21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
in Kuliner
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bersama para undangan bergerak menuju klinik kuliner. Di tempat itu, sejumlah hidangan tradisional telah tersaji rapi di atas meja yang berlapis kain putih.

Para undangan disuguhkan kuliner unik. Menu yang disajikan itu mungkin masih asing bagi sebagian tamu undangan, yakni Kuliner Tradisional Ulam Carik. Menu-menu yang mengusung suasana persawahan. Hidangan ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menghadirkan kembali kekayaan pangan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat agraris Bali.

Sebagian undangan yang belum mengenal nama maupun jenis hidangan tersebut tampak bertanya kepada petugas. Sementara mereka yang sudah mengetahuinya langsung mengambil dan mencicipi. Para petugas, dengan sigap menjelaskan satu per satu bahan serta cara pengolahan kuliner yang sebagian kini semakin jarang ditemui.

Suasana klinik kuliner Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Keberadaan menu-menu berbahan hasil persawahan itu menjadi daya tarik tersendiri. Rasa penasaran mendorong sejumlah undangan untuk mencoba, sekaligus menemukan kembali cita rasa yang lahir dari kedekatan masyarakat Bali dengan alam dan lingkungan persawahan.

Suasana tersebut menjadi bagian dari hari ketiga sekaligus penutup Tanah Lot Art and Food Festival VII yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026. Festival yang mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengangkat seni, budaya, kuliner, serta potensi pariwisata Tabanan.

Cita Rasa dari Sawah

Ulam Carik menghadirkan sejumlah hidangan yang merekam kekayaan bahan pangan dari lingkungan persawahan. Salah satunya Lindung Metunu Sambal Bejek, yang menggunakan belut sawah pilihan. Belut dibumbui dengan rempah khas Bali atau base genep, kemudian dimasak secara tradisional dengan teknik metutu menggunakan balutan daun pisang.

Proses tersebut menghasilkan cita rasa gurih dengan aroma khas. Hidangan kemudian disajikan bersama sambal bejek yang pedas dan segar, menciptakan perpaduan rasa yang kuat sekaligus mencerminkan karakter kuliner Bali.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Ada pula Kakul Suna Cakuh, berbahan keong sawah yang dipadukan dengan bawang putih, kencur, dan rempah-rempah khas Bali. Tekstur kakul yang kenyal berpadu dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah yang khas.

Sementara Pesan (Pepes) Testes menggunakan anak ikan air tawar atau testes. Anak ikan dipadukan dengan base genep, dibungkus daun pisang, kemudian dimasak secara tradisional hingga menghasilkan aroma khas dan cita rasa yang kaya.

Hidangan lainnya adalah Kuah Kakul, yang lahir dari kekayaan alam persawahan dan tradisi memasak masyarakat Bali. Kakul segar dimasak bersama base genep sehingga menghasilkan kuah rempah yang harum dan kaya rasa.

Rujak Bir, kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Dari kelompok sayuran, terdapat Jukut Gonda, salah satu kuliner tradisional khas Tabanan yang menggunakan pucuk tanaman gonda, sayuran air yang tumbuh di kawasan persawahan. Teksturnya lembut dengan cita rasa segar. Sederhana dalam pengolahan, jukut gonda dimasak dengan bawang putih dan cabai, tetapi tetap menghadirkan rasa yang khas.

Tak hanya makanan, klinik kuliner itu juga memperkenalkan ragam minuman tradisional. Rujak Bir, misalnya, memadukan kesegaran kelapa muda dengan kuah rujak berbumbu rempah khas Bali. Meski menggunakan nama “bir”, minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol dan dapat dinikmati semua kalangan.

Ada pula Rujak Tibah (Mengkudu), minuman yang dibuat dari sari buah tibah atau mengkudu. Buah segar dihancurkan dan diperas, kemudian sarinya dicampur dengan air matang, gula, garam, cabai, dan perasan jeruk. Hasilnya adalah perpaduan rasa asam, manis, pedas, gurih, sekaligus menyegarkan.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Untuk kudapan, Jaje Uli Tape menjadi salah satu sajian yang mempertemukan beras ketan, kelapa, dan tape ketan hasil fermentasi alami. Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit asam menjadikan jajanan ini tidak hanya kaya rasa, tetapi juga merefleksikan tradisi dan kebersamaan yang diwariskan antargenerasi.

Sementara Loloh Cemcem melengkapi ragam minuman tradisional yang disajikan. Minuman herbal khas Bali ini menawarkan keseimbangan rasa manis, asam, dan gurih, dengan kesegaran bulir kelapa muda di dalamnya.

Rangkaian kuliner tersebut memperlihatkan bahwa makanan tradisional tidak berdiri sendiri. Di balik setiap bahan terdapat hubungan antara manusia, alam, tradisi, dan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Merawat Warisan Lewat Festival

Selama tiga hari, Tanah Lot Art and Food Festival VII berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan seni, budaya, kuliner, dan hiburan. Festival ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan Tabanan kepada khalayak yang lebih luas sekaligus membuka ruang kreativitas bagi para penggiat seni.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para asisten Setda, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, Penglingsir Puri Kediri, Manajer DTW Tanah Lot, tokoh masyarakat setempat, serta undangan lainnya.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Wabup Dirga menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan festival yang menjadi ruang untuk mengangkat sekaligus mempromosikan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Tabanan. “Tanah Lot memiliki posisi istimewa sebagai destinasi wisata yang telah dikenal hingga mancanegara,” katanya.

Menurutnya, panorama alam yang dimiliki Tanah Lot merupakan anugerah sekaligus warisan leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya. Ia juga mengapresiasi beragam pertunjukan seni, budaya, hingga kuliner tradisional yang ditampilkan selama festival.

Ia menilai keberagaman tersebut menjadi bukti kuat bahwa Tabanan memiliki potensi lokal yang kaya dan layak terus dikembangkan. “Selama tiga hari ini kita telah menyaksikan berbagai pertunjukan seni, budaya dan kuliner tradisional yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa daerah kita sangat kaya akan seni, budaya, kuliner tradisional dan berbagai potensi menarik lainnya,” ujar Wabup Dirga saat itu.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Festival diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikan laut sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. “Event ini bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat identitas budaya kita serta memperkenalkan kekayaan warisan nenek moyang kepada generasi muda dan dunia,” tutur Wabup Dirga.

Tanah Lot Art and Food Festival menjadi langkah strategis dalam mempromosikan seni, budaya, adat istiadat, kuliner, serta berbagai kearifan lokal Tabanan sekaligus sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan.

“Saya sangat berharap event ini bisa dilaksanakan secara konsisten setiap tahun. Dibutuhkan kerja keras, kreativitas dan inovasi baru agar kunjungan wisata bisa terus meningkat dan DTW Tanah Lot semakin terkenal,” harap Wabup Dirga.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Tanah Lot Art & Food FestivalTanah Lot Art and Food FestivalTanah Lot Art and Food Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

Next Post

Ketika Api Menjadi Cermin

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails
Next Post
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Ketika Api Menjadi Cermin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co