24 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kota Tua Tak Pernah Mati

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
in Tualang
Kota Tua Tak Pernah Mati

Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, telah memasuki hari ketiga atau hari terakhir. Sabtu Pon Gumbreg, 16 Mei 2026 pukul 09.00 WIB rombongan meninggalkan The Tavia Heretage Hotel, yang sebelumnya bernama Hotel Cempaka Putih di Jakarta Pusat.

Setelah sarapan, sambil menunggu pukul 09.00, dari Lantai 12 Kamar 1213 saya sendiri sekamar sehingga leluasa mengefektifkan waktu untuk menulis catatan perjalanan hari pertama pada Kamis, 14 Mei 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun. Itu pula sebabnya, saya paling belakang naik bus. HP saya berdering setelah menyerahkan Kunci Kamar di Resepsionis. Dering HP dari tour leader Edo Narayana. Orangnya muda, ganteng, kocak suka kocok perut dengan joke-joke-nya yang tak terduga. Strategi berkomunikasi itu adalah starter point bagi pemandu wisata untuk tidak menyenyakkan wisatawan dalam tidur. Sebagai seorang guru, metode yang dikembangkan Bli Edo berhasil menggairahkan penumpang yang rerata opersek (usia di atas 50). Request lagu pun bermunculan dari para penumpang bus untuk berkaraoke ria. Sepanjang perjalanan terasa penuh kenangan dan kehangatan.

Ada tiga tujuan pada hari ketiga di Jakarta : Kota Tua, ITC Mangga Dua, dan Rumah Makan Lembur Kuring. Bli Edo bagus genjing memberikan waktu satu setengah jam di Kota Tua. “Mara ngajak nak tua-tua, mai ajaka ke Kota Tua. Bagus juga, Kota Tua tak pernah mati”, seorang panglingsir desa adat nyeletuk, entah siapa. Saya tidak begitu ngeh.

Terlepas dari celetukan itu, saya paling menikmati situasi Kota Tua dibandingkan dua destinasi lainnya pada hari ketiga di Ibu Kota. Walaupun beberapa kali mengunjungi Kota Tua dalam tiga tahun terakhir, keberadaannya tetap menggedor-gedor batin saya. Mungkin benar kata panglingsir tadi, saya juga sudah tua. Jatuh cinta pada Kota Tua. Makin tua makin berdenyut nadi Kota Tua. Pengunjung tak pernah sepi. Dari anak-anak, remaja, dewasa, dan tua tumplek plek ke Kota Tua. Tiba-tiba saya ingat judul lagu Tua-Tua Keladi dari Anggun C. Sasmi yang debutnya memukau saat saya remaja pada awal 1990-an. Generasi minyak tanah pasti tahu lagu ini yang hit melalui acara Aneka Ria Safari setelah Acara Dunia Dalam Berita TVRI. Para remaja senior  dan yunior kota kala itu bergadang menunggu artis Ibu Kota di ruang tamu tempat kost. Menonton bareng dengan imajiasi-imajinasi tak terkatakan. Remaja matilesan raga, seperti saya, tidak mungkin nyujuh bulan.

Di Kota Tua, beberapa destinasi pavorit antara lain, museum sejarah, museum wayang, kantor post. Di sini yang dijual adalah masa lalu, peradaban, dan sejarah. Di lapangan yang luas, ada penyewaan sepeda untuk merasakan sensasi dan keseruan Ibu Kota. Pengunjung dari anak-anak dan remaja umumnya suka bersepedaan. Selain merasakan sensasi Ibu Kota, juga diunggah di media sosial masing-masing dengan latar gedung-gedung tua bersejarah. Bila haus dahaga, juga tersedia kafe dengan aneka jus buah, roti, dan minuman. Kota Tua memiliki kematangan dalam perencanaan destinasi wisata mengikuti selera zaman.

Namun di balik itu semua, yang menakjubkan sesungguhnya jejak peradaban bangunan-bangunan tua berusia abadan dan abadi hingga kini. Sebuah sindiran bagi pembangunan Gedung baru kini dengan usia pendek. Belum 5 tahun sudah roboh. Bahkan di Bali ada bangunan yang akan diplaspas, roboh sebelum bantennya datang. Kualitas bangunan mencerminkan kualitas manusia yang membangunnya. Gedung-gedung tua pasti dibangun dengan sungguh-sungguh, bahan terpilih, berkekuatan lama, dan visioner. Semangat membangunnya, semangat perang pejuang  45.  Berbeda dengan proyek-proyek pembangunan kini, berusia pendek, bahan asal-asalan, tampak gagah megah di permukaan, keropos di kedalaman. Semangat yang mengilhami ketergesa-gesaan, instan, dengan keuntungan besar. Dibuat gaya spanyol mencitrakan modernitas. Padahal arsitek tradisional Bali, tidak kalah taksunya.  

