13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
in Tualang
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

Barang oleh-oleh dari Baduy Luar

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan sebagai daerah wisata berbasis desa adat. Secara toponomi, Baduy itu ada dua, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Mereka menempati wilayah pedalaman Pegunungan Kendeng , Desa Kanekes. Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Suku Baduy secara historis adalah bagian dari Suku Sunda dengan kepercayaan Sunda Wiwitan.

 Berdasarkan informasi orang-orang yang pernah berkunjung dan menginap di Baduy Dalam, terdapat perbedaan yang tegas dengan Baduy Luar. Walaupun Baduy Luar dan Baduy Dalam  berada dalam satu desa adat,   Desa Kanekes, karakteristik keduanya sangat kontras. Baduy Luar sesuai dengan namanya relatif terbuka  menerima perubahan walaupun adat istiadat masih  dijaga sangat ketat. Mirip dengan Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem atau Panglipuran Bangli.

Kedua desa adat di Bali ini juga terbuka terhadap kehadiran orang luar (wisatawan) tetapi ketat menjaga tradisi dan budayanya. Sebagai sesama desa wisata, baik Baduy Luar, Tenganan Pagringsingan, dan Panglipuran dikelola berbasis adat secara santun. Nilai-nilai sapta pesona diimani oleh pengelolanya. Jika ada wisatawan mau menginap, dilayani di rumah masing-masing. Pariwisata berbasis masyarakat hidup dalam laku keseharian. Bukan slogan kosong dalam baliho yang menyisakan sampah komunikasi. Mengganggu alam semesta raya.

Selamat Datang di Ciboleger gerbang masuk ke Desa Kanekes Baduy Luar

Berbeda dengan desa-desa wisata lainnya yang terbuka nyaris kebablasan, wisatawan selalu diuntit oleh pedagang acung bahkan membuat ketidaknyamanan. Tidak demikian dengan Baduy Luar, Tenganan Pagringsingan, dan Panglipuran. Di tiga desa itu, Trihita Karana diimani dan dibatinkan, walaupun mungkin Trihita Karana sebagai istilah tidak dikenal di Baduy. Namun, nyata dan tegas masyarakat adat Baduy Luar  lebih-lebih Baduy Dalam menolak  menyiksa alam. Itu pula sebabnya, Suku Baduy Dalam mengisolasi dari kemajuan dan perubahan. Listrik, PDAM, HP, Sekolah tidak diterima di Baduy Dalam. Mereka benar-benar alami dan terisolasi tetapi menyimpan peradaban adiluhung dan adiluhur. 

Anehnya, di Baduy Luar, walaupun tidak berpendidikan formal dalam arti menuntut ilmu di sekolah formal, warganya cerdas-cerdas. Mereka belajar secara otodidak dengan kesadaran sendiri menerima pembelajaran dari siapa saja. Itu pula sebabnya, walaupun mengaku buta huruf, mereka sangat fasih menggunakan media sosial dengan berbagai platform. Bahkan mereka menjajakan dan mempromosikan hasil kerajinan tenun, kopi, dan golok secara on line. Di Bali tempo dooeloe, banyak orang tak bersekolah secara formal, tetapi mahir nyastra, melebihi anak tamatan sekolah formal. Pun mereka berkesenian secara otodidak dari guru yang melanglangbuana dari desa ke desa.

Pada awalnya mereka saling terhubung, lama-kelamaan mereka yang sefrekuensi membentuk jangkar persahabatan dalam komunitas seni  sekaa sebunan berbasis banjar. Seni tabuh dan seni tari pun diturunkan, lalu diabadikan. Begitulah seni diturunkan dan dikembangkan sampai kini. Nilai-nilai agama (tatwa) dibumikan. Etika dikedepankan. Ritusnya sederhana dilakukan dengan lascarya. Tidak seperti sekarang, ritus besar digelar berbiaya besar. Hasilnya tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan. Bahkan, yadnya seakan menjadi proyek.

Jika Bali kini menjadi etalase pariwisata Indonesia tentu sangat beralasan. Orang asing lebih mengenal Bali ketimbang Indonsia. “Indonesia, di sebelah mana Bali?”, begitu konon pertanyaan para bule kepada orang Indonesia. Artinya, popularitas Bali melampaui popularitas Indonesia. Maka, Indonesia (baca : Jakarta) sudah semestinya menjadikan Bali sebagai episentrum glo-BALI-sasi. Bali tidak ditelanjangi sebagaimana layaknya gadis cantik lalu dipreteli semua asesorisnya demi meraup devisa. Mestinya, Bali mendapat hasil bagi yang proporsional sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Legislator dan DPD Bali mesti bersatu memperjuangkan Bali untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Barang kerajinan Baduy Luar yang khas

