3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
in Panggung
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Penampilan Watchdog di Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal Prancis itu menutup rangkaian tur mereka di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menjelang pukul 18.00 WITA, penonton mulai memenuhi area Subak Stage di tepian Sungai Wos. Anne Quillier dan Pierre Horckmans kemudian tampil sekitar 50 menit, membawa jazz kontemporer yang berpadu dengan improvisasi dan eksplorasi elektronik. Musik mereka mengalir di antara piano, saksofon, dan klarinet, sementara aliran Sungai Wos turut mengiringi komposisi yang dimainkan.

Watchdog memang tidak menempatkan musik mereka dalam satu batas genre. Duo ini dikenal sebagai kelompok jazz dengan sentuhan elektro dan eksperimental. Mereka pun telah merilis sejumlah album, di antaranya Fables, Les animaux n’existent pas, Can of Worms, dan You’re Welcome. Nama Watchdog sendiri terinspirasi dari konsep pengawasan masyarakat modern sekaligus interaksi dinamis antarmusisi di atas panggung.

Penampilan Watchdog di Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Watchdog, batas antara jazz, klasik, elektronik, dan eksperimental bukan sesuatu yang harus dipertahankan. Mereka lebih melihat musik sebagai medium untuk menyampaikan emosi. Latar belakang Anne dan Pierre turut membentuk cara mereka bermusik. Pierre tumbuh dengan musik klasik, tetapi juga akrab dengan rock, hingga musik elektronik. Sementara Anne memulai perjalanan musiknya secara otodidak sebelum melanjutkan pendidikan di konservatori.

Perbedaan latar tersebut menjadi ruang bagi keduanya untuk mencampurkan berbagai pengaruh musik tanpa harus memenuhi ekspektasi terhadap sebuah genre tertentu. Improvisasi menjadi bagian penting dalam permainan mereka, tetapi musik yang dibangun tidak kehilangan arah. Salah satu alasannya adalah hubungan musikal yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Pierre mengungkapkan, dirinya dan Anne telah bermain bersama selama lebih dari 15 tahun. Rentang waktu itu membuat keduanya memahami bahasa musik masing-masing.

Hubungan musikal yang panjang itu pula yang mereka bawa sepanjang tur di Indonesia. Dengan dukungan Institut Français d’Indonésie (IFI), Watchdog menjalani rangkaian tur di sejumlah kota. Mereka tampil di Jazz Gunung, ARTJog, Jazz Summit Indonesia, Road to The Papandayan Jazz Festival, hingga Sthala Ubud Village Jazz Festival. Selain itu, mereka juga melakukan kolaborasi rekaman langsung bersama musisi lokal di Lokananta, Solo.

Penampilan Watchdog di Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

 

Anne Quillier, Watchdog│Foto: tatkala.co/Dede

Tiga pekan berada di Indonesia mempertemukan Watchdog dengan musisi dan penonton dari berbagai kota. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan mereka sebelum akhirnya tiba di Ubud.

“Setelah tiga pekan di Indonesia, kami banyak bertemu dengan musisi-musisi yang sangat luar biasa. Kami juga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyambut dan menerima kami dengan baik,” ujar Anne.

Kehadiran Watchdog di Sthala berlangsung dalam konteks festival yang sejak awal mempertahankan jazz sebagai identitasnya. Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 merupakan penyelenggaraan ke-13 festival tersebut sejak pertama kali digelar pada 2013. Festival tahun ini berlangsung pada 7–8 Agustus 2026 dan sejak 2023 menggunakan Sthala, a Tribute Portfolio Hotel by Marriott, di Lodtunduh, Ubud, Gianyar, sebagai lokasi penyelenggaraan.

Lokasi itu turut membentuk pengalaman musisi dan pengunjung. Sthala berada di kawasan tepian Sungai Wos dengan kontur lahan bertingkat. Kondisi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga level ruang pertunjukan. Giri Stage berada di bagian atas dan merepresentasikan kawasan pegunungan. Di tengah terdapat Panggung Kolaborasi untuk workshop, komunitas, aktivitas kreatif, dan pertunjukan lintas disiplin. Sementara Subak Stage berada di bagian bawah, dekat sungai, dan merepresentasikan perjalanan air dari hulu menuju hilir.

Pada hari kedua, 8 Agustus 2026, Watchdog menjadi salah satu dari sembilan penampil yang mengisi dua panggung utama. Mereka tampil di Subak Stage bersama JZ.KA Trio, Dodot Trio, dan String Corner. Sementara Giri Stage menghadirkan Koko Harsoe & San Trio, Pong Nakornchai Ensemble, H Zettrio, Jadi Peperzak Quartet ft. Kasyfi Kalyasyena, serta Salamander Big Band sebagai penutup.

Anne Quillier (kiri) dan Pierre Horckmans (kanan) seusai tampil│Foto: tatkala.co/Dede

Para penonton Watchdog di Subak Stage, Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Pilihan menempatkan Watchdog di Subak Stage mempertemukan karakter musik mereka dengan ruang pertunjukan. Musik yang bergerak antara komposisi dan improvisasi bertemu dengan suasana senja dan aliran Sungai Wos. Melodi, ritme, dan efek elektronik terus berinteraksi, membentuk permainan yang bergerak tanpa harus diarahkan pada satu bentuk musik tertentu.

Bagi Pierre, pengalaman tampil di Ubud meninggalkan kesan tersendiri. Bukan hanya karena sambutan penonton, tetapi juga karena kesempatan berjumpa dengan musisi Indonesia.

“Sthala UVJF adalah salah satu event yang berkesan bagi kami. Untuk semua penikmat jazz di Indonesia kami mengucapkan terima kasih atas sambutannya. Senang juga bisa mengenal dan menyaksikan musisi-musisi jazz Indonesia yang luar biasa,” ucap Pierre seusai tampil.

Bagi Watchdog, perjalanan di Indonesia bukan hanya rangkaian pertunjukan dari satu kota ke kota lain. Tiga pekan tersebut mempertemukan mereka dengan musisi, komunitas, dan penonton yang berbeda-beda. Ubud kemudian menjadi tempat mereka mengakhiri perjalanan itu. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzjazzmusik jazzSthala Ubud Village Jazz Festival 2026Ubud Village Jazz FestivalUVJFUVJF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

Next Post

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails
Next Post
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co