21 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
in Pameran
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya?

Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal lama di kepala, bahkan pengalaman-pengalaman kecil yang tanpa disadari ikut membentuk siapa diri kita hari ini.

Pertanyaan tentang kehilangan itulah yang menjadi pintu masuk “Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”, sebuah pameran kolektif yang akan berlangsung pada 19–26 September 2026 di Here With Buksel, Denpasar, Bali.

Pameran tersebut hadir dalam rangka memperingati Hari Alzheimer Sedunia, ‘Memoar’ mencoba mendekati persoalan ingatan melalui pengalaman yang personal. Alih-alih menempatkan Alzheimer semata-mata dalam perspektif medis, pameran ini mengajak publik masuk ke sisi emosional dari kehilangan memori. Apa yang sebenarnya kita takutkan ketika kemungkinan untuk lupa itu datang?

Pertanyaan yang diajukan sangat personal, “Jika suatu hari kamu mengalami Alzheimer, memori apa yang paling kamu takutkan untuk dilupakan?”

Jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses penciptaan karya dan arsip suara dalam pameran. Fragmen-fragmen pengalaman personal seperti suara orang yang dicintai, percakapan, tempat, hingga momen-momen kecil yang memiliki arti tertentu, dikumpulkan dan dihadirkan kembali melalui suara.

Di ‘Memoar’, suara bukan sekadar pelengkap visual. Ia justru menjadi medium utama. Pengunjung akan memasuki ruang yang dibangun melalui lapisan suara dan rekaman. Salah satu instalasi utamanya, Ruang Dengar, dirancang agar pengunjung dapat memilih dan mendengarkan rekaman melalui headphone. Setiap rekaman membawa fragmen pengalaman berbeda, memberi kesempatan kepada pengunjung untuk berhenti sejenak dan benar-benar mendengarkan.

Pendekatan ini membuat pengalaman pameran bergerak ke wilayah yang intim. Mendengarkan tak lagi menjadi aktivitas pasif, melainkan jalan untuk berhadapan dengan pengalaman orang lain. Dan, pada saat bersamaan, mengingatkan kembali pada pengalaman sendiri.

Meski suara menjadi poros utama, ‘Memoar’ tidak berhenti pada karya berbasis audio. Sejumlah seniman dan komunitas ikut menerjemahkan tema ingatan melalui medium berbeda. Matra Durga dari Naivete Project akan menghadirkan karya visual melalui sketch, sementara Toms Studio menghadirkan instalasi sebagai bagian dari pengalaman ruang pameran.

Dari Ruang Pamer ke Ruang Percakapan

Pembicaraan tentang ingatan kemudian diperluas melalui rangkaian program publik. Salah satunya adalah diskusi bersama para ahli dan praktisi yang bergerak dalam isu Alzheimer dan perawatan lansia, dengan keterlibatan Yayasan Alzheimer Indonesia dan Hovi Care.

Diskusi tersebut dirancang sebagai ruang untuk melihat Alzheimer dari perspektif yang lebih luas sekaligus membuka percakapan mengenai bagaimana masyarakat dapat membangun kesadaran dan dukungan bagi individu maupun keluarga yang terdampak.

Ada pula workshop pembuatan zine bersama Gilang Propagila, yang mengajak peserta menerjemahkan cerita dan memori personal ke dalam bentuk visual dan publikasi mandiri. Sementara Matra Durga akan membawa eksplorasi mengenai ingatan ke medium tubuh melalui sebuah art performance.

Rangkaian tersebut menunjukkan bagaimana ‘Memoar’ mencoba bergerak di antara pengalaman personal, praktik artistik, dan percakapan sosial. Ingatan tidak hanya ditempatkan sebagai sesuatu yang tersimpan dalam kepala, tetapi juga sesuatu yang dapat diceritakan, didengarkan, divisualisasikan, dan dibagikan.

Dimensi sosial itu juga diperluas melalui rangkaian bar takeover dan malam musik yang menjadi agenda penggalangan dana bagi teman-teman di Flores, NTT yang terdampak bencana. DJ set dan pertunjukan saxophone menjadi bagian dari ruang berkumpul sekaligus aksi solidaritas.

Melalui kegiatan tersebut, gagasan mengenai ingatan dan kepedulian dibawa keluar dari ruang pameran menuju ruang sosial. Seni ditempatkan bukan hanya sebagai medium untuk merefleksikan pengalaman personal, tetapi juga sebagai cara untuk terhubung dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.

Delapan Hari Mendengarkan Ingatan

‘Memoar’ dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai seniman, kreator, komunitas, dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap seni, budaya, isu sosial, serta pengalaman manusia. Semangat kolaborasi itu menjadi bagian penting dari proyek ini, yakni membangun ruang bersama yang bukan hanya menghadirkan karya, tetapi juga membuka percakapan dan meninggalkan pengalaman yang dapat dibawa pulang pengunjung.

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan” akan berlangsung pada 19–26 September 2026 di Here With Buksel, Denpasar. Sepanjang periode tersebut, Sound Experience Exhibition ‘Memoar: Suara-Suara dari Ingatan’, Sketch Exhibition oleh Matra Durga dari Naivete Project, dan Art Installations oleh Toms Studio akan berlangsung sebagai program utama pameran.

Pada 20 September, rangkaian program menghadirkan Discussion District bersama Naivete Project, Bukit Selatan, dan Toms Studio di TOKE (Toko Kopi Seni) pada pukul 18.00–20.00 WITA. Di hari yang sama, Bar Takeover & Charity Night bersama Everhaos berlangsung di Here With Buksel pada pukul 17.00–19.00 WITA.

Pada 21 September, Discussion District bersama Yayasan Alzheimer Indonesia, Hovi Care, dan I Wayan Mahesa dari Galang Bulan Studio digelar di BKKoffee Artisan pada pukul 18.00–20.00 WITA.

Rangkaian berlanjut dengan Bar Takeover & Charity Night bersama Inu Coffee Roastery pada 22 September, pukul 17.00–20.00 WITA; Zine Workshop bersama Gilang Propagila pada 23 September, pukul 17.00–19.00 WITA; serta DJ Set & Saxophone Performance bersama Halfawake & Judea pada 24 September, pukul 19.00–23.00 WITA. Pada malam yang sama, Bar Takeover & Charity Night bersama Jubilo akan berlangsung pukul 19.00–21.00 WITA.

Program kemudian ditutup pada 26 September dengan Art Performance oleh Matra Durga pukul 18.00–20.00 WITA serta Bar Takeover & Charity Night bersama Si.Nar pukul 17.00–19.00 WITA di Here With Buksel.

Di tengah begitu banyak hal yang kita simpan dalam ingatan, ‘Memoar’ mengajak publik menghadapi sebuah kemungkinan yang jarang ingin dipikirkan, bahwa sebagian dari semuanya itu suatu hari dapat menghilang. Dan sebelum itu terjadi, barangkali ada satu hal yang bisa dilakukan, yaitu mendengarkan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: memoarPameran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Salah Menghitung Kesunyian

Next Post

Wajah I Made Galung Wiratmaja

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
0
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

Read moreDetails

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
0
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

Read moreDetails

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails
Next Post
Wajah I Made Galung Wiratmaja

Wajah I Made Galung Wiratmaja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental
Olahraga

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata
Esai

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

by Angga Wijaya
October 19, 2026
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra
Esai

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya
Ulas Musik

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co