3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
in Tualang
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

Barang oleh-oleh dari Baduy Luar

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan sebagai daerah wisata berbasis desa adat. Secara toponomi, Baduy itu ada dua, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Mereka menempati wilayah pedalaman Pegunungan Kendeng , Desa Kanekes. Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Suku Baduy secara historis adalah bagian dari Suku Sunda dengan kepercayaan Sunda Wiwitan.

 Berdasarkan informasi orang-orang yang pernah berkunjung dan menginap di Baduy Dalam, terdapat perbedaan yang tegas dengan Baduy Luar. Walaupun Baduy Luar dan Baduy Dalam  berada dalam satu desa adat,   Desa Kanekes, karakteristik keduanya sangat kontras. Baduy Luar sesuai dengan namanya relatif terbuka  menerima perubahan walaupun adat istiadat masih  dijaga sangat ketat. Mirip dengan Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem atau Panglipuran Bangli.

Kedua desa adat di Bali ini juga terbuka terhadap kehadiran orang luar (wisatawan) tetapi ketat menjaga tradisi dan budayanya. Sebagai sesama desa wisata, baik Baduy Luar, Tenganan Pagringsingan, dan Panglipuran dikelola berbasis adat secara santun. Nilai-nilai sapta pesona diimani oleh pengelolanya. Jika ada wisatawan mau menginap, dilayani di rumah masing-masing. Pariwisata berbasis masyarakat hidup dalam laku keseharian. Bukan slogan kosong dalam baliho yang menyisakan sampah komunikasi. Mengganggu alam semesta raya.

Selamat Datang di Ciboleger gerbang masuk ke Desa Kanekes Baduy Luar

Berbeda dengan desa-desa wisata lainnya yang terbuka nyaris kebablasan, wisatawan selalu diuntit oleh pedagang acung bahkan membuat ketidaknyamanan. Tidak demikian dengan Baduy Luar, Tenganan Pagringsingan, dan Panglipuran. Di tiga desa itu, Trihita Karana diimani dan dibatinkan, walaupun mungkin Trihita Karana sebagai istilah tidak dikenal di Baduy. Namun, nyata dan tegas masyarakat adat Baduy Luar  lebih-lebih Baduy Dalam menolak  menyiksa alam. Itu pula sebabnya, Suku Baduy Dalam mengisolasi dari kemajuan dan perubahan. Listrik, PDAM, HP, Sekolah tidak diterima di Baduy Dalam. Mereka benar-benar alami dan terisolasi tetapi menyimpan peradaban adiluhung dan adiluhur. 

Anehnya, di Baduy Luar, walaupun tidak berpendidikan formal dalam arti menuntut ilmu di sekolah formal, warganya cerdas-cerdas. Mereka belajar secara otodidak dengan kesadaran sendiri menerima pembelajaran dari siapa saja. Itu pula sebabnya, walaupun mengaku buta huruf, mereka sangat fasih menggunakan media sosial dengan berbagai platform. Bahkan mereka menjajakan dan mempromosikan hasil kerajinan tenun, kopi, dan golok secara on line. Di Bali tempo dooeloe, banyak orang tak bersekolah secara formal, tetapi mahir nyastra, melebihi anak tamatan sekolah formal. Pun mereka berkesenian secara otodidak dari guru yang melanglangbuana dari desa ke desa.

Pada awalnya mereka saling terhubung, lama-kelamaan mereka yang sefrekuensi membentuk jangkar persahabatan dalam komunitas seni  sekaa sebunan berbasis banjar. Seni tabuh dan seni tari pun diturunkan, lalu diabadikan. Begitulah seni diturunkan dan dikembangkan sampai kini. Nilai-nilai agama (tatwa) dibumikan. Etika dikedepankan. Ritusnya sederhana dilakukan dengan lascarya. Tidak seperti sekarang, ritus besar digelar berbiaya besar. Hasilnya tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan. Bahkan, yadnya seakan menjadi proyek.

Jika Bali kini menjadi etalase pariwisata Indonesia tentu sangat beralasan. Orang asing lebih mengenal Bali ketimbang Indonsia. “Indonesia, di sebelah mana Bali?”, begitu konon pertanyaan para bule kepada orang Indonesia. Artinya, popularitas Bali melampaui popularitas Indonesia. Maka, Indonesia (baca : Jakarta) sudah semestinya menjadikan Bali sebagai episentrum glo-BALI-sasi. Bali tidak ditelanjangi sebagaimana layaknya gadis cantik lalu dipreteli semua asesorisnya demi meraup devisa. Mestinya, Bali mendapat hasil bagi yang proporsional sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Legislator dan DPD Bali mesti bersatu memperjuangkan Bali untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Barang kerajinan Baduy Luar yang khas

