5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
in Pameran
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Pameran Bali Megarupa VIII/2026, salah satu program unggulan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII | Foto: tatkala.co/Budarsana

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol perjalanan waktu. Di sudut lain, logam bekas berubah menjadi metafora keheningan batin. Tidak jauh dari sana, karya digital menawarkan tafsir baru atas spiritualitas, sementara foto-foto ritual Bali berdialog dengan lanskap kontemplatif dari Korea Selatan dan Prancis.

Itulah suasana yang dihadirkan Pameran Bali Megarupa VIII/2026, salah satu program unggulan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII. Berlangsung pada 11–25 Juli 2026 di Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, serta Nata-Citta Art Space (N-CAS) ISI Bali, pameran ini mengusung tema “Sukma Rupa: Artistika Atma Kerthi”.

Sebanyak 83 seniman dari Indonesia, Korea Selatan, Prancis, dan Ukraina ambil bagian dalam pameran ini. Mereka membawa latar budaya, pengalaman artistik, dan medium yang berbeda, namun dipertemukan oleh satu gagasan besar: menjadikan seni sebagai ruang dialog antara spiritualitas, identitas budaya, ekologi, dan dinamika kehidupan kontemporer.

Diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Bali Megarupa merupakan implementasi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Sejak pertama kali digelar pada 2019, pameran ini terus berkembang menjadi salah satu ruang penting bagi seni rupa modern dan kontemporer, sekaligus memperluas jejaring perupa Bali di tingkat nasional maupun internasional.

Keberagaman medium menjadi salah satu kekuatan Bali Megarupa tahun ini. Sebanyak 56 karya lukisan dan drawing hadir berdampingan dengan fotografi, keramik, patung, instalasi, tekstil, tapestri, printmaking, hingga digital art.

Pameran Bali Megarupa VIII/2026, salah satu program unggulan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII | Foto: tatkala.co/Budarsana

Keragaman tersebut menunjukkan bagaimana praktik seni rupa kini tidak lagi dibatasi oleh satu disiplin. Material tradisional berdialog dengan teknologi digital, sementara pendekatan interdisipliner membuka kemungkinan-kemungkinan artistik baru yang semakin relevan dengan perkembangan zaman.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, proses seleksi dilakukan melalui dua jalur, yakni undangan kuratorial dan open call. Dari 60 seniman yang mengikuti panggilan terbuka, sebanyak 19 perupa terpilih berpameran bersama para seniman undangan. Skema ini menjadi ruang pertemuan antara generasi muda yang tengah membangun bahasa visualnya dengan para perupa yang telah lebih dahulu menorehkan jejak dalam dunia seni rupa.

Membaca Ulang Tradisi

Kurator utama sekaligus Rektor ISI Bali, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, menjelaskan bahwa tema “Sukma Rupa: Artistika Atma Kerthi” mengajak seniman menelusuri sumber-sumber penciptaan yang lahir dari intuisi, pengalaman spiritual, imajinasi, hingga pembacaan ulang terhadap mitologi dan realitas masa kini.

Menurutnya, tradisi tidak dipandang sebagai sesuatu yang selesai atau beku. Sebaliknya, tradisi terus dinegosiasikan, ditafsirkan kembali, dan diolah melalui sensibilitas zaman yang selalu berubah. Karena itu, penggunaan material alternatif, pendekatan lintas disiplin, maupun teknologi digital bukanlah bentuk meninggalkan tradisi, melainkan cara baru untuk memperpanjang napasnya.

Kun Adnyana menilai artistika yang lahir dalam karya-karya peserta tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis, tetapi juga pada keberhasilan mengolah pengalaman batin, memori budaya, spiritualitas, serta persoalan ekologis dan kemanusiaan menjadi bahasa visual yang autentik.

Pandangan tersebut sejalan dengan kurator asal Korea Selatan, Jeon Dongsu. Menurutnya, Bali Megarupa semakin menunjukkan posisinya sebagai platform seni rupa internasional yang mendorong kolaborasi lintas negara sekaligus membuka ruang eksplorasi medium dan gagasan-gagasan baru.

