23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
in Panggung
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Jumpa pers SUVJF 2026, dari Kiri ke Kanan (Diana Surya, Devy Ferdianto, Simone Prattico, Lasta Arimbawa)

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) justru memilih bersetia dengan jazz. Memasuki penyelenggaraan ke-13 pada 7–8 Agustus 2026 di Sthala, A Tribute Portfolio Hotel Ubud, festival ini kembali menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi ruang yang berpihak kepada jazz, bahkan ketika pilihan tersebut tidak selalu menguntungkan secara finansial.

Co-founder Sthala Ubud Village Jazz Festival, Anom Darsana, mengakui penyelenggaraan tahun ini merupakan salah satu yang paling berat sejak festival pertama digelar pada 2013. Kondisi finansial yang semakin menantang bahkan membuat panitia tidak menutup kemungkinan mengalami kerugian. Namun, baginya, keadaan tersebut bukan alasan untuk mengubah arah festival.

“Jujur dari sisi finansial kami tahun ini parah sekali. Mungkin kami rugi, mudah-mudahan tidak. Tapi untung rugi bukan menjadi masalah. Yang penting festival ini tetap berjalan,” ujar Anom dalam jumpa pers di Sanur, Kamis, 30 Juli 2026.

Pernyataan itu menggambarkan cara pandang yang selama ini menjadi fondasi SUVJF. Festival ini tidak dibangun semata sebagai perhelatan hiburan, melainkan sebagai ruang yang menjaga ekosistem jazz melalui pertunjukan, edukasi, regenerasi musisi, hingga kolaborasi lintas komunitas.

Anom Darsana – Co Founder SUVJF

Anom Darsana menambahkan, bahwa SUVJF sejak awal tidak pernah dimaksudkan sebagai konser musik semata.

“Ini bukan hanya festival musik. Ini festival yang ada edukasinya,” katanya.

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendukung seperti workshop, diskusi, hingga ruang kolaborasi yang mempertemukan beragam komunitas kreatif. Tahun ini, misalnya, SUVJF untuk pertama kalinya menggandeng komunitas Westside DJ asal Bali.

Kehadiran komunitas DJ bukan dimaksudkan untuk mengubah wajah festival menjadi pesta musik elektronik. Sebaliknya, mereka justru diajak mengeksplorasi repertoar yang berakar pada jazz.

“Biasanya orang menganggap DJ identik dengan party. Kami justru memberi ruang kepada mereka untuk memainkan tune yang lebih jazz. Kami ingin semua komunitas di Bali merasa dirangkul,” kata Anom.

Baginya, memperluas komunitas pendukung jazz merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan musik tersebut. Festival tidak hanya menghadirkan musisi jazz, tetapi juga membangun ruang perjumpaan yang memungkinkan berbagai komunitas saling belajar dan berkolaborasi.

Di tengah tekanan industri hiburan yang semakin berorientasi pada popularitas, keputusan itu menjadi sikap yang tidak mudah. Anom menilai banyak festival musik akhirnya memasukkan lebih banyak musisi pop demi mendongkrak penjualan tiket.

“Festival lain mungkin 60 sampai 70 persen pop, sisanya jazz. Kami tidak mau seperti itu,” katanya.

Pandangan tersebut mendapat penguatan dari musisi yang telah lama mengikuti perjalanan festival jazz, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Devy Febrianto – Salamander Big Band

Pendiri Salamander Big Band, Devy Ferdianto, menyebut Sthala Ubud Village Jazz Festival sebagai salah satu festival jazz yang paling konsisten menjaga identitasnya.

“Dari sekian banyak festival yang kami ikuti, yang paling konsisten adalah Sthala Ubud Village Jazz Festival,” ujarnya.

Salamander Big Band akan kembali tampil pada SUVJF tahun ini dengan membawa sekitar 38 kru dan musisi. Bagi Devy, membawa kelompok sebesar itu ke Bali bukan perkara mudah. Biaya perjalanan, akomodasi, hingga kebutuhan produksi menjadi tantangan tersendiri. Ia menilai banyak festival kini harus berkompromi dengan pasar agar mampu bertahan. Sebaliknya, SUVJF tetap memilih menghadirkan jazz sebagai identitas utama.

Pengakuan serupa datang dari drummer asal Italia, Simone Prattico, yang kembali tampil di SUVJF setelah sebelumnya merasakan atmosfer festival tersebut.

Menurut Simone, Indonesia memiliki talenta musik yang sangat besar dengan karakter yang masih autentik.

Ia menilai alasan para musisi Indonesia berkarya masih didorong oleh hasrat kreatif, bukan semata tuntutan industri. Karakter itulah yang membuat pengalaman bermusik di Indonesia berbeda dibandingkan banyak negara lain.

“Yang saya rasakan di Indonesia adalah autentisitas. Orang-orang membuat musik karena memang mencintai musik. Festival seperti ini penting untuk menjaga itu,” katanya.

