21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
June 10, 2026
in Esai
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini

PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif masyarakat Bali. Ketika pasukan kolonial Belanda memasuki Denpasar, Raja Badung I Gusti Ngurah Made Agung bersama keluarga, para ksatria, pemangku, dan rakyat memilih jalan puputan. Mereka sadar bahwa secara militer tidak mungkin menang, namun mereka menolak tunduk kepada kekuasaan yang dianggap merampas martabat dan kedaulatan.

Puputan bukan sekadar peristiwa sejarah. Puputan adalah simbol keberanian moral. Sebuah pernyataan bahwa ada nilai-nilai yang lebih tinggi daripada rasa takut, kenyamanan, bahkan kehidupan itu sendiri.

Kini, lebih dari satu abad kemudian, Bali menghadapi tantangan yang berbeda. Tidak ada lagi kapal perang yang berlabuh di Sanur. Tidak ada lagi serdadu kolonial yang berjalan menuju puri-puri kerajaan. Namun ancaman terhadap Bali tetap ada, hadir dalam bentuk yang lebih halus dan sering kali sulit dikenali.

Alih fungsi lahan pertanian, eksploitasi sumber daya air, kerusakan kawasan pesisir, pembangunan yang melampaui daya dukung lingkungan, hingga berbagai kebijakan yang berpotensi mengabaikan kepentingan masyarakat lokal merupakan tantangan nyata yang sedang dihadapi Bali saat ini.

Karena itu, semangat puputan tetap relevan. Bukan untuk mengangkat senjata, melainkan untuk membangkitkan kesadaran.

Ketika Alam Bali Menjadi Taruhan

Bali dikenal dunia karena keindahan alam dan kekayaan budayanya. Namun sesungguhnya keduanya tidak dapat dipisahkan. Budaya Bali lahir dari hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Sawah bukan sekadar lahan produksi pangan. Ia adalah bagian dari sistem Subak yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya. Gunung bukan hanya bentang geografis, tetapi juga ruang sakral yang menjadi sumber kehidupan. Sungai bukan sekadar aliran air, melainkan bagian dari ekosistem spiritual dan ekologis yang menopang kehidupan masyarakat.

Masalahnya, dalam arus pembangunan modern, alam sering kali dipandang semata sebagai aset ekonomi. Hutan dianggap lahan kosong yang siap dibangun. Pantai dianggap ruang komersial. Sawah dipandang sebagai cadangan tanah untuk investasi.

Padahal ketika alam kehilangan fungsi ekologisnya, masyarakat juga kehilangan fondasi kehidupannya. Krisis air yang mulai dirasakan di berbagai wilayah Bali menjadi salah satu tanda bahwa daya dukung alam tidaklah tak terbatas.

Pertanyaannya bukan lagi apakah pembangunan diperlukan. Tentu diperlukan. Pertanyaannya adalah pembangunan untuk siapa, dan sampai sejauh mana pembangunan itu tetap menghormati batas-batas ekologis Bali.

Di sinilah masyarakat sipil memiliki peran penting untuk terus mengingatkan agar pembangunan tidak kehilangan arah.

For HATI Bali dan Semangat Revolusi Damai

Dalam konteks tersebut, kehadiran Forum Pemerhati Pembangunan Bali (For HATI Bali) memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar sebuah organisasi masyarakat.

For HATI Bali dapat dipandang sebagai ruang kebersamaan bagi mereka yang mencintai Bali. Di dalamnya berkumpul berbagai unsur masyarakat: akademisi, tokoh adat, aktivis lingkungan, petani, seniman, mahasiswa, profesional, dan warga biasa yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Pulau Dewata.

Perjuangan yang dilakukan bukanlah perlawanan dengan kemarahan, melainkan dengan kesadaran. Bukan melalui kekerasan, melainkan melalui dialog, kajian ilmiah, advokasi, edukasi, dan partisipasi publik.

Inilah yang dapat disebut sebagai revolusi damai.

Revolusi damai tidak berusaha menghancurkan. Revolusi damai berusaha membangun kesadaran. Revolusi damai tidak menciptakan musuh. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menegakkan Dharma..

Dalam revolusi damai, kekuatan terbesar bukanlah senjata atau kekuasaan, melainkan keberanian moral untuk mengatakan yang benar dan memperjuangkan kepentingan bersama.

Sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari gerakan-gerakan damai yang berakar pada kesadaran masyarakat. Bali pun membutuhkan energi perubahan seperti itu.

Menjadi Perubahan yang Ingin Kita Lihat

Mahatma Gandhi pernah mengingatkan, “Be the change you wish to see in the world.”

Kalimat sederhana ini memiliki makna yang sangat mendalam. Banyak orang mengeluhkan kerusakan lingkungan, tetapi sedikit yang mengubah gaya hidupnya. Banyak yang mengkritik kebijakan, tetapi enggan terlibat dalam proses sosial yang dapat menghasilkan perubahan.

Padahal perubahan selalu dimulai dari individu.

Ketika seseorang mengurangi penggunaan plastik, ia sedang menjadi perubahan. Ketika petani mempertahankan sawahnya, ia sedang menjadi perubahan. Ketika akademisi menyampaikan hasil penelitian demi kepentingan publik, ia sedang menjadi perubahan. Ketika masyarakat berani menyampaikan aspirasi secara santun dan bertanggung jawab, mereka juga sedang menjadi perubahan.

Perubahan tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan besar. Sering kali ia lahir dari ribuan tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang.

Karena itu, menjaga Bali bukan hanya tugas pemerintah, aktivis, atau organisasi tertentu. Menjaga Bali adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat yang menikmati berkah pulau ini.

Jika setiap orang mengambil bagian sesuai kapasitasnya, maka energi perubahan akan tumbuh secara alami. Dan ketika kesadaran itu menyebar, lahirlah gerakan sosial yang mampu mengubah arah sejarah.

Puputan Zaman Now: Bergandengan Tangan untuk Masa Depan Bali

Puputan zaman now bukanlah tentang kematian. Puputan zaman now adalah tentang pengabdian.

Ia adalah keberanian untuk peduli ketika sebagian orang memilih diam. Ia adalah keberanian untuk bersuara ketika kepentingan publik terancam. Ia adalah keberanian untuk menjaga warisan leluhur demi generasi yang belum lahir.

Hari ini Bali membutuhkan lebih banyak orang yang bersedia terlibat. Bukan untuk mencari musuh, melainkan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Bukan untuk menolak pembangunan, melainkan untuk memastikan pembangunan tetap selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

For HATI Bali, sebuah Gerakan Kebangkitan Bali, adalah salah satu ruang tempat kesadaran itu bertumbuh. Sebuah wadah kebersamaan bagi siapa saja yang percaya bahwa Bali harus dijaga dengan cinta, pengetahuan, dan tanggung jawab.

Masa depan Bali tidak ditentukan oleh segelintir orang. Masa depan Bali ditentukan oleh sejauh mana masyarakatnya mau terlibat dan mengambil bagian.

Karena itu, marilah kita menjadikan semangat Puputan Badung sebagai inspirasi moral bagi zaman sekarang. Bukan dengan mengorbankan kehidupan, tetapi dengan mengabdikan kehidupan. Bukan dengan kebencian, tetapi dengan kesadaran. Bukan dengan kekerasan, tetapi dengan revolusi damai.

Be the change.

Jadilah perubahan yang ingin kita lihat. Jadilah bagian dari revolusi damai. Jadilah bagian dari For HATI Bali. Sebab menjaga Bali bukan hanya tentang hari ini. Menjaga Bali adalah bentuk cinta kepada masa depan.

Bali tidak membutuhkan pahlawan tunggal. Bali membutuhkan kebersamaan. Sebagaimana dikatakan Bhagawan Vyasa, dalam buku Sindhu Samskriti:

Dalam Treta Yuga, andalannya adalah kekuatan mantra.

Dalam Kreta Yuga, Kekuatan Pengetahuan menjadi andalan.

Dalam Dvapara  Yuga, Kekuatan militer menjadi andalan.

Dalam Kali  Yuga, Kekuatan kebersamaan  menjadi andalan.

Semoga Kebersamaan yang terjalin, mampu menjadi sebuah Gerakan Kebangkitan Bali. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: baliPembangunan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

Next Post

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

Read moreDetails

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

by Isran Kamal
September 18, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

Read moreDetails

Menulis Kok Seperti Muntah?

by Angga Wijaya
September 18, 2026
0
Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co