1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
in Panggung
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Jumpa pers SUVJF 2026, dari Kiri ke Kanan (Diana Surya, Devy Ferdianto, Simone Prattico, Lasta Arimbawa)

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) justru memilih bersetia dengan jazz. Memasuki penyelenggaraan ke-13 pada 7–8 Agustus 2026 di Sthala, A Tribute Portfolio Hotel Ubud, festival ini kembali menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi ruang yang berpihak kepada jazz, bahkan ketika pilihan tersebut tidak selalu menguntungkan secara finansial.

Co-founder Sthala Ubud Village Jazz Festival, Anom Darsana, mengakui penyelenggaraan tahun ini merupakan salah satu yang paling berat sejak festival pertama digelar pada 2013. Kondisi finansial yang semakin menantang bahkan membuat panitia tidak menutup kemungkinan mengalami kerugian. Namun, baginya, keadaan tersebut bukan alasan untuk mengubah arah festival.

“Jujur dari sisi finansial kami tahun ini parah sekali. Mungkin kami rugi, mudah-mudahan tidak. Tapi untung rugi bukan menjadi masalah. Yang penting festival ini tetap berjalan,” ujar Anom dalam jumpa pers di Sanur, Kamis, 30 Juli 2026.

Pernyataan itu menggambarkan cara pandang yang selama ini menjadi fondasi SUVJF. Festival ini tidak dibangun semata sebagai perhelatan hiburan, melainkan sebagai ruang yang menjaga ekosistem jazz melalui pertunjukan, edukasi, regenerasi musisi, hingga kolaborasi lintas komunitas.

Anom Darsana – Co Founder SUVJF

Anom Darsana menambahkan, bahwa SUVJF sejak awal tidak pernah dimaksudkan sebagai konser musik semata.

“Ini bukan hanya festival musik. Ini festival yang ada edukasinya,” katanya.

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendukung seperti workshop, diskusi, hingga ruang kolaborasi yang mempertemukan beragam komunitas kreatif. Tahun ini, misalnya, SUVJF untuk pertama kalinya menggandeng komunitas Westside DJ asal Bali.

Kehadiran komunitas DJ bukan dimaksudkan untuk mengubah wajah festival menjadi pesta musik elektronik. Sebaliknya, mereka justru diajak mengeksplorasi repertoar yang berakar pada jazz.

“Biasanya orang menganggap DJ identik dengan party. Kami justru memberi ruang kepada mereka untuk memainkan tune yang lebih jazz. Kami ingin semua komunitas di Bali merasa dirangkul,” kata Anom.

Baginya, memperluas komunitas pendukung jazz merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan musik tersebut. Festival tidak hanya menghadirkan musisi jazz, tetapi juga membangun ruang perjumpaan yang memungkinkan berbagai komunitas saling belajar dan berkolaborasi.

Di tengah tekanan industri hiburan yang semakin berorientasi pada popularitas, keputusan itu menjadi sikap yang tidak mudah. Anom menilai banyak festival musik akhirnya memasukkan lebih banyak musisi pop demi mendongkrak penjualan tiket.

“Festival lain mungkin 60 sampai 70 persen pop, sisanya jazz. Kami tidak mau seperti itu,” katanya.

Pandangan tersebut mendapat penguatan dari musisi yang telah lama mengikuti perjalanan festival jazz, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Devy Febrianto – Salamander Big Band

Pendiri Salamander Big Band, Devy Ferdianto, menyebut Sthala Ubud Village Jazz Festival sebagai salah satu festival jazz yang paling konsisten menjaga identitasnya.

“Dari sekian banyak festival yang kami ikuti, yang paling konsisten adalah Sthala Ubud Village Jazz Festival,” ujarnya.

Salamander Big Band akan kembali tampil pada SUVJF tahun ini dengan membawa sekitar 38 kru dan musisi. Bagi Devy, membawa kelompok sebesar itu ke Bali bukan perkara mudah. Biaya perjalanan, akomodasi, hingga kebutuhan produksi menjadi tantangan tersendiri. Ia menilai banyak festival kini harus berkompromi dengan pasar agar mampu bertahan. Sebaliknya, SUVJF tetap memilih menghadirkan jazz sebagai identitas utama.

Pengakuan serupa datang dari drummer asal Italia, Simone Prattico, yang kembali tampil di SUVJF setelah sebelumnya merasakan atmosfer festival tersebut.

Menurut Simone, Indonesia memiliki talenta musik yang sangat besar dengan karakter yang masih autentik.

Ia menilai alasan para musisi Indonesia berkarya masih didorong oleh hasrat kreatif, bukan semata tuntutan industri. Karakter itulah yang membuat pengalaman bermusik di Indonesia berbeda dibandingkan banyak negara lain.

“Yang saya rasakan di Indonesia adalah autentisitas. Orang-orang membuat musik karena memang mencintai musik. Festival seperti ini penting untuk menjaga itu,” katanya.

