17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kota Tua Tak Pernah Mati

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
in Tualang
Kota Tua Tak Pernah Mati

Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, telah memasuki hari ketiga atau hari terakhir. Sabtu Pon Gumbreg, 16 Mei 2026 pukul 09.00 WIB rombongan meninggalkan The Tavia Heretage Hotel, yang sebelumnya bernama Hotel Cempaka Putih di Jakarta Pusat.

Setelah sarapan, sambil menunggu pukul 09.00, dari Lantai 12 Kamar 1213 saya sendiri sekamar sehingga leluasa mengefektifkan waktu untuk menulis catatan perjalanan hari pertama pada Kamis, 14 Mei 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun. Itu pula sebabnya, saya paling belakang naik bus. HP saya berdering setelah menyerahkan Kunci Kamar di Resepsionis. Dering HP dari tour leader Edo Narayana. Orangnya muda, ganteng, kocak suka kocok perut dengan joke-joke-nya yang tak terduga. Strategi berkomunikasi itu adalah starter point bagi pemandu wisata untuk tidak menyenyakkan wisatawan dalam tidur. Sebagai seorang guru, metode yang dikembangkan Bli Edo berhasil menggairahkan penumpang yang rerata opersek (usia di atas 50). Request lagu pun bermunculan dari para penumpang bus untuk berkaraoke ria. Sepanjang perjalanan terasa penuh kenangan dan kehangatan.

Ada tiga tujuan pada hari ketiga di Jakarta : Kota Tua, ITC Mangga Dua, dan Rumah Makan Lembur Kuring. Bli Edo bagus genjing memberikan waktu satu setengah jam di Kota Tua. “Mara ngajak nak tua-tua, mai ajaka ke Kota Tua. Bagus juga, Kota Tua tak pernah mati”, seorang panglingsir desa adat nyeletuk, entah siapa. Saya tidak begitu ngeh.

Terlepas dari celetukan itu, saya paling menikmati situasi Kota Tua dibandingkan dua destinasi lainnya pada hari ketiga di Ibu Kota. Walaupun beberapa kali mengunjungi Kota Tua dalam tiga tahun terakhir, keberadaannya tetap menggedor-gedor batin saya. Mungkin benar kata panglingsir tadi, saya juga sudah tua. Jatuh cinta pada Kota Tua. Makin tua makin berdenyut nadi Kota Tua. Pengunjung tak pernah sepi. Dari anak-anak, remaja, dewasa, dan tua tumplek plek ke Kota Tua. Tiba-tiba saya ingat judul lagu Tua-Tua Keladi dari Anggun C. Sasmi yang debutnya memukau saat saya remaja pada awal 1990-an. Generasi minyak tanah pasti tahu lagu ini yang hit melalui acara Aneka Ria Safari setelah Acara Dunia Dalam Berita TVRI. Para remaja senior  dan yunior kota kala itu bergadang menunggu artis Ibu Kota di ruang tamu tempat kost. Menonton bareng dengan imajiasi-imajinasi tak terkatakan. Remaja matilesan raga, seperti saya, tidak mungkin nyujuh bulan.

Di Kota Tua, beberapa destinasi pavorit antara lain, museum sejarah, museum wayang, kantor post. Di sini yang dijual adalah masa lalu, peradaban, dan sejarah. Di lapangan yang luas, ada penyewaan sepeda untuk merasakan sensasi dan keseruan Ibu Kota. Pengunjung dari anak-anak dan remaja umumnya suka bersepedaan. Selain merasakan sensasi Ibu Kota, juga diunggah di media sosial masing-masing dengan latar gedung-gedung tua bersejarah. Bila haus dahaga, juga tersedia kafe dengan aneka jus buah, roti, dan minuman. Kota Tua memiliki kematangan dalam perencanaan destinasi wisata mengikuti selera zaman.

