1 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
in Tualang
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

Suasana malam di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna agar orang-orang yang lewat di kota itu tidak berpaling sedikit pun. Selintas malam di Banyuwangi mirip Singaraja, tempat saya tinggal.

Gugusan kedai kopi kekinian dan toko-toko modern seakan bersaing merebut aura malam. Jalanan cukup lengang untuk ukuran jam delapan malam. Tidak ada tumpukan kendaraan. Dan, bus yang kami tumpangi bergerak nyaman menuju hotel di Jalan Raya Jember, di Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tempat kami akan menginap.

Kami, rombongan wartawan dari Singaraja sedang melakukan studi komparasi bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng. Sasaran studi adalah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Banyuwangi. Kami bertolak dari Singaraja, Bali, Selasa siang, 9 Juni 2026.

Tiba di hotel Selasa malam hari. Setelah makan malam dan ngobrol bersama teman-teman wartawan, saya bergegas tidur. Kantuk yang saya tahan sejak dalam penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk akhirnya tergantikan dengan tidur yang sungguh pulas.

Suasana malam di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Besoknya, Rabu, 10 Juni, tatkala matahari semakin meninggi dan jejeran warung pecel di pinggiran jalan mulai beroperasi, kami menuju Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyuwangi. Perjalanan lancar, di kantor itu kami disambut Rahmawati Setyoardini, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Banyuwangi.

Dari Rahmawati kami tahu banyak informasi tentang bagaimana Banyuwangi bergerak terus menuju kemajuan, termasuk kemajuan di bidang komunikasi informasi. Sebagai daerah paling timur di Pulau Jawa, menurut Rahmawati, pesona utama Kabupaten Banyuwangi adalah The Sunrise of Java. Matahari terbit dari Jawa.

“Branding utama Banyuwangi adalah The Sunrise of Java karena kami berada di ujung timur Pulau Jawa, tempat pertama matahari terbit (di Jawa). Filosofi ini mengandung makna bahwa masyarakat Banyuwangi harus selalu bergegas, bergerak lebih awal, dan bekerja keras karena menjadi yang pertama menerima matahari di Pulau Jawa,” kata Rahmawati, dan kami mendengar dengan khusyuk.

Filosofi itu kemudian bermuara pada konsep “Majestic Banyuwangi” yang diimplementasikan melalui Banyuwangi Festival (B-Fest) yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Abdullah Azwar Anas, tahun 2012. Dan, sesudah itu, banyak festival muncul. Infrastruktur dibenahi, ditambah dan diciptakan. Seni budaya yang menjadi identitas asli Banyuwangi dikembangkan secara masif sehingga Banyuwangi seakan punya jiwa berbeda dibanding daerah-daerah lain di Pulau Jawa.

Studi komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng di Dinas Kominfo Banyuwangi (atas). Penyerahan kenang-kenangan berupa plakat antara Kepala Diskominfosanti Buleleng Made Suharta dan Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Banyuwangi Rahmawati Setyoardini (bawah) | Foto: Dok. Kominfosanti Buleleng

Dari pemaparan program-program Diskominfo Banyuwangi, ada dua hal yang menarik perhatian dari Dinas Kominfosanti Buleleng untuk dipelajari dan barangkali juga akan dikembangkan di Buleleng.

“Kami tertarik dengan program Bunga Desa, Bupati Ngantor di Desa,” kata Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng Made Suharta.

Menurut Suharta, program Bunga Desa menarik karena masyarakat merasakan kehadiran langsung dari pemerintah. Melalui Bunga Desa, warga dapat dengan mudah mengakses pelayanan publik tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.

“Tadi disampaikan ada program Bunga Desa atau Bupati Ngantor di Desa. Ini salah satu inovasi dari Kabupaten Banyuwangi yang nanti mungkin akan kita sampaikan kepada pimpinan,” ujar Suharta usai pertemuan di Diskominfo Banyuwangi.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng, dalam hal ini Dinas Kominfosanti juga “terpincut” dengan pola pembinaan kelompok seni yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Termasuk juga terkait pendampingan kepada kelompok-kelompok seni. Di Banyuwangi kelompok seni bisa mandiri dan bisa menyelenggarakan event-nya sendiri. Tentunya ini juga bisa kita tiru,” kata Suharta.

Dari Kominfo Banyuwangi kami kemudian melihat Banyuwangi secara lebih utuh di sepanjang perjalanan dan pemberhentian-pemberhentian. Bagi saya, Banyuwangi seperti mengantarkan pikiran saya tentang Singaraja, tentang Buleleng. Tentang kesamaan-kesamaannya, tentang perbedaan-perbedaanya.

Saya mengingat Singaraja ketika di malam hari kami sempat keluar hotel, jalan-jalan dengan langkah leluasa. Saya dan Kardian Narayana, wartawan yang juga ikut di rombongan mengajak saya untuk mencoba makanan khas Banyuwangi, nasi tempong. Di Singaraja tentu saja ada juga nasi tempong, tapi nasi tempong di daerah asalnya barangkali akan terasa lebih berbeda.

Mbak Nurul, penjual nasi tempong di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Mbak Nurul, nama penjual nasi tempong itu. Lokasinya tak jauh dari Taman Blambangan, cukup mengikuti Jalan R.A Kartini dan menuju kawasan kota tua, tepatnya di Jalan Surati, Kampung Melayu, Banyuwangi. Rasa nasi tempongnya tak jauh berbeda dengan nasi tempong di Singaraja, tapi rasa sensasi  makan di warung asli Banyuwangi dengan penjual yang kebanyuwangiannya tak perlu diragukan lagi, saya benar-benar menikmatinya.

Di Banyuwangi saya juga terkesan melihat jajaran rumah-rumah berpagar rendah dengan ciri bangunan lama, serta ruko-ruko tua yang ketuaannya dipertahankan dengan baik. Melihat itu, saya seperti memandang Jalan Diponegoro sampai Jalan Gajah Mada di Singaraja.

Saya juga mengingat bagaimana di pagi hari kedua, daun-daunan berguguran di Magical Forest De Djawatan, di Benculuk, Banyuwangi. Pohon-pohon trembesi diselimuti benalu dan lumut. Tampak sama seperti saat mata saya menyaksikan akar-akar pohon eboni di Danau Buyan, atau rantingnya yang tak saling bersentuhan satu sama lain.

Jejeran pohon trembesi yang eksotis di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Saya kembali mengingat-ingat hubungan Singaraja dan Banyuwangi dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan. Hubungan Tari Gandrung di Banyuwangi dengan Tari Sanghyang di Bali. Teringat berapa banyak mahasiswa Banyuwangi di Singaraja.

Ingatan-ingatan itu berputar di atas kepala saya, kemudian membisikkan sebuah benang merah, sebuah kesimpulan.

Foto bersama pejabat Dinas Kominfosanti Buleleng bersama wartawan di Banyuwangi | Foto: Dok. Kominfosanti Buleleng

Di antara kemiripan-kemiripan yang saya temukan sepanjang perjalanan itu, di antara pertalian kecil ingatan itu, studi komparasi ini terasa bukan sekadar kunjungan antardaerah. Ia seperti cermin kecil yang memperlihatkan bahwa apa yang tumbuh di Banyuwangi, bukan mustahil juga dapat hidup dan berkembang di tanah Denbukit, Buleleng. Begitu juga sebaliknya. [T]

Reporter/Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole

Tags: banyuwangibulelengDinas Kominfosanti Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

Next Post

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
0
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

Read moreDetails

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
0
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails
Next Post
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan
Esai

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co