16 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
in Tualang
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

Rombongan menyerbu warung di Cibungur sekitar 20 km dari Baduy Luar

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg, 14 Mei 2026 sampai  Sabtu Pon Gumbreg, 16 Mei 2026 secara umum berjalan lancar.  Pesawat Citylink yang memberangkatkan rombongan dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Soekarno – Hatta di Cengkareng juga lancar tanpa turbulensi. Sepanjang penerbangan cuaca cerah. Wajah para rombongan juga tampak sumringah sampai turun pesawat di Jakarta.

Di halte penjemputan bus, rombongan pakrimik antara lain karena lama menunggu lagi pula panas. Di Bus saya misalnya, ada operan penumpang yang jumlahnya melebihi kapasitas. Lalu, mereka kembali turun mencari bus yang kosong. Sore itu, Jakarta seperti sayong walaupun tidak ada hujan. Susah menemukan langit biru di Jakarta walaupun musim kemarau. Itu efek dari banyaknya bangunan pencakar langit dan terkonsentrasinya pabrik-pabrik industri yang membuat polusi menjadi keseharian ibu kota. Ibu tiri memang kejam, tetapi tidak melebihi kejamnya ibu kota. Di Ibu Kota kesenjangan tampak kasat mata. Bersebelahan dengan gedung pencakar langit, gubuk reot menjadi antithesis. Orang paling kaya ada di ibu kota, orang paling miskin juga. Gde Prama pernah berujar, “Seterang cahaya sama dengan segelap cahaya. Amen apa jeleke, amonto luuange”

 Edo Narayana sang tour leader paling awal minta maaf ketika memandu para panglingsir Desa Adat. Dengan komunikasi yang elegan, ia mencairkan suasana. Ketegangan pun menjadi tenang seketika. Tujuan pertama di Jakarta menuju Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur. Pakrimik kembali muncul. “Kenapa tidak ke hotel dulu, baru ke Pura sembahyang. Mandi dulu ke hotel, berganti pakaian. Badan segar. Sembahyang jadi nyaman. Tidak tergesa-gesa”, cetetuk seorang panglingsir yang awalnya menggunakan celana panjang dan senteng saja, lalu bergegas ke bus mengenakan pakaian adat madya.

Namun demikian, sambil menunggu Ibu-ibu yang berganti pakaian, kaum lelaki secara umum cepat berganti pakaian. Bahkan beberapa di antara mereka sempat menikmati tipat cantok, rujak,   dan kopi di kantin di Jaba Pura Aditya Jaya Rawangun. Lumayan menghilangkan kantuk dan menahan lapar menjelang sandikala. Persembahyangan berlangsung khusuk di antara deru suara kendaraan yang lalu-lalang di sekitar Pura tertua di Jakarta. Inilah uniknya umat Hindu, hening dalam keramaian. Bahkan ketika Melasti di pantai, turis berbikini pun tidak merobohkan keheningan sembahyang. Dalam pendekatan pembelajaran ini disebut pembelajaran mendalam (deep learning approach) yang sedang dikembangkan di sekolah-sekolah.

Mampir di Pos Ronda Desa Kanekes

Keheningan selama sembahyang di Utama Mandala Pura Aditya Jaya Rawamangun makin menemukan titik kulminasi saat makan malam bersama di Wantilan Jaba Pura yang representatif.             Masakannya khas Bali. Ada kuah ares ayam lengkap dengan satenya. Tersedia babi kecap.  Kerupuk tidak ketinggalan. Lahap semua sang penikmat. Bahkan, saya nambah dengan minta izin kepada Panglingsir MDA Badung. “Mo joo, sing kenken. Iraga ngelah”, begitu Patajuh MDA Badung, I Nyoman Sujapa.

Penyedia makanan memang pangemong Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur. Mereka melayani kami sepenuh hati. Ikhlas sesuai dengan konsep yadnya itu sendiri. Ini adalah manusa yadnya yang sebenarnya melayani umat dengan lancarya. Itu bila dilihat dari makna yadnya. Dilihat dari kaca mata Gerakan Swadeshi Mahatma Gandhi, fungsi pelayanan demikian mencitrakan kemandirian umat. Dilihat dari kaca mata pembelajaran, belajar dari dekat ke jauh. Dari ranah keluarga ke tetangga. Dari konkret di sini dan sekarang ke abstrak dan ke masa depan. Betapa indahnya. Pendidikan yang memperkuat jati diri lalu dielaborasi ke arah nasional dan global. Menerima kebangsaan sebagai semangat tidak menutup diri dari kesemestaan (globalisasi) asalkan bertumpu  pada kepribadian bangsa.

Begitulah makan bersama panglingsir krama Badung di Jaba Pura terasa manyama braya lintas provinsi. Tidak terasa ada sekat. Semua bebas beretika menikmati makanan. Ada yang duduk bersila di wantilan, ada pula yang duduk di taman. Tampak mereka santai menikmati kuliner Ibu Kota Jakarta rasa Bali. Sebagai mana di Bali orang beryadnya, biasanya ada kopi penundung. Kopi pun tersedia. Rasanya sesuai selera. Campur dan seduh sendiri. Di Jaba Pura Aditya Jaya Rawangun, saya menemukan kembali dapur kehidupan Bali di rantau. Nak rantau Bali yang tetap mem-Bali.

Nunas ica sampun. Makan malam dan ngopi bersama juga sudah. Jiwa lapar perlu pencerahan. Perut lapar perlu makanan. Keduanya didapat di Pura Aditya Jaya Rawamangun. Pura pertama di Ibu kota sejak 1972 telah membangunkan kesadaran kolektif umat Hindu di Jakarta hingga sekarang tersedia 15 Pura sebagai pilihan umat melaksanakan persembahyangan.

