13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
in Khas
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni pertunjukan modern di Bali. Sebanyak 18 kelompok tari tampil dengan karakter, pendekatan, dan konsep yang berbeda-beda, membuktikan bahwa kreativitas generasi muda terus tumbuh melampaui batas-batas gaya maupun genre.

Ajang yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026), menjadi panggung bagi para seniman, pelajar, dan komunitas tari untuk menampilkan karya-karya orisinal. Meski beberapa kelompok mengusung genre yang sama, seperti hip-hop atau salsa, setiap penampilan tetap menghadirkan identitas artistik yang khas.

Sejak penampilan pertama hingga peserta terakhir, antusiasme penonton tidak surut. Sejumlah karya bahkan mampu menghidupkan suasana melalui irama musik yang akrab di telinga sehingga penonton ikut larut menikmati pertunjukan. Tepuk tangan yang mengiringi setiap penampilan semakin menguatkan atmosfer kompetisi sekaligus perayaan kreativitas.

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menariknya, tidak sedikit peserta yang mengembangkan karya dengan pendekatan teatrikal. Mereka membangun alur dramatik tanpa dialog dan tanpa bergantung pada kostum yang secara eksplisit menampilkan karakter tertentu. Cerita disampaikan melalui komposisi gerak, ekspresi para penari, tata cahaya, serta iringan musik rekaman yang dirancang selaras dengan kebutuhan koreografi.

Selaras dengan tema FSBJ VIII, “Kembara Sukma Atma Kerthi: Pengembaraan Menuju Jiwa Mahasuci”, lomba ini menjadi ruang eksplorasi bagi para pelaku seni untuk mengembangkan tari modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal. Peserta diberi keleluasaan memadukan berbagai gaya, mulai dari hip-hop, salsa, cha-cha, ballroom, breaking, K-Pop, hingga pendekatan teatrikal, selama tetap mempertahankan karakter dasar tari modern.

Mekanisme Penilaian

Tim Kreatif Festival Seni Bali Jani, I Kadek Wahyudita, S.Sn., M.Sn., yang akrab disapa Dek Wahyu, menjelaskan seluruh peserta mengikuti lomba melalui mekanisme pendaftaran terbuka tanpa proses kurasi. Mereka berasal dari berbagai kalangan dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan panitia.

Menurutnya, jumlah peserta tahun ini meningkat cukup signifikan. Jika tahun lalu hanya diikuti 12 kelompok, tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 18 kelompok. Peserta masih didominasi komunitas tari dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Gianyar, disusul Karangasem. Sejumlah komunitas yang telah dikenal di Bali, seperti Naluri Manca, Pancar Langit, dan Seven Pro Entertainment, kembali ambil bagian bersama kelompok-kelompok lainnya.

Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Ni Made Suparmi, I Ketut Gede Agus Adi Saputra (Adi Siput), dan Christ, yang memiliki latar belakang dalam hip-hop, breaking, dan modern dance.

Ni Made Suparmi menjelaskan pedoman penilaian telah disampaikan kepada seluruh peserta saat technical meeting. Kreativitas dan eksplorasi tema memiliki bobot 15 persen yang mencakup orisinalitas ide, gagasan, serta kesesuaian karya dengan tema festival.

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Sementara itu, aspek koreografi, keserasian, dan teknik gerak menjadi komponen penilaian terbesar dengan bobot masing-masing 30 persen. Penilaian meliputi komposisi blocking dan moving, orisinalitas gerak, keselarasan dengan musik, penguasaan teknik, tingkat kesulitan, hingga kreativitas penyusunan koreografi.

Aspek ekspresi, penghayatan, tata rias, dan kostum memperoleh bobot 15 persen, sedangkan keutuhan penyajian bernilai 10 persen. Pada bagian ini, dewan juri juga memperhatikan kedisiplinan peserta dalam penggunaan properti sekaligus menjaga kebersihan panggung.

