3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pertemuan William James dan Vivekananda

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
June 3, 2026
in Esai
Pertemuan William James dan Vivekananda

William James dan Vivekananda | Sumber foto: Wikipedia

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat

SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata, India. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga terpelajar, terpapar filsafat Barat, logika, dan tradisi intelektual modern. Sejak muda ia sudah menunjukkan kecenderungan kritis: ia tidak mudah menerima dogma agama tanpa pembuktian pengalaman langsung. Pendidikan formalnya di Presidency College dan University of Calcutta mempertemukannya dengan pemikiran rasional Barat, tetapi sekaligus menimbulkan kegelisahan eksistensial: apa makna Tuhan yang benar-benar bisa dialami, bukan sekadar dipercaya?

Pencarian itu berujung pada pertemuannya dengan Ramakrishna Paramahamsa. Dari sosok sederhana di Dakshineswar inilah Narendra menemukan sesuatu yang tidak ia temukan di filsafat Barat: pengalaman spiritual langsung ). Setelah itu ia dikenal sebagai Swami Vivekananda, dan menjadi jembatan besar antara Vedanta India dan dunia modern.

Di sisi lain dunia, William James lahir di New York pada 1842 dalam keluarga intelektual. Ia adalah salah satu pendiri psikologi modern dan tokoh utama pragmatisme. Karya terkenalnya The Principles of Psychology (1890) menjadikannya figur sentral dalam memahami pikiran manusia secara ilmiah. Namun James juga mengalami krisis spiritual dan kesehatan, yang membuatnya tertarik pada pengalaman kesadaran non-ordinary—termasuk pengalaman mistik, hipnosis, dan fenomena religius.

Dua tokoh ini datang dari arah berbeda: Vivekananda dari spiritualitas Timur, James dari rasionalisme ilmiah Barat. Namun keduanya bertemu di titik yang sama: kesadaran manusia.

Pertemuan di Amerika: Ketika Dua Dunia Saling Menatap

Pertemuan intelektual antara Vivekananda dan William James terjadi sekitar tahun 1896, ketika Vivekananda berada di Amerika Serikat setelah sukses besar di Parliament of the World’s Religions 1893.

Pada masa itu, Vivekananda mulai memberikan kuliah di Harvard dan Boston tentang Vedanta dan yoga. William James, yang saat itu mengajar di Harvard University, tertarik menghadiri beberapa ceramah tersebut.

Pertemuan mereka tidak selalu dicatat sebagai dialog formal panjang, tetapi lebih sebagai interaksi intelektual dan diskusi singkat yang meninggalkan kesan mendalam. James melihat Vivekananda bukan sekadar “guru agama Timur”, tetapi sebagai seorang pengamat fenomenologi kesadaran yang serius.

Bagi James, ini penting: Vivekananda tidak berbicara tentang Tuhan sebagai konsep metafisik abstrak, tetapi sebagai pengalaman langsung kesadaran tertinggi. Hal ini sejalan dengan minat James terhadap pengalaman religius sebagai data psikologis yang sah.

Dari pertemuan ini, terbentuk sebuah jembatan pemikiran: spiritualitas tidak lagi berada di luar sains, tetapi menjadi bagian dari studi kesadaran manusia.

Dialog Tak Tertulis: Pengalaman sebagai Sumber Kebenaran

Inti pertemuan intelektual mereka bukan pada debat, tetapi pada kesamaan paradigma baru: bahwa pengalaman manusia adalah sumber pengetahuan yang sah.

Vivekananda membawa gagasan Vedanta bahwa realitas tertinggi tidak bisa hanya dipahami lewat logika. Ia harus dialami secara langsung melalui meditasi, dan semua agama pada dasarnya mengarah pada pengalaman kesatuan (oneness)

Sementara William James mulai merumuskan bahwa pengalaman mistik adalah fenomena psikologis nyata. Kesadaran manusia memiliki lapisan yang belum dipahami sains dan nilai suatu pengalaman diukur dari dampaknya pada kehidupan (pragmatisme)

Dalam karya James kemudian, terutama The Varieties of Religious Experience (1902), jejak pemikiran ini terlihat jelas. Ia menulis tentang pengalaman spiritual sebagai sesuatu yang “nyata bagi subjek yang mengalaminya”, tanpa harus direduksi menjadi ilusi.

