29 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
in Esai
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

Ilustrasi ꟷ para murid SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar saat ujian menggunakan gawai

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar tidak lagi berlangsung secara utuh. Di tengah kehadiran gawai yang nyaris selalu menyertai aktivitas murid, menjaga perhatian menjadi tantangan yang semakin nyata bagi sekolah.

Dari persoalan itulah lahir Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di sekolah. Kebijakan ini tidak melarang teknologi, melainkan mengatur penggunaannya agar tetap mendukung pembelajaran. Tujuannya jelas demi meningkatkan konsentrasi belajar, menjaga kualitas interaksi di lingkungan sekolah, serta melindungi murid dari risiko adiksi digital.

Pembatasan penggunaan gawai juga bukanlah langkah mundur di tengah arus digitalisasi pendidikan. Sebaliknya, kebijakan ini mengingatkan kembali bahwa teknologi merupakan sarana, bukan tujuan. Sekolah tidak sedang menjauhkan murid dari perkembangan zaman, melainkan berupaya memastikan bahwa teknologi digunakan secara tepat, proporsional, dan menyokong tumbuhnya pengalaman belajar yang bermakna.

Selama beberapa tahun terakhir, gawai telah menjadi bagian yang nyaris tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak dan remaja. Perangkat ini membuka akses terhadap informasi, pengetahuan, dan berbagai sumber belajar yang sebelumnya sulit dijangkau. Murid dapat mencari referensi dalam hitungan detik, mengikuti kelas daring, berdiskusi melalui berbagai platform, hingga mengembangkan keterampilan baru secara mandiri. Kemajuan ini patut disyukuri karena memperluas kesempatan belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Namun, setiap kemajuan juga menghadirkan tantangan. Di ruang kelas, gawai tidak hanya menjadi alat belajar, tetapi juga membawa berbagai distraksi. Notifikasi media sosial, games, video pendek, hingga arus informasi yang terus mengalir memperebutkan perhatian murid. Ketika perhatian berpindah dari proses belajar ke layar, kemampuan untuk menyimak, memahami, dan mengolah informasi ikut menurun. Belajar tidak lagi berlangsung secara mendalam, melainkan sekadar berpindah dari satu stimulus ke stimulus berikutnya.

Di sinilah letak pentingnya kebijakan pembatasan penggunaan gawai. Yang diatur bukan keberadaan teknologinya, melainkan waktu, tempat, dan tujuan penggunaannya. Gawai tetap memiliki ruang dalam pembelajaran ketika benar-benar dibutuhkan, misalnya untuk mencari referensi, mengakses bahan ajar digital, atau mengerjakan proyek berbasis teknologi. Di luar kebutuhan tersebut, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang memberi ruang lebih besar bagi perhatian, dialog, dan keterlibatan murid.

Hakikat pendidikan memang tidak pernah hanya soal menguasai informasi. Pendidikan adalah proses membangun cara berpikir, membentuk karakter, dan mengembangkan kemampuan hidup. Semua itu membutuhkan keterlibatan. Murid perlu mendengarkan dengan saksama, mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, menerima perbedaan, serta belajar bekerja sama. Pengalaman seperti ini tidak dapat digantikan oleh layar, secanggih apa pun teknologinya.

Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak dapat diukur dari seberapa sering teknologi digunakan di dalam kelas. Ukurannya adalah apakah teknologi benar-benar membuat murid belajar lebih baik. Jika penggunaan gawai justru mengurangi perhatian, menghambat interaksi, dan melemahkan keterlibatan dalam pembelajaran, maka yang perlu diperbaiki bukan hanya cara murid menggunakan gawai, tetapi juga cara sekolah mengelola kehadiran teknologi di lingkungan belajar.

Pembatasan gawai juga merupakan bagian dari pendidikan literasi digital. Literasi digital tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan perangkat atau mencari informasi di internet. Literasi digital mencakup kemampuan mengendalikan penggunaan teknologi, memilih informasi secara kritis, serta memahami kapan seseorang perlu terhubung dan kapan perlu memberi ruang bagi dirinya. Kemampuan inilah yang semakin dibutuhkan di tengah derasnya arus informasi.

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin menegaskan bahwa tantangan pendidikan hari ini bukan lagi sekadar mengakses informasi. AI mampu menyusun ringkasan, menjawab pertanyaan, menerjemahkan teks, bahkan membantu menulis dalam hitungan detik. Kemampuan tersebut dapat memperkaya pembelajaran apabila digunakan secara tepat. Dengan pendampingan guru, AI dapat menjadi mitra belajar yang membantu murid memahami materi, mengeksplorasi ide, dan memperluas wawasan.

Di masa depan, dunia kerja tetap membutuhkan generasi yang menguasai teknologi. Akan tetapi, penguasaan teknologi saja tidak cukup. Dunia juga membutuhkan individu yang mampu berkonsentrasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi secara efektif, dan bekerja sama dengan orang lain. Keterampilan tersebut tumbuh melalui pengalaman belajar yang utuh, bukan melalui paparan layar tanpa batas.

Pada akhirnya, meredupkan layar bukan berarti meredupkan masa depan. Sebaliknya, ketika layar ditempatkan secara proporsional, ruang belajar menjadi lebih hidup. Murid memiliki kesempatan untuk terlibat sepenuhnya di kelas. Sebab, pembelajaran yang paling berharga bukan hanya yang terjadi di hadapan layar, melainkan yang tumbuh dalam pengalaman hidup itu sendiri.[T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: handphonemedia sosialPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Next Post

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails
Next Post
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival
Panggung

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda
Esai

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

by Angga Wijaya
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co