14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berguru ke Baduy Luar

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
in Tualang
Berguru ke Baduy Luar

Berguru di Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14 Mei 2026,  studi Tiru dilanjutkan ke Suku Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026. Rombongan yang menginap di The Tavia Heritage Hotel Jakarta Pusat berangkat menunju Baduy Luar sekitar pukul 07.30 WIB setelah sarapan. Waktu tempuh dari Jakarta ke Baduy Luar sekitar 4 jam perjalanan melalui aneka rupa jalan dan aneka moda transportasi. Dari jalan tol yang halus mulus hingga jalan berlubang, dari jalan berbayar elektronik sampai jalan berbayar ala Pak Ogah. Walaupun pungutan tidak resmi, gaya Pak Ogah ini cukup membantu di tengah kroditnya lalu lintas.

Lebih seru dan penuh kejutan adalah penggunaan moda transpotasi yang tidak teragendakan dalam rute perjalanan. Setelah perjalanan sekitar 3,5 jam dari hotel tempat menginap, rombongan tiba di Desa Cibungur. Bus yang kami tumpangi tidak bisa lewat karena sedang perbaikan jalan. Sekitar 30 menit rombongan menepi. Ada yang menyerbu ke warung pinggir jalan, ada juga memilih berteduh di bawah pohon rindang di rumah penduduk yang halamannya luas dan terbuka. Tuan rumah merasa terhormat lalu menyeduhkan kopi pada semua yang mampir. Bahkan tuan rumah tampak pergi ke warung sebelah membeli kopi saset demi pelayanan wisatawan dari Badung Bali.

Setelah berbasa-basi sambil ngopi sesuai permintaan  (manis, pahit, sedikit gula), kami meninggalkan jamuan kopi di rumah milik Padaman yang sejuk dan bersahabat. Sesaat menjelang pamit, Padaman pulang dari Sholat Jumat dan menemui rombongan dengan ramah seraya mempersilakan kami menyeruput kopi yang nyaris sudah habis. Kami pun mengabadikan semangat manyama braya ini melalui kamera Hp.  I Nyoman Wirayun perwakilan Bandesa Adat Tanjung Benoa menitipkan uang Rp 100.000,00 kepada ibu rumah tangga sebagai tanda terima kasih. “Saya tidak berjualan,” kata ibu rumah pemilik rumah yang ramah. “Saya juga tidak membeli,” kata Wirayun pekerja pariwisata di Tanjung selain sebagai pangayah di Desa Adat.

Istirahat dan bersantap di Baduy Luar

Nilai positif dari bus tidak bisa masuk ke Baduy Luar adalah bertambahnya persaudaraan dan pertolongan pun dipermudah. Rombongan akhirnya dipecah menuju Baduy Luar mengunakan aneka moda transportasi : truk, pick up, ojek. Sampai di mulut Desa Kanekes Baduy Luar, rombongan berjalan kaki menuju Kantor Desa Adat.  Maka, lengkaplah moda transportasi yang kami gunakan. Terbang dengan pesawat dengan ciri khas pantun menyapa penumpang, Citylink dari Denpasar ke Bandara Soekarno-Hatta lalu naik bus menuju Rawamangun – Cibungur, Kecamatan Leuwidamar,  Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Sekitar pukul 11.30 WIB kami sampai di pertigaan menuju  pusat Desa Kanekes disambut patung orang tua bersama dua anak. Dari penelusuran kanal berita on line, patung itu menggambarkan Suku Anak Baduy Luar. Patung itu secara verbal bisa diterjemahkan menjadi ; dua anak cukup. Sebuah iklan Kampanye era Orde Baru untuk menyuksekan Program KB. Kini, program itu dikoreksi Gubernur Koster untuk melestarikan KB Bali : 4 anak sehingga Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut tetap lestari.

 Di bawah patung bertuliskan, “Selamat Datang di Cibogeger” dengan tulisan lusuh nyaris tak terbaca.  Pertanyaannya, “Mengapa tidak menuliskan Selamat Datang di Desa Kanekes?”

