8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
October 8, 2026
in Kuliner
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

Kuliner yang disajikan dalam Cheese Tasting & Pairing di Cheese Boutique by Rosalie---serangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 | Foto: AF Bali

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul di Cheese Boutique by Rosalie, Denpasar, Sabtu, 3 Oktober 2026, kegiatan mencicipi keju menjadi lebih dari sekadar mencari mana yang enak dan mana yang tidak.

Ada yang datang sendiri, bersama teman, hingga membawa keluarga. Mereka duduk mengelilingi meja yang dipenuhi berbagai jenis keju beserta pendampingnya. Satu per satu keju dicicipi dan dipasangkan mengikuti panduan Rosalie Cheese. Peserta mengamati bagaimana rasa keju berubah ketika bertemu dengan pendamping yang berbeda, sekaligus mengenali karakter rasa, tekstur, dan aromanya.

Suasana Cheese Tasting & Pairing di Cheese Boutique by Rosalie—serangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 | Foto: AF Bali

Menikmati keju tidak selalu harus dimulai dari jenis yang paling kuat. Dalam pengalaman mencicipi yang dipandu Rosalie Cheese, peserta diperkenalkan pada cara mengenali karakter setiap keju sekaligus mencari pasangan yang sesuai. Rosalie menawarkan berbagai pengalaman pairing, antara lain dengan fruit preserves, madu, dan bahan-bahan lain. Beberapa produknya juga dipadukan dengan buah, crackers, dan Arenga nectar.

Setelah sesi pairing, pengalaman berlanjut dengan roti-roti yang akrab dalam tradisi kuliner Prancis, seperti croissant, baguette, dan olive bread. Keju kemudian dicicipi bersama roti, menghadirkan pengalaman lain tentang bagaimana tekstur dan rasa dapat berubah ketika disantap bersama makanan pendamping.

Pintu Masuk Mengenal Budaya

Bagi Verarika Sidabutar, pengalaman mencicipi makanan Prancis bukan sesuatu yang ingin ia simpan untuk dirinya sendiri. Sejak 2011, ia bekerja sebagai tour guide berbahasa Prancis. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan di bidang Pendidikan Bahasa Prancis. Pengalaman tersebut membuatnya ingin membawa anak dan keluarganya lebih dekat dengan budaya Prancis melalui makanan.

“Memberi kenangan positif dan membuka jendela untuk mereka lebih berani bermimpi lebih luas,” ujar Verarika ketika menceritakan kesannya mengikuti kegiatan tersebut.

Suasana Cheese Tasting & Pairing di Cheese Boutique by Rosalie—serangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 | Foto: AF Bali

Menurutnya, keju juga dapat menjadi cara sederhana untuk mengenalkan bahwa setiap budaya memiliki kebiasaan makan yang berbeda. Keju mungkin bukan makanan yang umum dikonsumsi sehari-hari oleh banyak orang Indonesia, tetapi Indonesia sendiri memiliki tradisi olahan susu yang khas. Salah satunya adalah Dali ni Horbo, makanan tradisional masyarakat Batak di Sumatra Utara yang dibuat dari susu kerbau dan kerap disebut sebagai keju Batak.

Karena itu, menurut Verarika, mengenal keju tidak berarti harus langsung menyukai semua jenisnya. Ia sendiri bersyukur pernah mencicipi berbagai keju, seperti Gorgonzola, Gouda, Camembert, Comté, dan Brie.

Mengenal keju, baginya, merupakan perjalanan yang dilakukan sedikit demi sedikit sampai lidah terbiasa dengan rasa yang sebelumnya terasa asing. Pengalaman itu juga ia bawa kepada anak-anaknya. Bagi mereka, mencoba berbagai jenis keju menjadi kesempatan untuk mengenal beragam rasa sejak dini. Mereka dapat menemukan sendiri makanan yang disukai tanpa harus menganggap bahwa setiap rasa baru harus langsung diterima.

Ada yang Suka, Ada yang Belum Terbiasa

Pengalaman mencicipi keju memang tidak selalu berakhir dengan setiap orang menemukan keju favoritnya.

Trishna, misalnya, menyukai Lucie in Bali versi Camembert, serta Chevre dan Black & White. Sementara itu, Valerie mencoba hampir semuanya sedikit demi sedikit, meskipun sebagian besar cicipannya kemudian diberikan kepada sang papa.

“Kalau saucisson, jangan ditanya, akan lenyap, tak akan berjejak. Demikian juga dengan pâté,” ujar Verarika sambil bercerita tentang makanan yang justru cepat habis di keluarganya.

Suasana Cheese Tasting & Pairing di Cheese Boutique by Rosalie—serangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 | Foto: AF Bali

Bagi Verarika, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tidak menyukai keju bukan berarti seseorang tidak dapat menikmati gastronomi Prancis. Bahkan, orang Prancis sendiri memiliki selera yang berbeda-beda.

Gastronomi Prancis memang dikenal luas melalui makanan seperti baguette, keju, anggur, dan croissant. Namun, kekayaan kulinernya juga tumbuh dari keberagaman setiap daerah, yang memiliki makanan dan tradisinya sendiri.

Begitu pula dengan cara seseorang menikmati rasa. Bagi sebagian orang Indonesia, keju dengan aroma dan rasa yang kuat mungkin terasa asing. Verarika mengibaratkannya dengan pengalaman sebagian orang Prancis ketika mencicipi durian untuk pertama kali. Keduanya sama-sama membutuhkan kebiasaan dan pengalaman sebelum dapat diterima oleh lidah.

“Semua hanya soal kebiasaan dan bagaimana lidah kita sudah terbiasa dengan rempah-rempah, bukan dengan keju,” katanya.

Mengenal Keju yang Dibuat di Bali

Pengalaman di Cheese Boutique by Rosalie juga mempertemukan peserta dengan keju yang diproduksi secara lokal. Rosalie Cheese membuat berbagai jenis keju menggunakan susu yang bersumber dari peternak di Jawa dan Bali, kemudian mengolahnya menjadi produk dengan karakter yang berbeda-beda.

Karena itu, Cheese Tasting & Pairing tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenal cara menikmati keju, tetapi juga melihat bagaimana produk gastronomi dapat dibuat dan dikembangkan di Indonesia.

Kuliner yang disajikan dalam Cheese Tasting & Pairing di Cheese Boutique by Rosalie—serangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 | Foto: AF Bali

Dua belas peserta yang datang pada sore itu mungkin pulang dengan kesukaan yang berbeda. Ada yang menemukan keju favorit, ada yang lebih menyukai roti dan saucisson, dan mungkin ada pula yang masih belum terbiasa dengan rasa keju tertentu.

Namun, pengalaman tersebut meninggalkan satu hal yang sama: kesempatan untuk mencoba sesuatu yang sebelumnya mungkin terasa asing.

Rangkaian Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 di Bali ditutup melalui pertemuan kecil di meja makan. Dari keju lokal, roti Prancis, hingga cerita tentang keluarga dan perjalanan budaya, gastronomi menjadi ruang untuk saling mengenal, mencoba, dan menemukan rasa yang mungkin sebelumnya belum pernah ditemui.[T]

Sumber/Penulis: Rilis/Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Tags: AF BaliAlliance Française BaliCheese Boutique by RosalieRendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026Rosalie Cheese
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

Next Post

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails
Next Post
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

Pameran "EVOLUSI" Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis
Pendidikan

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co