16 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kota Tua Tak Pernah Mati

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
in Tualang
Kota Tua Tak Pernah Mati

Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, telah memasuki hari ketiga atau hari terakhir. Sabtu Pon Gumbreg, 16 Mei 2026 pukul 09.00 WIB rombongan meninggalkan The Tavia Heretage Hotel, yang sebelumnya bernama Hotel Cempaka Putih di Jakarta Pusat.

Setelah sarapan, sambil menunggu pukul 09.00, dari Lantai 12 Kamar 1213 saya sendiri sekamar sehingga leluasa mengefektifkan waktu untuk menulis catatan perjalanan hari pertama pada Kamis, 14 Mei 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun. Itu pula sebabnya, saya paling belakang naik bus. HP saya berdering setelah menyerahkan Kunci Kamar di Resepsionis. Dering HP dari tour leader Edo Narayana. Orangnya muda, ganteng, kocak suka kocok perut dengan joke-joke-nya yang tak terduga. Strategi berkomunikasi itu adalah starter point bagi pemandu wisata untuk tidak menyenyakkan wisatawan dalam tidur. Sebagai seorang guru, metode yang dikembangkan Bli Edo berhasil menggairahkan penumpang yang rerata opersek (usia di atas 50). Request lagu pun bermunculan dari para penumpang bus untuk berkaraoke ria. Sepanjang perjalanan terasa penuh kenangan dan kehangatan.

Ada tiga tujuan pada hari ketiga di Jakarta : Kota Tua, ITC Mangga Dua, dan Rumah Makan Lembur Kuring. Bli Edo bagus genjing memberikan waktu satu setengah jam di Kota Tua. “Mara ngajak nak tua-tua, mai ajaka ke Kota Tua. Bagus juga, Kota Tua tak pernah mati”, seorang panglingsir desa adat nyeletuk, entah siapa. Saya tidak begitu ngeh.

Terlepas dari celetukan itu, saya paling menikmati situasi Kota Tua dibandingkan dua destinasi lainnya pada hari ketiga di Ibu Kota. Walaupun beberapa kali mengunjungi Kota Tua dalam tiga tahun terakhir, keberadaannya tetap menggedor-gedor batin saya. Mungkin benar kata panglingsir tadi, saya juga sudah tua. Jatuh cinta pada Kota Tua. Makin tua makin berdenyut nadi Kota Tua. Pengunjung tak pernah sepi. Dari anak-anak, remaja, dewasa, dan tua tumplek plek ke Kota Tua. Tiba-tiba saya ingat judul lagu Tua-Tua Keladi dari Anggun C. Sasmi yang debutnya memukau saat saya remaja pada awal 1990-an. Generasi minyak tanah pasti tahu lagu ini yang hit melalui acara Aneka Ria Safari setelah Acara Dunia Dalam Berita TVRI. Para remaja senior  dan yunior kota kala itu bergadang menunggu artis Ibu Kota di ruang tamu tempat kost. Menonton bareng dengan imajiasi-imajinasi tak terkatakan. Remaja matilesan raga, seperti saya, tidak mungkin nyujuh bulan.

Di Kota Tua, beberapa destinasi pavorit antara lain, museum sejarah, museum wayang, kantor post. Di sini yang dijual adalah masa lalu, peradaban, dan sejarah. Di lapangan yang luas, ada penyewaan sepeda untuk merasakan sensasi dan keseruan Ibu Kota. Pengunjung dari anak-anak dan remaja umumnya suka bersepedaan. Selain merasakan sensasi Ibu Kota, juga diunggah di media sosial masing-masing dengan latar gedung-gedung tua bersejarah. Bila haus dahaga, juga tersedia kafe dengan aneka jus buah, roti, dan minuman. Kota Tua memiliki kematangan dalam perencanaan destinasi wisata mengikuti selera zaman.

Namun di balik itu semua, yang menakjubkan sesungguhnya jejak peradaban bangunan-bangunan tua berusia abadan dan abadi hingga kini. Sebuah sindiran bagi pembangunan Gedung baru kini dengan usia pendek. Belum 5 tahun sudah roboh. Bahkan di Bali ada bangunan yang akan diplaspas, roboh sebelum bantennya datang. Kualitas bangunan mencerminkan kualitas manusia yang membangunnya. Gedung-gedung tua pasti dibangun dengan sungguh-sungguh, bahan terpilih, berkekuatan lama, dan visioner. Semangat membangunnya, semangat perang pejuang  45.  Berbeda dengan proyek-proyek pembangunan kini, berusia pendek, bahan asal-asalan, tampak gagah megah di permukaan, keropos di kedalaman. Semangat yang mengilhami ketergesa-gesaan, instan, dengan keuntungan besar. Dibuat gaya spanyol mencitrakan modernitas. Padahal arsitek tradisional Bali, tidak kalah taksunya.  

