14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harimau Tua  | Cerpen IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten by IBW Widiasa Keniten
August 23, 2025
in Cerpen
Harimau Tua  | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Ilustrasi tatkala.co

HUTAN larangan itu tidak lagi mengeluarkan aura keramatnya. Pohon-pohon tuanya terlihat menangis. Tak ada ucapan terima kasih atas hidupnya. Dulu, tak ada yang berani mengusik ketenangan pohon di hutan itu. Siapapun yang masuk di hutan itu dapat dipastikan akan tersesat dan tidak akan mudah menemukan jalan pulang. Bahkan pernah sampai satu banjar ke hutan larangan membawa gong hanya meminta agar seorang pencari rumput bisa segera ditemukan. Ia bisa ditemukan setelah dua hari pencarian. Tubuhnya lemas dan mengatakan tak bisa melihat jalan kembali ke rumah.

Semakin lama, semakin angker saja kedengaran di hutan itu. Ada cerita yang beredar bahwa ada harimau jadi-jadian tinggal di hutan itu. Di dalam hutan larangan itu, ada sebuah gua yang tembus sampai ke gunung. Konon, hutan itu adalah penyangga gunungnya yang membuatnya lebih berwibawa. Sungai-sungai kecil pun tetap berair bening. Beberapa mata air muncul di sekitarnya yang menambah kesejukan hati setiap yang memandangnya. Air pegunungan yang meluarkan vibrasi kesucian.

Di lorong masuk gua, terdapat dua pohon cemara tua. Pohon cemara yang berumur ratusan tahun seolah-olah pengawal harimau tua. Harimau tua pejaga hutan. Setiap yang melintas di depannya bisa celaka jika tidak minta izin. Karena sudah usia, harimau itu tak bisa bergerak cepat sewaktu masih muda. Tubuhnya semakin ringkih. Taringnya sudah ada yang tanggal. Kumisnya mulai menipis tak segarang dulu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh orang-orang untuk memburunya. Ada segerombolan pencari satwa langka yang sedari dulu mengharapkan dapat kumis harimau itu.

Konon, jika memakai kumis harimau, bisa segarang dan berwibawa seperti harimau. Sekali gertak, langsung tunduk dan tak berkutik lagi. Orang-orang pencari kumis harimau itu sepakat memasang perangkap agar bisa ditangkap hidup-hidup. Dipasanglah jeratan, tapi tak berhasil. Semakin bertambah yakin orang-orang pencari kumis harimau itu bahwa harimau itu benar-benar jadi-jadian. Jika harimau jadi-jadian kumisnya diperoleh, akan semakin beriwbawa begitu ramai dibicarakan antar pencinta kumis harimau.

Mereka tak kehabisan akal. Segala jalan ditempuh. Gagal satu jurus yang lain semakin mulus. Mereka sepakat membawa jaring ke hutan larangan. Memang kuakui nyalinya gede juga, mereka tunggui di depan gua sampai beberapa hari. Tiba-tiba terdengar auman harimau dari dalam dan berlari ke mulut gua. Jaring yang sudah terpasang langsung diterjangnya dan harimau itu tertangkap tanpa ada perlawanan berarti. Matanya seperti minta pertolongan. Ia menyadari nyawanya tak mungkin akan terselamatkan. Sorak kegirangan para pencari kumis harimau terdengar.

 “Akhirnya tertangkap juga harimau ini. Kita akan semakin berwibawa dengan kumisnya. Kumis satwa langka. Jika dijual kumisnya akan semakin tebal dompet kita.” Mereka tersenyum penuh kemenangan.

 Semenjak harimau penjaga hutan larangan tak ada lagi, orang-orang sekitar mulai mengusik ke tenangan hutan larangan. Tidak ada lagi namanya hutan larangan. Pohon-pohon tua yang sudah berumur ratusan tahun ditebangnya. Kayu-kayunya diangkut ke luar desa. Laris manis kayu-kayu dari hutan larangan. Kayu tua dengan ketebalan yang melebihi kayu biasa. Kayu-kayunya menjadi rebutan para penjual kayu. Orang-orang itu berubah hidupnya. Dompet-dompetnya semakin menebal berkat menjualbelikan kayu-kayu yang tak pernah ditanamnya. Keceriaan muncul di wajah-wajah orang-orang di sana.

