13 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026
in Panggung
Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit, yang paling familiar adalah pasar hewannya yang terkenal menjual sapi. Namun selain terkenal karena pasar hewannya, Beringkit memiliki satu kesenian yang sempat melegenda pada masanya. Kini kesenian itu diabadikan di samping papan nama Desa Adat Beringkit yang terletak di Perempatan desa. Kesenian itu adalah Janger.

Janger berkembang di Beringkit pada sekitar tahun 1950. Namun sayang sesepuh yang pernah berkecimpung di masa tersebut telah semua berpulang. Sebut saja generasi pada tahun ini merupakan generasi pertama Janger Beringkit. Sedangkan generasi kedua berlanjut pada tahun 1964. Salah satu sesepuh yang masih ada hingga saat ini adalah Dewa Kakyang Windya, Men Bersih, Men Liong, dan Ajik Nawa. Sisanya telah mendahuli pulang menuju keabadian.

Janger Beringkit pada periode 1950-1964 merupakan sekaa (grup) Janger yang cukup tenar. Penuturan Dewa Kakiang Windya, ia bersama rekan-rekannya sangat sering pentas ke Bali selatan meliputi daerah Tangeb, Kuta, hingga Legian. begitu pula daerah Busungbiu, Tabanan, Petang, dan bahkan lebih dari itu namun ia sudah lupa. Pementasan yang spektakuler memiliki durasi yang sangat lama. Satu lakon Janger bahkan pernah hingga jam 7 pagi dengan judul Layonsari-Jayaprana. Bayaran yang diterimanya pun hanya berkisar 2.500-3.500 rupiah untuk seluruh sekhaa Janger.

Sisa topeng yang digunakan sebagai lakon pelengkap saat pementasan Janger Beringkit | Foto: Adi Wangsa

Perlengkapan Janger seperti gelungan Janger saat ini masih disimpan di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Beringkit. namun dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Gelungan[i] Janger yang tersimpan terdapat dua jenis yakni Gelungan milik Desa Adat Beringkit dan Gelungan pemberian dari Pemerintah Kabupaten Badung. gelungan itu diberikan sebab Sekha Janger Beringkit pada tahun 1994 pernah mewakili Bali pentas di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta dalam rangka P4 (Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila). Gelungan ini pun memiliki cerita diluar nalar.

Ketika akan pentas di Pura menggunakan gelungan pemerintah, salah satu penari mengalami trans (kerauhan) dan memberikan pesan tidak berkenan untuk memakai gelungan selain gelungan di milik desa. Gelungan ini dibuat oleh seorang seniman asal banjar Sanghyang Desa Kekeran Badung dan bunga yang bergonjer dibuat di Banjar Kelod Kauh Desa Adat Beringkit.

Gelungan Janger Beringkit | Foto: Adi Wangsa

Pementasan Janger klasik Beringkit ketika itu menyajikan beberapa jenis lakon seperti Dayu Datu, Layonsari Jayaprana dsb. Sehingga beberapa piranti yang dijadikan pementasan saat itu msih tersimpan namun dengan kondisi yang sangat parah. seperti topeng bojog (monyet), asu (anjing), dan mrega (macan). Namun salah satu tapel (topeng) yang dijadikan tokoh utama saat itu yakni topeng celuluk saat ini disusung oleh krama desa.

Mulanya tapel celuluk tersebut disimpan di salah satu rumah warga di banjar Kelod Kauh Beringkit. suatu saat, ketika sandikala didapatilah rambut dari tapel celuluk tersebut berisi banyak kutu. Sehingga atas petunjuk dari alam niskala, akhirnya tapel celuluk tersebut distanakan di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Beringkit bergelar Ratu Ayu. Konon menurut Dewa Kakiang Windya, tapel celuluk ini dibeli atau dipesan dari seorang seniman di desa Kaba-Kaba.

Dari sekian kisah yang saya dapatkan dari para sepuh janger, semua cerita yang diceritakan sama sama sekali tidak memiliki perbedaan. saya yakin mereka sama sekali tidak menambah-nambahkan cerita yang mereka alami secara nyata. namun sayang, dokumentasi berupa foto satu pun tidak ada yang masih memiliki. seingat mereka dulu sempat berfoto, namun entah dimana hasil foto tersebut berada. dalam waktu ini saya bersama beberapa tokoh desa sedang mencari dokumentasi penari Janger Beringkit. para handai taulan pembaca, sekiranya ada yang memiliki foto-foto janger yang dicurigai adalah Janger Beringkit, dengan hormat saya ingin sekali melihat dan ikut menjaga dokumentasi tersebut.

