24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
in Khas
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni pertunjukan modern di Bali. Sebanyak 18 kelompok tari tampil dengan karakter, pendekatan, dan konsep yang berbeda-beda, membuktikan bahwa kreativitas generasi muda terus tumbuh melampaui batas-batas gaya maupun genre.

Ajang yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026), menjadi panggung bagi para seniman, pelajar, dan komunitas tari untuk menampilkan karya-karya orisinal. Meski beberapa kelompok mengusung genre yang sama, seperti hip-hop atau salsa, setiap penampilan tetap menghadirkan identitas artistik yang khas.

Sejak penampilan pertama hingga peserta terakhir, antusiasme penonton tidak surut. Sejumlah karya bahkan mampu menghidupkan suasana melalui irama musik yang akrab di telinga sehingga penonton ikut larut menikmati pertunjukan. Tepuk tangan yang mengiringi setiap penampilan semakin menguatkan atmosfer kompetisi sekaligus perayaan kreativitas.

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menariknya, tidak sedikit peserta yang mengembangkan karya dengan pendekatan teatrikal. Mereka membangun alur dramatik tanpa dialog dan tanpa bergantung pada kostum yang secara eksplisit menampilkan karakter tertentu. Cerita disampaikan melalui komposisi gerak, ekspresi para penari, tata cahaya, serta iringan musik rekaman yang dirancang selaras dengan kebutuhan koreografi.

Selaras dengan tema FSBJ VIII, “Kembara Sukma Atma Kerthi: Pengembaraan Menuju Jiwa Mahasuci”, lomba ini menjadi ruang eksplorasi bagi para pelaku seni untuk mengembangkan tari modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal. Peserta diberi keleluasaan memadukan berbagai gaya, mulai dari hip-hop, salsa, cha-cha, ballroom, breaking, K-Pop, hingga pendekatan teatrikal, selama tetap mempertahankan karakter dasar tari modern.

Mekanisme Penilaian

Tim Kreatif Festival Seni Bali Jani, I Kadek Wahyudita, S.Sn., M.Sn., yang akrab disapa Dek Wahyu, menjelaskan seluruh peserta mengikuti lomba melalui mekanisme pendaftaran terbuka tanpa proses kurasi. Mereka berasal dari berbagai kalangan dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan panitia.

Menurutnya, jumlah peserta tahun ini meningkat cukup signifikan. Jika tahun lalu hanya diikuti 12 kelompok, tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 18 kelompok. Peserta masih didominasi komunitas tari dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Gianyar, disusul Karangasem. Sejumlah komunitas yang telah dikenal di Bali, seperti Naluri Manca, Pancar Langit, dan Seven Pro Entertainment, kembali ambil bagian bersama kelompok-kelompok lainnya.

Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Ni Made Suparmi, I Ketut Gede Agus Adi Saputra (Adi Siput), dan Christ, yang memiliki latar belakang dalam hip-hop, breaking, dan modern dance.

Ni Made Suparmi menjelaskan pedoman penilaian telah disampaikan kepada seluruh peserta saat technical meeting. Kreativitas dan eksplorasi tema memiliki bobot 15 persen yang mencakup orisinalitas ide, gagasan, serta kesesuaian karya dengan tema festival.

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Sementara itu, aspek koreografi, keserasian, dan teknik gerak menjadi komponen penilaian terbesar dengan bobot masing-masing 30 persen. Penilaian meliputi komposisi blocking dan moving, orisinalitas gerak, keselarasan dengan musik, penguasaan teknik, tingkat kesulitan, hingga kreativitas penyusunan koreografi.

Aspek ekspresi, penghayatan, tata rias, dan kostum memperoleh bobot 15 persen, sedangkan keutuhan penyajian bernilai 10 persen. Pada bagian ini, dewan juri juga memperhatikan kedisiplinan peserta dalam penggunaan properti sekaligus menjaga kebersihan panggung.

