24 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
in Panggung
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Penampilan Watchdog di Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal Prancis itu menutup rangkaian tur mereka di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menjelang pukul 18.00 WITA, penonton mulai memenuhi area Subak Stage di tepian Sungai Wos. Anne Quillier dan Pierre Horckmans kemudian tampil sekitar 50 menit, membawa jazz kontemporer yang berpadu dengan improvisasi dan eksplorasi elektronik. Musik mereka mengalir di antara piano, saksofon, dan klarinet, sementara aliran Sungai Wos turut mengiringi komposisi yang dimainkan.

Watchdog memang tidak menempatkan musik mereka dalam satu batas genre. Duo ini dikenal sebagai kelompok jazz dengan sentuhan elektro dan eksperimental. Mereka pun telah merilis sejumlah album, di antaranya Fables, Les animaux n’existent pas, Can of Worms, dan You’re Welcome. Nama Watchdog sendiri terinspirasi dari konsep pengawasan masyarakat modern sekaligus interaksi dinamis antarmusisi di atas panggung.

Penampilan Watchdog di Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Watchdog, batas antara jazz, klasik, elektronik, dan eksperimental bukan sesuatu yang harus dipertahankan. Mereka lebih melihat musik sebagai medium untuk menyampaikan emosi. Latar belakang Anne dan Pierre turut membentuk cara mereka bermusik. Pierre tumbuh dengan musik klasik, tetapi juga akrab dengan rock, hingga musik elektronik. Sementara Anne memulai perjalanan musiknya secara otodidak sebelum melanjutkan pendidikan di konservatori.

Perbedaan latar tersebut menjadi ruang bagi keduanya untuk mencampurkan berbagai pengaruh musik tanpa harus memenuhi ekspektasi terhadap sebuah genre tertentu. Improvisasi menjadi bagian penting dalam permainan mereka, tetapi musik yang dibangun tidak kehilangan arah. Salah satu alasannya adalah hubungan musikal yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Pierre mengungkapkan, dirinya dan Anne telah bermain bersama selama lebih dari 15 tahun. Rentang waktu itu membuat keduanya memahami bahasa musik masing-masing.

Hubungan musikal yang panjang itu pula yang mereka bawa sepanjang tur di Indonesia. Dengan dukungan Institut Français d’Indonésie (IFI), Watchdog menjalani rangkaian tur di sejumlah kota. Mereka tampil di Jazz Gunung, ARTJog, Jazz Summit Indonesia, Road to The Papandayan Jazz Festival, hingga Sthala Ubud Village Jazz Festival. Selain itu, mereka juga melakukan kolaborasi rekaman langsung bersama musisi lokal di Lokananta, Solo.

Penampilan Watchdog di Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

 

Anne Quillier, Watchdog│Foto: tatkala.co/Dede

Tiga pekan berada di Indonesia mempertemukan Watchdog dengan musisi dan penonton dari berbagai kota. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan mereka sebelum akhirnya tiba di Ubud.

“Setelah tiga pekan di Indonesia, kami banyak bertemu dengan musisi-musisi yang sangat luar biasa. Kami juga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyambut dan menerima kami dengan baik,” ujar Anne.

Kehadiran Watchdog di Sthala berlangsung dalam konteks festival yang sejak awal mempertahankan jazz sebagai identitasnya. Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 merupakan penyelenggaraan ke-13 festival tersebut sejak pertama kali digelar pada 2013. Festival tahun ini berlangsung pada 7–8 Agustus 2026 dan sejak 2023 menggunakan Sthala, a Tribute Portfolio Hotel by Marriott, di Lodtunduh, Ubud, Gianyar, sebagai lokasi penyelenggaraan.

Lokasi itu turut membentuk pengalaman musisi dan pengunjung. Sthala berada di kawasan tepian Sungai Wos dengan kontur lahan bertingkat. Kondisi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga level ruang pertunjukan. Giri Stage berada di bagian atas dan merepresentasikan kawasan pegunungan. Di tengah terdapat Panggung Kolaborasi untuk workshop, komunitas, aktivitas kreatif, dan pertunjukan lintas disiplin. Sementara Subak Stage berada di bagian bawah, dekat sungai, dan merepresentasikan perjalanan air dari hulu menuju hilir.

Pada hari kedua, 8 Agustus 2026, Watchdog menjadi salah satu dari sembilan penampil yang mengisi dua panggung utama. Mereka tampil di Subak Stage bersama JZ.KA Trio, Dodot Trio, dan String Corner. Sementara Giri Stage menghadirkan Koko Harsoe & San Trio, Pong Nakornchai Ensemble, H Zettrio, Jadi Peperzak Quartet ft. Kasyfi Kalyasyena, serta Salamander Big Band sebagai penutup.

Anne Quillier (kiri) dan Pierre Horckmans (kanan) seusai tampil│Foto: tatkala.co/Dede

Para penonton Watchdog di Subak Stage, Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Pilihan menempatkan Watchdog di Subak Stage mempertemukan karakter musik mereka dengan ruang pertunjukan. Musik yang bergerak antara komposisi dan improvisasi bertemu dengan suasana senja dan aliran Sungai Wos. Melodi, ritme, dan efek elektronik terus berinteraksi, membentuk permainan yang bergerak tanpa harus diarahkan pada satu bentuk musik tertentu.

Bagi Pierre, pengalaman tampil di Ubud meninggalkan kesan tersendiri. Bukan hanya karena sambutan penonton, tetapi juga karena kesempatan berjumpa dengan musisi Indonesia.

“Sthala UVJF adalah salah satu event yang berkesan bagi kami. Untuk semua penikmat jazz di Indonesia kami mengucapkan terima kasih atas sambutannya. Senang juga bisa mengenal dan menyaksikan musisi-musisi jazz Indonesia yang luar biasa,” ucap Pierre seusai tampil.

Bagi Watchdog, perjalanan di Indonesia bukan hanya rangkaian pertunjukan dari satu kota ke kota lain. Tiga pekan tersebut mempertemukan mereka dengan musisi, komunitas, dan penonton yang berbeda-beda. Ubud kemudian menjadi tempat mereka mengakhiri perjalanan itu. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzjazzmusik jazzSthala Ubud Village Jazz Festival 2026Ubud Village Jazz FestivalUVJFUVJF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

Next Post

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails
Next Post
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co