23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
in Panggung
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud.

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud.

Pertanyaan tersebut direspon oleh Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata.

“Wellness tourism berurusan dengan kegiatan kebugaran sebagai tindakan pencegahan (preventif), sedangkan medical tourism berkaitan dengan berwisata untuk pengobatan (kuratif),” ujar Vinsensius Jemadu, yang tampil sebagai salah satu dari tiga pembicara dalam konferensi yang dirancang dengan gaya talk show.

Empat pembicara, dari kiri ke kanan: Wayan Mustika, Dr. Yusni, Ilona, dan Visensius Jemadu

Pembicara dan panitia

Tiga pembicara lainnya adalah dr. I Wayan Mustika, S.Ked. (penceramah spiritual), Dr. Luh Yusni Wiarti, A.Par., M.Par., M.Rech. (dosen Poltekpar Bali), dan Ilona Annisa Ristiani, S.I.Kom., M.I.Kom. (mahasiswa doktor Universitas Padjadjaran Bandung).

Konferensi yang diikuti sekitar 125 peserta itu merupakan bagian dari acara utama Bali Spirit Festival yang berlangsung di Ubud, 15–19 April 2026.

Suasana talk show wellness tourism, di bawah pohon rindang dan suasana hijau alami

Konferensi ini diawali dengan sambutan panitia dari I Made Gunarta, salah seorang pendiri Bali Spirit Festival. Made Gunarta menyampaikan terima kasih atas kolaborasi BSF dengan Poltekpar Bali dalam mengembangkan wisata wellness.

Konferensi yang mengambil tema “Welcome Home” ini membahas Peran Kearifan Lokal dalam Memperkuat Branding Bali sebagai Destinasi Wellness Unggulan Dunia.

Direktur Poltekpar Dr. Ida Bagus Putu Puja membuka acara talk show

Acara dibuka oleh Direktur Poltekpar Bali, Dr. Ida Bagus Putu Puja. Dalam sambutan pembukaan, Direktur IB Putu Puja menyambut baik talk show wellness untuk pengayaan pengetahuan dan mendukung suksesnya Bali Spirit Festival, sebuah tempat mahasiswa untuk magang atau belajar pelaksanaan event, khususnya festival.

Format Talk Show

Konferensi yang ditata seperti talk show ini dipandu Prof. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. (Korprodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud) dan berlangsung sangat dinamis. Sejak awal, ia memberikan sentuhan puitis dengan menyampaikan pepatah “bagai aur dengan tebing.”

Analogi ini melukiskan hubungan antara narasumber dan peserta yang harus saling mendukung; sebagaimana bambu (aur) tumbuh subur di tebing, dan tebing pun terlindungi dari gerusan air berkat kuatnya akar bambu.

Dengan manajemen waktu yang taktis, setiap pembicara diberi waktu lima menit untuk pemaparan awal, sehingga menyisakan waktu yang luas bagi peserta untuk berdialog.

Strategi ini berhasil mematahkan pola diskusi konvensional yang kerap kehabisan waktu untuk tanya jawab akibat presentasi yang terlalu panjang. Dalam konferensi ini, tak kurang dari sepuluh peserta terlibat aktif dalam tiga termin diskusi yang penuh makna.

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud

Dalam sambutan pembukaan BSF maupun sesi tanya jawab, Vinsensius Jemadu menyampaikan bahwa BSF merupakan salah satu event unggulan Kementerian Pariwisata. Festival-festival lain juga seperti Ubud Writers and Readers Festival dan Ubud Food Festival terus didorong untuk berkembang guna meningkatkan daya tarik wisata Indonesia.

Perspektif pemerintah ini menekankan bahwa Indonesia, khususnya Bali, memiliki potensi besar untuk memimpin pasar preventif global. Hal ini terlihat dari keputusan pemerintah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan di Sanur untuk menekan warga berobat ke luar negeri, sekaligus mendorong wisatawan domestik dan mancanegara berobat di dalam negeri demi menahan aliran devisa keluar.

