3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berguru ke Baduy Luar

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
in Tualang
Berguru ke Baduy Luar

Berguru di Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14 Mei 2026,  studi Tiru dilanjutkan ke Suku Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026. Rombongan yang menginap di The Tavia Heritage Hotel Jakarta Pusat berangkat menunju Baduy Luar sekitar pukul 07.30 WIB setelah sarapan. Waktu tempuh dari Jakarta ke Baduy Luar sekitar 4 jam perjalanan melalui aneka rupa jalan dan aneka moda transportasi. Dari jalan tol yang halus mulus hingga jalan berlubang, dari jalan berbayar elektronik sampai jalan berbayar ala Pak Ogah. Walaupun pungutan tidak resmi, gaya Pak Ogah ini cukup membantu di tengah kroditnya lalu lintas.

Lebih seru dan penuh kejutan adalah penggunaan moda transpotasi yang tidak teragendakan dalam rute perjalanan. Setelah perjalanan sekitar 3,5 jam dari hotel tempat menginap, rombongan tiba di Desa Cibungur. Bus yang kami tumpangi tidak bisa lewat karena sedang perbaikan jalan. Sekitar 30 menit rombongan menepi. Ada yang menyerbu ke warung pinggir jalan, ada juga memilih berteduh di bawah pohon rindang di rumah penduduk yang halamannya luas dan terbuka. Tuan rumah merasa terhormat lalu menyeduhkan kopi pada semua yang mampir. Bahkan tuan rumah tampak pergi ke warung sebelah membeli kopi saset demi pelayanan wisatawan dari Badung Bali.

Setelah berbasa-basi sambil ngopi sesuai permintaan  (manis, pahit, sedikit gula), kami meninggalkan jamuan kopi di rumah milik Padaman yang sejuk dan bersahabat. Sesaat menjelang pamit, Padaman pulang dari Sholat Jumat dan menemui rombongan dengan ramah seraya mempersilakan kami menyeruput kopi yang nyaris sudah habis. Kami pun mengabadikan semangat manyama braya ini melalui kamera Hp.  I Nyoman Wirayun perwakilan Bandesa Adat Tanjung Benoa menitipkan uang Rp 100.000,00 kepada ibu rumah tangga sebagai tanda terima kasih. “Saya tidak berjualan,” kata ibu rumah pemilik rumah yang ramah. “Saya juga tidak membeli,” kata Wirayun pekerja pariwisata di Tanjung selain sebagai pangayah di Desa Adat.

Istirahat dan bersantap di Baduy Luar

Nilai positif dari bus tidak bisa masuk ke Baduy Luar adalah bertambahnya persaudaraan dan pertolongan pun dipermudah. Rombongan akhirnya dipecah menuju Baduy Luar mengunakan aneka moda transportasi : truk, pick up, ojek. Sampai di mulut Desa Kanekes Baduy Luar, rombongan berjalan kaki menuju Kantor Desa Adat.  Maka, lengkaplah moda transportasi yang kami gunakan. Terbang dengan pesawat dengan ciri khas pantun menyapa penumpang, Citylink dari Denpasar ke Bandara Soekarno-Hatta lalu naik bus menuju Rawamangun – Cibungur, Kecamatan Leuwidamar,  Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Sekitar pukul 11.30 WIB kami sampai di pertigaan menuju  pusat Desa Kanekes disambut patung orang tua bersama dua anak. Dari penelusuran kanal berita on line, patung itu menggambarkan Suku Anak Baduy Luar. Patung itu secara verbal bisa diterjemahkan menjadi ; dua anak cukup. Sebuah iklan Kampanye era Orde Baru untuk menyuksekan Program KB. Kini, program itu dikoreksi Gubernur Koster untuk melestarikan KB Bali : 4 anak sehingga Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut tetap lestari.

 Di bawah patung bertuliskan, “Selamat Datang di Cibogeger” dengan tulisan lusuh nyaris tak terbaca.  Pertanyaannya, “Mengapa tidak menuliskan Selamat Datang di Desa Kanekes?”

