3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
in Panggung
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra saat jumpa pers Lovina Festival 2026

“Hari ini kesiapan sudah seratus persen,” ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club, Kamis (23/7). Kalimat itu menjadi penanda bahwa pesisir utara Bali kembali bersolek.

“Lovina mulai hidup kembali,” lanjutnya.

Ucapan itu terdengar sederhana. Namun, perubahan di Pantai Lovina kini mudah terlihat. Sejak jalur pedestrian selesai ditata, kawasan pesisir itu menghadirkan wajah baru. Laut tetap tenang, perahu-perahu nelayan melaut seperti biasa, sementara angin pantai berembus melintasi Tasikmadu. Dalam beberapa hari ke depan, pesisir itu akan dipenuhi beragam pertunjukan seni tradisional, seni modern, serta berbagai side event yang meramaikan Pantai Lovina.

Suasana itulah yang akan mewarnai Lovina Festival 2026 pada 24–28 Juli. Memasuki penyelenggaraan ke-12, festival mengusung tema Theatre of Dolphins, yang menggambarkan Lovina sebagai panggung alam tempat laut, lumba-lumba hidup berdampingan bebas dengan masyarakat, budaya, dan kearifan lokal.

Beragam agenda disiapkan untuk mempromosikan destinasi kepada wisatawan domestik dan mancanegara. Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan sekitar 25 ribu kunjungan selama lima hari penyelenggaraan. Salah satu indikatornya terlihat pada lomba perahu layar mini yang mencatat 1.230 peserta, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peserta datang dari berbagai daerah di Bali, bahkan Banyuwangi turut mengirimkan wakilnya.

Menurut Sutjidra, meningkatnya jumlah peserta menunjukkan bahwa Lovina Festival semakin dikenal wisatawan dari luar daerah.

“Kalau peserta datang dari luar daerah, mereka tentu menginap, makan di warung, menikmati wisata lumba-lumba, berbelanja di UMKM, lalu mengunjungi destinasi lain di sekitar Lovina. Pergerakan seperti itu yang kami harapkan terus tumbuh,” ujarnya.

Laut menjadi ruang pertama yang menyambut pengunjung festival.

Di atas perairan yang setiap pagi menjadi habitat lumba-lumba, ribuan perahu layar mini akan bergerak mengikuti arah angin. Seluruh perahu dibuat sendiri oleh para peserta, lengkap dengan tiang dan layar yang mengandalkan hembusan angin sebagai tenaga penggerak.

Tradisi ini telah lama hidup di tengah masyarakat pesisir Bali Utara. Bermula dari permainan sederhana, perahu layar mini kemudian berkembang menjadi atraksi yang selalu dinantikan setiap kali Lovina Festival digelar.

Tahun ini perlombaan berlangsung selama dua hari dengan sistem gugur. Sepuluh perahu dilepas dalam setiap putaran, kemudian dua tercepat melaju ke babak berikutnya hingga menyisakan para finalis.

Tokoh pariwisata Buleleng, Nyoman Arya Astawa atau yang akrab disapa Mang Dauh, menilai lonjakan jumlah peserta menjadi pertanda bahwa gaung Lovina Festival semakin luas.

“Bahkan teman saya tidak bisa mendapatkan hotel di kawasan Lovina karena sudah penuh,” katanya.

Menurut Mang Dauh, sebagian besar peserta datang bersama keluarga maupun kerabat. Mereka menghabiskan waktu beberapa hari di Lovina, menikmati wisata lumba-lumba, mencicipi kuliner lokal, hingga berbelanja di kios-kios masyarakat.

“Kalau mereka tinggal lebih lama, perputaran ekonomi ikut bergerak,” ujarnya.

Dari pesisir, festival berlanjut menuju desa.

Di Desa Kaliasem, lomba sapi gerumbungan kembali digelar sebagai bagian dari identitas agraris Bali Utara. Sebanyak 14 pasangan sapi akan memasuki arena dengan balutan hiasan berwarna-warni, menampilkan kekompakan langkah yang selama puluhan tahun menjadi kebanggaan para peternak.