Hutan larangan semakin hari semakin tak punya pohon tua lagi. Orang-orang dekat hutan mengubahnya menjadi lahan pertanian. Pohon-pohon penghasil buah dan kopi dipikirnya lebih cocok tumbuh di hutan itu. Sepakatlah orang-orang itu mengubahnya. Karena humusnya masih bagus, semua pohon pengganti hutan hidup dengan suburnya. Pesta kegembiraan hampir setiap musim panen diadakan. Orang-orang berlomba-lomba mendatangkan para penyanyi agar dapat hiburan. Orang-orang itu yang dulunya suka keheningan sekarang semakin kemasukan kebisingan. Beragam alat musik tak pernah berhenti bersuara. Sebagai tanda mengikuti perubahan zaman. “Biar di pinggir desa yang penting jiwa kota,” bisiknya.

Semakin tak ada hutan lagi di desa itu. Wajah hutan larangan tak lagi menyimpan keangkeran. Semakin hari semakin ramai yang mau tinggal di sana. Jual-beli lahan sudah terjadi. Bangunan-bangunan baru dengan beragam tipe berjejer memperlihatkan keangkuhannya. Maklar tanah silih berganti mendatanginya. Saling mengaku memiliki lahan juga muncul. Orang-orang desa itu yang dulunya akur tak lagi memperlihatkan keakurannya. Saling sapa pun jarang. Uang menjadi yang utama. Hampir tak ada lagi ditemui ketenangan.

Alam tak mau terima rupanya. Musim hujan tak seperti biasanya. Telah terjadi perubahan musim katanya, semestinya kemarau, tapi hujan terus saja terjadi. Tanah di bekas hutan itu mulai tak kuat menahan beban air. Tanah longsor telah terjadi. Pergerakan tanah terjadi. Likuivaksi mulai menghantui desa itu.

Rasa bersalah datang belakangan. Hutan larangan yang dulunya sebagai resapan air hanya menjadi kisah saja. Upacara permohonan maaf pun digelar. Orang-orang desa itu mendatangi mulut gua untuk meminta ampun. Upacara guru piduka  dihaturkan.

Lamat-lamat dari dalam gua, terdengar auman harimau semakin menjauh seperti merintih kesakitan dan kehausan. Orang-orang itu ingat. Jika aumannya tak lagi terdengar bencana sewaktu-waktu bisa datang. Pamangku yang menghaturkan guru piduka memohon ampun pada penjaga hutan larangan. Beberapa orang yang ikut menghanturkan sajen guru piduka mulai kemasukan ruh harimau, saling terkam antar sesama dan saling cakar. Kuku jemarinya meruncing. Matanya mendelik. Kulihat taring harimau di mulutnya. Ruh harimau tak terima hutan larangan diganggu. “Kembalikan hutan ini! Kembalikan hutan ini!” salah seorang yang kerauhan berteriak-teriak.

Orang-orang itu saling tatap. Tak ada yang berani berjanji.  [T]

Catatan:

  • Banjar: organisasi masyarakat di Bali
  • Guru piduka: sajen permohonan maaf atas kekeliruan yang diperbuat.
  • Kerauhan: kesurupan
  • Pamangku: pemimpin upacara

Penulis: IBW Widiasa Keniten
Editor: Made Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Tante Mimi dalam Satir Keramat

Next Post

Penyalahgunaan AI, Privasi, dan Perspektif Psikologis

IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten

Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten lahir di Geria Gelumpang, Karangasem. 20 Januari 1967. Buku-buku yang sudah ditulisnya berupa karya sastra maupun kajian sastra. Pemenang Pertama Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013 dan Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan Tahun 2013 dari Presiden, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, 27 November 2013 di Istora Senayan Jakarta. Tahun 2014 ikut Program Kunjungan (Benchmarking) ke Jerman, selanjutnya ke Paris (Prancis), Belgia, dan Amsterdam (Belanda). 2014 menerima penghargaan Widya Kusuma dari Gubernur Bali. Tahun 2015 memeroleh Widya Pataka atas bukunya Jro Lalung Ngutah.

Related Posts

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Penyalahgunaan AI, Privasi, dan Perspektif Psikologis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co