Jakim penduduk Kanekes memberikan penjelasan bahwa patung itu berada di perbatasan Baduy Luar tepatnya di Ciboleger Desa Bojong Menteng sebagai desa penyangga batas Baduy Luar. Persimpangan Ciboleger adalah gerbang menuju Desa Kanekes Baduy Luar. Jaraknya tidak jauh. Namun, saya dan beberapa rombongan tampaknya juga dimanfaatkan oleh para pengojek dengan tawaran harga Rp 10.000,00 – 20.000,00 menuju Kantor Adat Kanekes. Ciboleger tampaknya menjadi pusat transaksi luar menuju Desa Kanekes. Sejumlah tukang ojek menawarkan jasa, perempuan-perempuan setengah baya menawarkan tongkat dari kayu sengon dan manium yang ukurannya seragam dan dikelupas bagian ujung pengangannya. Harga tongkatnya Rp 5.000,00 sekali pakai selama menapaki Desa Kanekes yang terus menanjak.

Kami diterima Kepala Adat Kanekes di kantor adat berupa balai terbuka. Para dayang tampak  mengintip kami dari jendela gedeg. Saya pikir, mereka perempuan pingitan era R.A. Kartini. Dari tatapan mata gadis yang mengintip ke luar, betapa mereka punya keinginan ke luar dari sangkar adat. Atas nama adat, mereka tunduk pada kepatuhan tetua.

Rombongan Bandesa Adat dari Badung diterima oleh Pak Jarwo petinggi Desa Adat Baduy Luar di gedung berbentuk balai terbuka, mirip ampik rumah Bali tempo doeloe. “Kami bangga atas kedatangan saudara dari Bali. Bali memang luar biasa”, Pak Jarwo memuji.

Istirahat dan bersantap di Baduy Luar

Rombongan dijamu makan siang dengan duduk bersila khas adat, sedangkan para ibu duduk santai sambil berfoto ria. Balai terbuka yang cukup luas mirip Balai Desa Tenganan di Bali, yang kuat memegang tradisi. Beberapa kain tenun adat menggelantung di Balai-Balai rumah adat menunggu pembeli datang. Tidak ada yang agresif menawarkan seperti pedagang acung pada umumnya.

  Selesai makan, semua rombongan disiagakan minuman kopi oleh  Kepala Adat. Kepala Adat yang langsung melayani kami, berbeda dengan  Desa Adat di Bali pada umumnya, pelayannya para ibu atau gadis perempuan.

Makan siang di rumah adat Suku Baduy Luar adalah sebuah kehormatan. Nasi kotaknya juga dipesankan oleh pihak tuan rumah. Sama sebangun dengan makan malam di Jaba Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur. Ibarat manyama braya, berbagi dengan braya. Saling menghidupkan dan menghidupi. Serasa mimpi bersama ; menjaga dan meneguhkan adat !

Sejumlah warga Desa Kanekes yang sempat saya tanyakan baik yang muda maupun yang tua, mereka tidak bersekolah. Anehnya, mereka bisa membaca, menulis, dan bermedia sosial. Bahkan putri Bandesa Tengkulung Kuta Selatan bertiktokan dengan sahabat di Baduy. “Anak saya punya teman tiktok dari Baduy Luar”, kata I Gede Eka Surawan Bandesa Tengkulung.

Berfoto di Ciboleger

 Dari mana mereka bisa membaca dan bermedia sosial? Jawabannya sungguh di luar dugaan. “Kami diajar, bukan belajar. Belajar secara otodidak dengan siapa saja, secara sukarela. Kalau belajar, mesti ada guru dengan jadwal teratur dan sistematis”, kata Jakim yang berjualan aneka kerajinan di rumahnya bersama anak dan istri.

Jawaban itu terasa aneh karena hanya beberapa meter dari  Desa Baduy Luar ada Sekolah Dasar Negeri 2 Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar  Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Kehadiran SD Negeri dengan Akreditasi B itu seperti ajakan mencerdaskan anak-anak Baduy Luar itu melalui jalur pendidikan formal. Walaupun belum bersambut. kehadiran rombongan Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Kabupaten Badung, Bali ke Baduy Luar mencitrakan pesan berguru. Berguru ke Baduy Luar. Sayangnya, rombongan tidak sampai ke Baduy Dalam sehingga pembelajaran mendalam pun masih gamang. [T]

Tags: desa adatmasyarakat adatpariwisata provinsi bantenProvinsi BantenSuku BaduySuku Baduy Luar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Besar Cerita, Besar Berita

Next Post

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co