12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 7, 2026
in Panggung
Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

Layang-layang dalam acara ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti hembusan angin laut, Minggu 7 Juni 2026. Di antara berbagai bentuk yang menghiasi cakrawala, layang-layang tradisional berbentuk Hanoman mencuri perhatian para pengunjung, sementara layang-layang modern berbentuk kotak berwarna-warni menjadi objek favorit lensa kamera.

Itulah suasana kemeriahan peringatan World Ocean Day (WOD) dan Coral Triangle Day (CT Day) 2026 yang mengusung tema “Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu”. Peringatan ini yang digelar  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, dan berbagai mitra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk semakin mengenali pentingnya peran laut dan mengambil bagian dalam aksi nyata menjaga keberlanjutannya.

Di pintu masuk areal pulau didekorasi dengan anyaman berbahan local yang unik. Bentuknya berbagai wujud biota laut, seperti koral, ikan, kura-kura, burung, ikan duyung dan aneka laut lainnya yang sunguh memikat. Sementara di sisi kanan sebuah stage lengkap dengan tempat duduk bagi tamu undangan. Sementara pengunjung duduk melantai beralaskan tikar tradisional, dan beberapa tempat duduk modern standar hotel. Sementara puluhan stand pameran menyajikan berbagai produk berkaitan dengan laut.

Melalui tema “Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu”, maka kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya ekosistem laut bagi kehidupan, serta memperkuat dukungan terhadap upaya konservasi dan pembangunan ekonomi biru. “Laut yang sehat merupakan sumber kehidupan, penyedia pangan, sekaligus penggerak ekonomi nasional,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Ir. A. Koswara, M.P.

Pembukaan acara ditandai dengan pelepasan layang-layang yang sukses menarik perhatian ratusan pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara. Simbol ini menggambarkan keterhubungan manusia dengan alam dan mengingatkan bahwa keberlanjutan laut merupakan tanggung jawab bersama lintas generasi. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut global.

Laut Indonesia tidak hanya menjadi sumber pangan dan mata pencaharian bagi jutaan masyarakat, tetapi juga menjadi rumah bagi kekayaan biodiversitas yang luar biasa.

Koswara menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam konservasi laut dunia karena berada di kawasan Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang, yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut terbesar di planet ini.

Koswara menegasakan, laut Indonesia memiliki peran strategis sebagai sumber pangan, penggerak ekonomi, sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas sektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Koswara, KKP terus memperkuat implementasi kebijakan ekonomi biru melalui berbagai program prioritas, antara lain perluasan kawasan konservasi, rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut, pengembangan karbon biru, serta pengendalian sampah laut melalui Program Laut Sehat Bebas Sampah. Berbagai upaya tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga keberlanjutan laut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, mitra, akademisi, hingga masyarakat khususnya generasi muda, untuk bersama-sama mewujudkan masa depan laut Indonesia yang lebih produktif dan lestari,” ujar Koswara.

CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda menegaskan kesehatan ekosistem laut merupakan fondasi bagi ketahanan pangan, ekonomi, dan iklim Indonesia, khususnya di kawasan Segitiga Terumbu Karang yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Menjaga laut berarti menjaga masa depan bangsa Indonesia. Di jantung Segitiga Terumbu Karang, ekosistem pesisir dan laut menopang ketahanan pangan, mata pencaharian, serta ketahanan iklim bagi jutaan masyarakat.

Karena itu, melalui momentum ini WWF-Indonesia KKP dan mitra lainnya memperkuat berbagai aksi nyata, mulai dari pengurangan sampah plastik dari sumbernya, pemulihan habitat penting, hingga pengembangan ekonomi biru yang adil dan berkelanjutan. “Melalui tema ‘Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu’, kami mengajak generasi muda untuk tidak hanya belajar tentang laut, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya menjaganya,” ujar Aditya.

Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif diselenggarakan dalam peringatan ini, antara lain workshop, talkshow, pameran, kampanye pengurangan sampah laut, serta Festival Layang-Layang Spesies Laut 3D. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pendekatan learning by fun agar masyarakat dapat memahami isu-isu kelautan melalui pengalaman yang menarik, partisipatif, dan mudah dipahami.