Di titik ini, Vivekananda dan James secara tidak langsung membangun fondasi awal bagi apa yang sekarang disebut psikologi transpersonal—bidang yang mengkaji kesadaran di luar ego biasa.

Dampak Intelektual: Dari Psikologi ke Kesadaran Global

Pertemuan ide ini tidak berhenti pada dua individu. Ia menyebar menjadi arus besar dalam perkembangan intelektual modern.

Dari sisi Barat, William James membuka jalan bagi psikologi pengalaman religius, kemudian mempengaruhi psikologi humanistik (Maslow, Rogers), dan berkembang menjadi psikologi transpersonal (Grof, Wilber).

Dari sisi Timur, Vivekananda memperkenalkan Vedanta sebagai filsafat universal. Ia menekankan “strength is life” sebagai etika spiritual modern dan menghubungkan yoga dengan kehidupan praktis, bukan sekadar ritual.

Yang menarik, keduanya bertemu pada satu titik: manusia sebagai pusat eksplorasi kesadaran.

Di sini, batas antara sains dan spiritualitas mulai kabur. Kesadaran tidak lagi dianggap sekadar fungsi otak, tetapi sebagai medan pengalaman yang luas dan bertingkat.

Resonansi dalam Pemikiran Soekarno: Spiritualitas dan Kebangkitan Bangsa

Gagasan Vivekananda kemudian menyebar ke banyak pemikir dunia, termasuk Soekarno. Dalam berbagai pidato dan refleksi kebangsaannya, Soekarno menunjukkan kekaguman terhadap tokoh-tokoh kebangkitan spiritual Timur seperti Vivekananda.

Bagi Soekarno, Vivekananda bukan hanya tokoh agama, tetapi simbol kebangkitan harga diri bangsa Timur, penolakan terhadap inferioritas kolonial dan integrasi antara kekuatan spiritual dan politik.

Soekarno melihat bahwa kemerdekaan tidak hanya bersifat politik, tetapi juga kemerdekaan jiwa (mental independence). Dalam kerangka ini, gagasan Vivekananda tentang “kekuatan adalah kehidupan, kelemahan adalah kematian” sangat resonan dengan semangat revolusi Indonesia.

Lebih jauh, Soekarno mengaitkan kebangkitan spiritual dengan kebangkitan nasional: bangsa yang merdeka harus memiliki kesadaran diri yang kuat, bukan hanya struktur negara yang berdiri sendiri.

Dalam konteks ini, pertemuan intelektual antara Vivekananda dan William James menjadi penting secara tidak langsung: ia menunjukkan bahwa kesadaran manusia adalah medan universal yang melampaui batas bangsa, agama, dan ideologi.

Jembatan Kesadaran yang Masih Terbuka

Pertemuan antara Vivekananda dan William James bukan hanya peristiwa sejarah intelektual, tetapi simbol dari dialog besar antara Timur dan Barat. Dari satu sisi, spiritualitas yang berakar pada pengalaman langsung; dari sisi lain, sains yang mulai membuka diri terhadap misteri kesadaran.

Apa yang mereka mulai pada akhir abad ke-19 kini terus berkembang dalam psikologi modern, studi kesadaran, dan dialog antaragama.

Dan jika kita membaca ulang jejak ini melalui perspektif Soekarno, kita melihat satu benang merah: kebangkitan manusia selalu dimulai dari kebangkitan kesadaran.

Di titik itu, Vivekananda dan William James bukan hanya tokoh sejarah—mereka adalah dua suara yang masih berdialog dalam cara kita memahami diri sampai hari ini.[T]

Tags: filsafatSwami WiwekanandaWilliam James
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

Next Post

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni ---Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co