10 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wajah I Made Galung Wiratmaja

Hartanto by Hartanto
September 10, 2026
in Ulas Rupa
Wajah I Made Galung Wiratmaja

Karya-karya Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space – Sanur Art Hub. Pameran diikuti oleh I Made Galung Wiratmaja, I Made Mahendra Mangku, dan I Wayan Arnata.

Kali ini, sesuai data yang saya dapat , saya ingin mengkaji karya I Made Galung Wiratmaja. Karya yang saya kaji meliputi Figure #6, Figure #7, Figur #8. dan Figur #9.

 Menurut saya, karya-karya ini menyimpan energi tubuh yang ‘direduksi’ menjadi denyut “warna dan gerak”.

‘Abstraksi figuratif’ di sini tidak lagi menghadirkan sosok manusia sebagai ‘representasi’, melainkan sebagai jejak ‘impuls’.

Menurut Encyclopedia Americana, impuls (impulse) sebagai “hasil dari ‘gaya’ yang bekerja pada ‘suatu benda’ dalam selang ‘waktu tertentu’, yang mengakibatkan terjadinya perubahan ‘momentum’ pada benda tersebut”.

Tafsir saya, impuls pada karya Galung adalah sapuan kuas yang meledak, warna yang berlapis, dan gestur yang seolah merekam gerakan tubuh dalam ruang imajiner – hasil visualnya, adalah “perubahan momentum” dari hasil “eksplorasi kreatif”.

Pada Figure #6, dominasi merah muda, kuning, dan abu-abu membentuk semacam tubuh yang rapuh sekaligus bergairah.

Figur ini tampak seperti sedang muncul dari latar, seakan proses kelahiran atau transformasi. Ada ketegangan antara garis yang kasar dan bidang warna yang lembut, menandakan tarik-menarik antara ‘dorongan personal’ dan ‘struktur kolektif’.

Sementara Figure #7 lebih dinamis: sapuan oranye dan merah yang berbaur dengan abu-abu dan putih menciptakan figur yang seolah bergerak, berputar, atau menari.

Latar hangat memperkuat kesan energi yang memancar keluar, bukan sekadar tertahan di dalam tubuh. Jika Figure #6 adalah figur yang ‘mencari bentuk’, maka Figure #7 adalah figur yang ‘meledak dalam gerak’.

Kedua karya ini bisa dibaca sebagai kelanjutan eksplorasi ‘abstraksi Bali’ yang tidak hanya berurusan dengan ‘formalisme Barat’, tetapi juga dengan pencarian “identitas tubuh dan jiwa”.

Galung Wiratmaja menghadirkan tubuh sebagai “impulse” – dorongan yang tidak selesai menjadi ‘representasi’, melainkan terus bergerak, berdenyut, dan membuka ‘ruang interpretasi’.

Menurut saya,  karya Figure #6 dan Figure #7ini dapat dibaca sebagai sebuah perjalanan tubuh yang tidak pernah selesai menjadi ‘citra’, melainkan terus bergerak sebagai ‘denyut warna’.

Dalam Figure #6, tubuh hadir sebagai bayangan yang rapuh, seolah baru saja lahir dari lapisan warna merah muda, kuning, dan abu-abu.

Figur ini bukan ‘representasi anatomis’, melainkan semacam “petilasan gerak” yang ditinggalkan oleh kuas. Ada rasa pencarian: tubuh yang belum mapan, masih dalam “proses menjadi”.

Sapuan kasar dan bidang lembut saling bertentangan, menandakan tarik-menarik antara “dorongan personal” dan “struktur kolektif”.

Sebaliknya, Figure #7 adalah tubuh yang sudah meledak dalam gerak. Oranye dan merah berbaur dengan abu-abu dan putih, menciptakan figur yang seolah menari atau berputar.

Latar hangat memperkuat kesan energi yang memancar keluar. Jika karya sebelumnya adalah tubuh yang mencari bentuk, maka di sini tubuh adalah denyut yang melampaui dirinya sendiri, sebuah energi yang tak tertahankan.

Dengan demikian, Figure #6 dan Figure #7 dapat dibaca sebagai pasangan: satu menandai ‘kelahiran’, yang lain menandai ‘dinamika gerak’.

Keduanya bersama-sama memperlihatkan bagaimana tubuh abstrak Bali menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas, antara dorongan personal dan denyut kolektif.

Pada tulisan ini Saya ingin memadankan karya Galung, khususnya “Figure #7” dengan karya William de Koning “Woman1”.

Jika kita fokus hanya pada Galung Wiratmaja (Figure #7) dan Willem de Kooning (Woman I). maka padanan keduanya terletak pada cara tubuh perempuan diolah sebagai ‘energi gestural’ yang cair antara ‘figurasi dan abstraksi’.

Galung menghadirkan profil perempuan yang larut dalam sapuan warna oranye, merah, kuning, dan coklat.

Figur ini tidak hadir sebagai ‘potret anatomis’, melainkan sebagai ‘denyut atmosfer’, tubuh yang sedang larut dalam ruang warna.

Ada keintiman dan keheningan yang khas, seolah tubuh itu muncul dari pengalaman lokal Bali, dengan nuansa “spiritual dan personal”.

De Kooning, dalam Woman I, menampilkan tubuh perempuan sebagai ledakan kuas – figur yang terdistorsi, penuh energi, dan riuh. Tubuh di sini menjadi medan pertempuran antara ‘representasi’ dan ‘abstraksi’, antara citra perempuan dan energi cat yang meledak.

