14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
in Panggung
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud.

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud.

Pertanyaan tersebut direspon oleh Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata.

“Wellness tourism berurusan dengan kegiatan kebugaran sebagai tindakan pencegahan (preventif), sedangkan medical tourism berkaitan dengan berwisata untuk pengobatan (kuratif),” ujar Vinsensius Jemadu, yang tampil sebagai salah satu dari tiga pembicara dalam konferensi yang dirancang dengan gaya talk show.

Empat pembicara, dari kiri ke kanan: Wayan Mustika, Dr. Yusni, Ilona, dan Visensius Jemadu

Pembicara dan panitia

Tiga pembicara lainnya adalah dr. I Wayan Mustika, S.Ked. (penceramah spiritual), Dr. Luh Yusni Wiarti, A.Par., M.Par., M.Rech. (dosen Poltekpar Bali), dan Ilona Annisa Ristiani, S.I.Kom., M.I.Kom. (mahasiswa doktor Universitas Padjadjaran Bandung).

Konferensi yang diikuti sekitar 125 peserta itu merupakan bagian dari acara utama Bali Spirit Festival yang berlangsung di Ubud, 15–19 April 2026.

Suasana talk show wellness tourism, di bawah pohon rindang dan suasana hijau alami

Konferensi ini diawali dengan sambutan panitia dari I Made Gunarta, salah seorang pendiri Bali Spirit Festival. Made Gunarta menyampaikan terima kasih atas kolaborasi BSF dengan Poltekpar Bali dalam mengembangkan wisata wellness.

Konferensi yang mengambil tema “Welcome Home” ini membahas Peran Kearifan Lokal dalam Memperkuat Branding Bali sebagai Destinasi Wellness Unggulan Dunia.

Direktur Poltekpar Dr. Ida Bagus Putu Puja membuka acara talk show

Acara dibuka oleh Direktur Poltekpar Bali, Dr. Ida Bagus Putu Puja. Dalam sambutan pembukaan, Direktur IB Putu Puja menyambut baik talk show wellness untuk pengayaan pengetahuan dan mendukung suksesnya Bali Spirit Festival, sebuah tempat mahasiswa untuk magang atau belajar pelaksanaan event, khususnya festival.

Format Talk Show

Konferensi yang ditata seperti talk show ini dipandu Prof. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. (Korprodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud) dan berlangsung sangat dinamis. Sejak awal, ia memberikan sentuhan puitis dengan menyampaikan pepatah “bagai aur dengan tebing.”

Analogi ini melukiskan hubungan antara narasumber dan peserta yang harus saling mendukung; sebagaimana bambu (aur) tumbuh subur di tebing, dan tebing pun terlindungi dari gerusan air berkat kuatnya akar bambu.

Dengan manajemen waktu yang taktis, setiap pembicara diberi waktu lima menit untuk pemaparan awal, sehingga menyisakan waktu yang luas bagi peserta untuk berdialog.

Strategi ini berhasil mematahkan pola diskusi konvensional yang kerap kehabisan waktu untuk tanya jawab akibat presentasi yang terlalu panjang. Dalam konferensi ini, tak kurang dari sepuluh peserta terlibat aktif dalam tiga termin diskusi yang penuh makna.

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud

Dalam sambutan pembukaan BSF maupun sesi tanya jawab, Vinsensius Jemadu menyampaikan bahwa BSF merupakan salah satu event unggulan Kementerian Pariwisata. Festival-festival lain juga seperti Ubud Writers and Readers Festival dan Ubud Food Festival terus didorong untuk berkembang guna meningkatkan daya tarik wisata Indonesia.

Perspektif pemerintah ini menekankan bahwa Indonesia, khususnya Bali, memiliki potensi besar untuk memimpin pasar preventif global. Hal ini terlihat dari keputusan pemerintah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan di Sanur untuk menekan warga berobat ke luar negeri, sekaligus mendorong wisatawan domestik dan mancanegara berobat di dalam negeri demi menahan aliran devisa keluar.