Jakarta dari Kamar 1213 The Tavia Heretage Hotel

Kota Tua mengajarkan banyak hal. Ketangguhan, kesungguhan, kebertahanan hidup, sejarah peradaban dari masa ke masa (Museum Fattahilah),  seni dan budaya (Museum Wayang), dan komunikasi (Kantor Pos). Berwisata ke Kota Tua adalah melacak jejak sejarah pusat perdagangan dan pemerintahan pada masa kolonial Belanda yang dalam catatan sejarah disebut berkuasa 350 tahun. Kini Indonesia sudah memasuki usia 81 Kemerdekaannya.

Kerusakan alam dan lingkungan begitu nyata. Teknologi makin maju tetapi peradaban terdegredasi. Etika, sopan santun kian menipis, silang wacana makin menganga. Kang sinangguh triguru, kehilangan marwah. Sampah komunikasi bertebaran. Bencana komunikasi pun berpotensi mengoyak kohesi dan koherensi kebangsaan. Keseruan permukaan dipuja, kedalaman makna ditelantarkan.

Maka, kebenaran baru pun lahir, yang berbeda dengan kebenaran itu sendiri. Inilah citra virtual yang disebut simulacra. Dunia penuh simulasi yang kehilangan otentisitas. Hal berkebalikan kita temukan di Kota Tua. Maka saatnya berguru ke Kota Tua. Menghirup nafas perjuangan untuk diinternalisasikan lalu divibrasikan ke luar.

Begitulah berguru ke Kota Tua selalu mengingatkan kita sebagai pejalan kehidupan merasakan healing ke masa lalu untuk eling dan sadar berdiri di sini, sekarang, dan  masa depan. Healing tentu saja lebih banyak diperoleh di ITC Mangga Dua yang menggedor-gedor isi dompet melayani kesenangan yang kadang-kadang bukan menjadi skala prioritas mengikuti selera pasar yang hedonis dan materialis. Mangga Dua memberikan karpet merah untuk  up date gaya hidup agar citra diri tampak menyala di Media Sosial.

Petualangan di Ibu Kota sesungguhnya perjalanan pulang kembali ke Bali. Sejalur dari Hotel-Kota Tua – ITC Mangga Dua lalu Rumah Makan Lembur Kuring. Di Rumah Makan Lembur Kuring, rombongan makan siang dengan hidangan yang sudah tersaji di masing-masing meja sehingga tidak perlu waktu lama. Jarak dari Lembur Kuring ke Bandara Soekarno–Hatta tidak lebih dari 10 menit.  

Krodit di Bandara Soekarno–Hatta juga dirasakan rombongan. Syukurnya, waktunya mencukupi untuk segala urusan sehingga semua anggota rombongan terfasilitasi dan tidak ada yang terlambat naik pesawat. Bayangkan, bila ada yang tertinggal, bukankah tidak ada terminal di udara yang memungkinkan calon penumpang menyetop pesawat dengan alasan terlambat ? Setop pak pilot, mau ikut numpang! Betapa konyolnya. [T]

Tags: Badungdesa adatJakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kota Tua Tak Pernah Mati
Tualang

Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat
Puisi

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

by Salman Alade
May 24, 2026
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito
Cerpen

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya
Khas

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba
Cerpen

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa
Puisi

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
Tradisi Mebat dalam Nuansa Modern yang Hidup di Four Points by Sheraton Bali, Kuta
Pariwisata

Tradisi Mebat dalam Nuansa Modern yang Hidup di Four Points by Sheraton Bali, Kuta

Sore itu, suasana di Four Points by Sheraton Bali tak seperti biasanya. Ketika para pekerja melakoni kegiatan budaya, yakni “ngebat”,...

by Nyoman Budarsana
May 23, 2026
The Sanur Lepas Tukik dengan Prosesi Budaya, Memperingati World Turtle Day Bali di Hari Tumpek Bubuh
Pariwisata

The Sanur Lepas Tukik dengan Prosesi Budaya, Memperingati World Turtle Day Bali di Hari Tumpek Bubuh

Ini bukan upacara melukat atau kegiatan membersihkan diri dan alam semesta, tetapi acara melepas tukik. Pagi, Sabtu 23 Mei 2026,...

by Nyoman Budarsana
May 23, 2026
Pulau Serangan dalam Serangan Zaman
Esai

Pulau Serangan dalam Serangan Zaman

Pulau Kecil yang Pernah Sunyi DAHULU, Pulau Serangan adalah pulau kecil yang sunyi di selatan Bali. Laut mengelilinginya dengan tenang,...

by Agung Sudarsa
May 23, 2026
Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0
Esai

Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

DI tengah derasnya perkembangan teknologi, kehidupan manusia berubah dengan sangat cepat. Hampir seluruh aktivitas kini bersentuhan dengan dunia digital, mulai...

by Dede Putra Wiguna
May 23, 2026
Catatan Perjalanan Janger Beringkit
Panggung

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit,...

by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co