2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
in Panggung
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud.

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud.

Pertanyaan tersebut direspon oleh Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata.

“Wellness tourism berurusan dengan kegiatan kebugaran sebagai tindakan pencegahan (preventif), sedangkan medical tourism berkaitan dengan berwisata untuk pengobatan (kuratif),” ujar Vinsensius Jemadu, yang tampil sebagai salah satu dari tiga pembicara dalam konferensi yang dirancang dengan gaya talk show.

Empat pembicara, dari kiri ke kanan: Wayan Mustika, Dr. Yusni, Ilona, dan Visensius Jemadu

Pembicara dan panitia

Tiga pembicara lainnya adalah dr. I Wayan Mustika, S.Ked. (penceramah spiritual), Dr. Luh Yusni Wiarti, A.Par., M.Par., M.Rech. (dosen Poltekpar Bali), dan Ilona Annisa Ristiani, S.I.Kom., M.I.Kom. (mahasiswa doktor Universitas Padjadjaran Bandung).

Konferensi yang diikuti sekitar 125 peserta itu merupakan bagian dari acara utama Bali Spirit Festival yang berlangsung di Ubud, 15–19 April 2026.

Suasana talk show wellness tourism, di bawah pohon rindang dan suasana hijau alami

Konferensi ini diawali dengan sambutan panitia dari I Made Gunarta, salah seorang pendiri Bali Spirit Festival. Made Gunarta menyampaikan terima kasih atas kolaborasi BSF dengan Poltekpar Bali dalam mengembangkan wisata wellness.

Konferensi yang mengambil tema “Welcome Home” ini membahas Peran Kearifan Lokal dalam Memperkuat Branding Bali sebagai Destinasi Wellness Unggulan Dunia.

Direktur Poltekpar Dr. Ida Bagus Putu Puja membuka acara talk show

Acara dibuka oleh Direktur Poltekpar Bali, Dr. Ida Bagus Putu Puja. Dalam sambutan pembukaan, Direktur IB Putu Puja menyambut baik talk show wellness untuk pengayaan pengetahuan dan mendukung suksesnya Bali Spirit Festival, sebuah tempat mahasiswa untuk magang atau belajar pelaksanaan event, khususnya festival.

Format Talk Show

Konferensi yang ditata seperti talk show ini dipandu Prof. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. (Korprodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud) dan berlangsung sangat dinamis. Sejak awal, ia memberikan sentuhan puitis dengan menyampaikan pepatah “bagai aur dengan tebing.”

Analogi ini melukiskan hubungan antara narasumber dan peserta yang harus saling mendukung; sebagaimana bambu (aur) tumbuh subur di tebing, dan tebing pun terlindungi dari gerusan air berkat kuatnya akar bambu.

Dengan manajemen waktu yang taktis, setiap pembicara diberi waktu lima menit untuk pemaparan awal, sehingga menyisakan waktu yang luas bagi peserta untuk berdialog.

Strategi ini berhasil mematahkan pola diskusi konvensional yang kerap kehabisan waktu untuk tanya jawab akibat presentasi yang terlalu panjang. Dalam konferensi ini, tak kurang dari sepuluh peserta terlibat aktif dalam tiga termin diskusi yang penuh makna.

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud

Dalam sambutan pembukaan BSF maupun sesi tanya jawab, Vinsensius Jemadu menyampaikan bahwa BSF merupakan salah satu event unggulan Kementerian Pariwisata. Festival-festival lain juga seperti Ubud Writers and Readers Festival dan Ubud Food Festival terus didorong untuk berkembang guna meningkatkan daya tarik wisata Indonesia.

Perspektif pemerintah ini menekankan bahwa Indonesia, khususnya Bali, memiliki potensi besar untuk memimpin pasar preventif global. Hal ini terlihat dari keputusan pemerintah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan di Sanur untuk menekan warga berobat ke luar negeri, sekaligus mendorong wisatawan domestik dan mancanegara berobat di dalam negeri demi menahan aliran devisa keluar.