Kurator pameran, Warih Wisatsana, menjelaskan bahwa tema tahun ini memberi kebebasan kepada para seniman untuk menafsirkan intuisi, mimpi, pengalaman metafisis, maupun kisah-kisah spiritual seperti Atma Prasangsa, Bima Swarga, dan Lubdaka, sembari merespons berbagai persoalan kehidupan masa kini.

Pameran Bali Megarupa VIII/2026, salah satu program unggulan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII | Foto: tatkala.co/Budarsana

Penafsiran tersebut hadir melalui beragam medium. Pada karya instalasi, misalnya, Ida Bagus Komang Sindu Putra menghadirkan Sparsa Rupa: Cipta Seni Rupa Inklusif, sebuah karya multisensori yang memungkinkan penyandang disabilitas netra menikmati seni melalui pengalaman sentuhan.

Ade Nova melalui Ruang Sunyi mengolah logam bekas menjadi simbol transformasi batin, sedangkan Wayan Aris Sarmanta dalam Validasi menyoroti kecenderungan manusia modern yang terus mencari pengakuan di ruang sosial.

Dalam medium patung, I Nyoman Adirupa Karunia memanfaatkan akar kayu sebagai metafora perjalanan alam dan waktu melalui karya Bisikan Akar Tua, sementara I Nyoman Suardina menghadirkan Kudeta Sang Ratu, sebuah kritik puitis terhadap krisis ekologis melalui figur hibrida manusia dan lebah.

Dialog Lintas Negara dan Jembatan Generasi

Percakapan lintas budaya juga tampak kuat pada karya-karya fotografi. Fotografer Korea Selatan, Young Choi, Jo Gyu Nam, dan Ho Yi, bersama fotografer Prancis Aimery Joëssel, menghadirkan eksplorasi mengenai keheningan, ruang, dan spiritualitas.

Karya-karya mereka berdialog dengan fotografer Indonesia yang mengangkat ritual Bali, kosmologi, serta relasi manusia dengan alam. Pertemuan perspektif tersebut memperlihatkan bahwa meskipun lahir dari konteks budaya yang berbeda, pengalaman spiritual dan pencarian makna memiliki bahasa visual yang mampu saling berkomunikasi.

Pameran Bali Megarupa VIII/2026, salah satu program unggulan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII | Foto: tatkala.co/Budarsana

Di antara karya yang mendapat perhatian kurator adalah Where Emptiness Becomes Whole karya Young Choi yang memaknai kehampaan sebagai ruang lahirnya pengalaman spiritual, Window Series karya Jo Gyu Nam serta The Glass Between Us karya Ho Yi yang menggunakan jendela sebagai metafora batas sekaligus penghubung dunia luar dan dunia batin.

Sementara itu, dalam seni lukis, karya-karya seperti Galungan karya I Made Arya Palguna, Mandara Giri karya Putu Edy Asparanggi, The Wandering Soul karya Putu Wirantawan, hingga Pink Elvis Offering karya Nyoman “Polenk” Rediasa memperlihatkan bagaimana tradisi, budaya populer, spiritualitas, dan isu ekologis terus dipertemukan dalam bahasa rupa kontemporer.

Bali Megarupa VIII juga memperlihatkan kesinambungan antargenerasi. Perupa muda berpameran bersama seniman-seniman yang telah lama berkarya, menciptakan ruang dialog yang memperlihatkan bagaimana seni rupa Bali terus bertumbuh tanpa memutus hubungan dengan akar tradisinya.

Memasuki penyelenggaraan kedelapan, Bali Megarupa semakin menegaskan dirinya bukan sekadar ruang pamer karya, melainkan arena perjumpaan gagasan, pengalaman, dan kebudayaan. Melalui tema “Sukma Rupa: Artistika Atma Kerthi”, pameran ini menunjukkan bahwa seni rupa Bali terus bergerak melampaui batas medium dan geografis, tanpa kehilangan pijakan pada spiritualitas, tradisi, serta persoalan-persoalan kemanusiaan yang terus menyertai perjalanan zaman.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bali Megarupa VIIIFestival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

Next Post

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

"Unity in Harmony"Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co