Bagaimana nasib Baduy Luar yang menjadi etalase pariwisata bagi Provinsi Banten? Dari segi budaya, ketertutupan masyarakat Baduy Luar menerima Pendidikan formal tampaknya sulit ditelanjangi pihak luar. Ajeg Budaya Baduy Luar tampaknya bukanlah wacana yang dislogankan, tetapi dinyatakan dalam laku tindak. Sebagai etalase budaya tradisional di Provinsi Banten, Baduy Luar menawarkan model pariwisata berbasis adat dengan mempromosikan produk hasil kerajinan tradisional termasuk hasil ternak lebah (madu), hasil kebun kopi (kopi kemasan) yang rasanya gurih, tenun kerajinan Baduy Luar yang memikat, dan golok yang mirip senjata khas Baduy.  Itulah hal pertama yang menjadi penguat kebertahanan budaya Baduy Luar.

Kedua, sebagai etalase menuju Baduy Dalam, pintu masuk menuju Baduy Luar adalah terminal Ciboleger. Di sini berdiri patung yang provokatif dengan ajakan ber-KB : dua anak cukup. Jelas ini pesan pembatasan jumlah anak : laki perempuan sama saja.  Dari sini, wisatawan bisa berjalan kaki dan bertongkat yang ditawarkan masyarakat setempat  secara humanis, jauh dari gaya pedagang acung yang kita temui di objek-objek wisata di Bali atau Yogyakarta.

Kesederhanaan dan kelugasan masyarakatnya menerima dan berkomunikasi dengan wisatawan adalah strategi pemasaran yang menjadi ciri pemerlain. Tidak perlu promosi dengan iklan berbayar, kehadiran wisatawan dengan minat khusus akan terpublikasikan secara lisan, dari mulut ke mulut. Seperti layaknya sastra lisan, proses transformasi terjadi bergantung pada pawang cerita membumbui.

Bersama keluarga Pak Jakim menjual barang kerajinan tenun, madu, golok, kopi Baduy

Ketiga, Sebagai etalase pariwisata budaya Banten, Baduy Luar tampaknya sudah siap mengembangkan diri berdasarkan nilai-nilai adat dan kearifan lokalnya. Nilai lokal itu antara lain Ucapan Selamat Datang di Saba Budaya Baduy  yang dipersembahkan oleh Krakatau Steel dengan slogan berbahasa Sunda :  ”Lojor Teu Beunang dipotong, pendek Teu Beunang disambung” artinya panjang tidak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung. Sebuah filosofi hidup yang menerima keadaan apa adanya, tanpa dilebihkan pun tanpa dikurangi. Ajaran Ahimsa dari Mahatma Gandhi menemukan formatnya.  Begitu pula dalam menjaga alam. Rumahnya pun, semua memanfaatkan hasil alam sekitar.

Bentuk rumahnya berupa balai-balai dengan amben terbuka tempat menerima tetamu. Sementara itu, Pos Jaga Satpam yang disebut Saung Jaga dijaga dengan pakem adat. Piket ronda  malam juga terjadwal dengan memanfaatkan rumah penduduk sebagai posko.  Tanda masyarakat Baduy Luar sadar keamanan sebagai investasi pariwisata budaya.

Keempat, kemandirian  sandang, pangan, dan papan mencerminkan Baduy Luar sebagai etalase pariwisata yang berswasembada. Pandangan ini selaras dengan ajaran Mahatma Gandhi tentang swadeshi. Swadeshi adalah Gerakan menolak bantuan bangsa lain (orang lain) dengan mengoptimalkan kemampuan sendiri. Soekarno menyebut sebagai trisakti :  berdikari secara ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, dan berdaulat secara politik. Prinsif Trisakti Bung Karno tampaknya diimani Suku Baduy baik oleh Baduy Luar maupun Baduy Dalam.

Barang kerajinan Baduy Luar yang khas

Mencermati peluang pola kebertahanan budaya Baduy Luar dan Baduy Dalam, tampaknya Program study tiru pejabat negeri ini seyogyanya kembali ke dalam negeri. Sambil belajar memahami budaya antardaerah yang tampaknya berbeda-beda tetapi satu tujuan : memartabatkan dan memuliakan Indonesia berdasarkan Pancasila.

Pancasila yang diakui oleh Soekarno digali dari persada Nusantara yang 350 tahun terpendam. Memuliakan budaya lokal dengan kearifannya adalah cara sederhana kita ber-Pancasila hari ini. Momentum Bulan Bung Karno sepanjang Juni setiap tahun adalah apresiasi terhadap pencapaian pendiri Bangsa dengan slogan Jasmerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Salam Budaya! [T]

Tags: pariwisata provinsi bantenProvinsi BantenSuku BaduySuku Baduy Luar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

Next Post

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails
Next Post
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co