Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠 𝑎𝑛𝑑 𝑃𝑟𝑎𝑐𝑡𝑖𝑐𝑒𝑠 — sebuah pameran pengetahuan kuno yang menyoroti praktik kesehatan holistik Bharata Varśa dan penyebaran historisnya — menampilkan 27 lontar Bali dari koleksi pribadi 𝐒𝐮𝐠𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐮𝐬 yang dibawa langsung dari Bali. Pameran diselenggarakan di 𝐈𝐧𝐝𝐢𝐚 𝐈𝐧𝐭𝐞𝐫𝐧𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥 𝐂𝐞𝐧𝐭𝐫𝐞 (𝐈𝐈𝐂), 𝐍𝐞𝐰 𝐃𝐞𝐥𝐡𝐢, salah satu pusat kebudayaan paling bergengsi di India.
Dr. S. Jaishankar, sangat terkesan dengan lontar ‘Svaravyanjana’ panduan kuno masyarakat Bali dan Jawa Kuno dalam mempelajari bahasa Sanskerta, yang juga memuat daftar tanaman dalam bahasa Sanskerta di bagian belakangnya. Sugi Lanus berbagi cerita dengan Dr. Jaishankar bagaimana ahli bahasa legendaris sekaligus Anggota Parlemen India, Profesor Raghu Vira, memanfaatkan lontar langka ini sebagai bahan menyusun bukunya yang sangat berpengaruh pada tahun 1956, yaitu ‘Svara-vyanjana: A Kavi-Balinese and Devanāgarī Script Manual’. Karya monumental ini adalah “bukti linguistik” yang menggambarkan transmisi pengetahuan Sanskerta kuno ke Bali—termasuk metode pengobatan Usada secara linguistik berakar pada tradisi Ausadha dari Atharva Veda dan Ayurveda. Manuskrip ini selama berabad-abad menjadi jembatan penting untuk memahami ikatan historis, spiritual, dan linguistik yang mendalam antara pre-modern-Bharat (India kuno) dan Bali.

Lontar-lontar yang dipamerkan, diantaranya lontar 𝑻𝒆𝒈𝒆𝒔𝒊𝒏𝒈 𝑲𝒓𝒕𝒂𝒃𝒂𝒔𝒂 & Usada Dasanama — manuskrip ini berfungsi sebagai kamus pengobatan dan tumbuhan. 𝑼𝒔𝒂𝒅𝒂 𝑩𝒖𝒅𝒂 𝑲𝒆𝒄𝒂𝒑𝒊 —teks filosofis pengobatan kuno yang mengupas dialog mistis mengenai karakter Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa) yang termanifestasi dan bekerja menjaga keseimbangan organ-organ tubuh manusia. 𝑻𝒂𝒓𝒖 𝑷𝒓𝒂𝒎𝒂𝒏𝒂 — manuskrip legendaris yang memuat dialog spiritual antara Mpu Kuturan dengan alam. Di dalamnya, berbagai jenis tumbuh-tumbuhan secara mistis mengungkap nama, khasiat herbal, dan bagian tubuhnya yang dapat diolah menjadi obat. 𝑪𝒊𝒓𝒊 𝑾𝒐𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒓𝒂 & 𝑼𝒔𝒂𝒅𝒂 𝑻𝒂𝒏𝒚𝒂 𝑳𝒂𝒓𝒂 — kitab diagnostik dan klinis praktis.
Naskah ini mendaftar tanda-tanda fisik visual pada tubuh pasien serta panduan teknik interogasi (wawancara medis) tradisional untuk menegakkan diagnosis penyakit secara tepat. 𝑻𝒆𝒌𝒂𝒏𝒊𝒏𝒈 𝑮𝒆𝒓𝒊𝒏𝒈 𝑴𝒂𝒏𝒖𝒕 𝑺𝒂𝒔𝒊𝒉 — lontar yang memetakan hubungan antara pergantian musim (sasih) serta siklus mingguan (wuku dalam bagan visual Tika) dengan potensi munculnya jenis penyakit. 𝑼𝒔𝒂𝒅𝒂 𝑴𝒂𝒏𝒂𝒌 & 𝑼𝒔𝒂𝒅𝒂 𝑹𝒂𝒓𝒆 — kitab kebidanan (obstetri) dan kesehatan anak (pediatrik) tradisional. Mengatur protokol lengkap kesehatan ibu hamil, resep jamu penyehat janin, perawatan pasca-persalinan, hingga penanganan demam dan kejang pada bayi menggunakan herbal yang lembut. 𝑹𝒐𝒈𝒉𝒂 𝑺𝒂𝒏𝒈𝒈𝒉𝒂𝒓𝒂 𝑮𝒖𝒎𝒊 — catatan krusial dan historis yang merekam pengalaman empiris masyarakat Bali dalam memitigasi bencana wabah massal (gríng agung), lengkap dengan protokol penanganan secara sekuler maupun spiritual.

Manuskrip lontar Bali yang pamerkan tidak hanya sebatas teks pengobatan dan botani; lontar terkait Sanskerta lainnya, seperti Rama Kavaca dan Pasupati Mantra, serta manuskrip yang merinci mantra penyembuhan yang menggunakan ritual penyucian air suci—yang mengacu pada konsep seperti Sapta Ganga (Tujuh Sungai Suci) atau Sapta Nadi. Pengunjung diajak menjelajahi perbendaharaan naskah-naskah lontar Bali yang berisi ajaran kesehatan yang saat terkait dengan persebaran pengobatan di Asia lainnya.
𝐈𝐍𝐅𝐎𝐑𝐌𝐀𝐒𝐈 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍
Acara: 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠 𝑎𝑛𝑑 𝑃𝑟𝑎𝑐𝑡𝑖𝑐𝑒𝑠 — Menampilkan 27 Lontar Bali Berisi Pedoman Kesehatan dan Kamus Sanskerta-Bali.
Lokasi: Art Gallery, Kamaladevi Complex, India International Centre (IIC), New Delhi
Tanggal: 12–18 Oktober 2026
Jam Buka Galeri: 11:00 – 19:00 daily (Terbuka untuk umum)































