5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
in Panggung
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Pertunjukan "Unity in Harmony", kolaborasi Sanggar Griya Musika Sukawati (Crescendo) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan bertajuk “Unity in Harmony”, kolaborasi Sanggar Griya Musika Sukawati (Crescendo) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menghadirkan pengalaman musikal yang berbeda dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026.

Sejak nada pertama dimainkan, penonton langsung disambut harmoni yang kaya melalui perpaduan puluhan instrumen brass, saksofon, sousafon, gitar listrik, hingga drum. Aransemen yang memadukan karakter orkestra dengan energi band modern melahirkan pertunjukan yang megah, dinamis, sekaligus elegan.

Dentuman ritmis drum dan distorsi gitar listrik berpadu kontras dengan tiupan instrumen brass yang kuat. Di sisi lain, suara bass dari sousafon menjadi fondasi musikal yang kokoh, sementara belasan saksofon membangun lapisan melodi yang kaya sehingga menghasilkan komposisi yang penuh warna dan berenergi.

Direktur Pertunjukan, Guntur Prasetyo, mengatakan penampilan ini menjadi debut Crescendo di Festival Seni Bali Jani sekaligus momentum memperkenalkan perkembangan musik brass band di Bali.

“Ini penampilan perdana kami di Festival Seni Bali Jani. Kami ingin menampilkan musik-musik orkestra karena brass band di Bali saat ini sedang berkembang dan mulai mendapat tempat dalam industri musik,” ujarnya.

Pertunjukan “Unity in Harmony”, kolaborasi Sanggar Griya Musika Sukawati (Crescendo) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Sepanjang pertunjukan, sekitar 20 lagu dibawakan dengan aransemen baru yang memadukan musik populer Indonesia, lagu-lagu internasional, serta sentuhan tangga nada Bali. Perpaduan tersebut memperlihatkan bagaimana musik orkestra mampu berdialog dengan berbagai genre tanpa kehilangan karakter utamanya.

Pertunjukan dibagi ke dalam tiga segmen. Pada segmen pertama, format full brass band membawakan sejumlah karya jazz dunia, antara lain Filthy McNasty, Take Five, Moanin’, Just Squeeze Me, Boogie Stop Shuffle, dan Manteca.

Suasana kemudian berubah lebih akrab pada segmen kedua ketika band dan vokalis tampil membawakan lagu-lagu populer, seperti Senja Teduh Pelita, Fall in Love, Status Palsu, I’ll Always Remember Us This Way, Every Summertime, Harus Bahagia, Slow It Down, Cintaku, hingga Love Never Felt So Good. Penonton tampak menikmati perubahan warna musik yang lebih ringan dan komunikatif.

Sebagai penutup, brass band dan para vokalis kembali bersatu dalam lagu So Much in Love, Badai Telah Berlalu, dan Satu-Satunya. Kolaborasi tersebut menjadi klimaks pertunjukan sekaligus menegaskan tema “Unity in Harmony”, yakni menyatukan beragam warna musik dalam satu harmoni.

Menurut Guntur, konsep pertunjukan seperti ini masih tergolong baru di Bali. Hingga kini belum banyak kelompok musik yang mampu menghadirkan formasi brass band dengan jumlah pemain sebesar yang ditampilkan malam itu.

Secara keseluruhan, pertunjukan melibatkan sekitar 76 orang dengan sekitar 30 musisi tampil di atas panggung. Di antaranya terdapat 16 pemain saksofon, jumlah yang relatif besar dan menjadi kekuatan utama pertunjukan. Kehadiran mahasiswa ISI Bali yang menekuni instrumen tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan konsep musikal ini.

“Saksofon merupakan instrumen yang membutuhkan proses belajar cukup panjang. Untuk menguasai teknik meniup dan memainkannya dengan baik diperlukan latihan hingga dua tahun atau lebih. Karena itu, kami bangga bisa menghadirkan begitu banyak pemain saksofon dalam satu panggung,” jelasnya.

Melalui kolaborasi ini, Guntur berharap musik orkestra dan brass band semakin dikenal masyarakat serta memperoleh ruang yang lebih luas dalam ekosistem seni pertunjukan di Bali.

Pertunjukan “Unity in Harmony”, kolaborasi Sanggar Griya Musika Sukawati (Crescendo) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Kami ingin menunjukkan bahwa musik Barat dan musik orkestra juga berkembang di Bali. Semoga kolaborasi antara ISI Bali dan Sanggar Crescendo dapat mendorong lahirnya lebih banyak kelompok brass band di masa mendatang,“ katanya.

Ia menambahkan, Festival Seni Bali Jani merupakan wadah yang tepat bagi seniman modern dan generasi muda untuk bereksperimen, berkolaborasi, sekaligus memperluas pengalaman dalam industri musik.

“Semoga pada penyelenggaraan berikutnya akan semakin banyak kelompok brass band yang tampil dan memperkaya wajah seni modern serta kontemporer di Bali,” harapnya.

Apresiasi juga datang dari Kurator Festival Seni Bali Jani, Made Adnyana. Menurutnya, pertunjukan brass band berskala besar seperti ini masih sangat jarang ditemui di Bali sehingga menjadi pengalaman yang istimewa bagi publik.

Ia menilai kolaborasi Sanggar Crescendo dan ISI Bali menghadirkan alternatif yang segar dalam lanskap pertunjukan musik di Pulau Dewata. Bahkan, formasi brass band dengan belasan pemain alat tiup seperti ini umumnya hanya dijumpai pada festival musik berskala besar, seperti Java Jazz.

Lebih jauh, dominasi mahasiswa ISI Bali dalam formasi pemain menunjukkan besarnya potensi generasi muda dalam melahirkan karya-karya yang kreatif, inovatif, dan mampu menjawab perkembangan seni pertunjukan kontemporer.

“Unity in Harmony memperlihatkan betapa beragamnya wajah musik di Bali. Pertunjukan ini sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pulau budaya yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga terus membuka ruang bagi lahirnya ekspresi seni modern,” ujar Made Adnyana.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: CrescendoFestival Bali Janifestival seni bali jani 2026Orkestra Brass Band ISI BaliUnity in Harmony
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

Next Post

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co