7 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kota Tua Tak Pernah Mati

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
in Tualang
Kota Tua Tak Pernah Mati

Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, telah memasuki hari ketiga atau hari terakhir. Sabtu Pon Gumbreg, 16 Mei 2026 pukul 09.00 WIB rombongan meninggalkan The Tavia Heretage Hotel, yang sebelumnya bernama Hotel Cempaka Putih di Jakarta Pusat.

Setelah sarapan, sambil menunggu pukul 09.00, dari Lantai 12 Kamar 1213 saya sendiri sekamar sehingga leluasa mengefektifkan waktu untuk menulis catatan perjalanan hari pertama pada Kamis, 14 Mei 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun. Itu pula sebabnya, saya paling belakang naik bus. HP saya berdering setelah menyerahkan Kunci Kamar di Resepsionis. Dering HP dari tour leader Edo Narayana. Orangnya muda, ganteng, kocak suka kocok perut dengan joke-joke-nya yang tak terduga. Strategi berkomunikasi itu adalah starter point bagi pemandu wisata untuk tidak menyenyakkan wisatawan dalam tidur. Sebagai seorang guru, metode yang dikembangkan Bli Edo berhasil menggairahkan penumpang yang rerata opersek (usia di atas 50). Request lagu pun bermunculan dari para penumpang bus untuk berkaraoke ria. Sepanjang perjalanan terasa penuh kenangan dan kehangatan.

Ada tiga tujuan pada hari ketiga di Jakarta : Kota Tua, ITC Mangga Dua, dan Rumah Makan Lembur Kuring. Bli Edo bagus genjing memberikan waktu satu setengah jam di Kota Tua. “Mara ngajak nak tua-tua, mai ajaka ke Kota Tua. Bagus juga, Kota Tua tak pernah mati”, seorang panglingsir desa adat nyeletuk, entah siapa. Saya tidak begitu ngeh.

Terlepas dari celetukan itu, saya paling menikmati situasi Kota Tua dibandingkan dua destinasi lainnya pada hari ketiga di Ibu Kota. Walaupun beberapa kali mengunjungi Kota Tua dalam tiga tahun terakhir, keberadaannya tetap menggedor-gedor batin saya. Mungkin benar kata panglingsir tadi, saya juga sudah tua. Jatuh cinta pada Kota Tua. Makin tua makin berdenyut nadi Kota Tua. Pengunjung tak pernah sepi. Dari anak-anak, remaja, dewasa, dan tua tumplek plek ke Kota Tua. Tiba-tiba saya ingat judul lagu Tua-Tua Keladi dari Anggun C. Sasmi yang debutnya memukau saat saya remaja pada awal 1990-an. Generasi minyak tanah pasti tahu lagu ini yang hit melalui acara Aneka Ria Safari setelah Acara Dunia Dalam Berita TVRI. Para remaja senior  dan yunior kota kala itu bergadang menunggu artis Ibu Kota di ruang tamu tempat kost. Menonton bareng dengan imajiasi-imajinasi tak terkatakan. Remaja matilesan raga, seperti saya, tidak mungkin nyujuh bulan.

Di Kota Tua, beberapa destinasi pavorit antara lain, museum sejarah, museum wayang, kantor post. Di sini yang dijual adalah masa lalu, peradaban, dan sejarah. Di lapangan yang luas, ada penyewaan sepeda untuk merasakan sensasi dan keseruan Ibu Kota. Pengunjung dari anak-anak dan remaja umumnya suka bersepedaan. Selain merasakan sensasi Ibu Kota, juga diunggah di media sosial masing-masing dengan latar gedung-gedung tua bersejarah. Bila haus dahaga, juga tersedia kafe dengan aneka jus buah, roti, dan minuman. Kota Tua memiliki kematangan dalam perencanaan destinasi wisata mengikuti selera zaman.

