27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
in Tualang
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di Pantai Merta Sari Sanur, Desa Adat Intaran, Denpasar Selatan. Kegiatan pembelajaran yang berttajuk “Konservasi Terumbu Karang” ini adalah salah satu bagian dari Program Aksi Nyata Trihita Karana (Astakarana)  OSIS Toska di bidang Palemahan. Sebelumnya, bertepatan dengan Purnama Kadasa pada 2 April 2026 telah dilaksanakan kegiatan bidang Parhyangan dengan persembahyangan bersama ke Pura Ulun Danu Batur dan Besakih serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh. Selanjutnya, bidang Pawongan rencana diisi dengan kegiatan kunjungan ke Panti Asuhan pada Mei 2026.

Kegiatan Konservasi Terumbu Karang ini diikuti oleh Pengurus OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) didampingi pembina dari guru dan pegawai. Kegiatan ini berlangsung setengah hari menjelang air laut surut, mulai pukul 13.00 Wita. Pembelajaran berbasis alam ini  dirangkaikan dengan kegiatan sekala merayakan Tumpek Landep (Sabtu Kliwon, 18 April 2026), selain mengajak siswa untuk peduli lingkungan pesisir yang kaya raya, tetapi diterpa isu sampah yang tidak berkesudahan. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama antara Toska dan Yayasan Rumah Koral Bali yang membudidayakan Terumbu Karang di Pantai Merta Sari Sanur sejak tahun 2022.

 Menurut I Made Yunarta, S.Si., M.Si., yang menjadi narasumber sekaligus pemandu ke tengah Sekeh Pantai Merta Sari, Siswa Toska sangat semangat mengikuti sesi materi berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan Pantai Merta Sari. “Salut buat anak-anak Toska yang semangat, aktif bertanya di sesi kelas. Kelas alam yang rindang di bawah pohon Ketapang berlatar jukung nelayan, dengan angin sepoi-sepoi. Deburan ombak tiada henti dan para tamu yang datang silih berganti, tidak membuyarkan semangat dan konsentrasi mereka”, kata Yunarta yang akrab dipanggil Bli Jo asal Ketewel Gianyar  alumi S-2 Ilmu Lingkungan Unud dan S-1 Ilmu Kelautan Unud.

Ada sejumlah pesan penting dari Bli Jo buat anak-anak Toska. Pertama, ajakan  merawat bumi secara bersama-sama khususnya di daerah pesisir agar tetap seimbang daya dukungnya, baik pasir, terumbu karang, dan rumput lautnya maupun komunitas ikan di dalamnya. Kedua, menjaga keseimbangan alam laut yang menyediakan kebutuhan manusia akan sumber makanan berprotein dan bergizi. Itu pula sebabnya, warga Toska diajak melakukan aksi bersih sampah plastik di sepanjang Pantai Merta Sari Sanur, sebelum nyemplung ke tengah laut mengamati proses konservasi terumbu karang.  Ketiga, kegiatan ini mengintegrasikan pembelajaran lintas mata pelajaran untuk mengaplikasikan Visi Sat Kerthi Loka Bali, khususnya Segara Kerthi untuk memuliakan laut dengan segala isinya. Integrasi lintas mata pelajaran ini bergantung pada kejelian para guru menemukan irisan materi yang berpotensi saling menguatkan pemahaman siswa secara luas dan mendalam sesuai dengan deep learning approach.

 Selesai sesi materi di Pantai, para siswa diangkut dengan jukung ke tengah laut Sekeh  dengan kedalaman yang tidak membahayakan apalagi semakin sore laut makin surut dan air semakin dangkal. Tantangannya, semakin dangkal air laut, jukung tidak bisa melintas, kano juga kesulitan didayung. Maklumlah, sepanjang Sekeh Merta Sari, rumput laut yang disebut lamun  berdaun lebar dan panjang tumbuh subur. Berbeda dengan lamun di seputar Pantai Pandawa, daunnya kecil tidak panjang.