Jakarta dari Kamar 1213 The Tavia Heretage Hotel

Kota Tua mengajarkan banyak hal. Ketangguhan, kesungguhan, kebertahanan hidup, sejarah peradaban dari masa ke masa (Museum Fattahilah),  seni dan budaya (Museum Wayang), dan komunikasi (Kantor Pos). Berwisata ke Kota Tua adalah melacak jejak sejarah pusat perdagangan dan pemerintahan pada masa kolonial Belanda yang dalam catatan sejarah disebut berkuasa 350 tahun. Kini Indonesia sudah memasuki usia 81 Kemerdekaannya.

Kerusakan alam dan lingkungan begitu nyata. Teknologi makin maju tetapi peradaban terdegredasi. Etika, sopan santun kian menipis, silang wacana makin menganga. Kang sinangguh triguru, kehilangan marwah. Sampah komunikasi bertebaran. Bencana komunikasi pun berpotensi mengoyak kohesi dan koherensi kebangsaan. Keseruan permukaan dipuja, kedalaman makna ditelantarkan.

Maka, kebenaran baru pun lahir, yang berbeda dengan kebenaran itu sendiri. Inilah citra virtual yang disebut simulacra. Dunia penuh simulasi yang kehilangan otentisitas. Hal berkebalikan kita temukan di Kota Tua. Maka saatnya berguru ke Kota Tua. Menghirup nafas perjuangan untuk diinternalisasikan lalu divibrasikan ke luar.

Begitulah berguru ke Kota Tua selalu mengingatkan kita sebagai pejalan kehidupan merasakan healing ke masa lalu untuk eling dan sadar berdiri di sini, sekarang, dan  masa depan. Healing tentu saja lebih banyak diperoleh di ITC Mangga Dua yang menggedor-gedor isi dompet melayani kesenangan yang kadang-kadang bukan menjadi skala prioritas mengikuti selera pasar yang hedonis dan materialis. Mangga Dua memberikan karpet merah untuk  up date gaya hidup agar citra diri tampak menyala di Media Sosial.

Petualangan di Ibu Kota sesungguhnya perjalanan pulang kembali ke Bali. Sejalur dari Hotel-Kota Tua – ITC Mangga Dua lalu Rumah Makan Lembur Kuring. Di Rumah Makan Lembur Kuring, rombongan makan siang dengan hidangan yang sudah tersaji di masing-masing meja sehingga tidak perlu waktu lama. Jarak dari Lembur Kuring ke Bandara Soekarno–Hatta tidak lebih dari 10 menit.  

Krodit di Bandara Soekarno–Hatta juga dirasakan rombongan. Syukurnya, waktunya mencukupi untuk segala urusan sehingga semua anggota rombongan terfasilitasi dan tidak ada yang terlambat naik pesawat. Bayangkan, bila ada yang tertinggal, bukankah tidak ada terminal di udara yang memungkinkan calon penumpang menyetop pesawat dengan alasan terlambat ? Setop pak pilot, mau ikut numpang! Betapa konyolnya. [T]

Tags: Badungdesa adatJakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Next Post

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails
Next Post
Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban ---Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu
Ulas Musik

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

by I Made Kartawan
August 16, 2026
Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar
Pendidikan

Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana tahun 2026 melaksanakan serangkaian program kerja di Desa Sanding, Kecamatan...

by tatkala
August 16, 2026
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang
Khas

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara
Tualang

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital
Pendidikan

Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

KESEHATAN mental remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau sekolah. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali perubahan yang...

by tatkala
August 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Mengejar Embun Upas ——Saat Manusia Memburu Keajaiban yang Hanya Bertahan Sebentar di Dieng

Bagaimana mungkin satu fenomena alam yang sama dapat menjadi keajaiban bagi seseorang dan penderitaan bagi orang lain? Kita menunggu embun...

by Tri Nugroho Adi
August 16, 2026
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah
Khas

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan
Bahasa

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

by I Made Sudiana
August 15, 2026
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz
Esai

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

SAYA kembali membuka buku The Interpretation of Cultures karya Clifford Geertz setelah membaca sebuah berita tentang seorang lelaki yang tewas...

by Angga Wijaya
August 15, 2026
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia
Panggung

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi
Panggung

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Dari Duta SMA ke Duta Besar
Esai

Dari Duta SMA ke Duta Besar

SEJAK Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristekdikti, Program Duta SMA sudah diluncurkan tepatnya pada 2022 melalui  Direktorat SMA dan terus dilanjutkan...

by I Nyoman Tingkat
August 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co