23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
in Tualang
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

Barang oleh-oleh dari Baduy Luar

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan sebagai daerah wisata berbasis desa adat. Secara toponomi, Baduy itu ada dua, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Mereka menempati wilayah pedalaman Pegunungan Kendeng , Desa Kanekes. Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Suku Baduy secara historis adalah bagian dari Suku Sunda dengan kepercayaan Sunda Wiwitan.

 Berdasarkan informasi orang-orang yang pernah berkunjung dan menginap di Baduy Dalam, terdapat perbedaan yang tegas dengan Baduy Luar. Walaupun Baduy Luar dan Baduy Dalam  berada dalam satu desa adat,   Desa Kanekes, karakteristik keduanya sangat kontras. Baduy Luar sesuai dengan namanya relatif terbuka  menerima perubahan walaupun adat istiadat masih  dijaga sangat ketat. Mirip dengan Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem atau Panglipuran Bangli.

Kedua desa adat di Bali ini juga terbuka terhadap kehadiran orang luar (wisatawan) tetapi ketat menjaga tradisi dan budayanya. Sebagai sesama desa wisata, baik Baduy Luar, Tenganan Pagringsingan, dan Panglipuran dikelola berbasis adat secara santun. Nilai-nilai sapta pesona diimani oleh pengelolanya. Jika ada wisatawan mau menginap, dilayani di rumah masing-masing. Pariwisata berbasis masyarakat hidup dalam laku keseharian. Bukan slogan kosong dalam baliho yang menyisakan sampah komunikasi. Mengganggu alam semesta raya.

Selamat Datang di Ciboleger gerbang masuk ke Desa Kanekes Baduy Luar

Berbeda dengan desa-desa wisata lainnya yang terbuka nyaris kebablasan, wisatawan selalu diuntit oleh pedagang acung bahkan membuat ketidaknyamanan. Tidak demikian dengan Baduy Luar, Tenganan Pagringsingan, dan Panglipuran. Di tiga desa itu, Trihita Karana diimani dan dibatinkan, walaupun mungkin Trihita Karana sebagai istilah tidak dikenal di Baduy. Namun, nyata dan tegas masyarakat adat Baduy Luar  lebih-lebih Baduy Dalam menolak  menyiksa alam. Itu pula sebabnya, Suku Baduy Dalam mengisolasi dari kemajuan dan perubahan. Listrik, PDAM, HP, Sekolah tidak diterima di Baduy Dalam. Mereka benar-benar alami dan terisolasi tetapi menyimpan peradaban adiluhung dan adiluhur. 

Anehnya, di Baduy Luar, walaupun tidak berpendidikan formal dalam arti menuntut ilmu di sekolah formal, warganya cerdas-cerdas. Mereka belajar secara otodidak dengan kesadaran sendiri menerima pembelajaran dari siapa saja. Itu pula sebabnya, walaupun mengaku buta huruf, mereka sangat fasih menggunakan media sosial dengan berbagai platform. Bahkan mereka menjajakan dan mempromosikan hasil kerajinan tenun, kopi, dan golok secara on line. Di Bali tempo dooeloe, banyak orang tak bersekolah secara formal, tetapi mahir nyastra, melebihi anak tamatan sekolah formal. Pun mereka berkesenian secara otodidak dari guru yang melanglangbuana dari desa ke desa.

Pada awalnya mereka saling terhubung, lama-kelamaan mereka yang sefrekuensi membentuk jangkar persahabatan dalam komunitas seni  sekaa sebunan berbasis banjar. Seni tabuh dan seni tari pun diturunkan, lalu diabadikan. Begitulah seni diturunkan dan dikembangkan sampai kini. Nilai-nilai agama (tatwa) dibumikan. Etika dikedepankan. Ritusnya sederhana dilakukan dengan lascarya. Tidak seperti sekarang, ritus besar digelar berbiaya besar. Hasilnya tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan. Bahkan, yadnya seakan menjadi proyek.

Jika Bali kini menjadi etalase pariwisata Indonesia tentu sangat beralasan. Orang asing lebih mengenal Bali ketimbang Indonsia. “Indonesia, di sebelah mana Bali?”, begitu konon pertanyaan para bule kepada orang Indonesia. Artinya, popularitas Bali melampaui popularitas Indonesia. Maka, Indonesia (baca : Jakarta) sudah semestinya menjadikan Bali sebagai episentrum glo-BALI-sasi. Bali tidak ditelanjangi sebagaimana layaknya gadis cantik lalu dipreteli semua asesorisnya demi meraup devisa. Mestinya, Bali mendapat hasil bagi yang proporsional sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Legislator dan DPD Bali mesti bersatu memperjuangkan Bali untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Barang kerajinan Baduy Luar yang khas

