19 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
in Esai
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

Ilustrasi ꟷ para murid SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar saat ujian menggunakan gawai

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar tidak lagi berlangsung secara utuh. Di tengah kehadiran gawai yang nyaris selalu menyertai aktivitas murid, menjaga perhatian menjadi tantangan yang semakin nyata bagi sekolah.

Dari persoalan itulah lahir Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di sekolah. Kebijakan ini tidak melarang teknologi, melainkan mengatur penggunaannya agar tetap mendukung pembelajaran. Tujuannya jelas demi meningkatkan konsentrasi belajar, menjaga kualitas interaksi di lingkungan sekolah, serta melindungi murid dari risiko adiksi digital.

Pembatasan penggunaan gawai juga bukanlah langkah mundur di tengah arus digitalisasi pendidikan. Sebaliknya, kebijakan ini mengingatkan kembali bahwa teknologi merupakan sarana, bukan tujuan. Sekolah tidak sedang menjauhkan murid dari perkembangan zaman, melainkan berupaya memastikan bahwa teknologi digunakan secara tepat, proporsional, dan menyokong tumbuhnya pengalaman belajar yang bermakna.

Selama beberapa tahun terakhir, gawai telah menjadi bagian yang nyaris tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak dan remaja. Perangkat ini membuka akses terhadap informasi, pengetahuan, dan berbagai sumber belajar yang sebelumnya sulit dijangkau. Murid dapat mencari referensi dalam hitungan detik, mengikuti kelas daring, berdiskusi melalui berbagai platform, hingga mengembangkan keterampilan baru secara mandiri. Kemajuan ini patut disyukuri karena memperluas kesempatan belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Namun, setiap kemajuan juga menghadirkan tantangan. Di ruang kelas, gawai tidak hanya menjadi alat belajar, tetapi juga membawa berbagai distraksi. Notifikasi media sosial, games, video pendek, hingga arus informasi yang terus mengalir memperebutkan perhatian murid. Ketika perhatian berpindah dari proses belajar ke layar, kemampuan untuk menyimak, memahami, dan mengolah informasi ikut menurun. Belajar tidak lagi berlangsung secara mendalam, melainkan sekadar berpindah dari satu stimulus ke stimulus berikutnya.

Di sinilah letak pentingnya kebijakan pembatasan penggunaan gawai. Yang diatur bukan keberadaan teknologinya, melainkan waktu, tempat, dan tujuan penggunaannya. Gawai tetap memiliki ruang dalam pembelajaran ketika benar-benar dibutuhkan, misalnya untuk mencari referensi, mengakses bahan ajar digital, atau mengerjakan proyek berbasis teknologi. Di luar kebutuhan tersebut, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang memberi ruang lebih besar bagi perhatian, dialog, dan keterlibatan murid.

Hakikat pendidikan memang tidak pernah hanya soal menguasai informasi. Pendidikan adalah proses membangun cara berpikir, membentuk karakter, dan mengembangkan kemampuan hidup. Semua itu membutuhkan keterlibatan. Murid perlu mendengarkan dengan saksama, mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, menerima perbedaan, serta belajar bekerja sama. Pengalaman seperti ini tidak dapat digantikan oleh layar, secanggih apa pun teknologinya.

Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak dapat diukur dari seberapa sering teknologi digunakan di dalam kelas. Ukurannya adalah apakah teknologi benar-benar membuat murid belajar lebih baik. Jika penggunaan gawai justru mengurangi perhatian, menghambat interaksi, dan melemahkan keterlibatan dalam pembelajaran, maka yang perlu diperbaiki bukan hanya cara murid menggunakan gawai, tetapi juga cara sekolah mengelola kehadiran teknologi di lingkungan belajar.

Pembatasan gawai juga merupakan bagian dari pendidikan literasi digital. Literasi digital tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan perangkat atau mencari informasi di internet. Literasi digital mencakup kemampuan mengendalikan penggunaan teknologi, memilih informasi secara kritis, serta memahami kapan seseorang perlu terhubung dan kapan perlu memberi ruang bagi dirinya. Kemampuan inilah yang semakin dibutuhkan di tengah derasnya arus informasi.

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin menegaskan bahwa tantangan pendidikan hari ini bukan lagi sekadar mengakses informasi. AI mampu menyusun ringkasan, menjawab pertanyaan, menerjemahkan teks, bahkan membantu menulis dalam hitungan detik. Kemampuan tersebut dapat memperkaya pembelajaran apabila digunakan secara tepat. Dengan pendampingan guru, AI dapat menjadi mitra belajar yang membantu murid memahami materi, mengeksplorasi ide, dan memperluas wawasan.

Di masa depan, dunia kerja tetap membutuhkan generasi yang menguasai teknologi. Akan tetapi, penguasaan teknologi saja tidak cukup. Dunia juga membutuhkan individu yang mampu berkonsentrasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi secara efektif, dan bekerja sama dengan orang lain. Keterampilan tersebut tumbuh melalui pengalaman belajar yang utuh, bukan melalui paparan layar tanpa batas.

Pada akhirnya, meredupkan layar bukan berarti meredupkan masa depan. Sebaliknya, ketika layar ditempatkan secara proporsional, ruang belajar menjadi lebih hidup. Murid memiliki kesempatan untuk terlibat sepenuhnya di kelas. Sebab, pembelajaran yang paling berharga bukan hanya yang terjadi di hadapan layar, melainkan yang tumbuh dalam pengalaman hidup itu sendiri.[T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: handphonemedia sosialPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Next Post

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

by IGA Darma Putra
October 18, 2026
0
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

Read moreDetails

Cara Kerja Kekuasaan Meredam Kritik Publik

by Teddy Chrisprimanata Putra
October 18, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

“No Rocky, No Party” BARANGKALI jargon tersebut masih sangat relate hingga hari ini. Pasalnya, nama Rocky Gerung kembali menjadi diskursus...

Read moreDetails

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

by Pande Susan
October 17, 2026
0
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

Read moreDetails

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

by Angga Wijaya
October 17, 2026
0
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

Read moreDetails
Next Post
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental
Olahraga

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata
Esai

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

by Angga Wijaya
October 19, 2026
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra
Esai

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya
Ulas Musik

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media
Esai

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

by Angga Wijaya
October 18, 2026
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana
Esai

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

by IGA Darma Putra
October 18, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co