Suparmi mengungkapkan pelaksanaan lomba tahun ini menghadapi tantangan karena bertepatan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS). Akibatnya, beberapa kelompok yang telah mendaftar terpaksa mengundurkan diri karena belum siap tampil. Meski demikian, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan jadwal penyelenggaraan pada tahun mendatang.

Ia juga mengapresiasi tingginya kreativitas para peserta dan berharap pada penyelenggaraan berikutnya seluruh kabupaten dan kota di Bali dapat mengirimkan wakilnya.

Pandangan serupa disampaikan Adi Siput. Menurutnya, kualitas penampilan peserta mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Para penari mulai memahami karakter tari modern yang menjadi ciri khas Festival Seni Bali Jani. Meski demikian, masih ada beberapa kelompok yang belum mampu memanfaatkan ruang panggung Gedung Ksirarnawa secara optimal, padahal penguasaan ruang merupakan elemen penting dalam memperkuat penyampaian gagasan artistik.

Ia berharap ruang bagi seni modern di Festival Seni Bali Jani terus diperluas, termasuk membuka peluang hadirnya kategori tari kontemporer agar semakin banyak komunitas kreatif memperoleh ruang berekspresi.

Ruang Belajar Sekaligus Berkarya

Bagi para peserta, lomba ini bukan semata-mata ajang meraih prestasi, tetapi juga menjadi ruang belajar dan mengembangkan pengalaman artistik.

Sanggar Seni Pancar Langit, misalnya, menurunkan dua kelompok, yakni Nariswari 1 dan Pancar Kumara, yang sama-sama mengangkat tema besar Atma Kerthi. Pengelola sanggar, Gung Mas, mengatakan keikutsertaan mereka bertujuan memberikan pengalaman berkompetisi kepada para penari muda.

Menurutnya, kehadiran kategori tari modern di Festival Seni Bali Jani membuka ruang baru bagi sanggar-sanggar di Bali untuk terus berinovasi. Para penari tidak hanya berkembang dalam tari tradisi, tetapi juga memperoleh kesempatan mengeksplorasi bahasa gerak dan kreativitas melalui tari modern.

Sementara itu, Seven Pro Entertainment menghadirkan karya berjudul ASCEND, yang mengisahkan perjalanan manusia dalam menemukan jati diri. Koreografi memadukan unsur hip-hop, tari modern, dan sentuhan visual bernuansa Bali.

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Pertunjukan tersebut menggambarkan manusia yang terjebak dalam ego, kebingungan, dan godaan duniawi sebelum akhirnya menemukan pencerahan. Permainan drum menjadi simbol denyut kehidupan sekaligus konflik batin, sedangkan gerakan-gerakan yang sensual merepresentasikan hawa nafsu yang membelenggu jiwa. Setelah melalui berbagai ujian, seluruh karakter dipersatukan dalam cahaya sebagai lambang kedamaian dan pencerahan.

Manajer sekaligus pelatih Seven Pro Entertainment, Tutut Angga Pratama, mengatakan karya tersebut menjadi pengalaman baru bagi timnya. Selama ini Seven Pro lebih banyak berkecimpung di dunia hiburan yang menonjolkan aspek visual, sedangkan di Festival Seni Bali Jani mereka ditantang menghadirkan karya yang memiliki landasan konseptual dan filosofi sesuai tema festival.

Menurutnya, identitas Bali dalam karya tersebut tidak diwujudkan melalui gerak tari, melainkan melalui pendekatan visual, seperti kostum, permainan warna, dan dominasi warna emas yang memperkuat karakter pertunjukan.

Melalui beragam karya yang ditampilkan, Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani VIII kembali menegaskan posisinya sebagai ruang kreatif bagi generasi muda Bali untuk terus bereksplorasi. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi laboratorium penciptaan yang mempertemukan gagasan, teknik, dan keberanian bereksperimen, sekaligus memperkaya perkembangan seni pertunjukan modern di Pulau Dewata.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Next Post

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co