Bagaimana nasib Baduy Luar yang menjadi etalase pariwisata bagi Provinsi Banten? Dari segi budaya, ketertutupan masyarakat Baduy Luar menerima Pendidikan formal tampaknya sulit ditelanjangi pihak luar. Ajeg Budaya Baduy Luar tampaknya bukanlah wacana yang dislogankan, tetapi dinyatakan dalam laku tindak. Sebagai etalase budaya tradisional di Provinsi Banten, Baduy Luar menawarkan model pariwisata berbasis adat dengan mempromosikan produk hasil kerajinan tradisional termasuk hasil ternak lebah (madu), hasil kebun kopi (kopi kemasan) yang rasanya gurih, tenun kerajinan Baduy Luar yang memikat, dan golok yang mirip senjata khas Baduy.  Itulah hal pertama yang menjadi penguat kebertahanan budaya Baduy Luar.

Kedua, sebagai etalase menuju Baduy Dalam, pintu masuk menuju Baduy Luar adalah terminal Ciboleger. Di sini berdiri patung yang provokatif dengan ajakan ber-KB : dua anak cukup. Jelas ini pesan pembatasan jumlah anak : laki perempuan sama saja.  Dari sini, wisatawan bisa berjalan kaki dan bertongkat yang ditawarkan masyarakat setempat  secara humanis, jauh dari gaya pedagang acung yang kita temui di objek-objek wisata di Bali atau Yogyakarta.

Kesederhanaan dan kelugasan masyarakatnya menerima dan berkomunikasi dengan wisatawan adalah strategi pemasaran yang menjadi ciri pemerlain. Tidak perlu promosi dengan iklan berbayar, kehadiran wisatawan dengan minat khusus akan terpublikasikan secara lisan, dari mulut ke mulut. Seperti layaknya sastra lisan, proses transformasi terjadi bergantung pada pawang cerita membumbui.

Bersama keluarga Pak Jakim menjual barang kerajinan tenun, madu, golok, kopi Baduy

Ketiga, Sebagai etalase pariwisata budaya Banten, Baduy Luar tampaknya sudah siap mengembangkan diri berdasarkan nilai-nilai adat dan kearifan lokalnya. Nilai lokal itu antara lain Ucapan Selamat Datang di Saba Budaya Baduy  yang dipersembahkan oleh Krakatau Steel dengan slogan berbahasa Sunda :  ”Lojor Teu Beunang dipotong, pendek Teu Beunang disambung” artinya panjang tidak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung. Sebuah filosofi hidup yang menerima keadaan apa adanya, tanpa dilebihkan pun tanpa dikurangi. Ajaran Ahimsa dari Mahatma Gandhi menemukan formatnya.  Begitu pula dalam menjaga alam. Rumahnya pun, semua memanfaatkan hasil alam sekitar.

Bentuk rumahnya berupa balai-balai dengan amben terbuka tempat menerima tetamu. Sementara itu, Pos Jaga Satpam yang disebut Saung Jaga dijaga dengan pakem adat. Piket ronda  malam juga terjadwal dengan memanfaatkan rumah penduduk sebagai posko.  Tanda masyarakat Baduy Luar sadar keamanan sebagai investasi pariwisata budaya.

Keempat, kemandirian  sandang, pangan, dan papan mencerminkan Baduy Luar sebagai etalase pariwisata yang berswasembada. Pandangan ini selaras dengan ajaran Mahatma Gandhi tentang swadeshi. Swadeshi adalah Gerakan menolak bantuan bangsa lain (orang lain) dengan mengoptimalkan kemampuan sendiri. Soekarno menyebut sebagai trisakti :  berdikari secara ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, dan berdaulat secara politik. Prinsif Trisakti Bung Karno tampaknya diimani Suku Baduy baik oleh Baduy Luar maupun Baduy Dalam.

Barang kerajinan Baduy Luar yang khas

Mencermati peluang pola kebertahanan budaya Baduy Luar dan Baduy Dalam, tampaknya Program study tiru pejabat negeri ini seyogyanya kembali ke dalam negeri. Sambil belajar memahami budaya antardaerah yang tampaknya berbeda-beda tetapi satu tujuan : memartabatkan dan memuliakan Indonesia berdasarkan Pancasila.

Pancasila yang diakui oleh Soekarno digali dari persada Nusantara yang 350 tahun terpendam. Memuliakan budaya lokal dengan kearifannya adalah cara sederhana kita ber-Pancasila hari ini. Momentum Bulan Bung Karno sepanjang Juni setiap tahun adalah apresiasi terhadap pencapaian pendiri Bangsa dengan slogan Jasmerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Salam Budaya! [T]

Tags: pariwisata provinsi bantenProvinsi BantenSuku BaduySuku Baduy Luar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

Next Post

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails
Next Post
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co