EMBUSAN angin menggoyangkan dedaunan. Dari balik pepohonan besar, embun pagi masih menyisakan kesejukan. Suara gemericik sungai terdengar di antara hijaunya vegetasi, berpadu dengan aroma tanah basah dan daun-daun tropis. Begitulah suasana yang menyambut ketika berada di Premadewi Resort A Pramana Experience. Desain kayu yang hangat berpadu dengan batu lokal dan dominasi material bambu pada atap, menciptakan arsitektur yang selaras dengan lingkungan sekaligus merefleksikan karakter tradisional Bali.
Ketenangan semacam itulah yang menjadi bagian dari pengalaman menginap di Premadewi Resort A Pramana Experience, resor terbaru di kawasan Ubud yang resmi memasuki masa soft opening pada 10 Agustus 2026. Berlokasi di Jalan Raya Pengosekan No. 2013, Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, resor ini berjarak sekitar 2,1 kilometer di sebelah selatan Monkey Forest.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita bunga serta pelepasan burung merpati dan ikan di kolam oleh pemilik resor, Ni Nyoman Suryani, bersama dua putri dan seorang putranya. Acara tersebut turut dihadiri jajaran manajemen Pramana Experience, perusahaan manajemen hospitality berbasis di Bali yang mengelola koleksi hotel, resort, dan villa dengan karakter khas di berbagai destinasi di Indonesia.
Memasuki area Premadewi, suasana Ubud terasa hadir dalam interpretasi yang lebih intim. Halaman resor didominasi kolam dan tanaman lokal, sementara patung Dewi Danu yang mengalirkan air menjadi salah satu elemen yang menyimpan filosofi kehidupan dalam tradisi Bali. Meski merupakan bagian dari penataan baru, penempatan elemen tersebut tetap mengikuti prinsip tata ruang dan simbolisme yang berakar pada tradisi Bali.

Dari area kolam renang bertingkat yang berada di bagian lebih tinggi, tamu dapat menikmati bentang alam pedesaan yang hijau dan subur. Perpaduan antara arsitektur, lanskap, air, serta vegetasi tropis menjadikan resor ini bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan ruang untuk memperlambat ritme dan menikmati suasana Ubud dengan lebih dekat.
Di balik kehadiran Premadewi Resort terdapat perjalanan panjang sebuah keluarga. Ni Nyoman Suryani mengatakan usaha tersebut tumbuh secara bertahap, berawal dari skala kecil hingga berkembang menjadi bagian dari pengembangan hospitality di kawasan Ubud.
Perjalanan itu tidak terlepas dari perjuangan keluarga dan dukungan masyarakat sekitar. Setelah sang suami meninggal dunia, proses pengembangan kemudian diteruskan oleh keluarga, termasuk anak, menantu, dan cucu. “Dari kondisi awal yang masih terbatas, pembangunan akhirnya dapat diteruskan hingga mencapai bentuk seperti sekarang,” ujar Suryani.
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan masyarakat dalam perjalanan usaha keluarga. Karena itu, dukungan yang diterima selama proses pengembangan diupayakan kembali memberi manfaat melalui keterlibatan dan kontribusi terhadap lingkungan sosial di sekitar kawasan.
Merayakan “Beauty of Ubud”
Premadewi Resort hadir dengan keyakinan sederhana bahwa keramahtamahan yang paling tulus berawal dari cinta yang murni dan perhatian sepenuh hati. Mengusung tagline “Beauty of Ubud”, resor ini mengajak tamu menikmati Ubud bukan hanya melalui keindahan alam, tetapi juga lewat pengalaman yang menyentuh koneksi personal, wellness, budaya, spiritualitas, serta kehangatan khas Bali.
CEO Pramana Experience, I Wayan Suarsa, mengatakan nama Premadewi berasal dari dua kata yang sarat makna. Prema merepresentasikan cinta yang tulus dan murni, sementara Dewi melambangkan keanggunan feminin, kasih sayang, keindahan, serta energi yang penuh perhatian. “Keduanya membentuk filosofi Premadewi sebagai sebuah sanctuary di mana setiap tamu dapat merasa diterima secara emosional, dihargai, dan benar-benar nyaman,” katanya.

Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam konsep intimate retreat. Kemewahan di Premadewi tidak semata-mata hadir melalui tampilan fisik, tetapi melalui detail yang penuh perhatian, pelayanan yang intuitif, koneksi emosional, serta keinginan untuk benar-benar merawat setiap tamu.
“Melalui tagline ‘Beauty of Ubud’, konsep yang kami tawarkan tidak sekadar menampilkan keindahan alam Ubud, tetapi juga mengajak wisatawan menikmati sisi lain Ubud melalui pengalaman yang lebih personal dan penuh makna,” ucapnya.
Konsep tersebut memadukan material alami, arsitektur yang terinspirasi dari Bali, serta kenyamanan kontemporer. Hasilnya adalah suasana yang menyatukan lingkungan tropis dengan pengalaman personal para tamu.
“Beauty of Ubud pun tidak berhenti pada keindahan visual. Filosofi tersebut diterjemahkan melalui keramahtamahan Bali yang tulus, koneksi romantis, budaya dan spiritualitas lokal, alam tropis, wellness, serta berbagai pengalaman manusia yang bermakna,” jelas Leon, sapaan akrabnya.
Experiential Hospitality
Premadewi Resort memiliki 10 Prema Suites dan 8 One Bedroom Wooden Pool Villas. Jumlah kamar yang relatif terbatas membuat resor ini mempertahankan atmosfer boutique resort yang personal dan intim. Sebanyak 10 Prema Suites, masing-masing berukuran sekitar 42 meter persegi, terinspirasi dari kehangatan rumah Bali. Material alami, tekstur yang hangat, detail lokal, serta pencahayaan alami menciptakan ruang yang nyaman dan intim untuk beristirahat.
Sementara bagi tamu yang menginginkan privasi lebih, tersedia delapan One Bedroom Wooden Pool Villas dengan luas sekitar 100 meter persegi. Villa ini menghadirkan arsitektur kayu yang khas, area tinggal yang luas, teras pribadi, taman tropis, serta kolam renang pribadi. Ruang tersebut dirancang untuk menikmati pagi yang tenang, sore yang santai, maupun waktu berkualitas bersama pasangan atau orang-orang terdekat.
Dengan karakter tersebut, Premadewi menyasar pasangan bulan madu, pasangan yang mencari privasi, wellness traveller, solo traveller, maupun kelompok kecil yang menginginkan pengalaman menginap yang lebih personal.

Pengalaman di Premadewi berlanjut ke meja makan melalui Anaman Restaurant. Berkonsep open-air dan menghadap taman tropis, restoran yang berada di lantai dua ini memadukan desain Bali yang terinspirasi bambu dengan suasana hangat dan santai.
Konsep kulinernya mengambil inspirasi dari kenyamanan masakan rumahan dengan pilihan menu Indonesia, Asia, dan Western. Bahan-bahan lokal yang segar menjadi bagian penting dalam pengalaman bersantap.
Mulai dari sarapan santai, makan siang kasual, hingga makan malam romantis ditemani cahaya lilin, Anaman Restaurant dirancang menjadi ruang yang dapat dinikmati sepanjang hari.
Untuk melengkapi pengalaman wellness, Premadewi menghadirkan Siram Spa yang terinspirasi dari keanggunan feminin, self-care, dan tradisi penyembuhan Bali. Dengan dua ruang perawatan privat, Siram Spa menawarkan rangkaian treatment yang memadukan bahan alami, teknik tradisional, serta perhatian yang ditujukan untuk membantu menenangkan tubuh dan pikiran sekaligus mengembalikan keseimbangan diri.
Pengalaman wellness di sini tidak sekadar berbicara tentang perawatan fisik. Tamu diajak berhenti sejenak dari kesibukan, kembali terhubung dengan diri sendiri, dan menikmati proses pemulihan secara lebih utuh.
Suasana tersebut diperkuat dengan keberadaan Yoga Shala berkonsep open-air yang dikelilingi taman tropis. Ruang ini dapat digunakan untuk yoga, meditasi, mindfulness, maupun private wellness session.
Bagi tamu yang ingin tetap menjaga rutinitas kebugaran selama berlibur, tersedia Fitness Center. Sementara infinity pool utama menjadi tempat untuk berenang, berjemur, atau sekadar menikmati suasana tropis Ubud.

