20 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
in Panggung
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Jumpa pers SUVJF 2026, dari Kiri ke Kanan (Diana Surya, Devy Ferdianto, Simone Prattico, Lasta Arimbawa)

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) justru memilih bersetia dengan jazz. Memasuki penyelenggaraan ke-13 pada 7–8 Agustus 2026 di Sthala, A Tribute Portfolio Hotel Ubud, festival ini kembali menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi ruang yang berpihak kepada jazz, bahkan ketika pilihan tersebut tidak selalu menguntungkan secara finansial.

Co-founder Sthala Ubud Village Jazz Festival, Anom Darsana, mengakui penyelenggaraan tahun ini merupakan salah satu yang paling berat sejak festival pertama digelar pada 2013. Kondisi finansial yang semakin menantang bahkan membuat panitia tidak menutup kemungkinan mengalami kerugian. Namun, baginya, keadaan tersebut bukan alasan untuk mengubah arah festival.

“Jujur dari sisi finansial kami tahun ini parah sekali. Mungkin kami rugi, mudah-mudahan tidak. Tapi untung rugi bukan menjadi masalah. Yang penting festival ini tetap berjalan,” ujar Anom dalam jumpa pers di Sanur, Kamis, 30 Juli 2026.

Pernyataan itu menggambarkan cara pandang yang selama ini menjadi fondasi SUVJF. Festival ini tidak dibangun semata sebagai perhelatan hiburan, melainkan sebagai ruang yang menjaga ekosistem jazz melalui pertunjukan, edukasi, regenerasi musisi, hingga kolaborasi lintas komunitas.

Anom Darsana – Co Founder SUVJF

Anom Darsana menambahkan, bahwa SUVJF sejak awal tidak pernah dimaksudkan sebagai konser musik semata.

“Ini bukan hanya festival musik. Ini festival yang ada edukasinya,” katanya.

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendukung seperti workshop, diskusi, hingga ruang kolaborasi yang mempertemukan beragam komunitas kreatif. Tahun ini, misalnya, SUVJF untuk pertama kalinya menggandeng komunitas Westside DJ asal Bali.

Kehadiran komunitas DJ bukan dimaksudkan untuk mengubah wajah festival menjadi pesta musik elektronik. Sebaliknya, mereka justru diajak mengeksplorasi repertoar yang berakar pada jazz.

“Biasanya orang menganggap DJ identik dengan party. Kami justru memberi ruang kepada mereka untuk memainkan tune yang lebih jazz. Kami ingin semua komunitas di Bali merasa dirangkul,” kata Anom.

Baginya, memperluas komunitas pendukung jazz merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan musik tersebut. Festival tidak hanya menghadirkan musisi jazz, tetapi juga membangun ruang perjumpaan yang memungkinkan berbagai komunitas saling belajar dan berkolaborasi.

Di tengah tekanan industri hiburan yang semakin berorientasi pada popularitas, keputusan itu menjadi sikap yang tidak mudah. Anom menilai banyak festival musik akhirnya memasukkan lebih banyak musisi pop demi mendongkrak penjualan tiket.

“Festival lain mungkin 60 sampai 70 persen pop, sisanya jazz. Kami tidak mau seperti itu,” katanya.

Pandangan tersebut mendapat penguatan dari musisi yang telah lama mengikuti perjalanan festival jazz, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Devy Febrianto – Salamander Big Band

Pendiri Salamander Big Band, Devy Ferdianto, menyebut Sthala Ubud Village Jazz Festival sebagai salah satu festival jazz yang paling konsisten menjaga identitasnya.

“Dari sekian banyak festival yang kami ikuti, yang paling konsisten adalah Sthala Ubud Village Jazz Festival,” ujarnya.

Salamander Big Band akan kembali tampil pada SUVJF tahun ini dengan membawa sekitar 38 kru dan musisi. Bagi Devy, membawa kelompok sebesar itu ke Bali bukan perkara mudah. Biaya perjalanan, akomodasi, hingga kebutuhan produksi menjadi tantangan tersendiri. Ia menilai banyak festival kini harus berkompromi dengan pasar agar mampu bertahan. Sebaliknya, SUVJF tetap memilih menghadirkan jazz sebagai identitas utama.

Pengakuan serupa datang dari drummer asal Italia, Simone Prattico, yang kembali tampil di SUVJF setelah sebelumnya merasakan atmosfer festival tersebut.

Menurut Simone, Indonesia memiliki talenta musik yang sangat besar dengan karakter yang masih autentik.

Ia menilai alasan para musisi Indonesia berkarya masih didorong oleh hasrat kreatif, bukan semata tuntutan industri. Karakter itulah yang membuat pengalaman bermusik di Indonesia berbeda dibandingkan banyak negara lain.

“Yang saya rasakan di Indonesia adalah autentisitas. Orang-orang membuat musik karena memang mencintai musik. Festival seperti ini penting untuk menjaga itu,” katanya.

Komitmen menjaga jazz juga tercermin dalam cara SUVJF memberi ruang bagi regenerasi.

Co-founder SUVJF, Yuri Mahatma, mengatakan festival ini sejak awal dibangun sebagai platform bagi musisi Indonesia, termasuk musisi muda yang belum memiliki panggung besar.

Menurutnya, regenerasi merupakan tanggung jawab bersama komunitas jazz. Karena itu, SUVJF secara konsisten menghadirkan musisi muda berdampingan dengan nama-nama yang telah dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Berbeda dengan banyak penyelenggara festival yang menetapkan target jumlah pengunjung sebagai ukuran keberhasilan, SUVJF justru memilih membebaskan diri dari target tersebut.

