21 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

Hartanto by Hartanto
October 21, 2026
in Ulas Buku
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

IB Putra Adnyana

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III saya membacanya – interpretasi saya, buku ini menjadi fondasi konseptual yang memperlihatkan bagaimana proses kreatif tidak pernah berdiri di ruang kosong, melainkan tumbuh dari pertemuan berbagai disiplin, teori, dan sensibilitas.

Dasar-dasar fotografi, misalnya, bukan hanya teknik menangkap cahaya, tetapi juga cara memahami dunia sebagai citra yang senantiasa bergerak. Fotografi memberi kerangka awal –  bahwa karya visual lahir dari kemampuan membekukan momen, sekaligus membuka ruang tafsir atas realitas yang tertangkap.

Namun, fondasi itu segera diperluas melalui wacana ‘postmodernisme’. Dalam konteks visual kontemporer, postmodernisme menolak satu kebenaran tunggal, melainkan merayakan “pluralitas, ironi, dan permainan tanda”.

Jadi, karya seni tidak lagi sekadar ‘representasi’, melainkan medan dialog yang cair, di mana tradisi dan modernitas, lokal dan global, saling berkelindan. ‘Postmodernisme’ memberi keberanian untuk mengacak pakem, menabrak batas, dan menghadirkan karya sebagai teks terbuka.

Tafsir visual melalui ‘perspektif semiotika’ menambahkan lapisan kritis – bahwa setiap gambar adalah tanda, dan tanda selalu mengandung makna yang bisa digeser, ditafsir ulang, bahkan diperdebatkan.

Dengan ‘semiotika’, karya seni dibaca bukan hanya sebagai bentuk, tetapi sebagai bahasa yang menyimpan “kode budaya, ideologi, dan pengalaman kolektif”. Ia mengajarkan bahwa melihat adalah membaca, dan membaca adalah menafsirkan.

‘Perspektif estetika’ kemudian hadir sebagai bingkai reflektif – bagaimana keindahan, harmoni, atau bahkan ketidakindahan dipahami dalam karya seni. ‘Estetika’ bukan sekadar soal rasa indah, melainkan “cara tubuh dan pikiran beresonansi dengan karya”.

Ia menegaskan bahwa pengalaman seni adalah pengalaman emosional sekaligus intelektual, sebuah pertemuan antara ‘sensibilitas’ dan ‘refleksi’.

Semua ‘fondasi’ itu akhirnya bermuara pada proses kreatif dalam penciptaan karya ‘multisensorik’. Di sini, seni tidak lagi hanya untuk mata, tetapi juga untuk telinga, kulit, bahkan imajinasi indera lain.

‘Multisensorik’ menegaskan bahwa karya seni adalah pengalaman total, sebuah ‘orkestrasi indera’ yang mengajak kita masuk ke ruang yang lebih luas daripada sekadar visual.

Ia menuntut keberanian seniman untuk mengolah medium lintas batas, menjadikan karya sebagai pengalaman hidup yang utuh.

Lapisan terakhir, ‘ekokritisisme’, memberi dimensi etis dan ekologis. Seni visual dan fotografi tidak hanya bicara tentang bentuk, tetapi juga tentang relasi manusia dengan alam.

Ekokritisisme mengingatkan bahwa setiap karya adalah jejak ekologis, bahwa seni bisa menjadi kritik atas kerusakan lingkungan sekaligus ajakan untuk merawat bumi. Dengan demikian, proses kreatif tidak hanya estetis, tetapi juga etis.

Tulisan saya ini, ingin menunjukkan bahwa fondasi pemikiran dalam proses kreatif adalah jalinan antara teknik, teori, tafsir, estetika, pengalaman multisensorik, dan kesadaran ekologis.

Seni rupa, dalam kerangka IB Adnyana, bukan sekadar gambar. Ia adalah perjalanan yang terus bergerak, dari cahaya fotografi hingga gema ekologi, dari tanda semiotik hingga resonansi estetika, dari postmodernisme hingga multisensorik.

Sebuah fondasi yang tidak pernah selesai, tetapi justru karena itu membuka kemungkinan tak terbatas bagi penciptaan.

Buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya Ida Bagus Putra Adnyana ini dapat dibaca sebagai sebuah ‘manifesto’ yang berani: seni rupa tidak berhenti pada mata, melainkan merambat ke seluruh indera.

Esai reflektif atas buku ini mengajak kita melihat bagaimana seni rupa Bali, yang sejak lama kaya akan simbol ‘multisensorik’ dalam ritual dan upacara, berjumpa dengan wacana seni modern.

Figur tradisional, ornamen, dan simbol budaya tidak lagi hanya menjadi objek estetis, melainkan pintu masuk ke pengalaman yang lebih luas – warna yang bisa “didengar,” tekstur yang bisa “dirasakan,” simbol yang bisa “dihidupi.”

Dengan demikian, karya visual menjadi lintasan antara dunia nyata dan dunia imajiner, antara tradisi dan kontemporer, antara tubuh dan pikiran.

Adnyana juga membuka ruang intermedialitas: seni rupa berjumpa dengan musik, tari, bahkan pengalaman sehari-hari.

Ia menolak reduksi seni sebagai gambar semata, melainkan menempatkannya sebagai pengalaman multisensorik yang menggetarkan tubuh.

Di sini, seni rupa menjadi semacam jembatan: ia menghubungkan indera dengan budaya, simbol dengan pengalaman, tradisi dengan modernitas.

Refleksi atas buku ini menegaskan bahwa apresiasi seni tidak cukup berhenti pada “melihat.” Ia menuntut keterlibatan penuh: mendengar ritme warna, merasakan energi garis, menghidupi simbol yang hadir.

Dengan cara itu, seni rupa menjadi pengalaman hidup yang utuh, sebuah perjalanan yang melibatkan seluruh lapisan indera dan kesadaran.

Karya Visual dengan Multi Sensorik akhirnya dapat dibaca sebagai ajakan: bahwa seni adalah ruang yang tidak pernah selesai, selalu bergerak, selalu beresonansi.

Ia adalah panggilan untuk membuka diri, untuk membiarkan tubuh dan pikiran larut dalam ‘orkestrasi indera’ yang merangkul seluruh indera, seluruh tradisi, dan seluruh kemungkinan kontemporer. [T]

Penulis: Hartanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bukufotografi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

Next Post

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

Hartanto

Hartanto

Pengamat seni, tinggal di mana-mana

Related Posts

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails
Next Post
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co