Bagaimana nasib Baduy Luar yang menjadi etalase pariwisata bagi Provinsi Banten? Dari segi budaya, ketertutupan masyarakat Baduy Luar menerima Pendidikan formal tampaknya sulit ditelanjangi pihak luar. Ajeg Budaya Baduy Luar tampaknya bukanlah wacana yang dislogankan, tetapi dinyatakan dalam laku tindak. Sebagai etalase budaya tradisional di Provinsi Banten, Baduy Luar menawarkan model pariwisata berbasis adat dengan mempromosikan produk hasil kerajinan tradisional termasuk hasil ternak lebah (madu), hasil kebun kopi (kopi kemasan) yang rasanya gurih, tenun kerajinan Baduy Luar yang memikat, dan golok yang mirip senjata khas Baduy.  Itulah hal pertama yang menjadi penguat kebertahanan budaya Baduy Luar.

Kedua, sebagai etalase menuju Baduy Dalam, pintu masuk menuju Baduy Luar adalah terminal Ciboleger. Di sini berdiri patung yang provokatif dengan ajakan ber-KB : dua anak cukup. Jelas ini pesan pembatasan jumlah anak : laki perempuan sama saja.  Dari sini, wisatawan bisa berjalan kaki dan bertongkat yang ditawarkan masyarakat setempat  secara humanis, jauh dari gaya pedagang acung yang kita temui di objek-objek wisata di Bali atau Yogyakarta.

Kesederhanaan dan kelugasan masyarakatnya menerima dan berkomunikasi dengan wisatawan adalah strategi pemasaran yang menjadi ciri pemerlain. Tidak perlu promosi dengan iklan berbayar, kehadiran wisatawan dengan minat khusus akan terpublikasikan secara lisan, dari mulut ke mulut. Seperti layaknya sastra lisan, proses transformasi terjadi bergantung pada pawang cerita membumbui.

Bersama keluarga Pak Jakim menjual barang kerajinan tenun, madu, golok, kopi Baduy

Ketiga, Sebagai etalase pariwisata budaya Banten, Baduy Luar tampaknya sudah siap mengembangkan diri berdasarkan nilai-nilai adat dan kearifan lokalnya. Nilai lokal itu antara lain Ucapan Selamat Datang di Saba Budaya Baduy  yang dipersembahkan oleh Krakatau Steel dengan slogan berbahasa Sunda :  ”Lojor Teu Beunang dipotong, pendek Teu Beunang disambung” artinya panjang tidak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung. Sebuah filosofi hidup yang menerima keadaan apa adanya, tanpa dilebihkan pun tanpa dikurangi. Ajaran Ahimsa dari Mahatma Gandhi menemukan formatnya.  Begitu pula dalam menjaga alam. Rumahnya pun, semua memanfaatkan hasil alam sekitar.

Bentuk rumahnya berupa balai-balai dengan amben terbuka tempat menerima tetamu. Sementara itu, Pos Jaga Satpam yang disebut Saung Jaga dijaga dengan pakem adat. Piket ronda  malam juga terjadwal dengan memanfaatkan rumah penduduk sebagai posko.  Tanda masyarakat Baduy Luar sadar keamanan sebagai investasi pariwisata budaya.

Keempat, kemandirian  sandang, pangan, dan papan mencerminkan Baduy Luar sebagai etalase pariwisata yang berswasembada. Pandangan ini selaras dengan ajaran Mahatma Gandhi tentang swadeshi. Swadeshi adalah Gerakan menolak bantuan bangsa lain (orang lain) dengan mengoptimalkan kemampuan sendiri. Soekarno menyebut sebagai trisakti :  berdikari secara ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, dan berdaulat secara politik. Prinsif Trisakti Bung Karno tampaknya diimani Suku Baduy baik oleh Baduy Luar maupun Baduy Dalam.

Barang kerajinan Baduy Luar yang khas

Mencermati peluang pola kebertahanan budaya Baduy Luar dan Baduy Dalam, tampaknya Program study tiru pejabat negeri ini seyogyanya kembali ke dalam negeri. Sambil belajar memahami budaya antardaerah yang tampaknya berbeda-beda tetapi satu tujuan : memartabatkan dan memuliakan Indonesia berdasarkan Pancasila.

Pancasila yang diakui oleh Soekarno digali dari persada Nusantara yang 350 tahun terpendam. Memuliakan budaya lokal dengan kearifannya adalah cara sederhana kita ber-Pancasila hari ini. Momentum Bulan Bung Karno sepanjang Juni setiap tahun adalah apresiasi terhadap pencapaian pendiri Bangsa dengan slogan Jasmerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Salam Budaya! [T]

Tags: pariwisata provinsi bantenProvinsi BantenSuku BaduySuku Baduy Luar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

Next Post

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co