Tradisi tersebut lahir dari kehidupan masyarakat pedesaan. Seiring waktu, sapi gerumbungan berkembang menjadi pertunjukan yang memperlihatkan keterampilan joki, keindahan tata rias, sekaligus hubungan masyarakat dengan dunia pertanian.

Melalui festival ini, wisatawan diajak mengenal sisi lain Bali Utara yang tumbuh dari sawah, ladang, dan desa-desa di sekitar kawasan pesisir.

Panitia juga memperkenalkan Lovina Cross Country, lintasan lari sejauh delapan kilometer yang melintasi Tasikmadu, Kalibukbuk, Kaliasem, hingga Temukus sebelum kembali ke garis akhir.

Sekitar 250 pelari telah mendaftarkan diri.

Rute tersebut dirancang agar peserta menyusuri bentang alam Bali Utara melalui jalan-jalan desa, hamparan sawah, kawasan perbukitan, lalu kembali bertemu laut. Di sejumlah titik, masyarakat akan menyambut para pelari dengan baleganjur dan kesenian tradisional sehingga menghadirkan pengalaman yang lekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Di tengah berbagai pertunjukan dan perlombaan, festival juga menyediakan ruang untuk membaca kembali sejarah Lovina.

Panitia menghadirkan bedah buku Bunga Rampai Anak Agung Pandji Tisna yang disusun Anak Agung Ngurah Ugrasena. Agenda tersebut mengajak publik menelusuri kembali pemikiran Anak Agung Pandji Tisna, sastrawan sekaligus tokoh yang memperkenalkan nama Lovina kepada dunia.

Melalui buku itu, perjalanan Pandji Tisna dibaca dari berbagai sudut pandang, mulai dari kebudayaan, masyarakat Bali Utara, hingga pandangannya terhadap laut utara Bali sebagai ruang hidup yang terus berkembang.

Penanggung jawab Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan bahwa tema Theatre of Dolphins dipilih untuk menggambarkan Lovina sebagai panggung alam tempat lumba-lumba, manusia, seni, budaya, dan kehidupan pesisir saling bertemu.

Festival tahun ini berlangsung di dua kawasan. Tasikmadu menjadi pusat kegiatan pada 24–26 Juli, kemudian rangkaian acara berlanjut di Pantai Binaria hingga 28 Juli. Selama lima hari, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisional dan modern, Gerakan Gemar Makan Ikan, diskusi ekonomi kreatif, workshop, pameran UMKM, serta berbagai kegiatan komunitas.

Sebanyak 250 seniman dan pengisi acara, 82 pelaku UMKM, serta 44 komunitas terlibat dalam festival yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Menjelang matahari tenggelam, Lovina kembali memperlihatkan denyut kehidupan yang akrab bagi masyarakat pesisir.

Anak-anak berlari di sepanjang pedestrian. Wisatawan berhenti memotret laut yang mulai berubah warna. Pedagang sibuk menata dagangan. Di kejauhan, panggung-panggung telah berdiri menunggu pertunjukan dimulai.

Dalam beberapa hari ke depan, ribuan perahu layar mini akan kembali memenuhi laut. Sapi gerumbungan memasuki arena. Para pelari melintasi sawah dan jalan-jalan desa. Seniman bergantian tampil di atas panggung. Pembaca berkumpul membicarakan Pandji Tisna.

Semua peristiwa itu akan berlangsung di pesisir utara Bali, tempat laut, tradisi, kesenian, literasi, dan kehidupan masyarakat bertemu dalam satu perayaan. Melalui Lovina Festival 2026, kawasan ini kembali menunjukkan wajahnya sebagai ruang yang terus hidup, dirawat oleh warganya, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenalnya lebih dekat.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: Festival LovinaLovinaPemkab Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

Next Post

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

by tatkala
November 1, 2026
0
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

Read moreDetails

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

Read moreDetails

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

Read moreDetails

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

Read moreDetails

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
0
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

Read moreDetails

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails
Next Post
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Kesetiaan Itu Mahal ------Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co