarnya buku-buku yang memperkenalkan seni, budaya, dan kehidupan Bali kepada pembaca internasional. Ia menyebut antara lain The Island of Bali (1937) karya Miguel Covarrubias, Dance and Drama in Bali (1938) karya Walter Spies dan Beryl de Zoete, serta Bali: A Paradise Created (1989) karya Adrian Vickers. Karya sastra seperti Eat, Pray, Love (2006) karya Elizabeth Gilbert juga turut memperkuat citra Bali di tingkat internasional.

Dalam konteks sastra terjemahan, saya mengungkapkan peran Yayasan Lontar di Jakarta yang sejak berdiri 1987 memiliki perhatian pada penerjemahan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris dan memperkenalkannya kepada pembaca internasional. Karya-karya yang diterjemahkan kemudian menjadi bagian dari promosi dan diplomasi budaya karena dapat beredar, dibaca, dan dikoleksi oleh masyarakat internasional.

Diplomasi lewat buku sastra memang bersifat diplomasi diam-diam. Dampaknya pelan dan panjang. Bisa jadi Bali Behind the Seen yang terbit 1996 dibaca dan dikoleksi sampai sekian tahun ke depan sebagai medium untuk memperkenalkan Bali dengan segala aspek alam dan seni budayanya.

Dalam konteks ini, karya-karya terjemahan Vern Cork atas cerpen dan puisi sastrawan (dari) Bali ikut melaksanakan tugas sebagai diplomasi budaya.

Sehari sebelum acara, Wamen Kebudayaan Giring Ganesha sempat melakukan kunjungan kerja ke Museum Bali. Beliau sempat menghampiri ruang seminar dan bercakap dengan panitia, mengapresiasi kegiatan budaya yang digelar.

Mengenang Vern Cork

Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengenang Vern Cork, penerjemah yang mendedikasikan sebagian hidupnya untuk sastra dan kebudayaan Bali. Lahir di Sydney pada 11 Januari 1946 dan meninggal di Bali pada 1 Agustus 2024, Vern tinggal di Bali secara on-off sejak 1970-an hingga 2020-an.

Selama tinggal di Bali, Vern antara lain menjadi tenaga sukarelawan di perpustakaan, menerjemahkan dan menerbitkan karya sastra para pengarang yang tinggal di Bali, serta membantu Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, organisasi yang beranggotakan warga penyandang disabilitas. Pada masa-masa akhir hidupnya, Vern sendiri mengalami kelumpuhan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berkarya dan berkontribusi.

Empat buku terjemahan yang dihasilkannya antara lain Bali Behind the Seen: Recent Fiction from Bali (1996), Bali the Morning After: Poems about Bali by Bali’s Major Poets (2000), Ordeal by Fire (Mandi Api) karya Gde Aryantha Soethama, dan The Sweat of Pearls (Keringat Mutiara) karya Putu Oka Sukanta. Bali Behind the Seen sendiri memuat karya-karya fiksi penulis Bali yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk pertama kalinya.

Vern juga menerbitkan Bali So Many Faces (1996), kumpulan cerpen berbahasa Indonesia yang dilengkapi catatan mengenai diksi dan kosakata budaya. Buku tersebut diterbitkan dalam konteks proyek Language Acquisition Research Centre (LARC), University of Western Sydney, antara lain sebagai bahan ajar.

Sastrawan Abu Bakar dan Ketut Yulirsa.

Dalam sesi tribute, sastrawan Gde Aryantha Soethama menyampaikan terima kasih kepada Vern Cork karena telah menerjemahkan karya sastra Bali dan membawanya kepada pembaca yang lebih luas. Bagi para pengarang yang karyanya diterjemahkan, kehadiran Vern bukan sekadar sebagai penerjemah, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan sastra Bali dengan pembaca di luar Indonesia.

Sementara itu, Jilli Streit, sahabat Vern dari Sydney yang hadir di Bali, mengenang Vern sebagai sosok yang baik dan tulus serta selalu dikelilingi orang-orang baik. Menurut Jilli, kecintaan Vern terhadap seni dan sastra juga tidak terlepas dari lingkungan keluarganya. Ayahnya adalah seorang pelukis, sedangkan ibunya merupakan pengarang yang produktif.

Tribute Penuh Persahabatan

Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara, yaitu saya, Gde Aryantha Soethama, dan Jilli Streit, dengan I Made Sujaya sebagai moderator. Suasana semakin istimewa dengan pembacaan puisi oleh AAS Mas Ruscitadewi, Oka Rusmini, dan Tan Lioe Ie.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh kenangan. Sejumlah peserta turut aktif berbagi cerita dan pandangan, antara lain Abu Bakar, Tan Lioe Ie, Arif Bagus Prasetyo, Made Kaek, Prof. Sri Jayanti, Wayan Juniartha, Gde Hariwangsa, Sri Lestari Riri, Ketut Yuliarsa, Dr. I Wayan Artika, dan Wayan Damai dari Yayasan Cahaya Mutiara Ubud.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum untuk membicarakan sastra terjemahan dan diplomasi budaya, tetapi juga menjadi ajang reuni para sahabat, sastrawan, seniman, dan orang-orang yang pernah bersentuhan dengan kehidupan Vern Cork.

Suasana suka cita sangat terasa sepanjang acara. Ketut Yuliarsa, penyair asal Ubud yang kini tinggal di Sydney dan baru saja menerima Anugerah Seni Bali Jani, mengungkapkan kesannya dengan sederhana: “Acaranya bagus, gembira ketemu teman-teman penulis dan seniman.”

Semangat itulah yang tampaknya paling tepat untuk menggambarkan tribute bagi Vern Cork: sebuah perjumpaan untuk mengenang seorang penerjemah, sekaligus merayakan persahabatan, sastra, dan hubungan budaya yang melampaui batas bahasa dan negara.

Jilli Streit juga menyampaikan kesannya yang menyenangkan: “Thank you Darma Putra for your wonderful organisation of the program. I enjoyed the morning very much and really hope some broader inspiration might come from it. The venue was really delightful and the food was so well prepared and managed Thank you for all of that. Thank you Diah!

Most of all I loved the professional attitude of the speakers including the contribution from the audience. I feel humbled by your knowledge of language literature and most of all your appreciation of the value of cross cultural diplomacy. Thank you so much. Well done to everyone concerned”. (*)

Tags: Kebudayaan Indonesia di Amerika SerikatKIASVern Cork
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

Next Post

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails
Next Post
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co