1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tuhan Yang Maha Puisi

Heski Dewabrata by Heski Dewabrata
August 1, 2026
in Ulas Buku
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter:

Three nails,

Two pieces of wood,

a crown of thorns,

a fair share of lashing,

and an abundance of love.

Adalah salah satu puisi yang saya kutip dari Rivaldi Anjar Saputra dalam bukunya Descending as a Poem. Sebuah buku kumpulan puisi yang ditulis oleh seorang calon pendeta yang gemar menulis dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Jeddie Sophronius. Rivaldi sendiri adalah kawan dekat saya dan tidak sekali kami berbincang soal sastra, terutama puisi. Sebagai penyair, ia juga mengalami transformasi dalam kepenulisannya, dari tema-tema puisi yang bersifat pembebasan hingga tema-tema terkait spiritualitas. Pada periode ini mungkin merupakan periode Rivaldi sebagai seorang penyair reflektif-teologis dan spiritual. Hal ini bukan tanpa alasan karena ia sendiri sedang mengalami masa-masa perziarahannya sebagai seorang calon pendeta.

Sebuah kumpulan puisi yang dapat saya katakan sebagai puisi-puisi, yang secara tidak langsung, hermeneutis. Puisi-puisi ini mungkin merupakan upaya pembacaan terhadap teks-teks Alkitab yang coba Rivaldi fusi dengan horizon pengalaman spiritualnya. Rivaldi sendiri, secara tidak langsung, juga mengungkapkannya dalam pengantar yang ia tulis dalam buku ini. Di mana ia mengutip Joko Pinurbo yang mengatakan “Puisi itu konkretisasi, bukan abstraksi. Puisi mengungkapkan pengalaman jiwa yang abstrak melalui gambaran atau deskripsi yang konkret, yang dapat menyentuh dan merangsang indera”. Sehingga apa yang coba diupayakan oleh Rivaldi dalam buku ini adalah konkretisasi terhadap “yang abstrak”, dan bukan malah sebaliknya.

Peran Jeddie Sophronius dalam buku ini juga bukan sekadar sebagai editor dan penerjemah yang mengatur pembahasaan belaka. Karena saya melihat peran Jeddie disini bersifat substansial bagi puisi-puisi Rivaldi. Seperti penerjemahan ke bahasa Inggris bagi puisi-puisi Rivaldi dilakukan dengan penyesuaian konteks masyarakat sekuler Amerika. Pemilihan-pemilihan kata untuk terjemahannya merupakan kata-kata yang tidak terkesan terlalu Alkitabiah, tetapi kata-kata tersebut dapat menyampaikan pesan kehadiran Ilahi secara universal, dan tidak spesifik bagi umat Kristiani saja.

Puisi-puisi Rivaldi dalam buku ini pun tertata dengan sedemikian rupa dan tidak terkesan seperti puisi-puisi acak yang diambil dan dikumpulkan secara sembarangan. Ada kesan periodesasi pada puisi-puisi yang terkumpul dalam buku ini. Bagian I menggambarkan kesan penderitaan yang dekat dengan penyaliban Yesus, dan peristiwa paskah. Lalu pada bagian III sebagai bagian akhir menggambarkan kesan kehadiran dan kelahiran, yang tentu dekat dengan tema natal. Hal ini menjadi menarik karena buku ini memotret kematian dan kekosongan terlebih dahulu, lalu menutupnya dengan potret kehadiran dan kelahiran. Sehingga ketika membaca buku ini hingga habis kita akan diajak untuk “memikul salib” terlebih dahulu, lalu kita akan diberikan harapan akan eksistensi dan penyertaan Tuhan yang selalu hadir dalam berbagai wujudnya. Itulah yang mungkin tergambar dalam buku ini, menurut saya.

Buku ini sendiri dapat saya katakan sebagai bentuk modern sebagai “pewahyuan” melalui Rivaldi sebagai penulis yang melakukan konkretisasi terhadap yang abstrak. Seperti yang dipahami oleh para pemikir Kristen arus utama bahwa terdapat dua “teks” yang dapat kita baca sebagai bentuk pewahyuan Tuhan, yakni book of God dan book of nature. Keduanya dapat kita baca untuk mengalami kehadiran Tuhan. Di sini saya mungkin mencoba menambahkan satu “teks” lagi untuk dibaca guna memahami bentuk kehadiran Tuhan yang penuh misteri, yakni book of poem. Dan bukan terkesan memuji karya teman sendiri, tetapi saya bisa katakan puisi-puisi Rivaldi adalah salah satunya. Karena puisi-puisi Rivaldi berhasil menggambarkan konkretisasi dari jiwanya dengan segala perjumpaan yang penuh misteri dengan Yang Ilahi.

Dunia semakin rumit, kacau, dan entah seperti apa harus mendeskripsikan dunia itu sendiri. Semua kekacauan-kekacauan eksternal tersebut membuat manusia tidak dapat mendengar suara dari dalam dirinya sendiri. Hal inilah yang membuat manusia tidak dapat merasakan kehadiran “Tuhan” di dalam dirinya sendiri. Namun, yang perlu diketahui ialah banyak misteri yang tidak diketahui oleh manusia, termasuk Tuhan sebagai “mysterium et tremendum”.

Membaca puisi Rivaldi adalah salah satu pengalaman pembacaan terhadap mysterium et tremendum tersebut. Perlu saya akui bahwa Rivaldi berhasil untuk menunjukkan gambaran lain dari Tuhan yang biasa digambarkan oleh kaum tradisionalis sebagai sosok omnipotensi. Melalui puisi-puisinya Tuhan digambarkan sebagai berbagai kemungkinan. Ia mungkin rapuh, Ia mungkin menangis, bahkan Ia mungkin tidak dapat merangkul manusia. Melalui pembacaan ini, saya dapat menyimpulkan bahwa terkadang Tuhan tidak selalu maha kuasa karena terkadang Ia bisa menjadi apapun mengikuti bagaimana manusia memproyeksikannya.

Meskipun puisi-puisi Rivaldi menggambarkan Tuhan secara ironis, puisi-puisinya secara tidak langsung menggambarkan bahwa Tuhan tidak sejauh yang manusia kira. Mungkin secara tidak sadar, Tuhan sangat dekat dengan manusia dengan segala kerapuhannya dan selalu berusaha merengkuh manusia yang juga lekat dengan kerapuhannya.[T]

Tags: buku puisiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

Next Post

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

Heski Dewabrata

Heski Dewabrata

a sometimes writer

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails
Next Post
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co