12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
in Esai
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

Seminar “Sastra Terjemahan, Diplomasi Budaya: A Tribute to the Translator Vern Cork” | Foto: Istimewa

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang lebih terorganisasi mulai tampak dalam penyelenggaraan KIAS (Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat) pada 1990–1991.

Dalam ajang kebudayaan berskala besar yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia tersebut, karya yang diperkenalkan kepada publik Amerika tidak hanya berupa seni pertunjukan, lukisan, dan wayang, tetapi juga karya sastra.

Dari sekian banyak karya sastra terjemahan yang diterbitkan untuk KIAS, salah satunya adalah antologi New York After Midnight: 11 Indonesian Short Stories suntingan sastrawan Satygraha Hoerip dalam bahasa Inggris. Antologi ini memperkenalkan keragaman sastra dan budaya Indonesia kepada publik Amerika. Dengan demikian, sastra menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia melalui karya budaya secara halus dan nonformal.

Hal itu saya sampaikan dalam seminar “Sastra Terjemahan, Diplomasi Budaya: A Tribute to the Translator Vern Cork”, yang digelar Program Studi Doktor (S3) Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, di Museum Bali, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-25 Prodi Kajian Budaya Universitas Udayana.

Menurut saya, popularitas Bali sebagai daerah tujuan wisata juga tidak dapat dilepaskan dari beredarnya buku-buku yang memperkenalkan seni, budaya, dan kehidupan Bali kepada pembaca internasional. Ia menyebut antara lain The Island of Bali (1937) karya Miguel Covarrubias, Dance and Drama in Bali (1938) karya Walter Spies dan Beryl de Zoete, serta Bali: A Paradise Created (1989) karya Adrian Vickers. Karya sastra seperti Eat, Pray, Love (2006) karya Elizabeth Gilbert juga turut memperkuat citra Bali di tingkat internasional.

Dalam konteks sastra terjemahan, saya mengungkapkan peran Yayasan Lontar di Jakarta yang sejak berdiri 1987 memiliki perhatian pada penerjemahan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris dan memperkenalkannya kepada pembaca internasional. Karya-karya yang diterjemahkan kemudian menjadi bagian dari promosi dan diplomasi budaya karena dapat beredar, dibaca, dan dikoleksi oleh masyarakat internasional.

Diplomasi lewat buku sastra memang bersifat diplomasi diam-diam. Dampaknya pelan dan panjang. Bisa jadi Bali Behind the Seen yang terbit 1996 dibaca dan dikoleksi sampai sekian tahun ke depan sebagai medium untuk memperkenalkan Bali dengan segala aspek alam dan seni budayanya.

Dalam konteks ini, karya-karya terjemahan Vern Cork atas cerpen dan puisi sastrawan (dari) Bali ikut melaksanakan tugas sebagai diplomasi budaya.

Sehari sebelum acara, Wamen Kebudayaan Giring Ganesha sempat melakukan kunjungan kerja ke Museum Bali. Beliau sempat menghampiri ruang seminar dan bercakap dengan panitia, mengapresiasi kegiatan budaya yang digelar.

Mengenang Vern Cork

Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengenang Vern Cork, penerjemah yang mendedikasikan sebagian hidupnya untuk sastra dan kebudayaan Bali. Lahir di Sydney pada 11 Januari 1946 dan meninggal di Bali pada 1 Agustus 2024, Vern tinggal di Bali secara on-off sejak 1970-an hingga 2020-an.

Selama tinggal di Bali, Vern antara lain menjadi tenaga sukarelawan di perpustakaan, menerjemahkan dan menerbitkan karya sastra para pengarang yang tinggal di Bali, serta membantu Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, organisasi yang beranggotakan warga penyandang disabilitas. Pada masa-masa akhir hidupnya, Vern sendiri mengalami kelumpuhan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berkarya dan berkontribusi.