Selanjutnya, rombongan menuju hotel tempat menginap, The Tavia Heretage Hotel dengan persiapan ke Baduy Laur esok harinya, Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026. Pagi-pagi, pukul 07.00 siap-siap naik bus setelah sarapan di restoran hotel. Perjalanan jauh sampai-sampai tour leader Edo Narayana menyembunyikan waktu tempuh sembari memfasiltasi penumpang untuk berkaraoke ria sepanjang perjalanan dengan sesekali penumpang request tempat istirahat yang nyaman untuk melakukan ritus tubuh mencari kamar kecil strategis tapi tidak tragis.

Mendekati Baduy Luar, sampai di Desa Cibungur sekitar 20 km dari tujuan lokasi, bus menepi. Jalan tak bisa dilewati bus. Perbaikan jalan dengan teknik beton. Maka rombongan pun menyerbu warung dan rumah penduduk. Ada yang ngopi, ada yang ngobrol ke rumah penduduk, ada yang pergi ke semak-semak melakukan ritus tubuh pentas air seni. Berdialog dengan alam, sembari mohon izin. “Ngelang genah, ngelang galah” pada Gusti Allah mangda tan kacakra bawa. Begitulah orang Bali di tempat baru, kadang doanya tidak terpanjat secara verbal, tetapi selalu ning hati. Percaya bahwa Tuhan di hati masing-masing tetapi raga juga perlu refreshing, agar tidak pusing bikin pesing aroma tubuh.

Lalu rombongan pun pecah kongsi alat transpotasi menuju terminal Ciboleger, gerbang pertama memasuki Baduy Luar. Ada yang bertruk, ber-pick up, dan berojek. Saya bersama sejumlah panglingsir ikut naik pick up. Ada yang berdiri ada yang duduk sambil ngobrol ngalor-ngidul. Mengusir rasa takut. Jalanan menurun tanjakan pengkolan dengan alam pedesaan yang berhutan hijau kanan-kiri hanya sesekali tampak rumah penduduk. Benar-benar masih alami. Saya berdoa di hati. Tidak terasa sampai di terminal Ciboleger. Di terminal ini, sejumlah pengojek dan pedagang menawarkan jasa dan barang. Saya termasuk kena jebak dengan berojek  mengeluarkan kocek Rp 10.000,00. Teman yang lain mengeluarkan Rp 20.000,00. Artinya, di terminal Ciboleger dan terminal pada umumnya harga ojek tidak ada standarnya. Fenomena ini merusak citra jasa angkutan sekaligus merusak citra destinasi pariwisata Baduy Luar.

Makan siang bersama di rumah Pak Jarwo, Kepala Adat Kanekes Baduy Luar

Jika memperhatikan dengan seksama, Baduy Luar itu ibaratnya hallo efek untuk masuk Baduy Dalam yang konon sangat ketat dengan aturan adat. Bila masuk ke Baduy Dalam tidaklah mungkin dengan rombongan besar. Selain medannya relatif susah tanjakan bukit turunan lembah dengan suasana alam pedesaan yang alami hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Penduduk setempat biasa berjalan berkilo-kilo tanpa sandal. Saya jadi ingat masa 1980-an di gumi Delod Ceking, Badung. Penduduk biasa berjalan berkilo-kilo tanpa sandal menahan haus dan lapar. Banyak yang blencongan (kelaparan) tak terberitakan karena akses informasi dan transportasi terbatas.

Begitu pula yang terasa ketika rombongan panglingsir Badung study tiru ke Baduy Luar merefleksikan beragama, beradat, berbudaya secara sederhana tetapi nekeng tuas. Tulus ikhlas sebagai landasan beritus. Beryadnya sederhana tampak di permukaan, tetapi mendalam secara spirit. Indikator keberhasilannya, selesai yadnya mereka tetap guyub pakedek pakenyung paras paros sarpa na ya. Salunglung sabayantaka. [T]

Tags: Badungdesa adatmasyarakat adatSuku BaduySuku Baduy Luar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

Next Post

Ruang Publik [Semestinya] Menjadi Cermin Jiwa

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails
Next Post
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Ruang Publik [Semestinya] Menjadi Cermin Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian
Panggung

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

by Asmaran Dani
August 16, 2026
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan
Ulas Rupa

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu
Ulas Musik

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

by I Made Kartawan
August 16, 2026
Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar
Pendidikan

Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana tahun 2026 melaksanakan serangkaian program kerja di Desa Sanding, Kecamatan...

by tatkala
August 16, 2026
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang
Khas

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara
Tualang

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital
Pendidikan

Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

KESEHATAN mental remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau sekolah. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali perubahan yang...

by tatkala
August 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Mengejar Embun Upas ——Saat Manusia Memburu Keajaiban yang Hanya Bertahan Sebentar di Dieng

Bagaimana mungkin satu fenomena alam yang sama dapat menjadi keajaiban bagi seseorang dan penderitaan bagi orang lain? Kita menunggu embun...

by Tri Nugroho Adi
August 16, 2026
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah
Khas

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan
Bahasa

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

by I Made Sudiana
August 15, 2026
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz
Esai

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

SAYA kembali membuka buku The Interpretation of Cultures karya Clifford Geertz setelah membaca sebuah berita tentang seorang lelaki yang tewas...

by Angga Wijaya
August 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co