14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
in Panggung
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Penampilan Watchdog di Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal Prancis itu menutup rangkaian tur mereka di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menjelang pukul 18.00 WITA, penonton mulai memenuhi area Subak Stage di tepian Sungai Wos. Anne Quillier dan Pierre Horckmans kemudian tampil sekitar 50 menit, membawa jazz kontemporer yang berpadu dengan improvisasi dan eksplorasi elektronik. Musik mereka mengalir di antara piano, saksofon, dan klarinet, sementara aliran Sungai Wos turut mengiringi komposisi yang dimainkan.

Watchdog memang tidak menempatkan musik mereka dalam satu batas genre. Duo ini dikenal sebagai kelompok jazz dengan sentuhan elektro dan eksperimental. Mereka pun telah merilis sejumlah album, di antaranya Fables, Les animaux n’existent pas, Can of Worms, dan You’re Welcome. Nama Watchdog sendiri terinspirasi dari konsep pengawasan masyarakat modern sekaligus interaksi dinamis antarmusisi di atas panggung.

Penampilan Watchdog di Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Watchdog, batas antara jazz, klasik, elektronik, dan eksperimental bukan sesuatu yang harus dipertahankan. Mereka lebih melihat musik sebagai medium untuk menyampaikan emosi. Latar belakang Anne dan Pierre turut membentuk cara mereka bermusik. Pierre tumbuh dengan musik klasik, tetapi juga akrab dengan rock, hingga musik elektronik. Sementara Anne memulai perjalanan musiknya secara otodidak sebelum melanjutkan pendidikan di konservatori.

Perbedaan latar tersebut menjadi ruang bagi keduanya untuk mencampurkan berbagai pengaruh musik tanpa harus memenuhi ekspektasi terhadap sebuah genre tertentu. Improvisasi menjadi bagian penting dalam permainan mereka, tetapi musik yang dibangun tidak kehilangan arah. Salah satu alasannya adalah hubungan musikal yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Pierre mengungkapkan, dirinya dan Anne telah bermain bersama selama lebih dari 15 tahun. Rentang waktu itu membuat keduanya memahami bahasa musik masing-masing.

Hubungan musikal yang panjang itu pula yang mereka bawa sepanjang tur di Indonesia. Dengan dukungan Institut Français d’Indonésie (IFI), Watchdog menjalani rangkaian tur di sejumlah kota. Mereka tampil di Jazz Gunung, ARTJog, Jazz Summit Indonesia, Road to The Papandayan Jazz Festival, hingga Sthala Ubud Village Jazz Festival. Selain itu, mereka juga melakukan kolaborasi rekaman langsung bersama musisi lokal di Lokananta, Solo.

Penampilan Watchdog di Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

 

Anne Quillier, Watchdog│Foto: tatkala.co/Dede

Tiga pekan berada di Indonesia mempertemukan Watchdog dengan musisi dan penonton dari berbagai kota. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan mereka sebelum akhirnya tiba di Ubud.

“Setelah tiga pekan di Indonesia, kami banyak bertemu dengan musisi-musisi yang sangat luar biasa. Kami juga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyambut dan menerima kami dengan baik,” ujar Anne.

Kehadiran Watchdog di Sthala berlangsung dalam konteks festival yang sejak awal mempertahankan jazz sebagai identitasnya. Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 merupakan penyelenggaraan ke-13 festival tersebut sejak pertama kali digelar pada 2013. Festival tahun ini berlangsung pada 7–8 Agustus 2026 dan sejak 2023 menggunakan Sthala, a Tribute Portfolio Hotel by Marriott, di Lodtunduh, Ubud, Gianyar, sebagai lokasi penyelenggaraan.

Lokasi itu turut membentuk pengalaman musisi dan pengunjung. Sthala berada di kawasan tepian Sungai Wos dengan kontur lahan bertingkat. Kondisi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga level ruang pertunjukan. Giri Stage berada di bagian atas dan merepresentasikan kawasan pegunungan. Di tengah terdapat Panggung Kolaborasi untuk workshop, komunitas, aktivitas kreatif, dan pertunjukan lintas disiplin. Sementara Subak Stage berada di bagian bawah, dekat sungai, dan merepresentasikan perjalanan air dari hulu menuju hilir.

Pada hari kedua, 8 Agustus 2026, Watchdog menjadi salah satu dari sembilan penampil yang mengisi dua panggung utama. Mereka tampil di Subak Stage bersama JZ.KA Trio, Dodot Trio, dan String Corner. Sementara Giri Stage menghadirkan Koko Harsoe & San Trio, Pong Nakornchai Ensemble, H Zettrio, Jadi Peperzak Quartet ft. Kasyfi Kalyasyena, serta Salamander Big Band sebagai penutup.

Anne Quillier (kiri) dan Pierre Horckmans (kanan) seusai tampil│Foto: tatkala.co/Dede

Para penonton Watchdog di Subak Stage, Sthala UVJF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Pilihan menempatkan Watchdog di Subak Stage mempertemukan karakter musik mereka dengan ruang pertunjukan. Musik yang bergerak antara komposisi dan improvisasi bertemu dengan suasana senja dan aliran Sungai Wos. Melodi, ritme, dan efek elektronik terus berinteraksi, membentuk permainan yang bergerak tanpa harus diarahkan pada satu bentuk musik tertentu.

Bagi Pierre, pengalaman tampil di Ubud meninggalkan kesan tersendiri. Bukan hanya karena sambutan penonton, tetapi juga karena kesempatan berjumpa dengan musisi Indonesia.

“Sthala UVJF adalah salah satu event yang berkesan bagi kami. Untuk semua penikmat jazz di Indonesia kami mengucapkan terima kasih atas sambutannya. Senang juga bisa mengenal dan menyaksikan musisi-musisi jazz Indonesia yang luar biasa,” ucap Pierre seusai tampil.

Bagi Watchdog, perjalanan di Indonesia bukan hanya rangkaian pertunjukan dari satu kota ke kota lain. Tiga pekan tersebut mempertemukan mereka dengan musisi, komunitas, dan penonton yang berbeda-beda. Ubud kemudian menjadi tempat mereka mengakhiri perjalanan itu. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzjazzmusik jazzSthala Ubud Village Jazz Festival 2026Ubud Village Jazz FestivalUVJFUVJF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

Next Post

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co