2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Kadek Wisnu Oktaditya by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
in Ulas Buku
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Novel "Di Tanah Lada" Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya penasaran dengan penulis satu ini. Bukan hanya dari namanya, tapi dari karya-karya yang dia ciptakan.

Sehingga anggaplah suatu hari, teman saya yang suka menulis cerita dan tertarik pada fantasi, dongeng, memberi tahu saya soal novel berjudul Di Tanah Lada. Dengan perasaan aneh, sebelum saya tidak sengaja membeli buku tersebut dan malah kecewa membacanya, saya bertanya pada teman saya “Apakah ini cerita dongeng?” begitu kata saya.

“Tidak.” katanya dengan tegas. Akhirnya, dengan bermodalkan rasa ingin tahu, saya mengunjungi Gramedia Jalan Ahmad Yani, dan langsung membeli bukunya. Lebih tertarik lagi saya ketika melihat keterangan bahwa buku ini mengandung tema ‘Kekerasan terhadap anak-anak’ dan Oh, tambah penasaran jadinya.

Selama kurang dari seminggu saya melahap buku ini, dan sebelum membaca saya membawa perasaan biasa saja, setelah membaca mulut saya yang menganga. Ya, Begitulah basabasi dan cerita saya. Mari lanjut dengan sedikit membahas novel ini.

‘Tanah’ permukaan bumi atau lapisan bumi yang di atas sekali. ‘Lada’ biji-biji yang memiliki rasa pedas, atau bisa menghangatkan. Sebuah gambaran dari apa yang ada pada novel ini. Atau mungkin sebuah penguin yang tepat menjadi perhatian bagi saya.

Ava atau biasa disebut Salva atau Saliva yang berarti ludah karena tidak berguna, terpaksa pindah dari rumahnya karena Kakeknya meninggal. Bersama keluarganya dia pindah ke sebuah rusuh. Di sana di bertemu anak bernama P. Setelahnya mereka berpetualang, selesai, dan sesederhana itu saja ceritanya? Tentu tidak.

Ziggy yang merupakan penulis dari cerita ini berhasil mengambil sudut pandang anak-anak secara cukup rumit. Penggambaran Ava, sebagai tokoh utama memiliki apa yang biasanya anak-anak inginkan. Yaitu, kebebasan dan ingin didengar.

Anak-anak adalah makhluk polos, yang akan mengikuti apa keinginan mereka. Kalau lapar ya makan, kalau mengantuk ya tidur. Sesederhana itu sebenarnya pikiran mereka menurut saya pribadi. Tapi ketika mereka dibawa masuk ke dunia dewasa secara tiba-tiba, di sanalah masalahnya.

Ava dan P dipaksakan dewasa lebih cepat. Bahkan saat mereka belum mengalami fase pubertas. Dengan ini mereka ingin memahami dunia yang mereka injak, sehingga apapun yang terjadi disekitarnya selalu dipertanyakan oleh mereka. Ava karena memiliki kamus, selalu mencari kata yang tidak diketahui. P dengan tameng ‘mental’ yang dia miliki.

Maka seperti sebuah kanvas polos dan halus, yang dituangi cat jelek dan tidak layak pakai, terciptalah lukisan absurd, abstrak, dan aneh, dari kanvas murni itu. Ava dan P seperti itu saya pikir. Ketika mereka percaya bahwa memang begitulah kehidupan, mereka akan tetap percaya bahwa itulah hidup yang harus mereka jalani. Memang agak susah mendeskripsikannya.

Tujuan dan konflik mereka juga satu. Yaitu kebebasan dan ingin didengar seperti yang saya katakan sekali lagi. Ava hanya ingin hidup dengan P, dan ingin orang dewasa termasuk Papa, Mama, Tante, Om, siapapun itu mengerti bahwa anak juga punya ‘Ego’ dan konfliknya terjadi ketika orang dewasa tersebut menolak untuk mengerti pikiran Ava dan P.

Kemudian Ziggy menambahkan umpama jika manusia menjadi penguin. Beberapa anak suka penguin, karena lucu dan menggemaskan. Dalam novel ini penguin adalah simbol dari kesetiaan pasangan dan harapan panjang umur. Meski kenyataannya tidak sepenuhnya benar, karena penguin hewan sosial yang berkelompok.

Tapi ini unik bagaimana penulis mengaitkannya dengan Ava dan P. Juga persoalan arti Tanah Lada akan terungkap seiring berjalannya cerita. Secara singkat artinya Tanah yang hangat, dan metafora penguin yang hidup di daerah dingin juga memerlukan kehangatan karena dia hewan berdarah panas yang bisa mati kedinginan. Apakah ini sebuah kebetulan?

Secara kurang atau lebihnya novel ini sangat bergantung pada pembaca. Jika dikatakan kurangnya dari novel ini karena gaya bahasa menurut saya, gaya bahasa justru yang menjadi poin paling menyakitkan. Juga dari kelebihannya terletak pada sudut pandang atau penggambaran setiap tokoh. Setiap tokoh punya tujuan, ego, ketakutan, kekurangan dan kekuatannya masing-masing.

Entah mengapa saya susah menemukan kekurangan, terlebih karena pacing atau tempo ceritanya tergolong Slow Burn. Bisa dikatakan cukup pelan dan bukan yang meledak-ledak, buru-buru, berfokus pada psikologis, sehingga emosi dari anak-anak itu masuk ke dalam tubuh saya. Rasanya berbeda ketika membaca cerita yang lain.

Saya jadi teringat dengan perkataan Ava. “Kalau aku reinkarnasi, aku mau jadi penguin.”  begitulah kira-kira kata yang saya ingat, dan tambah iba saya kepada anak-anak yang mengalami KDRT.

Ya, seperti itu saja. Novel ini memiliki rating usia 15+ dan sekadar penjelasan singkat bahwasanya Ziggy sering mengambil tema keluarga dan anak-anak. Dari beberapa bukunya seperti trilogi cerita Kita Pergi Hari ini, Mari Pergi Lebih Jauh, dan Ketika Anak-Anak Pergi. Atau White Wedding yang lebih menekankan rasa tidak percaya diri, dan keterasingan. Prinsipnya hampir sama semua, berisi fantasi pastinya dan anak kecil, mungkin itu ciri khas Ziggy. Karena dulu dia sempat berkeinginan menjadi penulis buku anak. [T]

Penulis: Kadek Wisnu Oktaditya
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukunovelsastraSastra IndonesiaZiggy Zezsyazeoviennazabrizkie
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Next Post

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

Kadek Wisnu Oktaditya

Kadek Wisnu Oktaditya

Siswa SMK Negeri 3 Singaraja, Anggota dari komunitas pembaca, berbagi ide, dan kegiatan kepenulisan lainnya—Komunitas Jnana.

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co