Namun di balik itu semua, yang menakjubkan sesungguhnya jejak peradaban bangunan-bangunan tua berusia abadan dan abadi hingga kini. Sebuah sindiran bagi pembangunan Gedung baru kini dengan usia pendek. Belum 5 tahun sudah roboh. Bahkan di Bali ada bangunan yang akan diplaspas, roboh sebelum bantennya datang. Kualitas bangunan mencerminkan kualitas manusia yang membangunnya. Gedung-gedung tua pasti dibangun dengan sungguh-sungguh, bahan terpilih, berkekuatan lama, dan visioner. Semangat membangunnya, semangat perang pejuang  45.  Berbeda dengan proyek-proyek pembangunan kini, berusia pendek, bahan asal-asalan, tampak gagah megah di permukaan, keropos di kedalaman. Semangat yang mengilhami ketergesa-gesaan, instan, dengan keuntungan besar. Dibuat gaya spanyol mencitrakan modernitas. Padahal arsitek tradisional Bali, tidak kalah taksunya.  

Jakarta dari Kamar 1213 The Tavia Heretage Hotel

Kota Tua mengajarkan banyak hal. Ketangguhan, kesungguhan, kebertahanan hidup, sejarah peradaban dari masa ke masa (Museum Fattahilah),  seni dan budaya (Museum Wayang), dan komunikasi (Kantor Pos). Berwisata ke Kota Tua adalah melacak jejak sejarah pusat perdagangan dan pemerintahan pada masa kolonial Belanda yang dalam catatan sejarah disebut berkuasa 350 tahun. Kini Indonesia sudah memasuki usia 81 Kemerdekaannya.

Kerusakan alam dan lingkungan begitu nyata. Teknologi makin maju tetapi peradaban terdegredasi. Etika, sopan santun kian menipis, silang wacana makin menganga. Kang sinangguh triguru, kehilangan marwah. Sampah komunikasi bertebaran. Bencana komunikasi pun berpotensi mengoyak kohesi dan koherensi kebangsaan. Keseruan permukaan dipuja, kedalaman makna ditelantarkan.

Maka, kebenaran baru pun lahir, yang berbeda dengan kebenaran itu sendiri. Inilah citra virtual yang disebut simulacra. Dunia penuh simulasi yang kehilangan otentisitas. Hal berkebalikan kita temukan di Kota Tua. Maka saatnya berguru ke Kota Tua. Menghirup nafas perjuangan untuk diinternalisasikan lalu divibrasikan ke luar.

Begitulah berguru ke Kota Tua selalu mengingatkan kita sebagai pejalan kehidupan merasakan healing ke masa lalu untuk eling dan sadar berdiri di sini, sekarang, dan  masa depan. Healing tentu saja lebih banyak diperoleh di ITC Mangga Dua yang menggedor-gedor isi dompet melayani kesenangan yang kadang-kadang bukan menjadi skala prioritas mengikuti selera pasar yang hedonis dan materialis. Mangga Dua memberikan karpet merah untuk  up date gaya hidup agar citra diri tampak menyala di Media Sosial.

Petualangan di Ibu Kota sesungguhnya perjalanan pulang kembali ke Bali. Sejalur dari Hotel-Kota Tua – ITC Mangga Dua lalu Rumah Makan Lembur Kuring. Di Rumah Makan Lembur Kuring, rombongan makan siang dengan hidangan yang sudah tersaji di masing-masing meja sehingga tidak perlu waktu lama. Jarak dari Lembur Kuring ke Bandara Soekarno–Hatta tidak lebih dari 10 menit.  

Krodit di Bandara Soekarno–Hatta juga dirasakan rombongan. Syukurnya, waktunya mencukupi untuk segala urusan sehingga semua anggota rombongan terfasilitasi dan tidak ada yang terlambat naik pesawat. Bayangkan, bila ada yang tertinggal, bukankah tidak ada terminal di udara yang memungkinkan calon penumpang menyetop pesawat dengan alasan terlambat ? Setop pak pilot, mau ikut numpang! Betapa konyolnya. [T]

Tags: Badungdesa adatJakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Next Post

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
0
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

Read moreDetails

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
0
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails
Next Post
Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban ---Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co