14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
in Pameran
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Pameran Tunggal “Satya” oleh Gotawa di Toke, Toko Kopi & Seni│Foto: Dok. Go

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan warna demi warna dengan sapuan yang lahir dari emosi sesaat. Di sekelilingnya, penonton tidak hanya menyaksikan sebuah lukisan sedang diciptakan, tetapi juga proses yang sengaja dipertontonkan. Bagi Gotawa, seni tidak pernah selesai hanya pada hasil akhir.

Itulah semangat yang diusung dalam pameran tunggal bertajuk “Satya” yang dibuka pada Minggu, 19 Juli 2026, di Toke, Toko Kopi & Seni, Denpasar. Pameran yang berlangsung hingga 3 Agustus itu menjadi tonggak penting bagi seniman muda yang bernama lengkap Putu Agus Gotawa.

Ia lahir di Denpasar pada 11 April 2004. Gotawa dikenal sebagai pribadi yang tak pernah diam. Ada saja hal baru yang ingin dicoba, bahkan tak jarang tampak nyeleneh. Namun justru keberanian bereksperimen itulah membentuk karakternya sebagai seniman muda. Meski baru menginjak 22 tahun, banyak orang kerap terkecoh karena penampilannya yang khas dan nyentrik, seolah menunjukkan kedewasaan artistik yang melampaui usianya.

Pameran Tunggal “Satya” oleh Gotawa di Toke, Toko Kopi & Seni│Foto: Dok. Go

Keinginan menggelar pameran tunggal sebenarnya telah lama ia simpan. Kesempatan itu datang ketika mendapat ajakan untuk berpameran di Toke. Baginya, pameran solo memiliki makna tersendiri karena menjadi ruang bagi seorang seniman untuk memperlihatkan perjalanan artistik secara utuh sekaligus memperoleh ruang apresiasi lebih luas.

“Memang ada keinginan membuat pameran tunggal. Ada kebanggaan tersendiri ketika bisa menampilkan karya secara solo. Selain itu, pameran seperti ini juga memberi ruang untuk eksposur yang lebih besar,” ujarnya.

Namun, yang ingin ia soroti bukan semata karya visual. Melalui tajuk “Satya”, Gotawa mengangkat satu nilai yang menurutnya kian langka dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya kesetiaan bukan hanya perkara hubungan antarpasangan. Nilai itu jauh lebih luas, menyentuh relasi manusia dengan sesama, alam, bahkan dengan tanggung jawab sosialnya. Ia menyoroti berbagai persoalan. Mulai dari korupsi, renggangnya hubungan antarmanusia, hingga pemerintah yang dinilai semakin jauh dari suara rakyat—berakar pada memudarnya kesetiaan terhadap amanah dan kemanusiaan.

Pameran Tunggal “Satya” oleh Gotawa di Toke, Toko Kopi & Seni│Foto: Dok. Go

 

“Saya ingin menyampaikan bahwa kesetiaan itu sesuatu yang mahal. ‘Satya’ bukan hanya soal cinta. Kita harus satya kepada sesama manusia, orang tua, pasangan, hewan, tumbuhan, hingga Tuhan. Pemerintah juga seharusnya satya kepada rakyatnya, menjadi pendengar dan pengayom, bukan malah acuh tak acuh,” katanya.

Gagasan tersebut tidak hanya hadir melalui lukisan. Saat pembukaan pameran, Gotawa merancang sebuah pertunjukan seni yang menggabungkan berbagai medium ekspresi. Ia memulai dengan menghadirkan tokoh Penasar, yang mengadaptasi unsur kecak dan gambuh dalam balutan humor. Setelah itu muncul sosok Dukuh, yang mengajak penonton memahami makna satya dari perspektif nilai-nilai tradisi, termasuk konsep satya wacana atau kesetiaan pada ucapan.

Puncaknya adalah aksi melukis secara langsung. Sebelum menyentuh kanvas, Gotawa terlebih dahulu melakukan persembahyangan sederhana sebagai simbol penyatuan diri dengan alam. Ritual itu kemudian berlanjut menjadi ledakan ekspresi warna yang diiringi musik eksperimental dari Tuki Gray serta pembacaan puisi penuh penghayatan oleh Ganesa.

 Pameran Tunggal “Satya” oleh Gotawa di Toke, Toko Kopi & Seni│Foto: Dok. Go

“Tradisi dan modern saya satukan. Saya memulai dengan sembahyang sebagai bentuk penyatuan diri dengan alam, lalu melukis dengan ekspresi yang mengikuti emosi saat itu. Musik dan puisi menjadi bagian dari perjalanan karya tersebut,” jelasnya.

Pilihan menggelar pameran di Toke, Toko Kopi Seni pun bukan tanpa alasan. Menurut Gotawa, ruang tersebut telah lama menjadi tempat berkumpulnya pelaku seni dan memiliki audiens yang terbuka terhadap berbagai bentuk eksplorasi artistik.

Ia menilai Toke bukan sekadar kedai kopi, melainkan ruang berekspresi yang memberi kebebasan bagi seniman muda untuk bereksperimen tanpa merasa dihakimi. Dukungan dari pengelola dan komunitas yang telah terbentuk membuat tempat itu terasa tepat untuk menjadi lokasi debut pameran tunggalnya.

Pameran Tunggal “Satya” oleh Gotawa di Toke, Toko Kopi & Seni│Foto: Dok. Go

Meski pembukaan pameran berlangsung pada pertengahan Juli, proses penciptaan karya sebenarnya telah dimulai jauh sebelumnya. Menariknya, Gotawa menyebut pameran ini sebagai Art on Process, sebuah pameran yang tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga memperlihatkan bagaimana proses terciptanya karya itu.

Ia memulai dengan tahap eksplorasi ekspresi tanpa bentuk, kemudian beralih ke bentuk yang mulai terbaca. Setelah itu, proses kembali memasuki fase ekspresif sebelum akhirnya menuju tahap perincian atau detailing.

“Menurut saya, karya seni tidak bisa selesai hanya dalam satu kali proses. Setiap hari kita punya emosi, pengalaman, dan suasana batin yang berbeda. Itu memengaruhi tarikan garis, kelenturan gerak, bahkan hasil akhirnya,” ujarnya. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

Next Post

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
0
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

Read moreDetails

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
0
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

Read moreDetails

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails
Next Post
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co