Semangat menjaga identitas itu tidak hanya tampak pada kurasi musik. Filosofi yang sama juga diterjemahkan ke dalam rancangan ruang festival.

Diana Surya – Comitee SUVJF 2026

Kurator Vanue SUVJF, Diana Surya, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Island Life, sebuah gagasan yang berangkat dari kehidupan pulau, khususnya Bali.

Namun tema tersebut tidak hanya menampilkan sisi indah Bali sebagai destinasi wisata. Sebaliknya, pengunjung juga diajak melihat berbagai persoalan yang dihadapi pulau ini, mulai dari persoalan sampah, relasi manusia dengan alam, hingga pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Seluruh gagasan itu diterjemahkan melalui berbagai instalasi seni yang tersebar di area festival.

“Yang kami tampilkan bukan hanya indahnya Bali, tetapi juga persoalan-persoalan yang sedang dihadapi pulau ini. Semua kami hadirkan dalam bentuk artwork,” kata Diana.

Konsep ruang festival pun mengikuti karakter alam lokasi penyelenggaraan yang berada di kawasan tepian Sungai Wos dengan kontur bertingkat yang kemudian direspon dengan membangun tiga level panggung.

Di bagian paling atas terdapat Panggung Giri yang merepresentasikan kawasan pegunungan. Area tengah menjadi Panggung Kolaborasi, ruang utama bagi berbagai aktivitas kreatif, workshop, komunitas, hingga pertunjukan lintas disiplin. Sementara, di bagian paling bawah yang berbatasan langsung dengan sungai dibangun Panggung Subak, sebagai simbol perjalanan air dari hulu menuju hilir.

Keseluruhan tata ruang tersebut menggambarkan perjalanan “dari gunung sampai hilir”, selaras dengan tema besar Island Life yang menghubungkan manusia, alam, dan kebudayaan dalam satu pengalaman festival.

Filosofi keberlanjutan itu tidak berhenti pada desain artistik. Namun, SUVJF kembali menerapkan konsep minim sampah dengan melarang penggunaan produk sekali pakai selama festival berlangsung.

Seluruh minuman akan disajikan menggunakan gelas pakai ulang melalui sistem deposit sebesar dua puluh ribu rupiah. Gelas dapat digunakan berulang kali selama festival, ditukar apabila kotor, atau dikembalikan di akhir acara untuk memperoleh kembali uang deposit.

Sementara itu, makanan akan disajikan menggunakan wadah tradisional seperti ingke dan tekor sebagai upaya mengurangi sampah yang sulit didaur ulang.

Suasana Press Conference SUVJF 2026

Panitia juga menghadirkan stasiun pengisian daya berbasis panel, Eco Games untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini, pameran seni, workshop, hingga instalasi bambu yang dikembangkan bersama komunitas arsitektur dan perancang lokal.

Bagi Diana, seluruh elemen tersebut dirancang agar pengunjung tidak hanya datang untuk menonton konser, tetapi juga mengalami sebuah perjalanan yang menghubungkan musik, seni, ruang, dan lingkungan.

Pada akhirnya, yang dipertahankan Sthala Ubud Village Jazz Festival selama 13 tahun bukan hanya sebuah festival tahunan, yang dijaga adalah sebuah ekosistem.

Berikut adalah deretan musisi yang akan mempersembahkan karyanya di panggung Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026: Dattie Do Duo bersama Warman Sanjaya dan Sinuksma, Dodot Trio, Imelda Rosalin Quintet, Jadi Peperaku Quartet feat. Kasyfi Kalyasena, JZ.KA Trio, Koku Harsoe & San Trio, LaDy.Q, Pong Nakornchai Ensemble asal Thailand, Rason Trio, Salamander Big Band, Simone Prattico Java Collective feat. Sri Hanuraga dan Kevin Yosua, Straight & Stretch feat. Dian Pratiwi, Glen Wee, dan Masahiko Kitahara, Strings Corner Project, Watchdog dari Prancis, ZHETTRIO dari Jepang, Michael Amanda Trio, hingga Westside Vinyl Deejays. [T]

Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzjazzSthala UbudSthala Ubud Village Jazz Festival 2026Ubud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

Next Post

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails
Next Post
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [2]: Pintu yang Terbuka, Pagar yang Runtuh

PADA tahun 1999, Seno Gumira Ajidarma menerbitkan kumpulan essay Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Judulnya adalah pernyataan sekaligus pengakuan,...

by Andre Syahreza
August 19, 2026
Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa
Buku Tatkala

Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa

Judul: PENJAGA RUPA UTAR, Jejak Warisan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa Penerbit: PT Tatkala Sekala...

by Buku Tatkala
August 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang
Pendidikan

UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang

 “Gelar ini bukan untuk dipajang tapi untuk dibuktikan dengan karya.” Pesan Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta,...

by Dede Putra Wiguna
August 19, 2026
Merawat Warisan Budaya Kolonial…
Esai

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

by Pande Susan
August 19, 2026
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         
Khas

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
FGD Penelitian ISI Bali: Menggali Nilai-Nilai Karakter Kearifan Lokal untuk Pengembangan Drama Tari Berbahasa Inggris
Pendidikan

FGD Penelitian ISI Bali: Menggali Nilai-Nilai Karakter Kearifan Lokal untuk Pengembangan Drama Tari Berbahasa Inggris

DENPASAR | TATKALA.CO -- Institut Seni Indonesia (ISI) Bali melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Focus Group...

by Dewi Yulianti
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co