1 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
in Kuliner
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bersama para undangan bergerak menuju klinik kuliner. Di tempat itu, sejumlah hidangan tradisional telah tersaji rapi di atas meja yang berlapis kain putih.

Para undangan disuguhkan kuliner unik. Menu yang disajikan itu mungkin masih asing bagi sebagian tamu undangan, yakni Kuliner Tradisional Ulam Carik. Menu-menu yang mengusung suasana persawahan. Hidangan ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menghadirkan kembali kekayaan pangan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat agraris Bali.

Sebagian undangan yang belum mengenal nama maupun jenis hidangan tersebut tampak bertanya kepada petugas. Sementara mereka yang sudah mengetahuinya langsung mengambil dan mencicipi. Para petugas, dengan sigap menjelaskan satu per satu bahan serta cara pengolahan kuliner yang sebagian kini semakin jarang ditemui.

Suasana klinik kuliner Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Keberadaan menu-menu berbahan hasil persawahan itu menjadi daya tarik tersendiri. Rasa penasaran mendorong sejumlah undangan untuk mencoba, sekaligus menemukan kembali cita rasa yang lahir dari kedekatan masyarakat Bali dengan alam dan lingkungan persawahan.

Suasana tersebut menjadi bagian dari hari ketiga sekaligus penutup Tanah Lot Art and Food Festival VII yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026. Festival yang mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengangkat seni, budaya, kuliner, serta potensi pariwisata Tabanan.

Cita Rasa dari Sawah

Ulam Carik menghadirkan sejumlah hidangan yang merekam kekayaan bahan pangan dari lingkungan persawahan. Salah satunya Lindung Metunu Sambal Bejek, yang menggunakan belut sawah pilihan. Belut dibumbui dengan rempah khas Bali atau base genep, kemudian dimasak secara tradisional dengan teknik metutu menggunakan balutan daun pisang.

Proses tersebut menghasilkan cita rasa gurih dengan aroma khas. Hidangan kemudian disajikan bersama sambal bejek yang pedas dan segar, menciptakan perpaduan rasa yang kuat sekaligus mencerminkan karakter kuliner Bali.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Ada pula Kakul Suna Cakuh, berbahan keong sawah yang dipadukan dengan bawang putih, kencur, dan rempah-rempah khas Bali. Tekstur kakul yang kenyal berpadu dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah yang khas.

Sementara Pesan (Pepes) Testes menggunakan anak ikan air tawar atau testes. Anak ikan dipadukan dengan base genep, dibungkus daun pisang, kemudian dimasak secara tradisional hingga menghasilkan aroma khas dan cita rasa yang kaya.

Hidangan lainnya adalah Kuah Kakul, yang lahir dari kekayaan alam persawahan dan tradisi memasak masyarakat Bali. Kakul segar dimasak bersama base genep sehingga menghasilkan kuah rempah yang harum dan kaya rasa.

Rujak Bir, kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Dari kelompok sayuran, terdapat Jukut Gonda, salah satu kuliner tradisional khas Tabanan yang menggunakan pucuk tanaman gonda, sayuran air yang tumbuh di kawasan persawahan. Teksturnya lembut dengan cita rasa segar. Sederhana dalam pengolahan, jukut gonda dimasak dengan bawang putih dan cabai, tetapi tetap menghadirkan rasa yang khas.

Tak hanya makanan, klinik kuliner itu juga memperkenalkan ragam minuman tradisional. Rujak Bir, misalnya, memadukan kesegaran kelapa muda dengan kuah rujak berbumbu rempah khas Bali. Meski menggunakan nama “bir”, minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol dan dapat dinikmati semua kalangan.

Ada pula Rujak Tibah (Mengkudu), minuman yang dibuat dari sari buah tibah atau mengkudu. Buah segar dihancurkan dan diperas, kemudian sarinya dicampur dengan air matang, gula, garam, cabai, dan perasan jeruk. Hasilnya adalah perpaduan rasa asam, manis, pedas, gurih, sekaligus menyegarkan.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Untuk kudapan, Jaje Uli Tape menjadi salah satu sajian yang mempertemukan beras ketan, kelapa, dan tape ketan hasil fermentasi alami. Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit asam menjadikan jajanan ini tidak hanya kaya rasa, tetapi juga merefleksikan tradisi dan kebersamaan yang diwariskan antargenerasi.

Sementara Loloh Cemcem melengkapi ragam minuman tradisional yang disajikan. Minuman herbal khas Bali ini menawarkan keseimbangan rasa manis, asam, dan gurih, dengan kesegaran bulir kelapa muda di dalamnya.

Rangkaian kuliner tersebut memperlihatkan bahwa makanan tradisional tidak berdiri sendiri. Di balik setiap bahan terdapat hubungan antara manusia, alam, tradisi, dan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Merawat Warisan Lewat Festival

Selama tiga hari, Tanah Lot Art and Food Festival VII berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan seni, budaya, kuliner, dan hiburan. Festival ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan Tabanan kepada khalayak yang lebih luas sekaligus membuka ruang kreativitas bagi para penggiat seni.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para asisten Setda, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, Penglingsir Puri Kediri, Manajer DTW Tanah Lot, tokoh masyarakat setempat, serta undangan lainnya.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Wabup Dirga menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan festival yang menjadi ruang untuk mengangkat sekaligus mempromosikan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Tabanan. “Tanah Lot memiliki posisi istimewa sebagai destinasi wisata yang telah dikenal hingga mancanegara,” katanya.

Menurutnya, panorama alam yang dimiliki Tanah Lot merupakan anugerah sekaligus warisan leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya. Ia juga mengapresiasi beragam pertunjukan seni, budaya, hingga kuliner tradisional yang ditampilkan selama festival.

Ia menilai keberagaman tersebut menjadi bukti kuat bahwa Tabanan memiliki potensi lokal yang kaya dan layak terus dikembangkan. “Selama tiga hari ini kita telah menyaksikan berbagai pertunjukan seni, budaya dan kuliner tradisional yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa daerah kita sangat kaya akan seni, budaya, kuliner tradisional dan berbagai potensi menarik lainnya,” ujar Wabup Dirga saat itu.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Festival diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikan laut sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. “Event ini bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat identitas budaya kita serta memperkenalkan kekayaan warisan nenek moyang kepada generasi muda dan dunia,” tutur Wabup Dirga.

Tanah Lot Art and Food Festival menjadi langkah strategis dalam mempromosikan seni, budaya, adat istiadat, kuliner, serta berbagai kearifan lokal Tabanan sekaligus sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan.

“Saya sangat berharap event ini bisa dilaksanakan secara konsisten setiap tahun. Dibutuhkan kerja keras, kreativitas dan inovasi baru agar kunjungan wisata bisa terus meningkat dan DTW Tanah Lot semakin terkenal,” harap Wabup Dirga.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Tanah Lot Art & Food FestivalTanah Lot Art and Food FestivalTanah Lot Art and Food Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

Next Post

Ketika Api Menjadi Cermin

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

by I Wayan Artika
October 31, 2026
0
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Ketika Api Menjadi Cermin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan
Esai

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co