1 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
in Tualang
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

Suasana malam di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna agar orang-orang yang lewat di kota itu tidak berpaling sedikit pun. Selintas malam di Banyuwangi mirip Singaraja, tempat saya tinggal.

Gugusan kedai kopi kekinian dan toko-toko modern seakan bersaing merebut aura malam. Jalanan cukup lengang untuk ukuran jam delapan malam. Tidak ada tumpukan kendaraan. Dan, bus yang kami tumpangi bergerak nyaman menuju hotel di Jalan Raya Jember, di Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tempat kami akan menginap.

Kami, rombongan wartawan dari Singaraja sedang melakukan studi komparasi bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng. Sasaran studi adalah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Banyuwangi. Kami bertolak dari Singaraja, Bali, Selasa siang, 9 Juni 2026.

Tiba di hotel Selasa malam hari. Setelah makan malam dan ngobrol bersama teman-teman wartawan, saya bergegas tidur. Kantuk yang saya tahan sejak dalam penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk akhirnya tergantikan dengan tidur yang sungguh pulas.

Suasana malam di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Besoknya, Rabu, 10 Juni, tatkala matahari semakin meninggi dan jejeran warung pecel di pinggiran jalan mulai beroperasi, kami menuju Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyuwangi. Perjalanan lancar, di kantor itu kami disambut Rahmawati Setyoardini, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Banyuwangi.

Dari Rahmawati kami tahu banyak informasi tentang bagaimana Banyuwangi bergerak terus menuju kemajuan, termasuk kemajuan di bidang komunikasi informasi. Sebagai daerah paling timur di Pulau Jawa, menurut Rahmawati, pesona utama Kabupaten Banyuwangi adalah The Sunrise of Java. Matahari terbit dari Jawa.

“Branding utama Banyuwangi adalah The Sunrise of Java karena kami berada di ujung timur Pulau Jawa, tempat pertama matahari terbit (di Jawa). Filosofi ini mengandung makna bahwa masyarakat Banyuwangi harus selalu bergegas, bergerak lebih awal, dan bekerja keras karena menjadi yang pertama menerima matahari di Pulau Jawa,” kata Rahmawati, dan kami mendengar dengan khusyuk.

Filosofi itu kemudian bermuara pada konsep “Majestic Banyuwangi” yang diimplementasikan melalui Banyuwangi Festival (B-Fest) yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Abdullah Azwar Anas, tahun 2012. Dan, sesudah itu, banyak festival muncul. Infrastruktur dibenahi, ditambah dan diciptakan. Seni budaya yang menjadi identitas asli Banyuwangi dikembangkan secara masif sehingga Banyuwangi seakan punya jiwa berbeda dibanding daerah-daerah lain di Pulau Jawa.

Studi komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng di Dinas Kominfo Banyuwangi (atas). Penyerahan kenang-kenangan berupa plakat antara Kepala Diskominfosanti Buleleng Made Suharta dan Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Banyuwangi Rahmawati Setyoardini (bawah) | Foto: Dok. Kominfosanti Buleleng

Dari pemaparan program-program Diskominfo Banyuwangi, ada dua hal yang menarik perhatian dari Dinas Kominfosanti Buleleng untuk dipelajari dan barangkali juga akan dikembangkan di Buleleng.

“Kami tertarik dengan program Bunga Desa, Bupati Ngantor di Desa,” kata Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng Made Suharta.

Menurut Suharta, program Bunga Desa menarik karena masyarakat merasakan kehadiran langsung dari pemerintah. Melalui Bunga Desa, warga dapat dengan mudah mengakses pelayanan publik tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.

“Tadi disampaikan ada program Bunga Desa atau Bupati Ngantor di Desa. Ini salah satu inovasi dari Kabupaten Banyuwangi yang nanti mungkin akan kita sampaikan kepada pimpinan,” ujar Suharta usai pertemuan di Diskominfo Banyuwangi.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng, dalam hal ini Dinas Kominfosanti juga “terpincut” dengan pola pembinaan kelompok seni yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Termasuk juga terkait pendampingan kepada kelompok-kelompok seni. Di Banyuwangi kelompok seni bisa mandiri dan bisa menyelenggarakan event-nya sendiri. Tentunya ini juga bisa kita tiru,” kata Suharta.