Yang membuat Premadewi berbeda adalah konsep experiential hospitality yang dikembangkan melalui lima perjalanan bermakna. Masing-masing perjalanan dirancang berdasarkan unsur cinta, emosi, budaya, spiritualitas, dan penyembuhan.
Prema Yatra – The Journey of Love menghadirkan pengalaman romantis untuk merayakan koneksi, mulai dari romantic villa arrangement, flower bath, floating breakfast, candlelight dinner, proposal experience, hingga Balinese wedding blessing.
Rasa Yatra – The Journey of Emotion membawa tamu dalam perjalanan kuliner yang terinspirasi dari rasa dan emosi melalui signature dining experience, afternoon tea, serta sunset cocktail.
Banjar Yatra – The Journey of Culture memperkenalkan kehidupan dan tradisi masyarakat Bali melalui berbagai aktivitas seperti membuat canang sari, mengikuti kelas tari Bali, cooking experience, hingga kunjungan ke pura.
Sementara Atma Yatra – The Journey of the Soul menawarkan pengalaman spiritual melalui Balinese blessing, water purification atau melukat, sunrise yoga, dan meditasi. Adapun Shanti Yatra – The Journey of Healing berfokus pada perjalanan pemulihan melalui Balinese spa treatment, herbal healing ritual, dan sound-healing experience.
Kelima perjalanan tersebut menjadi fondasi konsep experiential hospitality Premadewi dan akan diperkenalkan secara bertahap selama masa soft opening.
Salah satu pengalaman khas yang disiapkan adalah Sandikala Ritual, yang terinspirasi dari makna sakral masa peralihan antara siang dan malam dalam filosofi Bali. Dilaksanakan menjelang matahari terbenam, ritual ini mengajak tamu berhenti sejenak ketika hari perlahan berganti malam. Lantunan lembut genta, aroma dupa, minuman herbal, serta suasana reflektif menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Sandikala menjadi gambaran bagaimana Premadewi menerjemahkan keramahtamahan. Bukan hanya melalui pelayanan, tetapi juga melalui keheningan, kesadaran, dan momen sederhana yang memungkinkan tamu terhubung kembali dengan dirinya maupun lingkungan sekitar.
Dengan karakter yang intim dan personal, Premadewi Resort dirancang sebagai tempat bagi pasangan bulan madu maupun wisatawan yang mencari privasi dan pengalaman bermakna. Resor ini juga dapat menjadi pilihan untuk intimate wedding, proposal, anniversary, Balinese blessing ceremony, wellness journey, solo restorative stay, hingga small group getaway.
Di Premadewi, kemewahan tidak didefinisikan semata melalui kemegahan fasilitas. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap tamu merasa selama berada di dalamnya—diterima, dihargai, diperhatikan, dan memiliki ruang untuk menikmati waktunya secara personal.
Semangat tersebut berakar pada kehangatan keramahtamahan Bali dan filosofi yadnya, yakni pelayanan yang diberikan dengan niat tulus, rasa hormat, dan perhatian. Tamu tidak diperlakukan sekadar sebagai pengunjung, melainkan sebagai individu yang preferensi, privasi, kenyamanan, serta pengalaman emosionalnya mendapat perhatian.
Filosofi ini sejalan dengan komitmen Pramana Experience melalui semangat “Genuine to the World”, yang menempatkan pelayanan tulus, budaya lokal, dan pengalaman tamu yang bermakna sebagai inti dari hospitality. Sampai di sini, Premadewi Resort tidak hanya menawarkan tempat untuk bermalam. Ia mencoba menghadirkan cara berbeda untuk menikmati Ubud—lebih perlahan, lebih intim, dan lebih dekat dengan alam, budaya, serta diri sendiri.
Di antara suara air, hijaunya pepohonan, arsitektur kayu dan bambu, serta keramahan yang berakar pada tradisi Bali, “Beauty of Ubud” menemukan maknanya bukan sekadar sebagai slogan, melainkan sebagai pengalaman yang dapat dirasakan sejak tamu pertama kali menginjakkan kaki di Premadewi.[T]
Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto






