Selaras dengan pandangan tersebut, Dr. I Wayan Mustika, seorang praktisi kesehatan sekaligus penulis delapan belas buku spiritual, mengajak peserta melakukan reorientasi pola pikir (mindset). Ia menekankan pentingnya mengubah cara pandang dari “Bali untuk pariwisata” menjadi “pariwisata untuk Bali.”

Ragam budaya dalam Bali Spirit Festival

Menurut Mustika, Bali tidak boleh kehilangan jati dirinya demi memenuhi tuntutan pasar semata. “Bali menarik karena Bali, maka tetaplah Bali menjadi Bali sendiri,” ujarnya. Baginya, kebugaran sejati dalam kearifan lokal Bali bukan sekadar produk jualan, melainkan gaya hidup yang berakar pada budaya dan harus dijaga keasliannya agar tetap memiliki daya tarik alami.

Keunikan Bali sebagai pusat wellness dunia semakin dipertegas oleh Dr. Luh Yusni Wiarti dari Poltekpar Bali. Ia membahas peran Bali Spirit Festival (BSF) sebagai event budaya ikonik yang menjadi penggerak utama pariwisata berkualitas.

Yusni menyampaikan pernyataan filosofis yang kuat: “Bali adalah wajah pariwisata Indonesia, Ubud jiwanya, dan wellness adalah detak jantungnya.”

Melalui BSF, wellness tidak hanya hadir sebagai aktivitas fisik, tetapi sebagai pengalaman budaya yang menyeluruh, menjadikan Ubud magnet bagi pencari ketenangan dari berbagai penjuru dunia.

Acara pembukaan Bali Spirit Festival 2026

Namun, kesuksesan narasi wellness lokal di kancah global tidak lepas dari strategi komunikasi yang mumpuni. Hal ini dibedah oleh Dr. Ilona Annisa Ristiani, yang baru saja merampungkan disertasinya mengenai kajian komunikasi eventpada BaliSpirit Festival. Ia mengungkapkan bahwa kekuatan utama BSF terletak pada strategi komunikasi word of mouth (getok tular).

Kepercayaan dan testimoni otentik dari para peserta menjadi promosi paling efektif. Lebih jauh, ia melihat potensi besar jika model event pariwisata seperti ini dikembangkan secara adaptif di daerah lain di Indonesia, seperti Surabaya atau Bandung, dengan menyesuaikan karakteristik budaya lokal masing-masing.

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud

Seorang peserta dari Desa Wisata Taro, I Wayan Wardika, menyampaikan bahwa dalam kerangka sustainable tourism, pelestarian lingkungan idealnya juga mencakup kehidupan hewan, burung, dan serangga. “Kami merasa kunang-kunang mulai berkurang, sehingga kami mulai memelihara dan melestarikannya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Mustika menegaskan bahwa Bali adalah daerah agraris, dan kunang-kunang lazimnya muncul di persawahan. “Kalau kunang-kunang sudah langka, berarti karakter sebagai daerah agraris juga mulai berkurang.”

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud

Secara keseluruhan, konferensi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ekosistem pertukaran gagasan lintas sektor yang melibatkan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan. Melalui tema “Peran Kearifan Lokal dalam Memperkuat Branding Bali sebagai Destinasi Wellness Unggulan Dunia,” forum ini memperkuat posisi Bali bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai kontributor pengetahuan bagi tata kelola wellness tourism masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

Berbagai isu dalam sesi tanya jawab—seperti hak cipta, standardisasi, dan kompetensi pelaku wellness—dibahas secara produktif dan mencerahkan. Talk show yang diikuti praktisi wellness, yoga, dosen, mahasiswa, serta pengelola desa wisata ini berlangsung dinamis selama 2,5 jam. Interaksi antara narasumber dan peserta yang saling menguatkan, bagai aur dan tebing, menjadikan forum ini ruang berbagi pengetahuan tentang wellness, yoga, budaya, dan pariwisata berkelanjutan yang bermutu dan penuh makna [T]

Tags: bali spirit festivalBudayaProf. Darma PutraSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

Next Post

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co