21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

Made Chandra by Made Chandra
June 8, 2026
in Ulas Rupa
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

Instalasi video oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan, bergema meneror kedua kuping tanpa malu-malu.

Ya, selamat. Kamu sudah berada di dalam stasiun imajinasi milik mas-mas kediri, Aka Ilham Gusti Syahadat, seorang arsitek yang merawat anomali berpikirnya lewat karya-karya nakal nan eksperimental.

Di dalam sebuah ruang gelap lantai dua milik sebuah kafe bernama The Ruum, ia membangkitkan bentuk dan rupa-rupa makhluk imajinatifnya dalam sebuah presentasi instalatif yang sayangnya hanya berlangsung dalam dua hari saja.

Tapi tak apa, seperti dendam, kegilaan juga harus dibayar tuntas. Dengan cara inilah Ilham yang sehari-hari berkutat dalam berbagai proyek arsitektur, menjaga kewarasannya dengan proyek solo presentasi berjudul “Ruang Kepala” ini.

Tak tanggung-tanggung, tempat yang sangat kosong sebelumnya, ia retas, modifikasi lalu rancang sebagai ruang intim, yang menampilkan berbagai endapan visual yang telah lama tertidur dalam bentuk aset digital.

Dalam satu karya yang cukup masif, ia menembak kain yang membentang lengkung dengan sebuah proyektor mini, untuk menampilkan berbagai aset video imajinatif yang telah lama ia kumpulkan satu persatu.

Instalasi video oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

Dalam salah satu video yang me-looping dirinya terus menerus, ia menampilkan salah satu arsitektur rekaan yang Ilham sebut sebagai Stasiun Buraq, sebuah makhluk sufistik yang hadir dalam cerita-cerita tradisi keislaman tentang peristiwa “Isra Mi’raj”.

Sebagai seorang muslim yang lahir di salah satu daerah penting kerajaan besar nusantara, pria Kediri ini paham betul, bagaimana memori, cerapan, kebiasaan dan lingkungan begitu menubuh dalam sensibilitas kognitifnya.

Maka wajar, karyanya seringkali berjalan di antara praktik arsitektur dan tradisi sufistik yang begitu kental. Potongan tubuh yang kemudian bercampur dengan kepala-kepala hewan, hamparan ruang lapang tak berujung, serta sosok di antara objek-objek arsitektur yang saling berjejalan.

Mungkin pada aplikasi SketchUp, atau 3D blender inilah, ia memuntahkan sebagian dari isi kepalanya yang begitu liar, mentah, dan kadang sedikit usil.

Beranjak dari sana, di balik kain tersebut muncul siluet-siluet hitam yang meneror dengan wujud-wujud bersayap kesukaannya. Namun entah mengapa, wujud-wujud tersebut—dengan kesederhanaan bentuknya—berhasil menampilkan kesan-kesan keilahian, mistik, dan spirituil yang berhasil menyentuh persepsi penonton, terutama saya sendiri yang langsung menyaksikannya.

Instalasi bayangan oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

Hal itu dipertebal oleh hamparan kain sajadah yang menghadap cahaya merah, yang ternyata berasal dari properti interior café dan berpendar syahdu layaknya bulan di kala adzan Isya berkumandang.

Di balik sosok-sosok yang ia tampilkan, ternyata baru masuk akal, setelah ia memberitahu bahwa kegandrungannya pada sayap-sayap itu muncul dari buku-buku milik Danarto, seorang penulis revolusioner melalui tulisan-tulisannya yang melampaui batas realisme konvensional.

Cover buku Asmaraloka milik Danarto ternyata menjadi keseharian dalam pengalaman visual yang ia konsumsi sehari-hari. Larik kata yang aneh dan komposisi kalimat yang jauh dari konteks sastra pada umumnya. Membawa pengaruh besar dalam karya-karya Ilham, terutama pada presentasi solonya kali ini.

Ia dengan sadar mengakui, sebagian besar dari bentuk dan visual-visual yang ia hadirkan, tumbuh dari keisengan dan sensibilitas yang sangat impulsif. Tanpa mengurangi konteks, wujud-wujud itu melebur dalam pengalaman dan memorinya tentang rumah, tradisi dan keterhubungannya dengan Bali sebagai tempatnya menetap sekarang.

Figur bersayap dalam cover buku Asmaraloka oleh Danarto | Photo : Made Chandra

 

Dari sanalah kita mulai sedikit paham, mengapa ruang kosong dalam kepalanya, justru dipenuhi ingatan visual yang begitu liar dan ajaib. Dengan cara inilah gagasan dan stimulasi impulsif itu sampai pada bentuk fisiknya.

