5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
in Khas
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni pertunjukan modern di Bali. Sebanyak 18 kelompok tari tampil dengan karakter, pendekatan, dan konsep yang berbeda-beda, membuktikan bahwa kreativitas generasi muda terus tumbuh melampaui batas-batas gaya maupun genre.

Ajang yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026), menjadi panggung bagi para seniman, pelajar, dan komunitas tari untuk menampilkan karya-karya orisinal. Meski beberapa kelompok mengusung genre yang sama, seperti hip-hop atau salsa, setiap penampilan tetap menghadirkan identitas artistik yang khas.

Sejak penampilan pertama hingga peserta terakhir, antusiasme penonton tidak surut. Sejumlah karya bahkan mampu menghidupkan suasana melalui irama musik yang akrab di telinga sehingga penonton ikut larut menikmati pertunjukan. Tepuk tangan yang mengiringi setiap penampilan semakin menguatkan atmosfer kompetisi sekaligus perayaan kreativitas.

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menariknya, tidak sedikit peserta yang mengembangkan karya dengan pendekatan teatrikal. Mereka membangun alur dramatik tanpa dialog dan tanpa bergantung pada kostum yang secara eksplisit menampilkan karakter tertentu. Cerita disampaikan melalui komposisi gerak, ekspresi para penari, tata cahaya, serta iringan musik rekaman yang dirancang selaras dengan kebutuhan koreografi.

Selaras dengan tema FSBJ VIII, “Kembara Sukma Atma Kerthi: Pengembaraan Menuju Jiwa Mahasuci”, lomba ini menjadi ruang eksplorasi bagi para pelaku seni untuk mengembangkan tari modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal. Peserta diberi keleluasaan memadukan berbagai gaya, mulai dari hip-hop, salsa, cha-cha, ballroom, breaking, K-Pop, hingga pendekatan teatrikal, selama tetap mempertahankan karakter dasar tari modern.

Mekanisme Penilaian

Tim Kreatif Festival Seni Bali Jani, I Kadek Wahyudita, S.Sn., M.Sn., yang akrab disapa Dek Wahyu, menjelaskan seluruh peserta mengikuti lomba melalui mekanisme pendaftaran terbuka tanpa proses kurasi. Mereka berasal dari berbagai kalangan dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan panitia.

Menurutnya, jumlah peserta tahun ini meningkat cukup signifikan. Jika tahun lalu hanya diikuti 12 kelompok, tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 18 kelompok. Peserta masih didominasi komunitas tari dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Gianyar, disusul Karangasem. Sejumlah komunitas yang telah dikenal di Bali, seperti Naluri Manca, Pancar Langit, dan Seven Pro Entertainment, kembali ambil bagian bersama kelompok-kelompok lainnya.

Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Ni Made Suparmi, I Ketut Gede Agus Adi Saputra (Adi Siput), dan Christ, yang memiliki latar belakang dalam hip-hop, breaking, dan modern dance.

Ni Made Suparmi menjelaskan pedoman penilaian telah disampaikan kepada seluruh peserta saat technical meeting. Kreativitas dan eksplorasi tema memiliki bobot 15 persen yang mencakup orisinalitas ide, gagasan, serta kesesuaian karya dengan tema festival.

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Sementara itu, aspek koreografi, keserasian, dan teknik gerak menjadi komponen penilaian terbesar dengan bobot masing-masing 30 persen. Penilaian meliputi komposisi blocking dan moving, orisinalitas gerak, keselarasan dengan musik, penguasaan teknik, tingkat kesulitan, hingga kreativitas penyusunan koreografi.

Aspek ekspresi, penghayatan, tata rias, dan kostum memperoleh bobot 15 persen, sedangkan keutuhan penyajian bernilai 10 persen. Pada bagian ini, dewan juri juga memperhatikan kedisiplinan peserta dalam penggunaan properti sekaligus menjaga kebersihan panggung.

