14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
in Panggung
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra saat jumpa pers Lovina Festival 2026

“Hari ini kesiapan sudah seratus persen,” ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club, Kamis (23/7). Kalimat itu menjadi penanda bahwa pesisir utara Bali kembali bersolek.

“Lovina mulai hidup kembali,” lanjutnya.

Ucapan itu terdengar sederhana. Namun, perubahan di Pantai Lovina kini mudah terlihat. Sejak jalur pedestrian selesai ditata, kawasan pesisir itu menghadirkan wajah baru. Laut tetap tenang, perahu-perahu nelayan melaut seperti biasa, sementara angin pantai berembus melintasi Tasikmadu. Dalam beberapa hari ke depan, pesisir itu akan dipenuhi beragam pertunjukan seni tradisional, seni modern, serta berbagai side event yang meramaikan Pantai Lovina.

Suasana itulah yang akan mewarnai Lovina Festival 2026 pada 24–28 Juli. Memasuki penyelenggaraan ke-12, festival mengusung tema Theatre of Dolphins, yang menggambarkan Lovina sebagai panggung alam tempat laut, lumba-lumba hidup berdampingan bebas dengan masyarakat, budaya, dan kearifan lokal.

Beragam agenda disiapkan untuk mempromosikan destinasi kepada wisatawan domestik dan mancanegara. Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan sekitar 25 ribu kunjungan selama lima hari penyelenggaraan. Salah satu indikatornya terlihat pada lomba perahu layar mini yang mencatat 1.230 peserta, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peserta datang dari berbagai daerah di Bali, bahkan Banyuwangi turut mengirimkan wakilnya.

Menurut Sutjidra, meningkatnya jumlah peserta menunjukkan bahwa Lovina Festival semakin dikenal wisatawan dari luar daerah.

“Kalau peserta datang dari luar daerah, mereka tentu menginap, makan di warung, menikmati wisata lumba-lumba, berbelanja di UMKM, lalu mengunjungi destinasi lain di sekitar Lovina. Pergerakan seperti itu yang kami harapkan terus tumbuh,” ujarnya.

Laut menjadi ruang pertama yang menyambut pengunjung festival.

Di atas perairan yang setiap pagi menjadi habitat lumba-lumba, ribuan perahu layar mini akan bergerak mengikuti arah angin. Seluruh perahu dibuat sendiri oleh para peserta, lengkap dengan tiang dan layar yang mengandalkan hembusan angin sebagai tenaga penggerak.

Tradisi ini telah lama hidup di tengah masyarakat pesisir Bali Utara. Bermula dari permainan sederhana, perahu layar mini kemudian berkembang menjadi atraksi yang selalu dinantikan setiap kali Lovina Festival digelar.

Tahun ini perlombaan berlangsung selama dua hari dengan sistem gugur. Sepuluh perahu dilepas dalam setiap putaran, kemudian dua tercepat melaju ke babak berikutnya hingga menyisakan para finalis.

Tokoh pariwisata Buleleng, Nyoman Arya Astawa atau yang akrab disapa Mang Dauh, menilai lonjakan jumlah peserta menjadi pertanda bahwa gaung Lovina Festival semakin luas.

“Bahkan teman saya tidak bisa mendapatkan hotel di kawasan Lovina karena sudah penuh,” katanya.

Menurut Mang Dauh, sebagian besar peserta datang bersama keluarga maupun kerabat. Mereka menghabiskan waktu beberapa hari di Lovina, menikmati wisata lumba-lumba, mencicipi kuliner lokal, hingga berbelanja di kios-kios masyarakat.

“Kalau mereka tinggal lebih lama, perputaran ekonomi ikut bergerak,” ujarnya.

Dari pesisir, festival berlanjut menuju desa.

Di Desa Kaliasem, lomba sapi gerumbungan kembali digelar sebagai bagian dari identitas agraris Bali Utara. Sebanyak 14 pasangan sapi akan memasuki arena dengan balutan hiasan berwarna-warni, menampilkan kekompakan langkah yang selama puluhan tahun menjadi kebanggaan para peternak.

