23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Chusmeru by Chusmeru
September 3, 2026
in Ulas Buku
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin
  • Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia
  • Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si
  • Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang
  • Cetakan I  : Juli 2026
  • Ketebalan : xx+274 halaman; 15 x 23 cm
  • ISBN           : 978-623-7709-92-3

ORANG mendengarkan lagu untuk beragam tujuan. Ada yang ingin memenangkan hati dan pikiran. Ada yang mendengarkan lagu untuk menyemangati diri sendiri. Ada lagu yang dapat mengingatkan orang pada seseorang, tempat, atau peristiwa. Ada pula yang mendengarkan lagu untuk membangkitkan semangat perlawanan.

Namun di tangan Ahmad Sihabudin, sebuah lagu dapat ditafsirkan dalam konteks komunikasi manusia. Lewat pendekatan hermeneutika, Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya ini mencoba memaknai dan menafsirkan setiap lirik lagu dalam buku berjudul “Hermeneusical Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia”. Tentu tak begitu sulit baginya, karena sejak remaja Ahmad Sihabudin telah mengakrabi dunia musik Barat, terutama yang beraliran heavy slow rock, blues, dan psychedelic rock.

Musik dan lagu menurut Ahmad Sihabudin merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya manusia paling universal. Sejak masyarakat tradisional hingga masyarakat modern, musik senantiasa hadir sebagai medium ritual, hiburan, eskpresi emosional, hingga kristik sosial. Lirik lagu bisa dipahami sebagai teks komunikasi yang bersifat simbolik, naratif, dan sekaligus perfomatif.

Membaca buku ini seolah mengajak orang untuk bersenandung sambil mencerna makna setiap lagu. Diawali dengan tulisan berjudul “Ketika Dunia Berhenti Tepuk Tangan”. Sebuah ulasan atas lagu Like a Rolling Stone yang dinyanyikan Bob Dylan. Dalam tafsirnya, Ahmad Sihabudin memandang hidup ini, seperti lagu Dylan, tidaklah sentimental. Ia menggelinding.

Di titik inilah lirik satire lagu ini bekerja: bukan untuk menghina kejatuhan, melainkan menyingkap kepalsuan rasa aman. Mereka yang dulu merasa “di dalam”, kini tiba-tiba berada “di luar”. Mereka yang biasa bicara tentang meritokrasi, mendadak menyadari bahwa dunia tidak selalu adil, padahal keadilan itu dulu menguntungkan mereka.

“Di sinilah Like a Rolling Stone berubah menjadi cermin sosial. Bukankah kita hidup di masyarakat yang terlalu mencitai orang sukses, tapi malas mendengarkan orang jatuh?” tulis Ahmad Sihabudin.

Tafsir lagu dan musik dalam buku ini terasa lengkap, hingga lagu Money dari Pink Floyd pun diulas dalam judul tulisan “Uang, Tuhan Kecil yang Terlalu Serius”. Uang dalam kehidupan modern bukan lagi alat tukar. Ia telah naik pangkat menjadi tujuan, identitas, bahkan semacam “tuhan kecil” yang tak pernah mengaku ilahi, tetapi ditaati lebih khusyuk daripada nilai-nilai moral.

Menurutnya, dari kepala desa sampai menteri, dari pengusaha hingga birokrat, dari politisi sampai pejabat publik, semuanya seperti bergerak dalam satu orbit yang sama. Bukan lagi orbit pelayanan, melainkan orbit akumulasi. Uang bukan sekadar menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga mengatur arah nurani.

Buku ini ditutup dengan tafsir “Keberanian Menjadi Manusia”, sebuah kajian hermeneutika atas lagu legendaris Bohemian Rhapsody yang dipopulerkan Queen. Bohemian dalam pandangan Ahmad Sihabudin bukan sekadar cara berpakaian yang nyentrik, memadukan warna-warni etnik dan vintage atau menghias rumah dengan barang-barang unik. Bohemian sesungguhnya ialah cara memandang dunia. Ia adalah keberanian untuk mengatakan, “Aku tidak harus sama dengan orang lain”.

Menjadi bohemian tak berarti hidup tanpa arah. Bukan pula berarti memberontak terhadap segala sesuatu. Bohemianisme juga tidak identik dengan kemalasan atau hidup tanpa aturan. Sebaliknya, banyak seniman besar yang hidup dengan disiplin tinggi. Mereka mungkin berbeda dengan kebanyakan orang, tetapi mereka bekerja keras pada bidang yang mereka cintai.

Membaca buku ini hingga tuntas memang memerlukan kesabaran, karena harus melewati 274 halaman. Namun pembaca tidak dibuat bosan karenanya. Ilustrasi dalam setiap judul di buku ini cukup menarik. Tafsir komunikasi yang dilakukan juga sangat relevan dengan berbagai isu kekinian, dengan gaya bahasa yang kontekstual. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

               

Tags: Bukumusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

Next Post

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails
Next Post
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co