Jakim penduduk Kanekes memberikan penjelasan bahwa patung itu berada di perbatasan Baduy Luar tepatnya di Ciboleger Desa Bojong Menteng sebagai desa penyangga batas Baduy Luar. Persimpangan Ciboleger adalah gerbang menuju Desa Kanekes Baduy Luar. Jaraknya tidak jauh. Namun, saya dan beberapa rombongan tampaknya juga dimanfaatkan oleh para pengojek dengan tawaran harga Rp 10.000,00 – 20.000,00 menuju Kantor Adat Kanekes. Ciboleger tampaknya menjadi pusat transaksi luar menuju Desa Kanekes. Sejumlah tukang ojek menawarkan jasa, perempuan-perempuan setengah baya menawarkan tongkat dari kayu sengon dan manium yang ukurannya seragam dan dikelupas bagian ujung pengangannya. Harga tongkatnya Rp 5.000,00 sekali pakai selama menapaki Desa Kanekes yang terus menanjak.

Kami diterima Kepala Adat Kanekes di kantor adat berupa balai terbuka. Para dayang tampak  mengintip kami dari jendela gedeg. Saya pikir, mereka perempuan pingitan era R.A. Kartini. Dari tatapan mata gadis yang mengintip ke luar, betapa mereka punya keinginan ke luar dari sangkar adat. Atas nama adat, mereka tunduk pada kepatuhan tetua.

Rombongan Bandesa Adat dari Badung diterima oleh Pak Jarwo petinggi Desa Adat Baduy Luar di gedung berbentuk balai terbuka, mirip ampik rumah Bali tempo doeloe. “Kami bangga atas kedatangan saudara dari Bali. Bali memang luar biasa”, Pak Jarwo memuji.

Istirahat dan bersantap di Baduy Luar

Rombongan dijamu makan siang dengan duduk bersila khas adat, sedangkan para ibu duduk santai sambil berfoto ria. Balai terbuka yang cukup luas mirip Balai Desa Tenganan di Bali, yang kuat memegang tradisi. Beberapa kain tenun adat menggelantung di Balai-Balai rumah adat menunggu pembeli datang. Tidak ada yang agresif menawarkan seperti pedagang acung pada umumnya.

  Selesai makan, semua rombongan disiagakan minuman kopi oleh  Kepala Adat. Kepala Adat yang langsung melayani kami, berbeda dengan  Desa Adat di Bali pada umumnya, pelayannya para ibu atau gadis perempuan.

Makan siang di rumah adat Suku Baduy Luar adalah sebuah kehormatan. Nasi kotaknya juga dipesankan oleh pihak tuan rumah. Sama sebangun dengan makan malam di Jaba Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur. Ibarat manyama braya, berbagi dengan braya. Saling menghidupkan dan menghidupi. Serasa mimpi bersama ; menjaga dan meneguhkan adat !

Sejumlah warga Desa Kanekes yang sempat saya tanyakan baik yang muda maupun yang tua, mereka tidak bersekolah. Anehnya, mereka bisa membaca, menulis, dan bermedia sosial. Bahkan putri Bandesa Tengkulung Kuta Selatan bertiktokan dengan sahabat di Baduy. “Anak saya punya teman tiktok dari Baduy Luar”, kata I Gede Eka Surawan Bandesa Tengkulung.

Berfoto di Ciboleger

 Dari mana mereka bisa membaca dan bermedia sosial? Jawabannya sungguh di luar dugaan. “Kami diajar, bukan belajar. Belajar secara otodidak dengan siapa saja, secara sukarela. Kalau belajar, mesti ada guru dengan jadwal teratur dan sistematis”, kata Jakim yang berjualan aneka kerajinan di rumahnya bersama anak dan istri.

Jawaban itu terasa aneh karena hanya beberapa meter dari  Desa Baduy Luar ada Sekolah Dasar Negeri 2 Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar  Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Kehadiran SD Negeri dengan Akreditasi B itu seperti ajakan mencerdaskan anak-anak Baduy Luar itu melalui jalur pendidikan formal. Walaupun belum bersambut. kehadiran rombongan Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Kabupaten Badung, Bali ke Baduy Luar mencitrakan pesan berguru. Berguru ke Baduy Luar. Sayangnya, rombongan tidak sampai ke Baduy Dalam sehingga pembelajaran mendalam pun masih gamang. [T]

Tags: desa adatmasyarakat adatpariwisata provinsi bantenProvinsi BantenSuku BaduySuku Baduy Luar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Besar Cerita, Besar Berita

Next Post

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
0
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

Read moreDetails

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
0
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails
Next Post
Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co