Komitmen menjaga jazz juga tercermin dalam cara SUVJF memberi ruang bagi regenerasi.

Co-founder SUVJF, Yuri Mahatma, mengatakan festival ini sejak awal dibangun sebagai platform bagi musisi Indonesia, termasuk musisi muda yang belum memiliki panggung besar.

Menurutnya, regenerasi merupakan tanggung jawab bersama komunitas jazz. Karena itu, SUVJF secara konsisten menghadirkan musisi muda berdampingan dengan nama-nama yang telah dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Berbeda dengan banyak penyelenggara festival yang menetapkan target jumlah pengunjung sebagai ukuran keberhasilan, SUVJF justru memilih membebaskan diri dari target tersebut.

Semangat menjaga identitas itu tidak hanya tampak pada kurasi musik. Filosofi yang sama juga diterjemahkan ke dalam rancangan ruang festival.

Diana Surya – Comitee SUVJF 2026

Kurator Vanue SUVJF, Diana Surya, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Island Life, sebuah gagasan yang berangkat dari kehidupan pulau, khususnya Bali.

Namun tema tersebut tidak hanya menampilkan sisi indah Bali sebagai destinasi wisata. Sebaliknya, pengunjung juga diajak melihat berbagai persoalan yang dihadapi pulau ini, mulai dari persoalan sampah, relasi manusia dengan alam, hingga pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Seluruh gagasan itu diterjemahkan melalui berbagai instalasi seni yang tersebar di area festival.

“Yang kami tampilkan bukan hanya indahnya Bali, tetapi juga persoalan-persoalan yang sedang dihadapi pulau ini. Semua kami hadirkan dalam bentuk artwork,” kata Diana.

Konsep ruang festival pun mengikuti karakter alam lokasi penyelenggaraan yang berada di kawasan tepian Sungai Wos dengan kontur bertingkat yang kemudian direspon dengan membangun tiga level panggung.

Di bagian paling atas terdapat Panggung Giri yang merepresentasikan kawasan pegunungan. Area tengah menjadi Panggung Kolaborasi, ruang utama bagi berbagai aktivitas kreatif, workshop, komunitas, hingga pertunjukan lintas disiplin. Sementara, di bagian paling bawah yang berbatasan langsung dengan sungai dibangun Panggung Subak, sebagai simbol perjalanan air dari hulu menuju hilir.

Keseluruhan tata ruang tersebut menggambarkan perjalanan “dari gunung sampai hilir”, selaras dengan tema besar Island Life yang menghubungkan manusia, alam, dan kebudayaan dalam satu pengalaman festival.

Filosofi keberlanjutan itu tidak berhenti pada desain artistik. Namun, SUVJF kembali menerapkan konsep minim sampah dengan melarang penggunaan produk sekali pakai selama festival berlangsung.

Seluruh minuman akan disajikan menggunakan gelas pakai ulang melalui sistem deposit sebesar dua puluh ribu rupiah. Gelas dapat digunakan berulang kali selama festival, ditukar apabila kotor, atau dikembalikan di akhir acara untuk memperoleh kembali uang deposit.

Sementara itu, makanan akan disajikan menggunakan wadah tradisional seperti ingke dan tekor sebagai upaya mengurangi sampah yang sulit didaur ulang.

Suasana Press Conference SUVJF 2026

Panitia juga menghadirkan stasiun pengisian daya berbasis panel, Eco Games untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini, pameran seni, workshop, hingga instalasi bambu yang dikembangkan bersama komunitas arsitektur dan perancang lokal.

Bagi Diana, seluruh elemen tersebut dirancang agar pengunjung tidak hanya datang untuk menonton konser, tetapi juga mengalami sebuah perjalanan yang menghubungkan musik, seni, ruang, dan lingkungan.

Pada akhirnya, yang dipertahankan Sthala Ubud Village Jazz Festival selama 13 tahun bukan hanya sebuah festival tahunan, yang dijaga adalah sebuah ekosistem.

Berikut adalah deretan musisi yang akan mempersembahkan karyanya di panggung Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026: Dattie Do Duo bersama Warman Sanjaya dan Sinuksma, Dodot Trio, Imelda Rosalin Quintet, Jadi Peperaku Quartet feat. Kasyfi Kalyasena, JZ.KA Trio, Koku Harsoe & San Trio, LaDy.Q, Pong Nakornchai Ensemble asal Thailand, Rason Trio, Salamander Big Band, Simone Prattico Java Collective feat. Sri Hanuraga dan Kevin Yosua, Straight & Stretch feat. Dian Pratiwi, Glen Wee, dan Masahiko Kitahara, Strings Corner Project, Watchdog dari Prancis, ZHETTRIO dari Jepang, Michael Amanda Trio, hingga Westside Vinyl Deejays. [T]

Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzjazzSthala UbudSthala Ubud Village Jazz Festival 2026Ubud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

Next Post

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co