Janger Beringkit dan P4

Puncak kejayaan dari Janger Beringkit setelah tahun 1960-an kemudian berlanjut di tahun 1993. Menurut penuturan dari I Nyoman Suwitra dan I Gusti Putu Sukarta kala itu tersebutlah sebuah ajang perlombaan Janger yang dilaksanakan oleh Pemkab Badung.

Tujuan dari lomba tersebut adalah untuk mencari perwakilan tampil di ajang P4 Jakarta. P4 adalah ajang kebangsaan. Adapun kepanjangan dari P4 adalah Pedoman, Pengayatan, dan Pengamalan Pancasila. Sehingga oleh masyarakat Beringkit janger pada tahun itu disebut dengan Janger P4. Setelah mendapatkan Juara 1 Sekhaa Janger Beringkit melaju ke Jakarta pada tahun 1994. Ketika berada di Jakarta mereka pentas di beberapa tempat, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Dufan dan Ancol.

Foto-foto pementasan Janger P4 Desa Adat Beringkit Tahun 1993 | Foto: Koleksi Jero Mangku Gusti Ngurah Arya

Taksu Janger Beringkit

Salah satu sesepuh Janger Beringkit yang bernama Ni Putu Padmi atau kerap disapa Men Liong mengungkapkan sesuatu yang diluar nalar. Ketika Janger Beringkit pentas di Jaba Pura Desa lan Puseh, taksu atau kekuatan dari Ida Bhatara tiba-tiba muncul. Kekuatan Ida Bhatara terwujud dalam bentuk kain putih yang membentang dari utama mandala menuju jaba pura, tempat Janger menari. Kejadian ini pun masih diingat oleh Dewa Kakyang Windya. Ia menuturkan kisah yang sangat sama dengan Ni Putu Padmi. Lain daripada itu, suatu ketika pentas di wilayah Buduk, kain putih itu pun pernah ikut dan membentang entah dari mana.

Pembuahan oleh para tetua

Seperti proses berkembang biak, para tetua Janger Beringkit melakukan proses “pembuahan” kepada generasi muda. Pembuahan dalam hal ini adalah proses memberikan benih-benih janger kepada para pemuda-pemudi yang nantinya akan menjadi estafet kebudayaan di Beringkit. Setelah sekian lama tertidur, melalui proses ini diharapkan Janger Beringkit mulai mekar dan menunjukkan eksistensinya kembali.

Pementasan ini dilakukan pada saat eedan Tawur Kasanga, tanggal 17 Maret 2026 atas inisiasi dari I Komang Aryawibawa Kelian Dinas Banjar Selat Beringkit. kegiatan tersebut juga mendaptakan respon dan dukungan dari Bendesa Adat Beringkit I Ketut Sutomo dan para sesepuh Janger terdahulu. Pementasan perdana ini meneteskan air mata para sesepuh, mereka bangga dan terharu. Kesenian yang tertidur selama puluhan tahun akhirnya dapat matangi. [T]


[i] Mahkota penari yang sering digunakan dalam pementasan Tari Bali

Tags: BadungDesa Adat Beringkitjangerjanger balikesenian baliMengwi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026

Next Post

Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
0
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

Read moreDetails

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
0
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

Read moreDetails

LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
0
LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ALIRAN Sungai Wos turut mengiringi LaDju ketika memainkan musiknya di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF), Jumat, 7...

Read moreDetails

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

by Nyoman Budarsana
August 11, 2026
0
Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

GERAKANNYA ritmis dan begitu indah. Ekspresinya hidup karena setiap gerakan ditarikan dengan penuh penjiwaan. Musik seolah menyatu dalam gerak, menghadirkan...

Read moreDetails

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
0
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

Read moreDetails

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails
Next Post
Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   
Esai

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal
Esai

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”
Opini

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar
Kesehatan

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar

Saat Pendukung Sebaya Juga Butuh Didukung DI sebuah ruangan sederhana di Kota Denpasar, lima belas orang duduk melingkar. Mereka bukan...

by tatkala
August 12, 2026
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan
Panggung

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital
Esai

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

by Chusmeru
August 12, 2026
Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali
Pariwisata

Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali

EMBUSAN angin menggoyangkan dedaunan. Dari balik pepohonan besar, embun pagi masih menyisakan kesejukan. Suara gemericik sungai terdengar di antara hijaunya...

by Nyoman Budarsana
August 12, 2026
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali
Bahasa

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

by I Made Sudiana
August 11, 2026
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas
Esai

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co