Anggara Kasih Julungwangi | Cerpen Putri Santiadi
AKU berdiam diri di rumah ketika seluruh sanak saudara sibuk di Sanggah, menyiapkan banten dan perlengkapan upacara. Aku sudah menawarkan ...
Read moreDetailsAKU berdiam diri di rumah ketika seluruh sanak saudara sibuk di Sanggah, menyiapkan banten dan perlengkapan upacara. Aku sudah menawarkan ...
Read moreDetailsPELAYAN yang biasanya menyapa mereka tidak ada malam itu. Nadine memperhatikan pintu sebentar, seolah menunggu seseorang yang tidak akan datang. ...
Read moreDetails“Kita tak punya pilihan.” Suara itu lirih. Ada tarikan napas panjang dan berat, menyeret seluruh sisa harapan yang masih bertahan ...
Read moreDetailsSATU tahun 365 hari, selama 364 hari ia adalah gadis biasa-biasa saja, sangat biasa bahkan. Lalu satu hari, di hari ...
Read moreDetailsPEREMPUAN yang berdiri di atas panggung itu adalah pegawai baru di kantorku. Dia berparas ayu, berkulit putih, berambut hitam panjang, ...
Read moreDetailsAKU tidak mampu berbuat apa-apa. Setiap saat aku memikirkan nasibku dan kondisi keluargaku. Aku bingung. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, ...
Read moreDetailsSEPANJANG jalan Bangkinang, matahari selalu jatuh seperti sepotong logam panas yang digantung rendah di langit. Jalan itu panjang, berliku, dan ...
Read moreDetails"Boleh aku duduk di sini?" "Aman, silakan." Itu kali pertama mata liontinnya menyulam renda-renda masa remajaku. Tampaknya, gadis itu lebih ...
Read moreDetailsAKU selalu terpukau saat engkau menuturkan cerita di rumah sebelah. Cerita yang selalu ditunggu anak-anak kampung. Tak terkecuali aku, yang ...
Read moreDetailsSEJAK kecil saya takut pada ular. Ular bagi saya adalah makhluk yang jahat, sangat berbisa, yang walaupun kecil, patukannya bisa ...
Read moreDetailsLIBURAN musim panas belum berakhir, Sasha memutuskan untuk pergi ke perpustakaan bersama kucing kesayangannya, Goro. Sasha adalah seorang gadis berjiwa ...
Read moreDetailsDEBRA H. Yatim menulis cerpen Joseviolis dan menjadi pemenang pertama lomba cerpen ulang tahun ke-25 Harian Kompas pada 1990. Setelah ...
Read moreDetailsMUSANG itu datang pada malam yang sangat tidak wajar. Hujan turun seperti sedang dipecat dari langit, angin menjerit-jerit seperti istri ...
Read moreDetailsCUBANG adalah salah satu buku kumpulan cerpen karya Geg Ary Suharsani yang diterbitkan oleh Mahmima Institute Indonesia pada Oktober 2019, ...
Read moreDetailsRONA, perempuan yang terlalu cermat untuk tertawa sembarangan, tapi juga terlalu rawan untuk menyembunyikan tawa sepenuhnya. Dan Amor, lelaki yang ...
Read moreDetailsJudul : Kado Kematian untuk Pacarmu Penulis : Wayan Agus Wiratama Tahun Terbit : Singaraja, 2019 Penerbit : Mahima Institute ...
Read moreDetailsWayan: "Bapa, apa madan ‘blabar’?” Bapa: "Banjir ento basa Baline 'blabar'. Blabare ento yeh ujan ane liu mentas di tukade. ...
Read moreDetailsNAMAKU Ayu Ranjani. Aku bersaudara tiga orang. Aku hidup dalam keluarga yang biasa-biasa saja. Di rumahku hanya ada aku, adikku, ...
Read moreDetailsSUNGAI yang dahulu tenang dengan air mengalir jernih, kini hitam dan bau tengik. Tidak ada lagi suara riang anak-anak yang ...
Read moreDetailsTAK ada yang benar-benar mengerti kenapa gunung itu diberi nama Jari. Bentuknya biasa saja. Tak melengkung seperti jari, tak pula ...
Read moreDetailsKAKI Kunci segera memulai ritual perlonnya, setelah para anak putu Banokeling sudah berkumpul, perlahan ia masuk ke areal makam leluhur ...
Read moreDetails"Yang murni hanyalah arak!" CARA orang-orang bertahan hidup sekarang, seperti saling tarik menarik ke liang kadal. Memberi umpan saling menjebak. ...
Read moreDetailsMENDISKUSIKAN Rasta Sindhu, sastrawan Bali tempo dulu yang tak banyak orang membicarakannya, tentu tak sedingin di pagi yang hujan itu. ...
Read moreDetailsSUARA tangis lirih terdengar hampir setiap malam dari arah dapur. Perempuan penghuni rumah tentu saja mendengarnya setiap malam, namun Ia ...
Read moreDetailsHUTAN larangan itu tidak lagi mengeluarkan aura keramatnya. Pohon-pohon tuanya terlihat menangis. Tak ada ucapan terima kasih atas hidupnya. Dulu, ...
Read moreDetailsBekerja sebagai wartawan membuat saya banyak mengenal orang-orang dengan berbagai latar belakang, pengalaman, kelebihan, kehebatan, kesuksesan, dan pelajaran. Setiap orang ...
Read moreDetailsIBU menjadi pangkuan terakhir bagi siapa saja untuk berkeluh. Pada ibu pula kejujuran meluncur, tanpa takut disalahkan, diabaikan. Suara lembut ...
Read moreDetailsBIBIR pantai yang dulunya ditumbuhi pohon bakau kini semakin keruh. Perlahan-lahan, namun pasti pohon bakau semakin menipis. Orang-orang yang tak ...
Read moreDetails“Heh, Profesor Syarif!” Seekor binatang datang menghadapku, suaranya menyerupai bentakan. Ia menggerak-gerakkan ekornya di depanku menunjukkan keangkuhan. Dia memanggilku profesor, ...
Read moreDetailsPAGI. Langkah kaki Widya Mutyari dan temannya, Tirta Yani, tampak terburu-buru datang ke Ruang Niti Sastra, Fakultas Bahasa dan Seni ...
Read moreDetailsSATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...
Read moreDetailsSejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...
Read moreDetailsADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...
Read moreDetails

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...
CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...
Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...
“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...
TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co