21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

Ni Made Ratminingsih by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
in Esai
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

Ni Made Ratminingsih

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan ditandai bukan sebagai kegelapan secara harfiah tanpa cahaya atau kegelapan tanpa ilmu pengetahuan, namun lebih kepada merosotnya nilai-nilai kebenaran (dharma). Banyak orang pintar di zaman ini, namun sering kepintaran itu tidak digunakan untuk hal-hal yang baik dan benar yang berlaku universal, tetapi sebaliknya kebenaran dan kebaikan yang didasarkan pada kepentingan pribadi dan kelompok semata. Dengan kepintarannya, manusia sering mengkemas kebohongan dan kejahatan melalui tampilan spiritualitas dan kebaikan palsu. Hukum dipelintir sana sini bahkan diubah-ubah demi kepentingan pribadi dan kelompok demi kekuasaan.

Orang-orang baik dan jujur di zaman ini justru banyak memilih diam, tidak mampu bersuara lantaran tidak punya kekuatan dan kekuasaan. Mereka juga banyak ditinggalkan karena tidak masuk dalam lingkarannya, mereka akan dibungkam supaya tidak bersuara.  Manakala berani bersuara, apalagi lantang dan mengkritisi dengan objektif dan tajam, mereka bisa terkena sangsi  melalui undang-undang yang dapat memenjarakan.

Di zaman Kali Yuga ini, dunia juga dipenuhi konflik dan berujung perang. Hal yang paling kontroversial, di balik kemajuan teknologi yang masif dan pesat yang mestinya semakin mendekatkan dunia dan menjadikannya semakin damai dengan diplomasi dan kerjasama global untuk saling memajukan dan menyejahterakan, justru berbalik. Perang Ukraina dengan Rusia sudah berjalan 4 tahun. Perang di jalur Gaza antara Palestina dan Israel tidak pernah berkesudahan sejak lama, bahkan sekarang memanas dengan hadirnya Iran yang mampu meluluhlantakkan Israel dengan ratusan rudalnya. Perang masih terus akan berlanjut. Adakah perang menguntungkan?

Perang dan konflik bersenjata lainnya yang berkedok atas nama ideologi, politik, kekuasaan bahkan demi perdamaian mungkin dianggap benar untuk sang penguasa untuk mempertahankan wilayah kekuasaan dan harga diri. Namun, pernahkah mereka berpikir akan dampak yang diakibatkannya?

Terlalu banyak yang dikorbankan olehnya. Infrastruktur yang dibangun dengan susah payah dan dalam jangka waktu yang lama dengan uang rakyat yang tak sedikit, semua luluh lantak dalam sekejap. Rumah sakit yang seharusnya menyehatkan orang sakit, justru hancur kena bom. Sekolah tempat menjadikan anak-anak pintar, maju, dan berkarakter pun tak luput dari kerusakan. Banyak rumah warga sipil hancur berkeping yang hanya menyisakan puing-puing. Tak hanya itu, banyak luka kemanusiaan yang ditimbulkan. Keluarga kehilangan orang-orang tercinta, anak kehilangan orangtua, perempuan menjadi janda kehilangan suami, orangtua kehilangan anak penerus kehidupannya, kematian seolah lumrah dalam perang. Masyarakat sipil yang tidak paham, mereka yang tak berdosa menjadi korban kebiadaban perang. Adakah perang menjadi harga yang pantas untuk semua ini?

Dimana nurani penguasa yang telah menerjadikan perang? Apakah mereka berpikir dampak dari keputusannya yang egois? Mereka tampak menutup mata terhadap penderitaan warga sipil demi untuk menunjukkan kekuasaan, kehebatan, dan kecanggihan peralatan perang yang dimiliki. Ini adalah sebuah kesombongan yang dipertontonkan, dengan rela mengorbankan warga yang tak berdosa.

Agama tidak pernah mengajarkan kita menjadi pembenci dan melakukan perang. Kurikulum pendidikan di semua negara selalu mengajarkan hal-hal yang bukan hanya terkait kepintaran, kemajuan, dan keterampilan, namun yang terpenting perilaku, sikap dan budi pekerti luhur. Kekerasan yang ditunjukkan lewat perang pun tidak pernah dihadirkan dalam kurikulum, karena pendidikan selalu menekankan pada memanusiakan manusia, sehingga peradaban dan perdamaian menjadi tolak ukur setiap negara yang ingin maju dan sejahtera.

Perang tidak pernah membawa solusi yang manusiawi. Perang tampaknya hanya menguntungkan bagi si pembuat dan penjual senjata serta mereka yang haus kekuasaan. Sisanya, hanyalah kehancuran baik fisik, material, moral, dan sosial. Bukan hanya yang kalah, tetapi juga yang menang.

Perang mengajarkan kita bahwa ambisi dan kekuasaan selalu membawa penderitaan yang jauh lebih besar. Terdapat kehancuran, luka, kehilangan yang tak tergantikan. Kekerasan bukanlah sebuah solusi, kekerasan hanyalah sebuah jalan pintas yang bukan menyelesaikan masalah. Justru perang menimbulkan lebih banyak masalah yakni masalah kemanusiaan.

Pelajaran yang dapat dipetik adalah bahwa perang telah menindas dan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Perdamaian tidak dihasilkan dari perang itu sendiri, namun dari kebesaran hati para pemimpin untuk tidak membenci, dendam, merasa paling hebat, namun memupuk rasa empati, rasa hormat, kesetaraan, saling berbagi, memberi dan menerima, melengkapi, dan saling memaafkan, dengan menghadirkan dialog-dialog kerjasama bilateral yang mutualisme. Bila semua nilai kebaikan ini dihadirkan oleh semua pemimpin dunia, niscaya perdamaian menjadi destinasi kehidupan yang beradab, bermartabat, dan menyejahterakan bagi keberlanjutan (sustainability) umat manusia. 

Semoga Indonesiaku tercinta dijauhkan dari perang fisik yang menyengsarakan, namun tetap menggelorakan semangat berperang dalam melawan kebodohan untuk menjadikan manusia Indonesia yang lebih baik, menjujung nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban, dan kemajuan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdekalah Bangsaku, Jayalah Negeriku, dan Majulah Indonesiaku. [T]

Singaraja, 11 Agustus 2026

Penulis: Prof. Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.
Editor: Adnyana Ole

Tags: HUT Kemerdekaan RIperang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

Next Post

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Ni Made Ratminingsih

Ni Made Ratminingsih

Prof. Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A., pengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Singaraja

Related Posts

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

Read moreDetails

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

by Isran Kamal
September 18, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

Read moreDetails

Menulis Kok Seperti Muntah?

by Angga Wijaya
September 18, 2026
0
Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

Read moreDetails
Next Post
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co