Namun di balik itu semua, yang menakjubkan sesungguhnya jejak peradaban bangunan-bangunan tua berusia abadan dan abadi hingga kini. Sebuah sindiran bagi pembangunan Gedung baru kini dengan usia pendek. Belum 5 tahun sudah roboh. Bahkan di Bali ada bangunan yang akan diplaspas, roboh sebelum bantennya datang. Kualitas bangunan mencerminkan kualitas manusia yang membangunnya. Gedung-gedung tua pasti dibangun dengan sungguh-sungguh, bahan terpilih, berkekuatan lama, dan visioner. Semangat membangunnya, semangat perang pejuang  45.  Berbeda dengan proyek-proyek pembangunan kini, berusia pendek, bahan asal-asalan, tampak gagah megah di permukaan, keropos di kedalaman. Semangat yang mengilhami ketergesa-gesaan, instan, dengan keuntungan besar. Dibuat gaya spanyol mencitrakan modernitas. Padahal arsitek tradisional Bali, tidak kalah taksunya.  

Jakarta dari Kamar 1213 The Tavia Heretage Hotel

Kota Tua mengajarkan banyak hal. Ketangguhan, kesungguhan, kebertahanan hidup, sejarah peradaban dari masa ke masa (Museum Fattahilah),  seni dan budaya (Museum Wayang), dan komunikasi (Kantor Pos). Berwisata ke Kota Tua adalah melacak jejak sejarah pusat perdagangan dan pemerintahan pada masa kolonial Belanda yang dalam catatan sejarah disebut berkuasa 350 tahun. Kini Indonesia sudah memasuki usia 81 Kemerdekaannya.

Kerusakan alam dan lingkungan begitu nyata. Teknologi makin maju tetapi peradaban terdegredasi. Etika, sopan santun kian menipis, silang wacana makin menganga. Kang sinangguh triguru, kehilangan marwah. Sampah komunikasi bertebaran. Bencana komunikasi pun berpotensi mengoyak kohesi dan koherensi kebangsaan. Keseruan permukaan dipuja, kedalaman makna ditelantarkan.

Maka, kebenaran baru pun lahir, yang berbeda dengan kebenaran itu sendiri. Inilah citra virtual yang disebut simulacra. Dunia penuh simulasi yang kehilangan otentisitas. Hal berkebalikan kita temukan di Kota Tua. Maka saatnya berguru ke Kota Tua. Menghirup nafas perjuangan untuk diinternalisasikan lalu divibrasikan ke luar.

Begitulah berguru ke Kota Tua selalu mengingatkan kita sebagai pejalan kehidupan merasakan healing ke masa lalu untuk eling dan sadar berdiri di sini, sekarang, dan  masa depan. Healing tentu saja lebih banyak diperoleh di ITC Mangga Dua yang menggedor-gedor isi dompet melayani kesenangan yang kadang-kadang bukan menjadi skala prioritas mengikuti selera pasar yang hedonis dan materialis. Mangga Dua memberikan karpet merah untuk  up date gaya hidup agar citra diri tampak menyala di Media Sosial.

Petualangan di Ibu Kota sesungguhnya perjalanan pulang kembali ke Bali. Sejalur dari Hotel-Kota Tua – ITC Mangga Dua lalu Rumah Makan Lembur Kuring. Di Rumah Makan Lembur Kuring, rombongan makan siang dengan hidangan yang sudah tersaji di masing-masing meja sehingga tidak perlu waktu lama. Jarak dari Lembur Kuring ke Bandara Soekarno–Hatta tidak lebih dari 10 menit.  

Krodit di Bandara Soekarno–Hatta juga dirasakan rombongan. Syukurnya, waktunya mencukupi untuk segala urusan sehingga semua anggota rombongan terfasilitasi dan tidak ada yang terlambat naik pesawat. Bayangkan, bila ada yang tertinggal, bukankah tidak ada terminal di udara yang memungkinkan calon penumpang menyetop pesawat dengan alasan terlambat ? Setop pak pilot, mau ikut numpang! Betapa konyolnya. [T]

Tags: Badungdesa adatJakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Next Post

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban ---Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara
Persona

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co