Tantangan itu berhasil diterobos para siswa Toska dipandu Bli Jo bersama dua mbak pegiat di Rumah  Coral Bali di Pantai  Merta Sari Sanur. Berdirinya Rumah Coral Bali ini  terinspirasi dari kerusakan  terumbu karang yang makin meresahkan. “Keresahan nelayan terhadap kerusakan terumbu karang, membuat saya konsen untuk melakukan konservasi secara berkelanjutan bersama teman-teman. Pegiat rata-rata dari luar Bali”, kata Bli Jo yang mengaku sudah ditinggal ibu meninggal, tetapi wajib membantu ayah ngayah di Desa Ketewel Gianyar.

Obrolan santai di tengah laut Sekeh Merta Sari Sanur bersama Bli Jo berlangsung in formal. Saya satu-satunya guru yang mendampingi siswa ke tengah laut Sekeh, merasakan betapa pentingnya pembelajaran dilakukan secara informal, menerobos keformalan dalam empat tembok ruang kelas. Laut tanpa batas adalah ruang kelas pembelajaran untuk memperluas cakrawala  dan memberikan horison harapan bagi siswa mengeksplorasi materi pelajaran senyatanya dan berguna bagi kelangsungan hidupnya kelak. Lebih-lebih, Bli Jo yang memandu dan memperkenalkan perawatan terumbu karang, identik dengan perawatan manusia yang sakit masuk Rumah Sakit.

Model analogi ala Bli Jo itu mencitrakan pendekatan humanis terhadap alam lingkungan tidak terkecuali dengan kerusakan terumbu karang yang makin meluas. Akibatnya, banyak biota laut yang seharusnya menjadi ekosistem menghilang dari habitatnya, sehingga tanpa disadari komunitasnya  pun lenyap. Namun, Bli Jo yang mengedukasi anak-anak Toska berharap ada yang nantinya tertarik berjuang ikut menyelamatkan terumbu karang di Merta Sari atau di tempat lain, seperti di Nusa Penida atau di Pantai Pandawa. “Semoga ada lebih banyak anak-anak Bali berkecimpung menekuni dunia kelautan, apalagi di Universitas Udayana ada Program Study Ilmu Kelautan. Potensi maritim kita banyak. Sungguh sayang, bila digarap orang luar. Kita hanya menonton. Jangan sampai kita krisis ikan, padahal laut kita menyediakannya”, kata Bli Jo di hadapan siswa Toska yang telah menyelam dan berenang.

Hari makin sore, sekitar Pukul 16.30 Wita rombongan Toska meninggalkan Laut Sekeh Merta Sari. Saya sekano dengan Adi (Kelas XI) sempat ngobrol tentang keseruan belajar tentang penyelamatan terumbu karang. Adi merasa terkesan dengan cerita Bli Jo. “Seru dapat healing. Melihat habitat ikan berwarna-warni di antara terumbu karang seperti bunga di taman. Mereka berlari dan bermain ke sana ke mari di antara terumbu karang seperti layaknya anak-anak bermain. Tanpa ada yang mengganggu. Pokoknya, senang banget’, kata Adi salah seorang pengurus OSIS.

Kesan Adi mirip dengan kesan Dayas dan Risma. “Seru mengasyikkan. Kesempatan belajar merawat laut dengan penuh kasih sayang. Tidak mengotori laut dengan sampah plastik yang tidak mudah terurai”, kata Dayas dan Risma yang sesama pengurus OSIS.

Begitulah keseruan belajar di Pantai Merta Sari Sanur, ruang kelas bagi Toska dengan sentuhan kasih sayang. Tiba-tiba saya teringat Rabindranath Tagore dan Jan Ligthart.  Kata Tagore, “Jangan membawa gajah ke dalam kelas, ajaklah anak ke kebun binatang belajar tentang gajah di habitatnya”. Sementara itu, Jan Ligthart berkata “Pendidikan selalu bersemi dalam iklim kasih sayang”. Inspirasi kedua tokoh itu, sangat tepat dengan penetapan TOSKA sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali. [T]

Tags: SanurSMAN 2 Kuta SelatanToska
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

Next Post

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
0
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails
Next Post
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co