Empat buku terjemahan yang dihasilkannya antara lain Bali Behind the Seen: Recent Fiction from Bali (1996), Bali the Morning After: Poems about Bali by Bali’s Major Poets (2000), Ordeal by Fire (Mandi Api) karya Gde Aryantha Soethama, dan The Sweat of Pearls (Keringat Mutiara) karya Putu Oka Sukanta. Bali Behind the Seen sendiri memuat karya-karya fiksi penulis Bali yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk pertama kalinya.

Vern juga menerbitkan Bali So Many Faces (1996), kumpulan cerpen berbahasa Indonesia yang dilengkapi catatan mengenai diksi dan kosakata budaya. Buku tersebut diterbitkan dalam konteks proyek Language Acquisition Research Centre (LARC), University of Western Sydney, antara lain sebagai bahan ajar.

Sastrawan Abu Bakar dan Ketut Yulirsa.

Dalam sesi tribute, sastrawan Gde Aryantha Soethama menyampaikan terima kasih kepada Vern Cork karena telah menerjemahkan karya sastra Bali dan membawanya kepada pembaca yang lebih luas. Bagi para pengarang yang karyanya diterjemahkan, kehadiran Vern bukan sekadar sebagai penerjemah, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan sastra Bali dengan pembaca di luar Indonesia.

Sementara itu, Jilli Streit, sahabat Vern dari Sydney yang hadir di Bali, mengenang Vern sebagai sosok yang baik dan tulus serta selalu dikelilingi orang-orang baik. Menurut Jilli, kecintaan Vern terhadap seni dan sastra juga tidak terlepas dari lingkungan keluarganya. Ayahnya adalah seorang pelukis, sedangkan ibunya merupakan pengarang yang produktif.

Tribute Penuh Persahabatan

Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara, yaitu saya, Gde Aryantha Soethama, dan Jilli Streit, dengan I Made Sujaya sebagai moderator. Suasana semakin istimewa dengan pembacaan puisi oleh AAS Mas Ruscitadewi, Oka Rusmini, dan Tan Lioe Ie.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh kenangan. Sejumlah peserta turut aktif berbagi cerita dan pandangan, antara lain Abu Bakar, Tan Lioe Ie, Arif Bagus Prasetyo, Made Kaek, Prof. Sri Jayanti, Wayan Juniartha, Gde Hariwangsa, Sri Lestari Riri, Ketut Yuliarsa, Dr. I Wayan Artika, dan Wayan Damai dari Yayasan Cahaya Mutiara Ubud.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum untuk membicarakan sastra terjemahan dan diplomasi budaya, tetapi juga menjadi ajang reuni para sahabat, sastrawan, seniman, dan orang-orang yang pernah bersentuhan dengan kehidupan Vern Cork.

Suasana suka cita sangat terasa sepanjang acara. Ketut Yuliarsa, penyair asal Ubud yang kini tinggal di Sydney dan baru saja menerima Anugerah Seni Bali Jani, mengungkapkan kesannya dengan sederhana: “Acaranya bagus, gembira ketemu teman-teman penulis dan seniman.”

Semangat itulah yang tampaknya paling tepat untuk menggambarkan tribute bagi Vern Cork: sebuah perjumpaan untuk mengenang seorang penerjemah, sekaligus merayakan persahabatan, sastra, dan hubungan budaya yang melampaui batas bahasa dan negara.

Jilli Streit juga menyampaikan kesannya yang menyenangkan: “Thank you Darma Putra for your wonderful organisation of the program. I enjoyed the morning very much and really hope some broader inspiration might come from it. The venue was really delightful and the food was so well prepared and managed Thank you for all of that. Thank you Diah!

Most of all I loved the professional attitude of the speakers including the contribution from the audience. I feel humbled by your knowledge of language literature and most of all your appreciation of the value of cross cultural diplomacy. Thank you so much. Well done to everyone concerned”. (*)

Tags: Kebudayaan Indonesia di Amerika SerikatKIASVern Cork
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

Next Post

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co