Dari Kominfo Banyuwangi kami kemudian melihat Banyuwangi secara lebih utuh di sepanjang perjalanan dan pemberhentian-pemberhentian. Bagi saya, Banyuwangi seperti mengantarkan pikiran saya tentang Singaraja, tentang Buleleng. Tentang kesamaan-kesamaannya, tentang perbedaan-perbedaanya.

Saya mengingat Singaraja ketika di malam hari kami sempat keluar hotel, jalan-jalan dengan langkah leluasa. Saya dan Kardian Narayana, wartawan yang juga ikut di rombongan mengajak saya untuk mencoba makanan khas Banyuwangi, nasi tempong. Di Singaraja tentu saja ada juga nasi tempong, tapi nasi tempong di daerah asalnya barangkali akan terasa lebih berbeda.

Mbak Nurul, penjual nasi tempong di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Mbak Nurul, nama penjual nasi tempong itu. Lokasinya tak jauh dari Taman Blambangan, cukup mengikuti Jalan R.A Kartini dan menuju kawasan kota tua, tepatnya di Jalan Surati, Kampung Melayu, Banyuwangi. Rasa nasi tempongnya tak jauh berbeda dengan nasi tempong di Singaraja, tapi rasa sensasi  makan di warung asli Banyuwangi dengan penjual yang kebanyuwangiannya tak perlu diragukan lagi, saya benar-benar menikmatinya.

Di Banyuwangi saya juga terkesan melihat jajaran rumah-rumah berpagar rendah dengan ciri bangunan lama, serta ruko-ruko tua yang ketuaannya dipertahankan dengan baik. Melihat itu, saya seperti memandang Jalan Diponegoro sampai Jalan Gajah Mada di Singaraja.

Saya juga mengingat bagaimana di pagi hari kedua, daun-daunan berguguran di Magical Forest De Djawatan, di Benculuk, Banyuwangi. Pohon-pohon trembesi diselimuti benalu dan lumut. Tampak sama seperti saat mata saya menyaksikan akar-akar pohon eboni di Danau Buyan, atau rantingnya yang tak saling bersentuhan satu sama lain.

Jejeran pohon trembesi yang eksotis di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Saya kembali mengingat-ingat hubungan Singaraja dan Banyuwangi dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan. Hubungan Tari Gandrung di Banyuwangi dengan Tari Sanghyang di Bali. Teringat berapa banyak mahasiswa Banyuwangi di Singaraja.

Ingatan-ingatan itu berputar di atas kepala saya, kemudian membisikkan sebuah benang merah, sebuah kesimpulan.

Foto bersama pejabat Dinas Kominfosanti Buleleng bersama wartawan di Banyuwangi | Foto: Dok. Kominfosanti Buleleng

Di antara kemiripan-kemiripan yang saya temukan sepanjang perjalanan itu, di antara pertalian kecil ingatan itu, studi komparasi ini terasa bukan sekadar kunjungan antardaerah. Ia seperti cermin kecil yang memperlihatkan bahwa apa yang tumbuh di Banyuwangi, bukan mustahil juga dapat hidup dan berkembang di tanah Denbukit, Buleleng. Begitu juga sebaliknya. [T]

Reporter/Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole

Tags: banyuwangibulelengDinas Kominfosanti Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

Next Post

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails
Next Post
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Ketika Api Menjadi Cermin

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026
Kuliner

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
Apakah Buku Fisik Masih Asik?
Esai

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

by Made Chandra
August 31, 2026
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota
Esai

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan
Tualang

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu
Esai

Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

SEMAKIN kita menginginkan sesuatu, semakin jelas pula rasanya bahwa kita tidak memilikinya. Ada ironi yang cukup melelahkan dalam cara kerja...

by T.H. Hari Sucahyo
August 31, 2026
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana
Khas

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan
Khas

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
Perkara Anarkis dan Anarkistis
Bahasa

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

by I Made Sudiana
August 30, 2026
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?
Esai

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto
Cerpen

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas
Puisi

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

by Supali Kasim
August 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co