30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
in Pameran
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya?

Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal lama di kepala, bahkan pengalaman-pengalaman kecil yang tanpa disadari ikut membentuk siapa diri kita hari ini.

Pertanyaan tentang kehilangan itulah yang menjadi pintu masuk “Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”, sebuah pameran kolektif yang akan berlangsung pada 19–26 September 2026 di Here With Buksel, Denpasar, Bali.

Pameran tersebut hadir dalam rangka memperingati Hari Alzheimer Sedunia, ‘Memoar’ mencoba mendekati persoalan ingatan melalui pengalaman yang personal. Alih-alih menempatkan Alzheimer semata-mata dalam perspektif medis, pameran ini mengajak publik masuk ke sisi emosional dari kehilangan memori. Apa yang sebenarnya kita takutkan ketika kemungkinan untuk lupa itu datang?

Pertanyaan yang diajukan sangat personal, “Jika suatu hari kamu mengalami Alzheimer, memori apa yang paling kamu takutkan untuk dilupakan?”

Jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses penciptaan karya dan arsip suara dalam pameran. Fragmen-fragmen pengalaman personal seperti suara orang yang dicintai, percakapan, tempat, hingga momen-momen kecil yang memiliki arti tertentu, dikumpulkan dan dihadirkan kembali melalui suara.

Di ‘Memoar’, suara bukan sekadar pelengkap visual. Ia justru menjadi medium utama. Pengunjung akan memasuki ruang yang dibangun melalui lapisan suara dan rekaman. Salah satu instalasi utamanya, Ruang Dengar, dirancang agar pengunjung dapat memilih dan mendengarkan rekaman melalui headphone. Setiap rekaman membawa fragmen pengalaman berbeda, memberi kesempatan kepada pengunjung untuk berhenti sejenak dan benar-benar mendengarkan.

Pendekatan ini membuat pengalaman pameran bergerak ke wilayah yang intim. Mendengarkan tak lagi menjadi aktivitas pasif, melainkan jalan untuk berhadapan dengan pengalaman orang lain. Dan, pada saat bersamaan, mengingatkan kembali pada pengalaman sendiri.

Meski suara menjadi poros utama, ‘Memoar’ tidak berhenti pada karya berbasis audio. Sejumlah seniman dan komunitas ikut menerjemahkan tema ingatan melalui medium berbeda. Matra Durga dari Naivete Project akan menghadirkan karya visual melalui sketch, sementara Toms Studio menghadirkan instalasi sebagai bagian dari pengalaman ruang pameran.

Dari Ruang Pamer ke Ruang Percakapan

Pembicaraan tentang ingatan kemudian diperluas melalui rangkaian program publik. Salah satunya adalah diskusi bersama para ahli dan praktisi yang bergerak dalam isu Alzheimer dan perawatan lansia, dengan keterlibatan Yayasan Alzheimer Indonesia dan Hovi Care.

Diskusi tersebut dirancang sebagai ruang untuk melihat Alzheimer dari perspektif yang lebih luas sekaligus membuka percakapan mengenai bagaimana masyarakat dapat membangun kesadaran dan dukungan bagi individu maupun keluarga yang terdampak.

Ada pula workshop pembuatan zine bersama Gilang Propagila, yang mengajak peserta menerjemahkan cerita dan memori personal ke dalam bentuk visual dan publikasi mandiri. Sementara Matra Durga akan membawa eksplorasi mengenai ingatan ke medium tubuh melalui sebuah art performance.

Rangkaian tersebut menunjukkan bagaimana ‘Memoar’ mencoba bergerak di antara pengalaman personal, praktik artistik, dan percakapan sosial. Ingatan tidak hanya ditempatkan sebagai sesuatu yang tersimpan dalam kepala, tetapi juga sesuatu yang dapat diceritakan, didengarkan, divisualisasikan, dan dibagikan.

Dimensi sosial itu juga diperluas melalui rangkaian bar takeover dan malam musik yang menjadi agenda penggalangan dana bagi teman-teman di Flores, NTT yang terdampak bencana. DJ set dan pertunjukan saxophone menjadi bagian dari ruang berkumpul sekaligus aksi solidaritas.

Melalui kegiatan tersebut, gagasan mengenai ingatan dan kepedulian dibawa keluar dari ruang pameran menuju ruang sosial. Seni ditempatkan bukan hanya sebagai medium untuk merefleksikan pengalaman personal, tetapi juga sebagai cara untuk terhubung dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.

Delapan Hari Mendengarkan Ingatan

‘Memoar’ dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai seniman, kreator, komunitas, dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap seni, budaya, isu sosial, serta pengalaman manusia. Semangat kolaborasi itu menjadi bagian penting dari proyek ini, yakni membangun ruang bersama yang bukan hanya menghadirkan karya, tetapi juga membuka percakapan dan meninggalkan pengalaman yang dapat dibawa pulang pengunjung.

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan” akan berlangsung pada 19–26 September 2026 di Here With Buksel, Denpasar. Sepanjang periode tersebut, Sound Experience Exhibition ‘Memoar: Suara-Suara dari Ingatan’, Sketch Exhibition oleh Matra Durga dari Naivete Project, dan Art Installations oleh Toms Studio akan berlangsung sebagai program utama pameran.

Pada 20 September, rangkaian program menghadirkan Discussion District bersama Naivete Project, Bukit Selatan, dan Toms Studio di TOKE (Toko Kopi Seni) pada pukul 18.00–20.00 WITA. Di hari yang sama, Bar Takeover & Charity Night bersama Everhaos berlangsung di Here With Buksel pada pukul 17.00–19.00 WITA.

Pada 21 September, Discussion District bersama Yayasan Alzheimer Indonesia, Hovi Care, dan I Wayan Mahesa dari Galang Bulan Studio digelar di BKKoffee Artisan pada pukul 18.00–20.00 WITA.

Rangkaian berlanjut dengan Bar Takeover & Charity Night bersama Inu Coffee Roastery pada 22 September, pukul 17.00–20.00 WITA; Zine Workshop bersama Gilang Propagila pada 23 September, pukul 17.00–19.00 WITA; serta DJ Set & Saxophone Performance bersama Halfawake & Judea pada 24 September, pukul 19.00–23.00 WITA. Pada malam yang sama, Bar Takeover & Charity Night bersama Jubilo akan berlangsung pukul 19.00–21.00 WITA.

Program kemudian ditutup pada 26 September dengan Art Performance oleh Matra Durga pukul 18.00–20.00 WITA serta Bar Takeover & Charity Night bersama Si.Nar pukul 17.00–19.00 WITA di Here With Buksel.

Di tengah begitu banyak hal yang kita simpan dalam ingatan, ‘Memoar’ mengajak publik menghadapi sebuah kemungkinan yang jarang ingin dipikirkan, bahwa sebagian dari semuanya itu suatu hari dapat menghilang. Dan sebelum itu terjadi, barangkali ada satu hal yang bisa dilakukan, yaitu mendengarkan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: memoarPameran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Salah Menghitung Kesunyian

Next Post

Wajah I Made Galung Wiratmaja

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails
Next Post
Wajah I Made Galung Wiratmaja

Wajah I Made Galung Wiratmaja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co