28 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
October 8, 2026
in Kuliner
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

Kuliner yang disajikan dalam Cheese Tasting & Pairing di Cheese Boutique by Rosalie---serangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 | Foto: AF Bali

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul di Cheese Boutique by Rosalie, Denpasar, Sabtu, 3 Oktober 2026, kegiatan mencicipi keju menjadi lebih dari sekadar mencari mana yang enak dan mana yang tidak.

Ada yang datang sendiri, bersama teman, hingga membawa keluarga. Mereka duduk mengelilingi meja yang dipenuhi berbagai jenis keju beserta pendampingnya. Satu per satu keju dicicipi dan dipasangkan mengikuti panduan Rosalie Cheese. Peserta mengamati bagaimana rasa keju berubah ketika bertemu dengan pendamping yang berbeda, sekaligus mengenali karakter rasa, tekstur, dan aromanya.

Suasana Cheese Tasting & Pairing di Cheese Boutique by Rosalie—serangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 | Foto: AF Bali

Menikmati keju tidak selalu harus dimulai dari jenis yang paling kuat. Dalam pengalaman mencicipi yang dipandu Rosalie Cheese, peserta diperkenalkan pada cara mengenali karakter setiap keju sekaligus mencari pasangan yang sesuai. Rosalie menawarkan berbagai pengalaman pairing, antara lain dengan fruit preserves, madu, dan bahan-bahan lain. Beberapa produknya juga dipadukan dengan buah, crackers, dan Arenga nectar.

Setelah sesi pairing, pengalaman berlanjut dengan roti-roti yang akrab dalam tradisi kuliner Prancis, seperti croissant, baguette, dan olive bread. Keju kemudian dicicipi bersama roti, menghadirkan pengalaman lain tentang bagaimana tekstur dan rasa dapat berubah ketika disantap bersama makanan pendamping.

Pintu Masuk Mengenal Budaya

Bagi Verarika Sidabutar, pengalaman mencicipi makanan Prancis bukan sesuatu yang ingin ia simpan untuk dirinya sendiri. Sejak 2011, ia bekerja sebagai tour guide berbahasa Prancis. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan di bidang Pendidikan Bahasa Prancis. Pengalaman tersebut membuatnya ingin membawa anak dan keluarganya lebih dekat dengan budaya Prancis melalui makanan.

“Memberi kenangan positif dan membuka jendela untuk mereka lebih berani bermimpi lebih luas,” ujar Verarika ketika menceritakan kesannya mengikuti kegiatan tersebut.

Suasana Cheese Tasting & Pairing di Cheese Boutique by Rosalie—serangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 | Foto: AF Bali

Menurutnya, keju juga dapat menjadi cara sederhana untuk mengenalkan bahwa setiap budaya memiliki kebiasaan makan yang berbeda. Keju mungkin bukan makanan yang umum dikonsumsi sehari-hari oleh banyak orang Indonesia, tetapi Indonesia sendiri memiliki tradisi olahan susu yang khas. Salah satunya adalah Dali ni Horbo, makanan tradisional masyarakat Batak di Sumatra Utara yang dibuat dari susu kerbau dan kerap disebut sebagai keju Batak.

Karena itu, menurut Verarika, mengenal keju tidak berarti harus langsung menyukai semua jenisnya. Ia sendiri bersyukur pernah mencicipi berbagai keju, seperti Gorgonzola, Gouda, Camembert, Comté, dan Brie.

Mengenal keju, baginya, merupakan perjalanan yang dilakukan sedikit demi sedikit sampai lidah terbiasa dengan rasa yang sebelumnya terasa asing. Pengalaman itu juga ia bawa kepada anak-anaknya. Bagi mereka, mencoba berbagai jenis keju menjadi kesempatan untuk mengenal beragam rasa sejak dini. Mereka dapat menemukan sendiri makanan yang disukai tanpa harus menganggap bahwa setiap rasa baru harus langsung diterima.

Ada yang Suka, Ada yang Belum Terbiasa

Pengalaman mencicipi keju memang tidak selalu berakhir dengan setiap orang menemukan keju favoritnya.

Trishna, misalnya, menyukai Lucie in Bali versi Camembert, serta Chevre dan Black & White. Sementara itu, Valerie mencoba hampir semuanya sedikit demi sedikit, meskipun sebagian besar cicipannya kemudian diberikan kepada sang papa.

“Kalau saucisson, jangan ditanya, akan lenyap, tak akan berjejak. Demikian juga dengan pâté,” ujar Verarika sambil bercerita tentang makanan yang justru cepat habis di keluarganya.

Suasana Cheese Tasting & Pairing di Cheese Boutique by Rosalie—serangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 | Foto: AF Bali

Bagi Verarika, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tidak menyukai keju bukan berarti seseorang tidak dapat menikmati gastronomi Prancis. Bahkan, orang Prancis sendiri memiliki selera yang berbeda-beda.

Gastronomi Prancis memang dikenal luas melalui makanan seperti baguette, keju, anggur, dan croissant. Namun, kekayaan kulinernya juga tumbuh dari keberagaman setiap daerah, yang memiliki makanan dan tradisinya sendiri.

Begitu pula dengan cara seseorang menikmati rasa. Bagi sebagian orang Indonesia, keju dengan aroma dan rasa yang kuat mungkin terasa asing. Verarika mengibaratkannya dengan pengalaman sebagian orang Prancis ketika mencicipi durian untuk pertama kali. Keduanya sama-sama membutuhkan kebiasaan dan pengalaman sebelum dapat diterima oleh lidah.

“Semua hanya soal kebiasaan dan bagaimana lidah kita sudah terbiasa dengan rempah-rempah, bukan dengan keju,” katanya.

Mengenal Keju yang Dibuat di Bali

Pengalaman di Cheese Boutique by Rosalie juga mempertemukan peserta dengan keju yang diproduksi secara lokal. Rosalie Cheese membuat berbagai jenis keju menggunakan susu yang bersumber dari peternak di Jawa dan Bali, kemudian mengolahnya menjadi produk dengan karakter yang berbeda-beda.

Karena itu, Cheese Tasting & Pairing tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenal cara menikmati keju, tetapi juga melihat bagaimana produk gastronomi dapat dibuat dan dikembangkan di Indonesia.

Kuliner yang disajikan dalam Cheese Tasting & Pairing di Cheese Boutique by Rosalie—serangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 | Foto: AF Bali

Dua belas peserta yang datang pada sore itu mungkin pulang dengan kesukaan yang berbeda. Ada yang menemukan keju favorit, ada yang lebih menyukai roti dan saucisson, dan mungkin ada pula yang masih belum terbiasa dengan rasa keju tertentu.

Namun, pengalaman tersebut meninggalkan satu hal yang sama: kesempatan untuk mencoba sesuatu yang sebelumnya mungkin terasa asing.

Rangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 di Bali ditutup melalui pertemuan kecil di meja makan. Dari keju lokal, roti Prancis, hingga cerita tentang keluarga dan perjalanan budaya, gastronomi menjadi ruang untuk saling mengenal, mencoba, dan menemukan rasa yang mungkin sebelumnya belum pernah ditemui.[T]

Sumber/Penulis: Rilis/Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Tags: AF BaliAlliance Française BaliCheese Boutique by RosalieRendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026Rosalie Cheese
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

Next Post

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails
Next Post
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

Pameran "EVOLUSI" Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026
Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co