Selaras dengan pandangan tersebut, Dr. I Wayan Mustika, seorang praktisi kesehatan sekaligus penulis delapan belas buku spiritual, mengajak peserta melakukan reorientasi pola pikir (mindset). Ia menekankan pentingnya mengubah cara pandang dari “Bali untuk pariwisata” menjadi “pariwisata untuk Bali.”

Ragam budaya dalam Bali Spirit Festival

Menurut Mustika, Bali tidak boleh kehilangan jati dirinya demi memenuhi tuntutan pasar semata. “Bali menarik karena Bali, maka tetaplah Bali menjadi Bali sendiri,” ujarnya. Baginya, kebugaran sejati dalam kearifan lokal Bali bukan sekadar produk jualan, melainkan gaya hidup yang berakar pada budaya dan harus dijaga keasliannya agar tetap memiliki daya tarik alami.

Keunikan Bali sebagai pusat wellness dunia semakin dipertegas oleh Dr. Luh Yusni Wiarti dari Poltekpar Bali. Ia membahas peran Bali Spirit Festival (BSF) sebagai event budaya ikonik yang menjadi penggerak utama pariwisata berkualitas.

Yusni menyampaikan pernyataan filosofis yang kuat: “Bali adalah wajah pariwisata Indonesia, Ubud jiwanya, dan wellness adalah detak jantungnya.”

Melalui BSF, wellness tidak hanya hadir sebagai aktivitas fisik, tetapi sebagai pengalaman budaya yang menyeluruh, menjadikan Ubud magnet bagi pencari ketenangan dari berbagai penjuru dunia.

Acara pembukaan Bali Spirit Festival 2026

Namun, kesuksesan narasi wellness lokal di kancah global tidak lepas dari strategi komunikasi yang mumpuni. Hal ini dibedah oleh Dr. Ilona Annisa Ristiani, yang baru saja merampungkan disertasinya mengenai kajian komunikasi eventpada BaliSpirit Festival. Ia mengungkapkan bahwa kekuatan utama BSF terletak pada strategi komunikasi word of mouth (getok tular).

Kepercayaan dan testimoni otentik dari para peserta menjadi promosi paling efektif. Lebih jauh, ia melihat potensi besar jika model event pariwisata seperti ini dikembangkan secara adaptif di daerah lain di Indonesia, seperti Surabaya atau Bandung, dengan menyesuaikan karakteristik budaya lokal masing-masing.

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud

Seorang peserta dari Desa Wisata Taro, I Wayan Wardika, menyampaikan bahwa dalam kerangka sustainable tourism, pelestarian lingkungan idealnya juga mencakup kehidupan hewan, burung, dan serangga. “Kami merasa kunang-kunang mulai berkurang, sehingga kami mulai memelihara dan melestarikannya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Mustika menegaskan bahwa Bali adalah daerah agraris, dan kunang-kunang lazimnya muncul di persawahan. “Kalau kunang-kunang sudah langka, berarti karakter sebagai daerah agraris juga mulai berkurang.”

Suasana pembukaan Bali Spirit Festival di Hotel Puri Padi Ubud

Secara keseluruhan, konferensi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ekosistem pertukaran gagasan lintas sektor yang melibatkan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan. Melalui tema “Peran Kearifan Lokal dalam Memperkuat Branding Bali sebagai Destinasi Wellness Unggulan Dunia,” forum ini memperkuat posisi Bali bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai kontributor pengetahuan bagi tata kelola wellness tourism masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

Berbagai isu dalam sesi tanya jawab—seperti hak cipta, standardisasi, dan kompetensi pelaku wellness—dibahas secara produktif dan mencerahkan. Talk show yang diikuti praktisi wellness, yoga, dosen, mahasiswa, serta pengelola desa wisata ini berlangsung dinamis selama 2,5 jam. Interaksi antara narasumber dan peserta yang saling menguatkan, bagai aur dan tebing, menjadikan forum ini ruang berbagi pengetahuan tentang wellness, yoga, budaya, dan pariwisata berkelanjutan yang bermutu dan penuh makna [T]

Tags: bali spirit festivalBudayaProf. Darma PutraSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

Next Post

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails
Next Post
Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co