Tradisi tersebut lahir dari kehidupan masyarakat pedesaan. Seiring waktu, sapi gerumbungan berkembang menjadi pertunjukan yang memperlihatkan keterampilan joki, keindahan tata rias, sekaligus hubungan masyarakat dengan dunia pertanian.

Melalui festival ini, wisatawan diajak mengenal sisi lain Bali Utara yang tumbuh dari sawah, ladang, dan desa-desa di sekitar kawasan pesisir.

Panitia juga memperkenalkan Lovina Cross Country, lintasan lari sejauh delapan kilometer yang melintasi Tasikmadu, Kalibukbuk, Kaliasem, hingga Temukus sebelum kembali ke garis akhir.

Sekitar 250 pelari telah mendaftarkan diri.

Rute tersebut dirancang agar peserta menyusuri bentang alam Bali Utara melalui jalan-jalan desa, hamparan sawah, kawasan perbukitan, lalu kembali bertemu laut. Di sejumlah titik, masyarakat akan menyambut para pelari dengan baleganjur dan kesenian tradisional sehingga menghadirkan pengalaman yang lekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Di tengah berbagai pertunjukan dan perlombaan, festival juga menyediakan ruang untuk membaca kembali sejarah Lovina.

Panitia menghadirkan bedah buku Bunga Rampai Anak Agung Pandji Tisna yang disusun Anak Agung Ngurah Ugrasena. Agenda tersebut mengajak publik menelusuri kembali pemikiran Anak Agung Pandji Tisna, sastrawan sekaligus tokoh yang memperkenalkan nama Lovina kepada dunia.

Melalui buku itu, perjalanan Pandji Tisna dibaca dari berbagai sudut pandang, mulai dari kebudayaan, masyarakat Bali Utara, hingga pandangannya terhadap laut utara Bali sebagai ruang hidup yang terus berkembang.

Penanggung jawab Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan bahwa tema Theatre of Dolphins dipilih untuk menggambarkan Lovina sebagai panggung alam tempat lumba-lumba, manusia, seni, budaya, dan kehidupan pesisir saling bertemu.

Festival tahun ini berlangsung di dua kawasan. Tasikmadu menjadi pusat kegiatan pada 24–26 Juli, kemudian rangkaian acara berlanjut di Pantai Binaria hingga 28 Juli. Selama lima hari, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisional dan modern, Gerakan Gemar Makan Ikan, diskusi ekonomi kreatif, workshop, pameran UMKM, serta berbagai kegiatan komunitas.

Sebanyak 250 seniman dan pengisi acara, 82 pelaku UMKM, serta 44 komunitas terlibat dalam festival yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Menjelang matahari tenggelam, Lovina kembali memperlihatkan denyut kehidupan yang akrab bagi masyarakat pesisir.

Anak-anak berlari di sepanjang pedestrian. Wisatawan berhenti memotret laut yang mulai berubah warna. Pedagang sibuk menata dagangan. Di kejauhan, panggung-panggung telah berdiri menunggu pertunjukan dimulai.

Dalam beberapa hari ke depan, ribuan perahu layar mini akan kembali memenuhi laut. Sapi gerumbungan memasuki arena. Para pelari melintasi sawah dan jalan-jalan desa. Seniman bergantian tampil di atas panggung. Pembaca berkumpul membicarakan Pandji Tisna.

Semua peristiwa itu akan berlangsung di pesisir utara Bali, tempat laut, tradisi, kesenian, literasi, dan kehidupan masyarakat bertemu dalam satu perayaan. Melalui Lovina Festival 2026, kawasan ini kembali menunjukkan wajahnya sebagai ruang yang terus hidup, dirawat oleh warganya, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenalnya lebih dekat.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: Festival LovinaLovinaPemkab Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

Next Post

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Kesetiaan Itu Mahal ------Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co