1 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
June 10, 2026
in Esai
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini

PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif masyarakat Bali. Ketika pasukan kolonial Belanda memasuki Denpasar, Raja Badung I Gusti Ngurah Made Agung bersama keluarga, para ksatria, pemangku, dan rakyat memilih jalan puputan. Mereka sadar bahwa secara militer tidak mungkin menang, namun mereka menolak tunduk kepada kekuasaan yang dianggap merampas martabat dan kedaulatan.

Puputan bukan sekadar peristiwa sejarah. Puputan adalah simbol keberanian moral. Sebuah pernyataan bahwa ada nilai-nilai yang lebih tinggi daripada rasa takut, kenyamanan, bahkan kehidupan itu sendiri.

Kini, lebih dari satu abad kemudian, Bali menghadapi tantangan yang berbeda. Tidak ada lagi kapal perang yang berlabuh di Sanur. Tidak ada lagi serdadu kolonial yang berjalan menuju puri-puri kerajaan. Namun ancaman terhadap Bali tetap ada, hadir dalam bentuk yang lebih halus dan sering kali sulit dikenali.

Alih fungsi lahan pertanian, eksploitasi sumber daya air, kerusakan kawasan pesisir, pembangunan yang melampaui daya dukung lingkungan, hingga berbagai kebijakan yang berpotensi mengabaikan kepentingan masyarakat lokal merupakan tantangan nyata yang sedang dihadapi Bali saat ini.

Karena itu, semangat puputan tetap relevan. Bukan untuk mengangkat senjata, melainkan untuk membangkitkan kesadaran.

Ketika Alam Bali Menjadi Taruhan

Bali dikenal dunia karena keindahan alam dan kekayaan budayanya. Namun sesungguhnya keduanya tidak dapat dipisahkan. Budaya Bali lahir dari hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Sawah bukan sekadar lahan produksi pangan. Ia adalah bagian dari sistem Subak yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya. Gunung bukan hanya bentang geografis, tetapi juga ruang sakral yang menjadi sumber kehidupan. Sungai bukan sekadar aliran air, melainkan bagian dari ekosistem spiritual dan ekologis yang menopang kehidupan masyarakat.

Masalahnya, dalam arus pembangunan modern, alam sering kali dipandang semata sebagai aset ekonomi. Hutan dianggap lahan kosong yang siap dibangun. Pantai dianggap ruang komersial. Sawah dipandang sebagai cadangan tanah untuk investasi.

Padahal ketika alam kehilangan fungsi ekologisnya, masyarakat juga kehilangan fondasi kehidupannya. Krisis air yang mulai dirasakan di berbagai wilayah Bali menjadi salah satu tanda bahwa daya dukung alam tidaklah tak terbatas.

Pertanyaannya bukan lagi apakah pembangunan diperlukan. Tentu diperlukan. Pertanyaannya adalah pembangunan untuk siapa, dan sampai sejauh mana pembangunan itu tetap menghormati batas-batas ekologis Bali.

Di sinilah masyarakat sipil memiliki peran penting untuk terus mengingatkan agar pembangunan tidak kehilangan arah.

For HATI Bali dan Semangat Revolusi Damai

Dalam konteks tersebut, kehadiran Forum Pemerhati Pembangunan Bali (For HATI Bali) memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar sebuah organisasi masyarakat.

For HATI Bali dapat dipandang sebagai ruang kebersamaan bagi mereka yang mencintai Bali. Di dalamnya berkumpul berbagai unsur masyarakat: akademisi, tokoh adat, aktivis lingkungan, petani, seniman, mahasiswa, profesional, dan warga biasa yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Pulau Dewata.

Perjuangan yang dilakukan bukanlah perlawanan dengan kemarahan, melainkan dengan kesadaran. Bukan melalui kekerasan, melainkan melalui dialog, kajian ilmiah, advokasi, edukasi, dan partisipasi publik.

Inilah yang dapat disebut sebagai revolusi damai.

Revolusi damai tidak berusaha menghancurkan. Revolusi damai berusaha membangun kesadaran. Revolusi damai tidak menciptakan musuh. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menegakkan Dharma..