Arsitektur dan kolase

Sebagai seseorang yang berangkat dari latar belakang arsitektur, tidak menjadikan Ilham larut dalam hiruk-pikuk produksi industri semata. Ia orang yang bisa melebur dengan praktik-praktik di luar lingkup profesinya.

Salah satunya adalah aktivitas potong-memotong yang sering disebut sebagai Kolase. Dalam pameran ini pun ia menggandeng komunitas yang telah membersamai praktik tersebut sejak lama. Yaitu Ejakolase, sebuah perkumpulan para pegiat kreatif yang menaruh perhatian lebih pada kerjaan tempel-menempel ini.

Karya kolase oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

Selain aktivasi ruang berupa presentasi. Di ruangan sebelahnya, ia bersama Ejakolase, mengajak para pengunjung untuk menciptakan karya kolase mereka sendiri. Dengan bantuan gunting dan lem, gambar-gambar dalam majalah dipindah kontekskan sebagai bentuk baru dalam bidang yang telah disediakan.

Pada praktik kolase ini juga, Ilham mendapat intensi untuk memanipulasi, memotong, dan menyatukan berbagai elemen visual yang sesungguhnya tak punya kedekatan satu dengan yang lainnya.

Justru di sinilah, imajinasi dan mimpi-mimpi fantastis seorang Ilham, mendapatkan bentuknya melalui entitas dan ruang yang terwujud dari gabungan-gabungan elemen yang muncul dari ingatan dan kesehariannya sebagai seorang penikmat budaya visual.

Desain dan pengalaman keruangan

Instalasi bayang merah oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

 

Satu hal yang sungguh terasa dalam presentasi solonya kali ini adalah pengalaman ruang dan bagaimana ia mendefinisikan idenya melalui komposisi alur yang begitu sukses menguasai area kosong nan gelap ini.

Sekali lagi, bahwa pengalaman pada desain arsitektur begitu menyelamatkan eksekusinya kali ini. Persoalan teknis display dan bagaimana karya betul-betul memanfaatkan ruangan dengan maksimal tentu menjadi hal yang patut diapresiasi di sini.

Tak banyak seniman yang mau bersusah payah untuk memikirkan kerja-kerja belakang layar, tentang bagaimana karyanya tampil dalam sebuah ruangan dan dengan cara apa ia ditampilkan. Di sinilah Ilham mematahkan stigma usang tersebut, dengan menunjukkan sikap profesionalnya lewat keputusan-keputusan instalasi yang vital.

Aspek keruangan dalam solo presentasi “Ruang Kepala” | Photo : Made Chandra

Dibantu oleh Unsual studio, ia merancang sebuah pementasan karya yang begitu dinamis. Dengan hanya sebuah senter kecil, potongan kertas serta klip yang dijepitkan secara sederhana. Ia berhasil menciptakan nuansa magis, misterius serta mistikal dengan bayangan-bayangan sufistiknya. Ditambah lagi cahaya merah dari properti café, semakin mendramatisir suasana yang telah terbangun secara bersamaan.

Hasil ini menunjukkan kecakapan Ilham dalam merangkai komposisi karya dalam satu ruangan yang sesungguhnya cukup luas sebagai sebuah ruang presentasi solo.  Serta bagaimana ia berhasil menciptakan dan membawa agenda langka ini di tengah jantung skena Kodya Denpasar.

Kata pengantar dan kesan coretan dalam solo presentasi “Ruang Kepala” | Photo : Made Chandra

Dan pada akhirnya, apa yang ditawarkan oleh Ilham bukan sekedar muntahan visual yang asal jiplak. Ia dibentuk, dan dipikirkan dengan sangat amat matang, dengan segala pertimbangan artistik dan desain yang saling bernegosiasi satu sama lain.

Menjelma ruang kepala yang menerjemahkan isi kekosongan atau kekosongan dalam isi pikiran seorang Ilham. [T]

Penulis: Made Chandra
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pameran Seni RupaSeni InstalasiSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

Next Post

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

Made Chandra

Made Chandra

Lahir di Baturaja, Sumatera Selatan, kini menetap di Denpasar. Merupakan seorang perupa muda yang suka mengeksplor wayang Kamasan sebagai titik temu antara kompleksitas sureal dan realitas dunia. Kadang kala ia suka menulis—mencatatkan berbagai hal yang menurutnya menarik dan layak mendapat intensi lebih, terutama perihal seni dan budaya visual.

Related Posts

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

by Hartanto
August 29, 2026
0
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

Read moreDetails

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

by Hartanto
August 26, 2026
0
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

Read moreDetails

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
0
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

Read moreDetails

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
0
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

Read moreDetails
Next Post
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co