Melalui momentum World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026, KKP berharap semakin banyak masyarakat memahami keterkaitan antara kondisi ekosistem laut dengan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas lingkungan. Kesadaran tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dan memperkuat gerakan bersama dalam menjaga sumber daya kelautan Indonesia untuk generasi mendatang.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat terkait dengan kesehatan lautnya. Karena itu, melalui kebijakan ekonomi biru, pemerintah mendorong pengelolaan laut yang produktif sekaligus lestari, sehingga manfaatnya dapat terus dinikmati oleh masyarakat dari generasi ke generasi.

Edukasi, Budaya, dan Konservasi dalam Satu Perayaan

Puncak peringatan di Peninsula Island menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Diskusi bersama pakar, akademisi, dan pegiat lingkungan menjadi ruang berbagi gagasan mengenai perlindungan biodiversitas laut, pengelolaan kawasan konservasi, hingga penerapan kearifan lokal dalam menjaga ekosistem pesisir.

Nuansa budaya turut memperkaya perayaan tahun ini melalui pertunjukan Wayang Samudera dan sajian musik bertema kelautan yang menyampaikan pesan-pesan pelestarian lingkungan secara kreatif dan menghibur. Sejumlah diskusi tematik juga membahas berbagai isu strategis, mulai dari perubahan iklim, perdagangan ilegal satwa laut, teknologi mitigasi tangkapan sampingan (bycatch), hingga pengembangan praktik perikanan berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya menyasar orang dewasa, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai laut sejak dini. Berbagai workshop kreatif seperti pembuatan layang-layang, coral clay, daur ulang sampah, lomba mewarnai, hingga lomba menggambar bertema kelautan menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak.

Momentum World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan laut yang berkelanjutan. Karena itu, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait pencegahan dan penanganan sampah yang masuk ke laut.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah ditandatangani kedua kementerian pada Agustus 2025 serta implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi akan memperkuat pengelolaan data dan informasi sampah, pengembangan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta program komunikasi, informasi, dan edukasi bagi masyarakat luas. Selain itu, KKP juga menjalin kemitraan strategis dengan Konservasi Indonesia untuk mendorong inovasi pendanaan dan pengelolaan kelautan berkelanjutan.

Kerja sama ini difokuskan pada tiga program prioritas, yaitu PROTEKSI, PELAUT, dan Laut SEBASAH. Program-program tersebut mencakup penguatan kawasan konservasi, perlindungan spesies laut yang terancam punah, pengembangan karbon biru sektor kelautan, serta peningkatan efektivitas pendanaan konservasi. Implementasi program akan dilakukan di sejumlah kawasan penting, mulai dari Pesisir Barat Sumatera, Bentang Laut Sunda Kecil-Banda, hingga Bentang Laut Kepala Burung di Papua.

Meski puncak acara berlangsung di Bali, rangkaian kegiatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 telah digelar di berbagai wilayah pesisir Indonesia sejak 30 Mei hingga 7 Juni 2026 melalui kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan kelompok masyarakat. Berbagai aksi lingkungan dilakukan melalui program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut SEBASAH), edukasi masyarakat pesisir melalui Sekolah Pantai Indonesia, hingga kegiatan penanaman mangrove sebagai solusi berbasis alam untuk memperkuat ketahanan ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Palopo bersama komunitas Marine Buddies. Sementara itu, kampanye pelestarian laut juga menjangkau Paloh, Derawan, Wakatobi, Labuan Bajo, Alor, hingga Maluku Barat Daya melalui kolaborasi dengan Plastic Free Ocean Network (PFON). Melalui berbagai aksi yang tersebar dari pesisir hingga kawasan konservasi, semangat yang diusung dalam peringatan tahun ini semakin kuat: menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi lingkungan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Kementerian Kelautan dan PerikananlautWWF Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

Next Post

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co