Dia yang Kalap | Cerpen Lia Tjokro
SATU tahun 365 hari, selama 364 hari ia adalah gadis biasa-biasa saja, sangat biasa bahkan. Lalu satu hari, di hari ...
Read moreDetailsSATU tahun 365 hari, selama 364 hari ia adalah gadis biasa-biasa saja, sangat biasa bahkan. Lalu satu hari, di hari ...
Read moreDetailsPEREMPUAN yang berdiri di atas panggung itu adalah pegawai baru di kantorku. Dia berparas ayu, berkulit putih, berambut hitam panjang, ...
Read moreDetailsAKU tidak mampu berbuat apa-apa. Setiap saat aku memikirkan nasibku dan kondisi keluargaku. Aku bingung. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, ...
Read moreDetailsSEPANJANG jalan Bangkinang, matahari selalu jatuh seperti sepotong logam panas yang digantung rendah di langit. Jalan itu panjang, berliku, dan ...
Read moreDetails"Boleh aku duduk di sini?" "Aman, silakan." Itu kali pertama mata liontinnya menyulam renda-renda masa remajaku. Tampaknya, gadis itu lebih ...
Read moreDetailsAKU selalu terpukau saat engkau menuturkan cerita di rumah sebelah. Cerita yang selalu ditunggu anak-anak kampung. Tak terkecuali aku, yang ...
Read moreDetailsSEJAK kecil saya takut pada ular. Ular bagi saya adalah makhluk yang jahat, sangat berbisa, yang walaupun kecil, patukannya bisa ...
Read moreDetailsLIBURAN musim panas belum berakhir, Sasha memutuskan untuk pergi ke perpustakaan bersama kucing kesayangannya, Goro. Sasha adalah seorang gadis berjiwa ...
Read moreDetailsDEBRA H. Yatim menulis cerpen Joseviolis dan menjadi pemenang pertama lomba cerpen ulang tahun ke-25 Harian Kompas pada 1990. Setelah ...
Read moreDetailsMUSANG itu datang pada malam yang sangat tidak wajar. Hujan turun seperti sedang dipecat dari langit, angin menjerit-jerit seperti istri ...
Read moreDetailsCUBANG adalah salah satu buku kumpulan cerpen karya Geg Ary Suharsani yang diterbitkan oleh Mahmima Institute Indonesia pada Oktober 2019, ...
Read moreDetailsRONA, perempuan yang terlalu cermat untuk tertawa sembarangan, tapi juga terlalu rawan untuk menyembunyikan tawa sepenuhnya. Dan Amor, lelaki yang ...
Read moreDetailsJudul : Kado Kematian untuk Pacarmu Penulis : Wayan Agus Wiratama Tahun Terbit : Singaraja, 2019 Penerbit : Mahima Institute ...
Read moreDetailsWayan: "Bapa, apa madan ‘blabar’?” Bapa: "Banjir ento basa Baline 'blabar'. Blabare ento yeh ujan ane liu mentas di tukade. ...
Read moreDetailsNAMAKU Ayu Ranjani. Aku bersaudara tiga orang. Aku hidup dalam keluarga yang biasa-biasa saja. Di rumahku hanya ada aku, adikku, ...
Read moreDetailsSUNGAI yang dahulu tenang dengan air mengalir jernih, kini hitam dan bau tengik. Tidak ada lagi suara riang anak-anak yang ...
Read moreDetailsTAK ada yang benar-benar mengerti kenapa gunung itu diberi nama Jari. Bentuknya biasa saja. Tak melengkung seperti jari, tak pula ...
Read moreDetailsKAKI Kunci segera memulai ritual perlonnya, setelah para anak putu Banokeling sudah berkumpul, perlahan ia masuk ke areal makam leluhur ...
Read moreDetails"Yang murni hanyalah arak!" CARA orang-orang bertahan hidup sekarang, seperti saling tarik menarik ke liang kadal. Memberi umpan saling menjebak. ...
Read moreDetailsMENDISKUSIKAN Rasta Sindhu, sastrawan Bali tempo dulu yang tak banyak orang membicarakannya, tentu tak sedingin di pagi yang hujan itu. ...
Read moreDetailsSUARA tangis lirih terdengar hampir setiap malam dari arah dapur. Perempuan penghuni rumah tentu saja mendengarnya setiap malam, namun Ia ...
Read moreDetailsHUTAN larangan itu tidak lagi mengeluarkan aura keramatnya. Pohon-pohon tuanya terlihat menangis. Tak ada ucapan terima kasih atas hidupnya. Dulu, ...
Read moreDetailsBekerja sebagai wartawan membuat saya banyak mengenal orang-orang dengan berbagai latar belakang, pengalaman, kelebihan, kehebatan, kesuksesan, dan pelajaran. Setiap orang ...
Read moreDetailsIBU menjadi pangkuan terakhir bagi siapa saja untuk berkeluh. Pada ibu pula kejujuran meluncur, tanpa takut disalahkan, diabaikan. Suara lembut ...
Read moreDetailsBIBIR pantai yang dulunya ditumbuhi pohon bakau kini semakin keruh. Perlahan-lahan, namun pasti pohon bakau semakin menipis. Orang-orang yang tak ...
Read moreDetails“Heh, Profesor Syarif!” Seekor binatang datang menghadapku, suaranya menyerupai bentakan. Ia menggerak-gerakkan ekornya di depanku menunjukkan keangkuhan. Dia memanggilku profesor, ...
Read moreDetailsPAGI. Langkah kaki Widya Mutyari dan temannya, Tirta Yani, tampak terburu-buru datang ke Ruang Niti Sastra, Fakultas Bahasa dan Seni ...
Read moreDetailsTAK ada pilihan lain, kecuali mengikuti saran keluarga maupun teman. Apalagi upaya pengobatan medis yang telah dilakukan selama ini tak ...
Read moreDetailsKABAR terakhir yang kuterima beringin tua yang tumbuh ratusan tahun itu sekarang ini harus mati. Katanya akan ada pembangunan dan ...
Read moreDetailsSUDUT kanan warung dekat dinding bambu menjadi tempat pavoritnya. Setiap hari dia selalu ada di sana. Kursi kayu usang dan ...
Read moreDetailsENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...
Read moreDetailsKOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...
Read moreDetailsADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...
Read moreDetails

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....
Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...
Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co