12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
in Kuliner
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bersama para undangan bergerak menuju klinik kuliner. Di tempat itu, sejumlah hidangan tradisional telah tersaji rapi di atas meja yang berlapis kain putih.

Para undangan disuguhkan kuliner unik. Menu yang disajikan itu mungkin masih asing bagi sebagian tamu undangan, yakni Kuliner Tradisional Ulam Carik. Menu-menu yang mengusung suasana persawahan. Hidangan ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menghadirkan kembali kekayaan pangan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat agraris Bali.

Sebagian undangan yang belum mengenal nama maupun jenis hidangan tersebut tampak bertanya kepada petugas. Sementara mereka yang sudah mengetahuinya langsung mengambil dan mencicipi. Para petugas, dengan sigap menjelaskan satu per satu bahan serta cara pengolahan kuliner yang sebagian kini semakin jarang ditemui.

Suasana klinik kuliner Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Keberadaan menu-menu berbahan hasil persawahan itu menjadi daya tarik tersendiri. Rasa penasaran mendorong sejumlah undangan untuk mencoba, sekaligus menemukan kembali cita rasa yang lahir dari kedekatan masyarakat Bali dengan alam dan lingkungan persawahan.

Suasana tersebut menjadi bagian dari hari ketiga sekaligus penutup Tanah Lot Art and Food Festival VII yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026. Festival yang mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengangkat seni, budaya, kuliner, serta potensi pariwisata Tabanan.

Cita Rasa dari Sawah

Ulam Carik menghadirkan sejumlah hidangan yang merekam kekayaan bahan pangan dari lingkungan persawahan. Salah satunya Lindung Metunu Sambal Bejek, yang menggunakan belut sawah pilihan. Belut dibumbui dengan rempah khas Bali atau base genep, kemudian dimasak secara tradisional dengan teknik metutu menggunakan balutan daun pisang.

Proses tersebut menghasilkan cita rasa gurih dengan aroma khas. Hidangan kemudian disajikan bersama sambal bejek yang pedas dan segar, menciptakan perpaduan rasa yang kuat sekaligus mencerminkan karakter kuliner Bali.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Ada pula Kakul Suna Cakuh, berbahan keong sawah yang dipadukan dengan bawang putih, kencur, dan rempah-rempah khas Bali. Tekstur kakul yang kenyal berpadu dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah yang khas.

Sementara Pesan (Pepes) Testes menggunakan anak ikan air tawar atau testes. Anak ikan dipadukan dengan base genep, dibungkus daun pisang, kemudian dimasak secara tradisional hingga menghasilkan aroma khas dan cita rasa yang kaya.

Hidangan lainnya adalah Kuah Kakul, yang lahir dari kekayaan alam persawahan dan tradisi memasak masyarakat Bali. Kakul segar dimasak bersama base genep sehingga menghasilkan kuah rempah yang harum dan kaya rasa.

Rujak Bir, kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Dari kelompok sayuran, terdapat Jukut Gonda, salah satu kuliner tradisional khas Tabanan yang menggunakan pucuk tanaman gonda, sayuran air yang tumbuh di kawasan persawahan. Teksturnya lembut dengan cita rasa segar. Sederhana dalam pengolahan, jukut gonda dimasak dengan bawang putih dan cabai, tetapi tetap menghadirkan rasa yang khas.

Tak hanya makanan, klinik kuliner itu juga memperkenalkan ragam minuman tradisional. Rujak Bir, misalnya, memadukan kesegaran kelapa muda dengan kuah rujak berbumbu rempah khas Bali. Meski menggunakan nama “bir”, minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol dan dapat dinikmati semua kalangan.

Ada pula Rujak Tibah (Mengkudu), minuman yang dibuat dari sari buah tibah atau mengkudu. Buah segar dihancurkan dan diperas, kemudian sarinya dicampur dengan air matang, gula, garam, cabai, dan perasan jeruk. Hasilnya adalah perpaduan rasa asam, manis, pedas, gurih, sekaligus menyegarkan.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Untuk kudapan, Jaje Uli Tape menjadi salah satu sajian yang mempertemukan beras ketan, kelapa, dan tape ketan hasil fermentasi alami. Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit asam menjadikan jajanan ini tidak hanya kaya rasa, tetapi juga merefleksikan tradisi dan kebersamaan yang diwariskan antargenerasi.

Sementara Loloh Cemcem melengkapi ragam minuman tradisional yang disajikan. Minuman herbal khas Bali ini menawarkan keseimbangan rasa manis, asam, dan gurih, dengan kesegaran bulir kelapa muda di dalamnya.

Rangkaian kuliner tersebut memperlihatkan bahwa makanan tradisional tidak berdiri sendiri. Di balik setiap bahan terdapat hubungan antara manusia, alam, tradisi, dan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Merawat Warisan Lewat Festival

Selama tiga hari, Tanah Lot Art and Food Festival VII berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan seni, budaya, kuliner, dan hiburan. Festival ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan Tabanan kepada khalayak yang lebih luas sekaligus membuka ruang kreativitas bagi para penggiat seni.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para asisten Setda, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, Penglingsir Puri Kediri, Manajer DTW Tanah Lot, tokoh masyarakat setempat, serta undangan lainnya.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Wabup Dirga menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan festival yang menjadi ruang untuk mengangkat sekaligus mempromosikan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Tabanan. “Tanah Lot memiliki posisi istimewa sebagai destinasi wisata yang telah dikenal hingga mancanegara,” katanya.

Menurutnya, panorama alam yang dimiliki Tanah Lot merupakan anugerah sekaligus warisan leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya. Ia juga mengapresiasi beragam pertunjukan seni, budaya, hingga kuliner tradisional yang ditampilkan selama festival.

Ia menilai keberagaman tersebut menjadi bukti kuat bahwa Tabanan memiliki potensi lokal yang kaya dan layak terus dikembangkan. “Selama tiga hari ini kita telah menyaksikan berbagai pertunjukan seni, budaya dan kuliner tradisional yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa daerah kita sangat kaya akan seni, budaya, kuliner tradisional dan berbagai potensi menarik lainnya,” ujar Wabup Dirga saat itu.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Festival diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikan laut sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. “Event ini bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat identitas budaya kita serta memperkenalkan kekayaan warisan nenek moyang kepada generasi muda dan dunia,” tutur Wabup Dirga.

Tanah Lot Art and Food Festival menjadi langkah strategis dalam mempromosikan seni, budaya, adat istiadat, kuliner, serta berbagai kearifan lokal Tabanan sekaligus sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan.

“Saya sangat berharap event ini bisa dilaksanakan secara konsisten setiap tahun. Dibutuhkan kerja keras, kreativitas dan inovasi baru agar kunjungan wisata bisa terus meningkat dan DTW Tanah Lot semakin terkenal,” harap Wabup Dirga.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Tanah Lot Art & Food FestivalTanah Lot Art and Food FestivalTanah Lot Art and Food Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

Next Post

Ketika Api Menjadi Cermin

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails
Next Post
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Ketika Api Menjadi Cermin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co