Padanan lain, keduanya – sama-sama menjadikan tubuh perempuan bukan sebagai “citra realistis”, melainkan sebagai “impuls visual”. Sama-sama menggunakan warna dan gestur sebagai bahasa utama untuk menghadirkan tubuh.

Perbedaannya: De Kooning lebih brutal, riuh, dan penuh ‘ketegangan psikologis’. Galung lebih intim, cair, dan berakar pada atmosfer spiritual Bali.

Dengan demikian, Figure #7 dapat dibaca sebagai “jawaban Bali” atas tradisi ‘abstrak figuratif’ dunia – berdialog langsung dengan ‘intensitas gestural’ De Kooning, namun menegosiasikan akar lokal sebagai ‘lanskap spiritual’.

Figure #8 karya Galung Wiratmaja adalah semacam tubuh yang meleleh ke dalam lanskap warna. Sapuan hijau, merah, ungu, dan kuning tidak membentuk sosok yang utuh, melainkan pecahan energi yang berlapis. Figur itu seakan hanyut, menjadi pusaran atmosfer yang terus bergerak.

Ia bukan citra yang selesai, melainkan “gema visual” – denyut yang berulang, riak warna yang menolak diam, tubuh yang berubah menjadi “medan kosmos”. sebuah “impuls visual” yang terus bergerak, membuka ruang tafsir antara tubuh dan lanskap abstrak.

Selanjutnya, saya juga ingin mengkaji Karya Figure #9 Galung Wiratmaja. Figure #9, merupakan wajah abstrak yang digoreskan dengan garis putih di atas lapisan kuning, hijau, dan coklat.

Ini dapat dipadankan dengan sejumlah perupa dunia yang menempatkan wajah sebagai medan ekspresi, bukan sekadar representasi anatomis. Saya ingin memadankannya dengan karya Jean-Michel Basquiat.

Pada kajian kali ini, saya memadanan karya Jean-Michel Basquiat (Cabeza) dengan karya I Made Galung Wiratmaja (Figure #9).

Menurut saya, ini dapat dibaca sebagai pertemuan dua wajah dunia yang lahir dari konteks berbeda, namun sama-sama menolak wajah sebagai ‘citra anatomis’ yang tenang.

Basquiat, dengan Cabeza, menghadirkan kepala sebagai ikon urban yang riuh, penuh garis kasar, warna kontras, dan ‘distorsi anatomis’.

Wajah itu bukan potret, melainkan ‘teriakan jalanan’, simbol trauma dan identitas yang meledak dalam ‘energi grafiti’ dan ‘pop culture’ New York 1980-an. Ia adalah wajah yang terbuka, ‘penuh luka’, namun sekaligus ‘penuh vitalitas’.

Galung, dengan Figure #9, menampilkan wajah yang digoreskan dengan garis putih sederhana di atas lapisan warna kuning, hijau, dan coklat.

Wajah ini seolah tersenyum, namun larut dalam ‘atmosfer warna’ yang berdenyut. Ia bukan ‘potret realis’, melainkan ‘tanda gestural’ yang lahir dari pengalaman ‘spiritual Bali’, dari ‘tradisi rajah’ yang menempatkan wajah “sebagai simbol kosmos”.

Keduanya bertemu dalam satu medan – wajah sebagai energi. Basquiat menyalakan wajah sebagai ‘ledakan urban’, penuh kegelisahan ‘sosial dan psikologis’.

Galung menyalakan wajah sebagai ‘denyut kosmos’, penuh keheningan spiritual dan atmosfer lokal. Basquiat berteriak, Galung berbisik. Basquiat menorehkan luka, Galung menorehkan keheningan yang ‘subtil’.

Namun justru dalam perbedaan itu, keduanya saling melengkapi. Cabeza dan Figure #9 memperlihatkan bahwa ‘wajah abstrak’ adalah simbol ‘universal’ tentang manusia. Energi yang tidak selesai menjadi ‘citra’, melainkan terus bergerak antara tanda, tekstur, dan atmosfer.

Dari jalanan New York hingga kosmos Bali, wajah menjadi rajah dunia – peta batin yang menolak diam, menolak selesai, dan terus berdenyut dalam warna.

Akhir kata, perkenankan saya menempatkan  Cabeza dan Figure #9  dalam “dialog lintas benua”  – dua seniman yang, dengan bahasa berbeda, sama-sama mengingatkan bahwa “wajah bukan sekadar potret”, melainkan medan energi yang membuka “ruang tafsir tanpa batas”. Begitulah ‘pembacaan’ saya. [T]

Tags: Galung WiratmajaPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

Hartanto

Hartanto

Pengamat seni, tinggal di mana-mana

Related Posts

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

by Hartanto
August 29, 2026
0
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

Read moreDetails

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

by Hartanto
August 26, 2026
0
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

Read moreDetails

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
0
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

Read moreDetails

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
0
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

Read moreDetails

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

by Hartanto
August 13, 2026
0
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

Read moreDetails

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

by Hartanto
August 11, 2026
0
Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

Read moreDetails

Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

by I Wayan Sujana Suklu
August 11, 2026
0
Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

---Catatan seorang seniman tentang ketidaktahuan, pengetahuan, dan keberanian menggambar kembali Noe mengambar karena belum mengenal aturan, saya menjadi naif karena...

Read moreDetails

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

by Angga Wijaya
August 7, 2026
0
Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

by Chusmeru
September 9, 2026
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional
Khas

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”
Esai

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co