23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Wisnu Oktaditya by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
in Ulas Buku
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Novel "Di Tanah Lada" Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya penasaran dengan penulis satu ini. Bukan hanya dari namanya, tapi dari karya-karya yang dia ciptakan.

Sehingga anggaplah suatu hari, teman saya yang suka menulis cerita dan tertarik pada fantasi, dongeng, memberi tahu saya soal novel berjudul Di Tanah Lada. Dengan perasaan aneh, sebelum saya tidak sengaja membeli buku tersebut dan malah kecewa membacanya, saya bertanya pada teman saya “Apakah ini cerita dongeng?” begitu kata saya.

“Tidak.” katanya dengan tegas. Akhirnya, dengan bermodalkan rasa ingin tahu, saya mengunjungi Gramedia Jalan Ahmad Yani, dan langsung membeli bukunya. Lebih tertarik lagi saya ketika melihat keterangan bahwa buku ini mengandung tema ‘Kekerasan terhadap anak-anak’ dan Oh, tambah penasaran jadinya.

Selama kurang dari seminggu saya melahap buku ini, dan sebelum membaca saya membawa perasaan biasa saja, setelah membaca mulut saya yang menganga. Ya, Begitulah basabasi dan cerita saya. Mari lanjut dengan sedikit membahas novel ini.

‘Tanah’ permukaan bumi atau lapisan bumi yang di atas sekali. ‘Lada’ biji-biji yang memiliki rasa pedas, atau bisa menghangatkan. Sebuah gambaran dari apa yang ada pada novel ini. Atau mungkin sebuah penguin yang tepat menjadi perhatian bagi saya.

Ava atau biasa disebut Salva atau Saliva yang berarti ludah karena tidak berguna, terpaksa pindah dari rumahnya karena Kakeknya meninggal. Bersama keluarganya dia pindah ke sebuah rusuh. Di sana di bertemu anak bernama P. Setelahnya mereka berpetualang, selesai, dan sesederhana itu saja ceritanya? Tentu tidak.

Ziggy yang merupakan penulis dari cerita ini berhasil mengambil sudut pandang anak-anak secara cukup rumit. Penggambaran Ava, sebagai tokoh utama memiliki apa yang biasanya anak-anak inginkan. Yaitu, kebebasan dan ingin didengar.

Anak-anak adalah makhluk polos, yang akan mengikuti apa keinginan mereka. Kalau lapar ya makan, kalau mengantuk ya tidur. Sesederhana itu sebenarnya pikiran mereka menurut saya pribadi. Tapi ketika mereka dibawa masuk ke dunia dewasa secara tiba-tiba, di sanalah masalahnya.

Ava dan P dipaksakan dewasa lebih cepat. Bahkan saat mereka belum mengalami fase pubertas. Dengan ini mereka ingin memahami dunia yang mereka injak, sehingga apapun yang terjadi disekitarnya selalu dipertanyakan oleh mereka. Ava karena memiliki kamus, selalu mencari kata yang tidak diketahui. P dengan tameng ‘mental’ yang dia miliki.

Maka seperti sebuah kanvas polos dan halus, yang dituangi cat jelek dan tidak layak pakai, terciptalah lukisan absurd, abstrak, dan aneh, dari kanvas murni itu. Ava dan P seperti itu saya pikir. Ketika mereka percaya bahwa memang begitulah kehidupan, mereka akan tetap percaya bahwa itulah hidup yang harus mereka jalani. Memang agak susah mendeskripsikannya.

Tujuan dan konflik mereka juga satu. Yaitu kebebasan dan ingin didengar seperti yang saya katakan sekali lagi. Ava hanya ingin hidup dengan P, dan ingin orang dewasa termasuk Papa, Mama, Tante, Om, siapapun itu mengerti bahwa anak juga punya ‘Ego’ dan konfliknya terjadi ketika orang dewasa tersebut menolak untuk mengerti pikiran Ava dan P.

Kemudian Ziggy menambahkan umpama jika manusia menjadi penguin. Beberapa anak suka penguin, karena lucu dan menggemaskan. Dalam novel ini penguin adalah simbol dari kesetiaan pasangan dan harapan panjang umur. Meski kenyataannya tidak sepenuhnya benar, karena penguin hewan sosial yang berkelompok.

Tapi ini unik bagaimana penulis mengaitkannya dengan Ava dan P. Juga persoalan arti Tanah Lada akan terungkap seiring berjalannya cerita. Secara singkat artinya Tanah yang hangat, dan metafora penguin yang hidup di daerah dingin juga memerlukan kehangatan karena dia hewan berdarah panas yang bisa mati kedinginan. Apakah ini sebuah kebetulan?

Secara kurang atau lebihnya novel ini sangat bergantung pada pembaca. Jika dikatakan kurangnya dari novel ini karena gaya bahasa menurut saya, gaya bahasa justru yang menjadi poin paling menyakitkan. Juga dari kelebihannya terletak pada sudut pandang atau penggambaran setiap tokoh. Setiap tokoh punya tujuan, ego, ketakutan, kekurangan dan kekuatannya masing-masing.

Entah mengapa saya susah menemukan kekurangan, terlebih karena pacing atau tempo ceritanya tergolong Slow Burn. Bisa dikatakan cukup pelan dan bukan yang meledak-ledak, buru-buru, berfokus pada psikologis, sehingga emosi dari anak-anak itu masuk ke dalam tubuh saya. Rasanya berbeda ketika membaca cerita yang lain.

Saya jadi teringat dengan perkataan Ava. “Kalau aku reinkarnasi, aku mau jadi penguin.”  begitulah kira-kira kata yang saya ingat, dan tambah iba saya kepada anak-anak yang mengalami KDRT.

Ya, seperti itu saja. Novel ini memiliki rating usia 15+ dan sekadar penjelasan singkat bahwasanya Ziggy sering mengambil tema keluarga dan anak-anak. Dari beberapa bukunya seperti trilogi cerita Kita Pergi Hari ini, Mari Pergi Lebih Jauh, dan Ketika Anak-Anak Pergi. Atau White Wedding yang lebih menekankan rasa tidak percaya diri, dan keterasingan. Prinsipnya hampir sama semua, berisi fantasi pastinya dan anak kecil, mungkin itu ciri khas Ziggy. Karena dulu dia sempat berkeinginan menjadi penulis buku anak. [T]

Penulis: Kadek Wisnu Oktaditya
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukunovelsastraSastra IndonesiaZiggy Zezsyazeoviennazabrizkie
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Next Post

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

Wisnu Oktaditya

Wisnu Oktaditya

Siswa SMK Negeri 3 Singaraja, Bergiat di Komunitas Mahima dan Teater Mahima, juga anggota dari komunitas pembaca, berbagi ide, dan kegiatan kepenulisan lainnya—Komunitas Jnana.

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co