Dalam revolusi damai, kekuatan terbesar bukanlah senjata atau kekuasaan, melainkan keberanian moral untuk mengatakan yang benar dan memperjuangkan kepentingan bersama.

Sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari gerakan-gerakan damai yang berakar pada kesadaran masyarakat. Bali pun membutuhkan energi perubahan seperti itu.

Menjadi Perubahan yang Ingin Kita Lihat

Mahatma Gandhi pernah mengingatkan, “Be the change you wish to see in the world.”

Kalimat sederhana ini memiliki makna yang sangat mendalam. Banyak orang mengeluhkan kerusakan lingkungan, tetapi sedikit yang mengubah gaya hidupnya. Banyak yang mengkritik kebijakan, tetapi enggan terlibat dalam proses sosial yang dapat menghasilkan perubahan.

Padahal perubahan selalu dimulai dari individu.

Ketika seseorang mengurangi penggunaan plastik, ia sedang menjadi perubahan. Ketika petani mempertahankan sawahnya, ia sedang menjadi perubahan. Ketika akademisi menyampaikan hasil penelitian demi kepentingan publik, ia sedang menjadi perubahan. Ketika masyarakat berani menyampaikan aspirasi secara santun dan bertanggung jawab, mereka juga sedang menjadi perubahan.

Perubahan tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan besar. Sering kali ia lahir dari ribuan tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang.

Karena itu, menjaga Bali bukan hanya tugas pemerintah, aktivis, atau organisasi tertentu. Menjaga Bali adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat yang menikmati berkah pulau ini.

Jika setiap orang mengambil bagian sesuai kapasitasnya, maka energi perubahan akan tumbuh secara alami. Dan ketika kesadaran itu menyebar, lahirlah gerakan sosial yang mampu mengubah arah sejarah.

Puputan Zaman Now: Bergandengan Tangan untuk Masa Depan Bali

Puputan zaman now bukanlah tentang kematian. Puputan zaman now adalah tentang pengabdian.

Ia adalah keberanian untuk peduli ketika sebagian orang memilih diam. Ia adalah keberanian untuk bersuara ketika kepentingan publik terancam. Ia adalah keberanian untuk menjaga warisan leluhur demi generasi yang belum lahir.

Hari ini Bali membutuhkan lebih banyak orang yang bersedia terlibat. Bukan untuk mencari musuh, melainkan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Bukan untuk menolak pembangunan, melainkan untuk memastikan pembangunan tetap selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

For HATI Bali, sebuah Gerakan Kebangkitan Bali, adalah salah satu ruang tempat kesadaran itu bertumbuh. Sebuah wadah kebersamaan bagi siapa saja yang percaya bahwa Bali harus dijaga dengan cinta, pengetahuan, dan tanggung jawab.

Masa depan Bali tidak ditentukan oleh segelintir orang. Masa depan Bali ditentukan oleh sejauh mana masyarakatnya mau terlibat dan mengambil bagian.

Karena itu, marilah kita menjadikan semangat Puputan Badung sebagai inspirasi moral bagi zaman sekarang. Bukan dengan mengorbankan kehidupan, tetapi dengan mengabdikan kehidupan. Bukan dengan kebencian, tetapi dengan kesadaran. Bukan dengan kekerasan, tetapi dengan revolusi damai.

Be the change.

Jadilah perubahan yang ingin kita lihat. Jadilah bagian dari revolusi damai. Jadilah bagian dari For HATI Bali. Sebab menjaga Bali bukan hanya tentang hari ini. Menjaga Bali adalah bentuk cinta kepada masa depan.

Bali tidak membutuhkan pahlawan tunggal. Bali membutuhkan kebersamaan. Sebagaimana dikatakan Bhagawan Vyasa, dalam buku Sindhu Samskriti:

Dalam Treta Yuga, andalannya adalah kekuatan mantra.

Dalam Kreta Yuga, Kekuatan Pengetahuan menjadi andalan.

Dalam Dvapara  Yuga, Kekuatan militer menjadi andalan.

Dalam Kali  Yuga, Kekuatan kebersamaan  menjadi andalan.

Semoga Kebersamaan yang terjalin, mampu menjadi sebuah Gerakan Kebangkitan Bali. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: baliPembangunan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

Next Post

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co