Suparmi mengungkapkan pelaksanaan lomba tahun ini menghadapi tantangan karena bertepatan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS). Akibatnya, beberapa kelompok yang telah mendaftar terpaksa mengundurkan diri karena belum siap tampil. Meski demikian, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan jadwal penyelenggaraan pada tahun mendatang.

Ia juga mengapresiasi tingginya kreativitas para peserta dan berharap pada penyelenggaraan berikutnya seluruh kabupaten dan kota di Bali dapat mengirimkan wakilnya.

Pandangan serupa disampaikan Adi Siput. Menurutnya, kualitas penampilan peserta mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Para penari mulai memahami karakter tari modern yang menjadi ciri khas Festival Seni Bali Jani. Meski demikian, masih ada beberapa kelompok yang belum mampu memanfaatkan ruang panggung Gedung Ksirarnawa secara optimal, padahal penguasaan ruang merupakan elemen penting dalam memperkuat penyampaian gagasan artistik.

Ia berharap ruang bagi seni modern di Festival Seni Bali Jani terus diperluas, termasuk membuka peluang hadirnya kategori tari kontemporer agar semakin banyak komunitas kreatif memperoleh ruang berekspresi.

Ruang Belajar Sekaligus Berkarya

Bagi para peserta, lomba ini bukan semata-mata ajang meraih prestasi, tetapi juga menjadi ruang belajar dan mengembangkan pengalaman artistik.

Sanggar Seni Pancar Langit, misalnya, menurunkan dua kelompok, yakni Nariswari 1 dan Pancar Kumara, yang sama-sama mengangkat tema besar Atma Kerthi. Pengelola sanggar, Gung Mas, mengatakan keikutsertaan mereka bertujuan memberikan pengalaman berkompetisi kepada para penari muda.

Menurutnya, kehadiran kategori tari modern di Festival Seni Bali Jani membuka ruang baru bagi sanggar-sanggar di Bali untuk terus berinovasi. Para penari tidak hanya berkembang dalam tari tradisi, tetapi juga memperoleh kesempatan mengeksplorasi bahasa gerak dan kreativitas melalui tari modern.

Sementara itu, Seven Pro Entertainment menghadirkan karya berjudul ASCEND, yang mengisahkan perjalanan manusia dalam menemukan jati diri. Koreografi memadukan unsur hip-hop, tari modern, dan sentuhan visual bernuansa Bali.

Penampilan peserta Lomba Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Pertunjukan tersebut menggambarkan manusia yang terjebak dalam ego, kebingungan, dan godaan duniawi sebelum akhirnya menemukan pencerahan. Permainan drum menjadi simbol denyut kehidupan sekaligus konflik batin, sedangkan gerakan-gerakan yang sensual merepresentasikan hawa nafsu yang membelenggu jiwa. Setelah melalui berbagai ujian, seluruh karakter dipersatukan dalam cahaya sebagai lambang kedamaian dan pencerahan.

Manajer sekaligus pelatih Seven Pro Entertainment, Tutut Angga Pratama, mengatakan karya tersebut menjadi pengalaman baru bagi timnya. Selama ini Seven Pro lebih banyak berkecimpung di dunia hiburan yang menonjolkan aspek visual, sedangkan di Festival Seni Bali Jani mereka ditantang menghadirkan karya yang memiliki landasan konseptual dan filosofi sesuai tema festival.

Menurutnya, identitas Bali dalam karya tersebut tidak diwujudkan melalui gerak tari, melainkan melalui pendekatan visual, seperti kostum, permainan warna, dan dominasi warna emas yang memperkuat karakter pertunjukan.

Melalui beragam karya yang ditampilkan, Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani VIII kembali menegaskan posisinya sebagai ruang kreatif bagi generasi muda Bali untuk terus bereksplorasi. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi laboratorium penciptaan yang mempertemukan gagasan, teknik, dan keberanian bereksperimen, sekaligus memperkaya perkembangan seni pertunjukan modern di Pulau Dewata.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Next Post

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co