Komitmen menjaga jazz juga tercermin dalam cara SUVJF memberi ruang bagi regenerasi.

Co-founder SUVJF, Yuri Mahatma, mengatakan festival ini sejak awal dibangun sebagai platform bagi musisi Indonesia, termasuk musisi muda yang belum memiliki panggung besar.

Menurutnya, regenerasi merupakan tanggung jawab bersama komunitas jazz. Karena itu, SUVJF secara konsisten menghadirkan musisi muda berdampingan dengan nama-nama yang telah dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Berbeda dengan banyak penyelenggara festival yang menetapkan target jumlah pengunjung sebagai ukuran keberhasilan, SUVJF justru memilih membebaskan diri dari target tersebut.

Semangat menjaga identitas itu tidak hanya tampak pada kurasi musik. Filosofi yang sama juga diterjemahkan ke dalam rancangan ruang festival.

Diana Surya – Comitee SUVJF 2026

Kurator Vanue SUVJF, Diana Surya, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Island Life, sebuah gagasan yang berangkat dari kehidupan pulau, khususnya Bali.

Namun tema tersebut tidak hanya menampilkan sisi indah Bali sebagai destinasi wisata. Sebaliknya, pengunjung juga diajak melihat berbagai persoalan yang dihadapi pulau ini, mulai dari persoalan sampah, relasi manusia dengan alam, hingga pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Seluruh gagasan itu diterjemahkan melalui berbagai instalasi seni yang tersebar di area festival.

“Yang kami tampilkan bukan hanya indahnya Bali, tetapi juga persoalan-persoalan yang sedang dihadapi pulau ini. Semua kami hadirkan dalam bentuk artwork,” kata Diana.

Konsep ruang festival pun mengikuti karakter alam lokasi penyelenggaraan yang berada di kawasan tepian Sungai Wos dengan kontur bertingkat yang kemudian direspon dengan membangun tiga level panggung.

Di bagian paling atas terdapat Panggung Giri yang merepresentasikan kawasan pegunungan. Area tengah menjadi Panggung Kolaborasi, ruang utama bagi berbagai aktivitas kreatif, workshop, komunitas, hingga pertunjukan lintas disiplin. Sementara, di bagian paling bawah yang berbatasan langsung dengan sungai dibangun Panggung Subak, sebagai simbol perjalanan air dari hulu menuju hilir.

Keseluruhan tata ruang tersebut menggambarkan perjalanan “dari gunung sampai hilir”, selaras dengan tema besar Island Life yang menghubungkan manusia, alam, dan kebudayaan dalam satu pengalaman festival.

Filosofi keberlanjutan itu tidak berhenti pada desain artistik. Namun, SUVJF kembali menerapkan konsep minim sampah dengan melarang penggunaan produk sekali pakai selama festival berlangsung.

Seluruh minuman akan disajikan menggunakan gelas pakai ulang melalui sistem deposit sebesar dua puluh ribu rupiah. Gelas dapat digunakan berulang kali selama festival, ditukar apabila kotor, atau dikembalikan di akhir acara untuk memperoleh kembali uang deposit.

Sementara itu, makanan akan disajikan menggunakan wadah tradisional seperti ingke dan tekor sebagai upaya mengurangi sampah yang sulit didaur ulang.

Suasana Press Conference SUVJF 2026

Panitia juga menghadirkan stasiun pengisian daya berbasis panel, Eco Games untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini, pameran seni, workshop, hingga instalasi bambu yang dikembangkan bersama komunitas arsitektur dan perancang lokal.

Bagi Diana, seluruh elemen tersebut dirancang agar pengunjung tidak hanya datang untuk menonton konser, tetapi juga mengalami sebuah perjalanan yang menghubungkan musik, seni, ruang, dan lingkungan.

Pada akhirnya, yang dipertahankan Sthala Ubud Village Jazz Festival selama 13 tahun bukan hanya sebuah festival tahunan, yang dijaga adalah sebuah ekosistem.

Berikut adalah deretan musisi yang akan mempersembahkan karyanya di panggung Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026: Dattie Do Duo bersama Warman Sanjaya dan Sinuksma, Dodot Trio, Imelda Rosalin Quintet, Jadi Peperaku Quartet feat. Kasyfi Kalyasena, JZ.KA Trio, Koku Harsoe & San Trio, LaDy.Q, Pong Nakornchai Ensemble asal Thailand, Rason Trio, Salamander Big Band, Simone Prattico Java Collective feat. Sri Hanuraga dan Kevin Yosua, Straight & Stretch feat. Dian Pratiwi, Glen Wee, dan Masahiko Kitahara, Strings Corner Project, Watchdog dari Prancis, ZHETTRIO dari Jepang, Michael Amanda Trio, hingga Westside Vinyl Deejays. [T]

Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzjazzSthala UbudSthala Ubud Village Jazz Festival 2026Ubud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

Next Post

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co