Suparmi mengungkapkan pelaksanaan lomba tahun ini menghadapi tantangan karena bertepatan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS). Akibatnya, beberapa kelompok yang telah mendaftar terpaksa mengundurkan diri karena belum siap tampil. Meski demikian, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan jadwal penyelenggaraan pada tahun mendatang.

Ia juga mengapresiasi tingginya kreativitas para peserta dan berharap pada penyelenggaraan berikutnya seluruh kabupaten dan kota di Bali dapat mengirimkan wakilnya.

Pandangan serupa disampaikan Adi Siput. Menurutnya, kualitas penampilan peserta mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Para penari mulai memahami karakter tari modern yang menjadi ciri khas Festival Seni Bali Jani. Meski demikian, masih ada beberapa kelompok yang belum mampu memanfaatkan ruang panggung Gedung Ksirarnawa secara optimal, padahal penguasaan ruang merupakan elemen penting dalam memperkuat penyampaian gagasan artistik.

Ia berharap ruang bagi seni modern di Festival Seni Bali Jani terus diperluas, termasuk membuka peluang hadirnya kategori tari kontemporer agar semakin banyak komunitas kreatif memperoleh ruang berekspresi.

Ruang Belajar Sekaligus Berkarya

Bagi para peserta, lomba ini bukan semata-mata ajang meraih prestasi, tetapi juga menjadi ruang belajar dan mengembangkan pengalaman artistik.

Sanggar Seni Pancar Langit, misalnya, menurunkan dua kelompok, yakni Nariswari 1 dan Pancar Kumara, yang sama-sama mengangkat tema besar Atma Kerthi. Pengelola sanggar, Gung Mas, mengatakan keikutsertaan mereka bertujuan memberikan pengalaman berkompetisi kepada para penari muda.

Menurutnya, kehadiran kategori tari modern di Festival Seni Bali Jani membuka ruang baru bagi sanggar-sanggar di Bali untuk terus berinovasi. Para penari tidak hanya berkembang dalam tari tradisi, tetapi juga memperoleh kesempatan mengeksplorasi bahasa gerak dan kreativitas melalui tari modern.

Sementara itu, Seven Pro Entertainment menghadirkan karya berjudul ASCEND, yang mengisahkan perjalanan manusia dalam menemukan jati diri. Koreografi memadukan unsur hip-hop, tari modern, dan sentuhan visual bernuansa Bali.

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Pertunjukan tersebut menggambarkan manusia yang terjebak dalam ego, kebingungan, dan godaan duniawi sebelum akhirnya menemukan pencerahan. Permainan drum menjadi simbol denyut kehidupan sekaligus konflik batin, sedangkan gerakan-gerakan yang sensual merepresentasikan hawa nafsu yang membelenggu jiwa. Setelah melalui berbagai ujian, seluruh karakter dipersatukan dalam cahaya sebagai lambang kedamaian dan pencerahan.

Manajer sekaligus pelatih Seven Pro Entertainment, Tutut Angga Pratama, mengatakan karya tersebut menjadi pengalaman baru bagi timnya. Selama ini Seven Pro lebih banyak berkecimpung di dunia hiburan yang menonjolkan aspek visual, sedangkan di Festival Seni Bali Jani mereka ditantang menghadirkan karya yang memiliki landasan konseptual dan filosofi sesuai tema festival.

Menurutnya, identitas Bali dalam karya tersebut tidak diwujudkan melalui gerak tari, melainkan melalui pendekatan visual, seperti kostum, permainan warna, dan dominasi warna emas yang memperkuat karakter pertunjukan.

Melalui beragam karya yang ditampilkan, Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani VIII kembali menegaskan posisinya sebagai ruang kreatif bagi generasi muda Bali untuk terus bereksplorasi. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi laboratorium penciptaan yang mempertemukan gagasan, teknik, dan keberanian bereksperimen, sekaligus memperkaya perkembangan seni pertunjukan modern di Pulau Dewata.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Next Post

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co