Selaras dengan pandangan tersebut, Dr. I Wayan Mustika, seorang praktisi kesehatan sekaligus penulis delapan belas buku spiritual, mengajak peserta melakukan reorientasi pola pikir (mindset). Ia menekankan pentingnya mengubah cara pandang dari “Bali untuk pariwisata” menjadi “pariwisata untuk Bali.”

Ragam budaya dalam Bali Spirit Festival

Menurut Mustika, Bali tidak boleh kehilangan jati dirinya demi memenuhi tuntutan pasar semata. “Bali menarik karena Bali, maka tetaplah Bali menjadi Bali sendiri,” ujarnya. Baginya, kebugaran sejati dalam kearifan lokal Bali bukan sekadar produk jualan, melainkan gaya hidup yang berakar pada budaya dan harus dijaga keasliannya agar tetap memiliki daya tarik alami.

Keunikan Bali sebagai pusat wellness dunia semakin dipertegas oleh Dr. Luh Yusni Wiarti dari Poltekpar Bali. Ia membahas peran Bali Spirit Festival (BSF) sebagai event budaya ikonik yang menjadi penggerak utama pariwisata berkualitas.

Yusni menyampaikan pernyataan filosofis yang kuat: “Bali adalah wajah pariwisata Indonesia, Ubud jiwanya, dan wellness adalah detak jantungnya.”

Melalui BSF, wellness tidak hanya hadir sebagai aktivitas fisik, tetapi sebagai pengalaman budaya yang menyeluruh, menjadikan Ubud magnet bagi pencari ketenangan dari berbagai penjuru dunia.

Acara pembukaan Bali Spirit Festival 2026

Namun, kesuksesan narasi wellness lokal di kancah global tidak lepas dari strategi komunikasi yang mumpuni. Hal ini dibedah oleh Dr. Ilona Annisa Ristiani, yang baru saja merampungkan disertasinya mengenai kajian komunikasi eventpada BaliSpirit Festival. Ia mengungkapkan bahwa kekuatan utama BSF terletak pada strategi komunikasi word of mouth (getok tular).

Kepercayaan dan testimoni otentik dari para peserta menjadi promosi paling efektif. Lebih jauh, ia melihat potensi besar jika model event pariwisata seperti ini dikembangkan secara adaptif di daerah lain di Indonesia, seperti Surabaya atau Bandung, dengan menyesuaikan karakteristik budaya lokal masing-masing.

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud

Seorang peserta dari Desa Wisata Taro, I Wayan Wardika, menyampaikan bahwa dalam kerangka sustainable tourism, pelestarian lingkungan idealnya juga mencakup kehidupan hewan, burung, dan serangga. “Kami merasa kunang-kunang mulai berkurang, sehingga kami mulai memelihara dan melestarikannya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Mustika menegaskan bahwa Bali adalah daerah agraris, dan kunang-kunang lazimnya muncul di persawahan. “Kalau kunang-kunang sudah langka, berarti karakter sebagai daerah agraris juga mulai berkurang.”

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud

Secara keseluruhan, konferensi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ekosistem pertukaran gagasan lintas sektor yang melibatkan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan. Melalui tema “Peran Kearifan Lokal dalam Memperkuat Branding Bali sebagai Destinasi Wellness Unggulan Dunia,” forum ini memperkuat posisi Bali bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai kontributor pengetahuan bagi tata kelola wellness tourism masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

Berbagai isu dalam sesi tanya jawab—seperti hak cipta, standardisasi, dan kompetensi pelaku wellness—dibahas secara produktif dan mencerahkan. Talk show yang diikuti praktisi wellness, yoga, dosen, mahasiswa, serta pengelola desa wisata ini berlangsung dinamis selama 2,5 jam. Interaksi antara narasumber dan peserta yang saling menguatkan, bagai aur dan tebing, menjadikan forum ini ruang berbagi pengetahuan tentang wellness, yoga, budaya, dan pariwisata berkelanjutan yang bermutu dan penuh makna [T]

Tags: bali spirit festivalBudayaProf. Darma PutraSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

Next Post

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails
Next Post
Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co